Tuesday, August 14, 2012

Pembelajaran Kooperatif


   Pembelajaran Kooperatif
a.      Pengertian Pembelajaran Kooperatif
Wartono (2004:11) menyatakan bahwa : ”Pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok  kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling bekerja sama dan membantu untuk memahami suatu bahan pembelajaran”.
Berdasarkan pengertian tersebut di atas, maka dalam pembelajaran kooperatif siswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi sesama siswa lainnya dalam masing-masing kelompok untuk menyelesaikan semua tugas yang berhubungan dengan materi pelajaran tertentu. Walaupun  mereka memiliki kemampuan asal yang berbeda, tetapi tetap diupayakan untuk terjadi saling membantu dalam keberhasilan pelaksanaan tugas kelompoknya masing-masing.
b.      Tujuan Pembelajaran Kooperatif.
Wartono (2004:11) menyatakan bahwa : “Model pembelajaran kooperatif sangat berbeda dengan pengaaran langsung. Di samping model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai hasil belajar akademik, model pembelajaran kooperatif juga efektif untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa”.
Beberapa ahli berpendapat bahwa model ini unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit. Para pengembang model ini telah menunjukkan bahwa model struktur penghargaan kooperatif telah dapat meningkatkan penilaian siswa pada  belajar akademik dan perubahan norma yang berhubungan dengan hasil belajar dalam banyak kasus, norma budaya anak muda sebenarnya tidak menyukai siswa-siswa yang ingin menonjol secara akademis.
c.       Fase Pembelajaran Kooperatif
Wartono (2004:14) menyatakan bahwa : “Fase model pembelajaran kooperatif ada enam, yaitu : menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, menyajikan materi, mengorganisasikan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar, membimbing kelompok untuk bekerja dan belajar, evaluasi, dan memberi penghargaan”.
Tingkah laku guru sesuai dengan enam fase tersebut adalah sebagai berikut :
1)      Fase 1: Guru menyampaikan tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa untuk belajar
2)      Fase 2 : Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan yang telah dimiliki oleh setiap siswa.
3)      Fase 3 : Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.
4)      Fase 4: Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas masing-masing.
5)      Fase 5: Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
6)      Fase 6: Guru mencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.
d.      Model Pembelajaran Kooperatif Variasi Jigsaw
Wartono (2004:16) menyatakan bahwa : “Model pembelajaran kooperatif variasi Jigsaw diterapkan sebagai berikut : Siswa dibagi berkelompok dengan anggota kelompok 5-6 orang secara heterogen. Materi pelajaran diberikan kepada siswa dalam bentuk teks yang telah dibagi-bagi menjadi beberapa sub bab”.
Setiap angota kelompok membaca sub-sub yang ditugaskan dan bertanggungjawab untuk mempelajari bagian yang diberikan itu. Anggota dari kelompok lain yang telah mempelajari sub-sub yang sama bertemu dalam kelompok-kelompok ahli untuk menuliskan sub-sub mereka. Setelah itu para siswa kembali ke kelompok dan bergantian mengajar teman satu kelompok mereka tentang sub-sub mereka.
Satu-satunya cara siswa dapat belajar sub bab lain selain sub-sub yang mereka pelajari adalah dengan mendengarkan secara sungguh-sungguh terhadap teman satu kelompok mereka. Setelah selesai pertemuan dan diskusi kelompok  asal siswa-siswi dikenai kuis secara individu tentang materi pelajaran. Skor kelompok menggunakan prosedur scoring yang saman dengan STAD.

0 comments:

Post a Comment