This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Mata. Show all posts
Showing posts with label Mata. Show all posts

Tuesday, August 21, 2012

Berbeda, Kemampuan Mata Pria dan Wanita dalam Melihat


Mata wanita lebih unggul dalam membedakan warna. Sementara mata pria lebih baik dalam melacak objek yang bergerak cepat berjarak jauh.

Studi terbaru menunjukkan mata pria dan wanita memiliki kemampuan melihat yang berbeda. Mata wanita lebih unggul dalam membedakan warna. Sementara mata pria lebih baik dalam melacak objek yang bergerak cepat dan melihat secara detail dari kejauhan.
Hal ini mungkin yang menjadi alasan para nenek moyang kita berbagi peran, pria berburu makanan sementara wanita mengumpulkan makanan.
Dalam penelitiannya profesor psikologi, Israel Abramov, melakukan tes terhadap orang dengan usia dewasa dan muda dengan penglihatan normal. Dalam percobaan warna tersebut ternyata pria dan wanita memiliki perbedaan kemampuan dalam melihat suatu objek yang sama.
Tim peneliti menyimpulkan, untuk dapat mengenali warna, sebagian besar spektrum penglihatan pria membutuhkan gelombang sedikit lebih panjang daripada wanita. Gelombang yang lebih panjang berhubungan dengan warna yang "hangat."
Sebagai contohnya warna orange, pada penglihatan pria akan muncul lebih merah dibanding saat ditangkap oleh mata wanita. Sebaliknya, di warna yang lebih "dingin" seperti hijau rumput, mata wanita selalu menangkap lebih hijau dibanding pria. Bagi pria, warna tersebut sedikit lebih kekuning-kuningan.
Studi juga menemukan bahwa mata pria kurang mahir untuk membedakan nuansa di tengah spektrum warna biru, hijau dan kuning.
Meski demikian, pria lebih unggul mendeteksi objek dengan detail dari kejauhan. Juga lebih baik dalam melacak objek yang lebih tipis. Hal ini karena dipengaruhi oleh pengembangan neuron pada lapisan penglihatan di otak yang mana dipengaruhi oleh hormon maskulin.
Tim peneliti mencatat, pria memiliki cairan testosteron. Sehingga mereka memiliki 25 persen neuron lebih banyak di otak mereka dibanding wanita. "Hasil studi ini mendukung hipotesis yang beranggapan jenis kelamin berevolusi menghasilkan kemampuan psikologis yang berbeda sesuai dengan perannya saat zaman prasejarah dulu," ungkap tim peneliti.
(Umi Rasmi. Sumber: National Geographic News)

Friday, May 25, 2012

ALAT OPTIK

Ketika di SMP, kalian sudah mempelajari tentang cahaya dan perambatannya, bagaimana cahaya itu dipantulkan, dibiaskan, dan mengalami dispersi. Pada bab ini akan dipelajari berbagai alat yang bekerja berdasarkan prinsip pembiasan dan pemantulan cahaya yang disebut alat optik. Dengan alat optik, kita dapat melihat benda atau makhluk hidup yang ukurannya sangat kecil, misalnya bakteri dan virus, dan dapat melihat dengan jelas benda-benda yang sangat jauh di luar angkasa seperti bulan, bintang, dan benda langit lainnya, serta merekam beberapa kejadian penting dalam bentuk film. Bagian utama dari alat optik adalah cermin atau lensa, karena prinsip kerjanya mengacu pada konsep pembiasan dan pemantulan cahaya.

 A.    Mata
Mata merupakan alat penglihatan bagi kita. Mata kita memilki bagian-bagian yang penting yang menentukan daya penglihatan kita.
   Gambar 5.1. Beberapa bagian penting pada mata kita
Gambar 1. Beberapa bagian penting pada mata kita

1.         Bagian-bagian Mata
Perhatikan gambar 1. mata kita terdiri atas kornea, iris, pupil, lensa mata, retina, dan syaraf optik.
a. Kornea
Kornea berupa selaput tipis yang berfungsi melindungi bagian dalam mata dari pengaruh luar. Kornea memiliki indeks bias sekitar 1,367.
Di belakang kornea terdapat semacam cairan yang disebut aqueous humor. Cairan ini memiliki indeks bias sama dengan air, yaitu 1,33. Aqueous humor berfungsi sebagai pembasuh mata.
b. Iris
Iris adalah selaput bola mata yang membentuk celah lingkaran. Warna iris memberikan warna pada mata. Biru, coklat, maupun hitam.

Gambar 2. Warna iris terlihat sebagai warna mata
c. Pupil
Pupil adalah celah lingkaran yang dibentuk iris. Pupil berfungsi mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke mata. Di saat terdapat cahaya yang masuk ke mata, iris akan mengendur dan pupil akan membesar sehingga lebih banyak cahaya yang masuk ke mata. Di saat terdapat banyak cahaya yang masuk ke mata, iris akan menegang dan pupil akan mengecil sehingga cahaya yang masuk ke mata akan berkurang.
d. Lensa Mata
Lensa mata berupa lensa cembung yang berfungsi membiaskan cahaya yang masuk ke mata.

Gambar 3. pembiasan oleh lensa mata
e. Retina
Retina juga disebut selaput jala. Retina terletak di bagian belakang. Ia berfungsi sebagai layang untuk menangkap bayangan yang dibentuk oleh lensa mata. Bayangan yang dibentuk di retina bersifat nyata, terbalik dan diperkecil.
Permukaan retina dilapisi juataan sel peka cahaya. Sema sel bermuara ke syaraf optik yang meneruskan informasi ke otak. Meskipun bayangan yang terbentk di retina berkrbalikan dengan benda aslinya, otak kita tetap memiliki kesan bahwa bayangn itu tegak.
 2.      Pembentukan Bayangan di Retina
Kita bisa melihat suatu benda dengan jelas jika bayangn benda itu tepat di retina. Lensa mata mamp menebal dan menipis sesuai jarak benda yang diamati.kemampuan mata untuk mrnrbal dan menipis ini disebut daya akomodasi mata.
Mata dikatakan berakomodasi maksimum bila lensa mata dalam keadaan paling tebal. Sebaliknay, mata dikatakan tidak berakomodasi jika lensa mata dalam keadaan paling tipis. Untuk melihat benda yang jauh tak berhingga, mata tak berakomodasi, lensa mata dalam keadaan paling tipis. jarak terjauh yang masih teramati dengan jelas oleh mata tak berakomodasi ini disebut titim jauh ataupunctum remotum.
Untuk melihat benda yang mendekat dengan jelas, lensa mata akan menebal hingga batas maksimum daya akomodasinya. Jarak terdekat benda dari mata yang masih teramati dengan jelas oleh mata berakomodasi maksimum ini disebut titik dekat atau punctum proximum.
Mata normal (emertrop) memiliki titk dekat sekitar 25 cm dan titk jauh di tak hingga. Dengan bertambahnya usia kemempuan lensa mata biasanya berkurang sehingga penglihatan tak lagi normal. Bayangn benda yang searusnya berada di retina mngkin bergeser di depan ata di belakang retina. Hal ini merupakan gangguan penglihatan.
a. Miopi
Miopi juga disebut rabun jauh atau terang dekat. Penderita miopi tak dapat melihat benda jauh secara jelas. Bayangan benda jatuh di depan retina.  Penderita miopi dibantu dengan kacamata berlensa cekung.

Gambar 4. (a) pada penderita miopibayangan jatuh d depan retina

(b) penderita miopi dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung.
Kekuatan lensa pada kacamata untuk penderita miopi dapat ditentukan dengan rumus:
dengan P adalah kekuatan lensa (dalam satuan dioptri), sedangkan PR(miopi) adalah jarak titik jauh penderita miopi (dalam satuan cm).
b. Hipermetropi
Hipermetropi jga disebt rabun dekat atau terang jauh. Penderita hipermetropi tidak dapat melihat benda dekat secara jelas. Titk dekatnya lebih dari 25 cm. Pada penderita hipermetropi, bayangan benda jatuh di belakang retina. Dibant dengan kacamata lensa cembung.

Gambar 5. cacat mata hipermetropi, bayangan benda jatuh di belakang retina
Kekuatan lensa pada kacamata untuk penderita hipermetropi dapat ditentukan dengan rumus:
dengan P adalah kekuatan lensa (dalam satuan dioptri), S adalah jarak benda dari mata (dalam satuan cm), jika tidak disebutkan , S = 25 cm, sedangkan Pp(hyp) adalah jarak titik dekat penderita hipermetropi (dalam satuan cm).
c. Presbiopi
Penderita presbiopi tidak dapat jelas melihat benda yang letaknya jauh dan benda yang letaknya dekat. Baik titik jauh maupun titik dekat penderita presbiopi telah bergeser dari posisi normalnya. Presbiopi terjabi biasanya karena sia tua. Penderita ini dapat dibantu dengan kacamata berlensa rangkap, yaitu berlensa positif dan berlensa negatif
d. Astigmatisme
Astigmatisme atau mata silindris terjadi karena bentuk kornea atau lensa mata yang terlalu cembung di salah satu sisinya. Akibatnya, sebiah titik akan terlihat sebagai garis. Benda bergaris dapat terlihat jelas, tetapi dalam arah tertentu saja, misalnya vertikal atau horisontal saja. Penderita astigmatisme dibantu dengan kacamata berlensa silinder.

Wednesday, May 23, 2012

MATA

Ketika di SMP, kalian sudah mempelajari tentang cahaya dan perambatannya, bagaimana cahaya itu dipantulkan, dibiaskan, dan mengalami dispersi. Pada bab ini akan dipelajari berbagai alat yang bekerja berdasarkan prinsip pembiasan dan pemantulan cahaya yang disebut alat optik. Dengan alat optik, kita dapat melihat benda atau makhluk hidup yang ukurannya sangat kecil, misalnya bakteri dan virus, dan dapat melihat dengan jelas benda-benda yang sangat jauh di luar angkasa seperti bulan, bintang, dan benda langit lainnya, serta merekam beberapa kejadian penting dalam bentuk film. Bagian utama dari alat optik adalah cermin atau lensa, karena prinsip kerjanya mengacu pada konsep pembiasan dan pemantulan cahaya.

 A.    Mata
Mata merupakan alat penglihatan bagi kita. Mata kita memilki bagian-bagian yang penting yang menentukan daya penglihatan kita.
   Gambar 5.1. Beberapa bagian penting pada mata kita
Gambar 1. Beberapa bagian penting pada mata kita


1.         Bagian-bagian Mata
Perhatikan gambar 1. mata kita terdiri atas kornea, iris, pupil, lensa mata, retina, dan syaraf optik.
a. Kornea
Kornea berupa selaput tipis yang berfungsi melindungi bagian dalam mata dari pengaruh luar. Kornea memiliki indeks bias sekitar 1,367.
Di belakang kornea terdapat semacam cairan yang disebut aqueous humor. Cairan ini memiliki indeks bias sama dengan air, yaitu 1,33. Aqueous humor berfungsi sebagai pembasuh mata.
b. Iris
Iris adalah selaput bola mata yang membentuk celah lingkaran. Warna iris memberikan warna pada mata. Biru, coklat, maupun hitam.

Gambar 2. Warna iris terlihat sebagai warna mata
c. Pupil
Pupil adalah celah lingkaran yang dibentuk iris. Pupil berfungsi mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke mata. Di saat terdapat cahaya yang masuk ke mata, iris akan mengendur dan pupil akan membesar sehingga lebih banyak cahaya yang masuk ke mata. Di saat terdapat banyak cahaya yang masuk ke mata, iris akan menegang dan pupil akan mengecil sehingga cahaya yang masuk ke mata akan berkurang.
d. Lensa Mata
Lensa mata berupa lensa cembung yang berfungsi membiaskan cahaya yang masuk ke mata.

Gambar 3. pembiasan oleh lensa mata
e. Retina
Retina juga disebut selaput jala. Retina terletak di bagian belakang. Ia berfungsi sebagai layang untuk menangkap bayangan yang dibentuk oleh lensa mata. Bayangan yang dibentuk di retina bersifat nyata, terbalik dan diperkecil.
Permukaan retina dilapisi juataan sel peka cahaya. Sema sel bermuara ke syaraf optik yang meneruskan informasi ke otak. Meskipun bayangan yang terbentk di retina berkrbalikan dengan benda aslinya, otak kita tetap memiliki kesan bahwa bayangn itu tegak.
 2.      Pembentukan Bayangan di Retina
Kita bisa melihat suatu benda dengan jelas jika bayangn benda itu tepat di retina. Lensa mata mamp menebal dan menipis sesuai jarak benda yang diamati.kemampuan mata untuk mrnrbal dan menipis ini disebut daya akomodasi mata.
Mata dikatakan berakomodasi maksimum bila lensa mata dalam keadaan paling tebal. Sebaliknay, mata dikatakan tidak berakomodasi jika lensa mata dalam keadaan paling tipis. Untuk melihat benda yang jauh tak berhingga, mata tak berakomodasi, lensa mata dalam keadaan paling tipis. jarak terjauh yang masih teramati dengan jelas oleh mata tak berakomodasi ini disebut titim jauh ataupunctum remotum.
Untuk melihat benda yang mendekat dengan jelas, lensa mata akan menebal hingga batas maksimum daya akomodasinya. Jarak terdekat benda dari mata yang masih teramati dengan jelas oleh mata berakomodasi maksimum ini disebut titik dekat atau punctum proximum.
Mata normal (emertrop) memiliki titk dekat sekitar 25 cm dan titk jauh di tak hingga. Dengan bertambahnya usia kemempuan lensa mata biasanya berkurang sehingga penglihatan tak lagi normal. Bayangn benda yang searusnya berada di retina mngkin bergeser di depan ata di belakang retina. Hal ini merupakan gangguan penglihatan.
a. Miopi
Miopi juga disebut rabun jauh atau terang dekat. Penderita miopi tak dapat melihat benda jauh secara jelas. Bayangan benda jatuh di depan retina.  Penderita miopi dibantu dengan kacamata berlensa cekung.

Gambar 4. (a) pada penderita miopibayangan jatuh d depan retina

(b) penderita miopi dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung.
Kekuatan lensa pada kacamata untuk penderita miopi dapat ditentukan dengan rumus:
dengan P adalah kekuatan lensa (dalam satuan dioptri), sedangkan PR(miopi) adalah jarak titik jauh penderita miopi (dalam satuan cm).
b. Hipermetropi
Hipermetropi jga disebt rabun dekat atau terang jauh. Penderita hipermetropi tidak dapat melihat benda dekat secara jelas. Titk dekatnya lebih dari 25 cm. Pada penderita hipermetropi, bayangan benda jatuh di belakang retina. Dibant dengan kacamata lensa cembung.

Gambar 5. cacat mata hipermetropi, bayangan benda jatuh di belakang retina
Kekuatan lensa pada kacamata untuk penderita hipermetropi dapat ditentukan dengan rumus:
dengan P adalah kekuatan lensa (dalam satuan dioptri), S adalah jarak benda dari mata (dalam satuan cm), jika tidak disebutkan , S = 25 cm, sedangkan Pp(hyp) adalah jarak titik dekat penderita hipermetropi (dalam satuan cm).
c. Presbiopi
Penderita presbiopi tidak dapat jelas melihat benda yang letaknya jauh dan benda yang letaknya dekat. Baik titik jauh maupun titik dekat penderita presbiopi telah bergeser dari posisi normalnya. Presbiopi terjabi biasanya karena sia tua. Penderita ini dapat dibantu dengan kacamata berlensa rangkap, yaitu berlensa positif dan berlensa negatif
d. Astigmatisme
Astigmatisme atau mata silindris terjadi karena bentuk kornea atau lensa mata yang terlalu cembung di salah satu sisinya. Akibatnya, sebiah titik akan terlihat sebagai garis. Benda bergaris dapat terlihat jelas, tetapi dalam arah tertentu saja, misalnya vertikal atau horisontal saja. Penderita astigmatisme dibantu dengan kacamata berlensa silinder.

Sunday, April 15, 2012

Tentang Belekan

Pernah mengalami belekan? Atau istilah sok kerennya konjungtivitas. Mata merah atau belekan merupakan penyakit yang tidak pandang usia. Anak kecil hingga orang tua bisa terkena penyakit ini. Belekan merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, dan terkadang virus tersebut juga ditunggangi oleh kuman sehingga terjadi infeksi pada bagian mata. Penderita yang terkena penyakit ini akan merasakan pedih pada matanya, mata menjadi merah dan bengkak, bahkan ketika bangun tidur, si penderita akan kesulitan untuk membuka matanya, karena terdapat banyak kotoran di seputar kelopak matanya. Sehingga pandangan menjadi kabur dan terasa ada ganjalan pada bola mata.
Penyakit ini sangat menular, media penularannya biasanya melalui benda-benda yang dipakai atau bersentuhan dengan mata si penderita, seperti kacamata, handuk, sapu tangan, dll. Bahkan penularannya juga bisa melalui jari tangan, apabila si penderita mengusap matanya dengan tangan, sehingga tangannya tercemar virus. Sehingga tidak mengherankan, apabila ada salah satu anggota keluarga yang terkena penyakit ini, maka anggota keluarga yang lain akan sangat mudah tertular.
Si penderita untuk sementara harus berhenti beraktivitas, seperti sekolah dan bekerja. Karena virus ini dapat bertebaran di udara dan bisa hingga di mana saja, dan kondisi lingkungan yang berdebu dan berpolusi dapat memperparah penyakit dan bisa membahayakan orang di sekitarnya.

Belekan merupakan radang konjungtiva,sisi dalam kedua kelopak mata yang menutupi sisi putih pada mata.
Ada beberapa penyebab belekan :
1. Reaksi alergis terhadap debu, spora jamur, ketombe, atau kontak langsung dengan air or kosmetik yang mengandung zat klorine.
2. Belekan karena bacterial, dicirikan dengan kotoran yang berwarna kekuningan agak mirip seperti isi jerawat pokoknya yaa gitu dech!! Hehehe, untuk masalah seperti ini bisa sedikit kita atasi kompres dengan air hangat tambahkan minyak anti biotik pada air hangatnya, atau obat tetes untuk bakteri, karena banyaknya jenis bakreri yang ada maka untuk lebih enaknya dapat langsung bertanya kepada dokter, jika diatasi dengan teratur belekan jenis ini dapat hilang dalam waktu 2 – 3 hari
3. Konjungtif viral (belekan viral) ini terjadi akibat komplikasi flu dan pilek hal ini sedikit menghasilkan kotoran hitam, tapi lebih banyak keluar air di banding konjungtif bakteri sehingga jika bangun tidur mata akan sangat rapat dan sulit untuk terbuka, hal ini biasanya terjadi jika antibiotika tidak bekerja sepenuhnya, maka diperlukan 2 – 3 minggu untuk menghilangkan belekan ini.
Ada beberapa tips untuk menghilangkan belekan :
Tidak semua infeksi mata perlu diobati jika penyebabnya virus. Namun, jika penyebabnya kuman, baik sejak awal maupun kuman yang menunggangi kemudian, diperlukan antibiotika. Terlebih jika infeksinya oleh trachoma yang komplikasinya bisa mengakibatkan kebutaan.
Ada dua macam obat untuk penyakit ini, salep dan tetes. Untuk penyakit infeksi mata yang berat, daya kerja salep lebih bertahan lama. Sebab, sesuai bentuknya, obat berbentuk salep lebih mudah menempel dan bertahan lama pada selaput lendir mata dibandingkan dengan obat tetes. Obat tetes lekas habis masa kerjanya karena mudah mengalir keluar lagi bersama air mata. Sehingga obat tetes lebih sering dipakai daripada obat berbentuk salep, mungkin setiap 3 – 4 jam sekali. Atau bisa lebih dari itu, sesuai tingkat keparahan infeksinya.
Salep kurang disukai sebab mengganggu pandangan dan memberikan rasa kurang enak di mata, selain kurang sedap dipandang. Lagi pula tidak semua pasien memakai salep mata secara benar. Mereka mengoleskan salep pada selaput lendir merah kelopak mata, bukan langsung pada biji mata, sehingga berlepotan mengenai bulu mata. Caranya mirip dengan cara mengoleskan odol pada sikat gigi. Di depan cermin, salep dioleskan pada sisi dalam kelopak mata bagian bawah dengan cara menarik kelopak mata bawah.
Belilah obat infeksi mata sesuai dengan resep dokter, karena obat mata yang ada dipasaran belum bisa sampai membunuh bibit-bibit penyakitnya dan tidak semua penyakit mata merah sama penyebabnya dan sama pula obatnya. Pemakaian obat mata sembarangan bisa membahayakan mata. Untuk infeksi mata yang dinilai parah, dokter mempertimbangkan pemberian obat minum, selain salep atau obat tetes mata.
1. Jangan menyentuk mata dengan jari, karena banyak kuman yang menenpel pada jari tangan, jika terjadi gatal gunakan kain lembtu untuk mengusapnya.
2. Dengan mata terpejam basuhlah kelopak mata dengan air hangat, INGAT!!! Air hangat bukan air panas jika terlalu panas justru akan menyebabkan iritasi, hal ini untuk melunakan dempetan mata dan menghilangkan kotoran sisa belekan yang masih menempel pada kelopak mata usapkan 3 – 4 kali sehari setidaknya 5 mnt.
3. Gunakan obat tetes untuk mengurangi iritasi dan rasa gatal pada mata
4. Untuk yang agak ganjen hindari pemakaian tata rias di daerah mata sampai infeksi bisa benar- benar bia dihilangkan
5. Jangan dulu menggunakan kontak lens jika masih infeksi
6. Seringlah mencuci tangan karena secara tidak sadar per hari kita menyentuh daerah mata sekitar +10x
7. Jika dalam 2 – 3 hari mata semakin tidak nyaman dan sensitive terhadap cahaya, cobalah untuk istirahatkan mata anda (maksudnya tidurlah yang cukup) min 6 jam, jika masih kedokter dunks!!!
8. Atau coba cara yg tradisional. Ambil daun sirih segar 4 lembar direbus, setelah dingin gunakan untuk kompres mata yg sakit.
Pencegahan
Virus penyakit ini biasanya ada di tempat-tempat yang kumuh, seperti percikan air banjir. Hindari memegang dan mengucek mata jika terasa gatal. Dan hindari juga kontak langsung dengan si penderita.
Biasakan hidup sehat dan bersih. Ingat..! Mencegah lebih baik daripada mengobati.
diambil dari : http://adproindonesia.multiply.com/journal/item/149