This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Showing posts with label Gallery. Show all posts
Showing posts with label Gallery. Show all posts
Monday, April 9, 2012
Api Abadi Mrapen
Sumber Api Abadi Mrapen: Dari Kisah Sunan Kalijaga hingga Api Obor Pentas Olahraga
Setelah menikmati wisata alam di Bledug Kuwu perjalanan Keluarga Besar SMP N 2 Kaliwungu kami lanjutkan ke Sumber Api Abadi Mrapen yang merupakan salah satu icon kebanggaan orang Jawa Tengah karena Api Abadi Mrapen sering digunakan sebagai obor pesta olahraga nasional dan internasional,ada kejadian unik di tempat ini karena ada sebuan anekdot atau kepercayaan orang - orang disini jika siapa saja yang mampu mengangkat watu bobot apapun doanya akan terkabulkan.Secara singkat sekilas akan penulis gambarkan apa, bagaimana serta siapa saja yang mengenal serta memanfaatka Api Abadi Mrapen
Api Abadi Mrapen berada di sebuah kompleks di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Api yang keluar dari perut bumi ini merupakan fenomena geologi ditandai keluarnya gas dari dalam tanah yang tersulut sehingga menciptakan api yang tidak pernah padam walaupun turun hujan.
Api yang dikenal dengan sebutan Api Abadi Mrapen tersebut telah digunakan sejak dahulu untuk obor upacara Hari Raya Waisak. Saat ini pun Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) masih menggunakannya untuk prosesi ritual umat Buddha pada Hari Waisak Nasional.
Pesta olahraga internasional yang menggunakan Api Abadi Mrapen untuk obornya adalah SEA Games XXVI 2011 pada 11-22 November 2011 di Jakarta dan Palembang. Selain itu juga untuk Asian Beach Games (ABG) I di Bali2008, Asian Beach Games II di Muscat, Asian Beach Games di Oman 2010, dan Asian Beach Games III di China. Bahkan, rencananya Islamic Solidarity Games (pesta olahraga multievent negara-negara Islam dunia) 2013 di Pekanbaru, Riau, juga akan mengambil sumber api dari Api Abadi Mrapen.
Sumber Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas sering menjadi tujuan wisata karena juga terdapat juga kolam air mendidih Sendang Dudo yang dipercaya dapat mengobati penyakit kulit dan reumatik. Air Sendang Dudo memiliki keunikan karena yang tadinya bersih dan bening dapat berubah menjadi keruh dan selalu mendidih tetapi tidak panas. Air ini juga bisa terlihat keruh tetapi bila dimasukkan ke dalam sebuah gelas maka dapat berubah menjadi bening. Selain itu, ada pula keunikan lain yang Anda sendiri dapat mencobanya yaitu dari gelembung air yang mengambang apabila disulut dengan api maka dapat menyala di atas permukaan air. Hal itu dimungkinkan karena air tersebut mengandung mineral dan zat kimia.
Ada pula Watu Bobot yang letaknya berada di sebelah Sumber Api Abadi Mrapen. Menurut cerita barangsiapa dapat mengangkatnya maka akan tercapai keinginannya.
Sunan Kalijaga dan Sumber Api Abadi Mrapen
Cerita rakyat tentang Sumber Api Abadi Mrapen dikaitkan dengan masa akhir Kerajaan Majapahit yang ditaklukkan Kesultanan Demak Bintoro pada tahun 1500-1518 Masehi. Saat itu Kesultanan Demak berada di sekitar Mrapen dan merupakan satu-satunya pusat pemerintahan Islam di Pulau Jawa.
Berikutnya kesultanan yang dipimpin Raden Patah ini mengembangkan pola hidup yang dilandaskan ajaran Islam termasuk membuat pusat perdagangan, pendidikan dan penyebaran agama Islam.
Dalam upaya pembenahan wilayahnya, Kesultanan Demak Bintoro berupaya memboyong semua barang-barang warisan dari Kerajaan Majapahit. Salah satu yang terpenting adalah memindahkan Pendopo Kerajaan Majapahit untuk dijadikan serambi Masjid Agung Demak. Apabila Anda amati saat ini maka pada serambi tersebut terlihat perpaduan budaya Islam dan Hindu-Buddha.
Upaya pemindahan Pendopo Kerajaan Majapahit dipimpin oleh Sunan Kalijaga. Dalam perjalanan masuki wilayah Kesultanan Bintoro Demak rombongan ini mengalami masalah karena prajuritnya keletihan. Mereka kemudian mencari mata air untuk minum tetapi tidak ada yang dapat menemukannya. Sunan Kalijaga kemudian berjalan menuju tempat kosong dan menancapkan tongkatnya ke tanah. Lubang dari bekas tongkat itu tak lama menyemburkan api yang saat ini dipercaya merupakan titik awal munculnya Sumber Api Abadi Mrapen.
Berikutnya Sunan Kalijaga juga melakukan hal yang sama dengan tongkatnya di tempat lain yang tidak jauh tetapi yang keluar kali ini buka api melainkan semburan air yang bersih dan bening. Air tersebut dimanfaatkan rombongan prajurit untuk minum yang keletihan karena mengangkut pendopo Kerajaan Majapahit. Saat ini sumber mata air itu dapat Anda lihat memiliki celah sumur berdiameter 3 meter dan kedalaman sekitar 2 meter. Sumur itulah yang kemudian disebut masyarakat setempat dengan nama Sendang Dudo dan memiliki keunikan serta khasiat tertentu.
Rombongan Sunan Kalijaga kemudian melanjutkan perjalanan tetapi Sunan Kalijaga meninggalkan sebuah batu ompak di sekitaran lubang api dan lubang air tersebut. Saat itu salah seorang prajuritnya yang berupaya mengambilnya tetapi Sunan Kalijaga melarang dan berwasiat bahwa batu ompak itu tidak perlu diambil karena pada suatu waktu akan berguna. Saat ini Anda masih dapat melihat batu ompak itu yang dikenal dengan sebutan Watu Bobot dan letaknya berada di sebelah Sumber Api Abadi Mrapen.
Transportasi
Untuk menuju Kompleks Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, maka patokannya terletak di tepi Jalan Raya Purwodadi - Semarang, sekitar 26 km dari kota Purwodadi.
Sunday, April 8, 2012
Wisata Bledug Kuwu di Grobogan
Wisata Bledug Kuwu di Grobogan
Pada hari sabtu,7 April 2012 keluarga besar SMP N 2 Kaliwungu mengadakan perjalanan silaturahmi ke Kelg Bp.Ahcmad Indra R,S.Psi yang berada di Trowulo Purwodadi ,sebagian besar dari Keluarga besar SMP N 2 Kaliwungu Kendal bisa mengikuti acara tersebut. Rombongan berangkat dari Kaliwungu jam 09.30 WIB dengan menggunakan 1 Bis wisata milik pemerintah Kab Kendal dan 3 mobil pribadi ,Alhamdulillah atas Ridho Allah SWT rombongan sampai di lokasi yaitu rumahnya Bp Ach.Indra R S,Psi jam 12.30 WIB walau dengan susah payah karena hampir sepanjang perjalanan dari Kaliwungu ke Purwodadi hampir tidak ada kondisi jalan yang dipilih karena memang kondisi tanah sepanjang jalan menuju purwodadi merupakan tanah yang labih sehingga semua jalan kondisinya memang benar benar mengenaskan serta memprihatikan.
Sambil menikmati jamuan yang dihidangkan oleh kelg Bp Indra kami serombongan melepaskan lelah dengan saling bersendau gurau untuk sekedar membuat badan segar dan pikiran menjadi lebih Fresh.Dan setelah menikmati semua hidangan tuan rumah kami serombongan minta pamit untuk meneruskan perjalanan yaitu menuju beberapa objek wisata di Kabupaten Grobogan yaitu Bledug Kuwu dan Api Abadi Mrapen. Sekilas akan penulis sampaikan perjalanan wisata kami serombongan.
Sejak Dahulu Kabupaten Grobogan memang di kenal dengan kota wisata, kebanyakan tempat wisata di Kabupaten Grobogan berupa proses alam seperti Api Abadi Mrapen, Bledug Kuwu, Gua Lawa, dan masih banyak lagi. Tetapi ada juga obyek wisata di Kabupaten Grobogan yang berupa buatan manusia, contohnya waduk kedung ombo yang sudah saya bahas kemarin.
Membahas wisata yang terjadi karena proses alam di Kabupaten Grobogan memang tak kan ada habisnya, Karena memang di Kabupaten terbesar no 2 di Provinsi Jawa Tengah ini terdapat banyak sekali obyek-obyek wisata yang masih alami, salah satunya yang satu ini .
Bledug Kuwu itulah nama salah satu ikon pariwisata Grobogan.
Bledug Kuwu itulah nama salah satu ikon pariwisata Grobogan.
Terletak di desa kuwu kecamatan kradenan 28 km kearah timur dari kota purwodadi grobogan. obyek wisata bledug kuwu merupakan pesona keindahan alam. keanehan yang ada di obyek wisata ini adalah adanya letupan - letupan lumpur yang airnya mengandung garam dan itu berlangsung terus menerus sehingga menimbulkan pemandangan alam yang sangat menakjubkan, padahal tempat itu letaknya cukup jauh dari laut.
Bledug Kuwu mempunyai keistimewaan tersendiri, apabila dilihat dari peta geologi Dr AJ Panekoek, bahwasanya tanah-tanah yang ada bledugnya adalah jenis Aluvial Plains(tanah endapatan atau tanah mengendap) bersamaan dengan meletupnya bledug, keluarlah uap, gas dan air garam. Suara bledug terjadi karena muntahnya kawah yang berupa lumpurdengan warna kelabu atau kelabu kehitam hitaman, tetapi kalau dicampur dengan air maka akan menjadi putih. Apabila diendapkan air endapan bledug kuwu adalah tanah kapur dan tepat sekali apabila disitu dulunya laut kemudian menjadi daratan, karena erosi dari gunung kapur sudah tentu tanah endapannya mengandung kapur.
Sejarah Singkat Bledug Kuwu
Konon menurut cerita rakyat, keanehan itu disebabkan adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan laut selatan. lubang itu sendiri terjadi dari perjalanan pulang joko linglung dari laut selatan menuju kerajaan medang kamolan setelah melaksanakan tugasnya untuk menangani prabu dewata cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih di laut selatan. dan hal itu dilakukan joko linglung yang berujud ular naga sebagai syarat agar joko linglung diakui sebagai anaknya aji saka .
Ada anggapan / kepercayaan orang disekitarnya kalau bleduk dijadikan tempat untuk bersumpah maka sumpah itu akan sangat luar biasa hasilnya. contohnya jika ada dua orang berseteru tentang suatu hal yang mereka masing – masing mengakui kebenarannya sendiri – sendiri dapat diselesaikan dengan sumpah bledug di tempat itu.
Adanya kandungan garam ditempat itu oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk membuat garam secara tradisional dengan cara airnya dikeringkan di glagah (bambu yang dibelah jadi dua) , ada juga yang membawa lumpur bledug untuk dibawa pulang konon lumpur itu buat lulur di kulit agar kulit terhindar dari penyakit kulit dan tampak lebih cemerlang bagi kulit yang sudah sehat. jadi bleduk adalah tempat wisata di kabupaten grobogan yang sangat menarik untuk anda kunjungi .
Wednesday, August 31, 2011
Album kenangan
Photo kenangan keluarga pada hari Raya Idhul Fitri 1432H , pada Hari yang ke -2 persiapan untuk silaturahmi ke sanak saudara
Istriku yang selalu menemani serta merawat anak anakku, Nur Azizah...
Fadhila Rahma Oktavia putri yang pertama usianya kurang lebih 10 Th dan sudah sekolah kelas 5 di SD N 5 Krajan kulon, adiknya Safira Nazwa Oktavia terlahir pada tanggal yang sama dengan kakaknya cuma beda tahun, sekarang sudah berumur 6th dan sudah kelas 1 SD N 5 Krajan kulon.
Monday, March 23, 2009
Museum Geologi Bandung
Banyak hal yang didapatkan oleh siswa dimuseum ini , mulai dari penanyangan film dokumenter tentang era perjalanan pembentukan gunung serta pembentukan bumi yang kita tinggali ini .
Berbagai macam fosil mulai dari jaman batu sampai jaman manusia modern serta perkembangan manusia dengan berbagai peralatannya.
Ada hal yang menarik di Museum ini adalah :
1. Fosil Binatang Purba
2. Fosil Batuan yang ada di indonesia
3. Pertambangan yang ada di Indonesia
4. Gambaran sejarah pertambangan di Indonesia
Semoga dengan kunjungan ini siswa SMP N 2 Kaliwungu dapat memetik hasil yang optimal dengan bekal yang dijumpai di museum ini. tak lupa kami keluarga besar SMP N 2 Kaliwungu mengucapkan terima kasih kepada Pengelola dan Penanggung jawab Nuseum Geologi Bandung . Semoga kerjasama yang sudah terjalin ini dapat kita jalin dan tingkatkan .
Thursday, March 5, 2009
Anak anak tercinta
Disaat yang berbahagia ini , kedua anak anakku tercinta : Fadhila Rahma Oktavia ( 7 Tahun ) meh 8 tahun dengan adiknya : Safira Nazwa Oktavia ( 3 ) Tahun meh 4 tahun sedang berpose didepan rumah . Keduanya memakai baju hijau and celana jeans yang dibelikan oleh simboknya sebagai hadiah pada saat Lebaran 1430 H / 2008 M.
Fadhila Rahma Oktavia , lahir pada kamis wage jam 07.00 WIB pada tanggal 11 Oktober 2001 di Rumah sakit Umum Kab kendal dengan bobot 2,00 Kg ( semi prematur ) karena lahir pada usia kandungan 8 bulan .
Safira Nazwa Oktavia , lahir pada Sabtu Pon Jam 02.30 pada malam Romadhon tanggal 11 Oktober 2005 di rumah Bidan di sukomulyo Kaliwungu Kendal .Dengan bobot 3,4 Kg yang dikatakan agak super .
Fadhila Rahma Oktavia , lahir pada kamis wage jam 07.00 WIB pada tanggal 11 Oktober 2001 di Rumah sakit Umum Kab kendal dengan bobot 2,00 Kg ( semi prematur ) karena lahir pada usia kandungan 8 bulan .
Safira Nazwa Oktavia , lahir pada Sabtu Pon Jam 02.30 pada malam Romadhon tanggal 11 Oktober 2005 di rumah Bidan di sukomulyo Kaliwungu Kendal .Dengan bobot 3,4 Kg yang dikatakan agak super .
Untuk semua keluarga yang ada di luar kota . Om amek di Tegal , Mbah Najib , Mbah Nasir di Pamulang and Mas Wawan di Surabaya , Lihat foto aku ini......






