This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Edukasi. Show all posts
Showing posts with label Edukasi. Show all posts

Wednesday, March 20, 2013

Pendidikan Budi Pekerti disekolah



Pencanagan Pendidikan Budi Pekerti disekolah hendaknya diterima dan disikapi bukan karena terjadi krisis akhlak semata melainkan karena secara substansial, koneksitas, keruangan dan waktu,kausalitas, dan formalitas. Mengajarkan pendidikan budi pekerti memang sulit dan rumit, selain sarat nilai, diperlukan dukungan semua pihak, konsistensi antara kata dan perbuatan, kualitas kata dan perbuatan, keteladanan, pembiasan, keterpaduan, dan kesinambungan. 
Hasil pemikiran menyimpulkan bahwa :
 (1) pendidikan budi pekerti seharusnya terintegrasi dengan semua mata pelajaran 
 (2) bentuknya dapat dalam hari terpadu, kurikulum terpadu, pembelajaran terpadu, dimana semua mata pelajaran/tema yang merupakan center core atau center of interest itu selalu mengaitkan dengan nilai-nilai dalam pendidikan budi pekerti yang relevan yang akan dikembangkan dalam pembelajaran semua mata pelajaran/tema dimaksud
 (3) komitmen yang perlu disikapi yaitu pengembangannya harus diproses sejak sebagai ide, dokumen, dan proses, memerlukan kejelian profesional dan penguasaan material, pendekatannya berkesinambungan, terpadu, dan berlanjut dengan pendidikan luar sekolah, pengarahan dam penguatan segera dan spontan.

Tuesday, January 22, 2013

CARA SUKSES BELAJAR FISIKA



CARA SUKSES BELAJAR FISIKA
Banyak orang yang mengeluhkan tentang mata pelajaran Fisika yang sulit untuk dipahami. Bahkan ada sebagian orang yang menganggap bahwa fisika itu menakutkan. Akhirnya seringkali muncul beberapa pertanyaan dari para pembelajar fisika, seperti “Bagaimana sih, supaya bisa Fisika ?” atau sering juga berbunyi “Fisika itu sulit ya ?” Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu sering dilontarkan oleh sebagian pelajar yang menganggap Materi Fisika sebagai pelajaran yang sulit.
Sebenarnya, belajar materi Fisika itu sama saja dengan belajar mata pelajaran lainnya, yang membedakan hanyalah bidang yang dipelajarinya. Bagi kalian yang merasa kesulitan dalam belajar Fisika dalam tulisan ini ada sedikit tips atau saran yang bisa anda coba untuk menjadikan Fisika yang awalnya sulit menjadi lebih mudah. Bagaimana caranya? Perhatikan uraian berikut tentang Cara Sukses Belajar Fisika: 

A. Pahami terlebih dahulu konsepnya 
Dalam Fisika anda harus paham apa sih yang akan dipelajari? Apa kegunaannya? Ada tidak relevansinya dengan kehidupanmu? Karena belajar Fisika bukan hanya dengan cara menghafal rumus-rumus. Rumus Fisika itu punya makna dan cerita di baliknya. Oleh sebab itu, pahami alur rumus dari konsep awal sampai menjadi rumus akhir. Tujuannya adalah supaya anda mengerti dari mana rumus-rumus itu berasal, semenjak konsep yang mendasarinya sampai menjadi rumus akhir, kecuali beberapa rumus yang sudah merupakan definisi dan rumus ini biasanya sangat sederhana. 

Setelah mengerti rumus tersebut maka akan sangat mudah untukmu menghapal rumus tersebut. Ingat, konsep itu tidak bisa dihafal, konsep hanya bisa dipahami. Oleh karena itu, untuk memudahkanmu memahami konsep, cobalah buat sebuah peta konsep. Peta konsep adalah rangkuman yang anda bikin mirip peta untuk menunjukkan posisi sub pokok bahasan. Dengan membuat peta konsep anda akan lebih mudah mendefinisikan posisi pemecahan masalah dengan benar. Dengan memahami konsep secara baik dan benar anda dapat menjelaskan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan denan ilmu Fisika. Dengan memahami konsep secara baik dan benar rumus-rumus yang sulit dengan sendirinya akan terpahami dengan mudah.

B. Mulailah dari tingkat yang paling dasar 
Biasanya rumus-rumus Fisika di buku yang kelihatannya sangat rumit sebenarnya berasal dari konsep yang sederhana. Misalnya konsep tentang gaya atau tentang energi, yang diturunkan menjadi rumus akhir yang dibutuhkan. Pelajari konsep-konsep tersebut dahulu sebelum pergi ke rumus akhir. Pelajari konsep-konsep secara berurutan sehingga anda dapat memahami alur dan kesaling berkaitan di antara konsep tersebut  

C. Rajin Berlatih Mengerjakan Soal 
Hal utama yang perlu diperhatikan dalam mempelajari Fisika adalah sesering mungkin berlatih mengerjakan soal. Kalau anda sering mengerjakan soal Fisika dengan sendirinya rumus-rumus akan selalu teringat sekaligus anda juga akan semakin memahami konsep Fisika. Dalam mengerakan soal, usahakan anda harus bisa mengetahui maksud dan arah pertanyaan dari soal tersebut. Artinya pahami soal dan ketahui apa yang ditanyakan. Dengan begitu, maka anda lebih mudah dalam mengerjakannya. Ingat kerjakan soal dari yang termudah dahulu ya,… setelah soal yang mudah ditaklukkan baru lanjut ke soal yang lebih sulit. Pada saat anda mengerjakan latihan soal yang terdapat jawaban dan pembahasan dari soal tersebut, meskipun sangat menggoda janganlah terburu-buru untuk melihat pembahasannya tapi cobalah untuk mengerjakan soal tersebut secara mandiri.

D. Melangkah ke level soal yang lebih sulit
Cobalah mulai mengerjakan soal dengan level soal-soal yang lebih sulit atau bervariasi. Keberhasilan kita menaklukkan soal dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi akan membawa suatu kenikmatan yang berbeda. Buatlah coretan atau gambar yang mudah anda pahami atas soal yang anda baca. Coretan boleh dalam bentuk gambar atau catatan yang penting bisa anda pahami. Gambar dan coretan itu bisa membantu logika dalam memahami soal.

E. Lebih baik lagi jika Belajar dilakukan bersama
Terkadang jenuh dan pusing jika belajar sendiri, cobalah cari teman belajar yang lebih memahami Fisika untuk berdiskusi. Kadang dengan berdiskusi kita akan lebih memahami konsep-konsep Fisika yang sedang kita pelajari.

Sebenarnya tidak salah memang jika ada yang beranggapan bahwa Fisika itu sulit. Semoga dengan hadirnya tulisan tentang Cara Sukses Belajar Fisika ini, dapat sedikit membantu kesulitan itu. Tetapi saya hanya ingin mengatakan bahwa Fisika itu sulit, tapi Indah...!!!

Di edit dari engineeringtown.com

Thursday, October 4, 2012

KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU

                                                            7 Aspek Kompetensi Pedagogik Guru
Kata 'Pedagogik' tidak akan asing di telinga guru, tetapi apakah semua guru memahami apa yang dimaksud dengan Kompetensi Pedagogik walau sebenarnya sudah pernah di lakukannya. Kompetensi Pedagogik pada dasarnya adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi Pedagogik menjadi salah satu jenis kompetensi yang harus dikuasai guru.

Kompetensi Pedagogik merupakan kompetensi khas, yang akan membedakan guru dengan profesi lainnya. Penguasaan Kompetensi Pedagogik disertai dengan profesional akan menentukan tingkat keberhasilan proses dan hasil pembelajaran peserta didik.

Kompetensi Pedagogik diperoleh melalui upaya belajar secara terus menerus dan sistematis, baik pada masa pra jabatan (pendidikan calon guru) maupun selama dalam jabatan, yang didukung oleh bakat, minat dan potensi keguruan lainnya dari masing-masing individu yang bersangkutan.

Kompetensi Pedagogik yang menjadi salah satu materi yang diujikan dalam peniliaan kinerja guru, terdiri dari 7 aspek. Berikut adalah 7 aspek Kompetensi Pedagogik yang dikutip dari Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru):

1. Mengenal Karakteristik Peserta Didik
Dalam aspek ini guru mampu mencatat dan menggunakan informasi tentang karakteristik peserta didik secara umum dan khusus untuk membantu proses pembelajaran. Karakteristik peserta didik ini terkait dengan aspek fisik, intelektual, sosial, emosional, moral, dan latar belakang sosial budaya. Beberapa indikator yang muncul dari penguasaan karakter peserta didik diantaranya:

  • Guru dapat mengidentifikasi karakteristik belajar setiap peserta didik di kelasnya,
  • Guru memastikan bahwa semua peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran,
  • Guru dapat mengatur kelas untuk memberikan kesempatan belajar yang sama pada semua peserta didik dengan kelainan fisik dan kemampuan belajar yang berbeda,
  • Guru mencoba mengetahui penyebab penyimpangan perilaku peserta didik untuk mencegah agar perilaku tersebut tidak merugikan peserta didik lainnya,
  • Guru membantu mengembangkan potensi dan mengatasi kekurangan peserta didik,
  • Guru memperhatikan peserta didik dengan kelemahan fisik tertentu agar dapat mengikuti aktivitas pembelajaran, sehingga peserta didik tersebut tidak termarjinalkan (tersisihkan, diolok‐olok, minder, dsb).

2. Menguasai Teori Belajar dan Prinsip‐prinsip Pembelajaran
Guru mampu menetapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dan efektif sesuai dengan standar kompetensi guru. Guru mampu menyesuaikan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mampu memotivasi mereka untuk belajar. Indikator yang harus tampak dari aspek ini adalah:
  • Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menguasai materi pembelajaran sesuai usia dan kemampuan belajarnya melalui pengaturan proses pembelajaran dan aktivitas yang bervariasi,
  • Guru selalu memastikan tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran tertentu dan menyesuaikan aktivitas pembelajaran berikutnya berdasarkan tingkat pemahaman tersebut,
  • Guru dapat menjelaskan alasan pelaksanaan kegiatan/aktivitas yang dilakukannya, baik yang sesuai maupun yang berbeda dengan rencana, terkait keberhasilan pembelajaran,
  • Guru menggunakan berbagai teknik untuk memotiviasi kemauan belajar peserta didik,
  • Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang saling terkait satu sama lain, dengan memperhatikan tujuan pembelajaran maupun proses belajar peserta didik,
  • Guru memperhatikan respon peserta didik yang belum/kurang memahami materi pembelajaran yang diajarkan dan menggunakannya untuk memperbaiki rancangan pembelajaran berikutnya.

3. Mampu Mengembangkan Kurikulum
Dalam mengembangkan kurikulum guru harus mampu menyusun silabus sesuai dengan tujuan terpenting kurikulum dan membuat serta menggunakan RPP sesuai dengan tujuan dan lingkungan pembelajaran. Guru mampu memilih, menyusun, dan menata materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Guru akan nampak mampu mengembangkan kurikulum jika:
  • Guru dapat menyusun silabus yang sesuai dengan kurikulum,
  • Guru merancang rencana pembelajaran yang sesuai dengan silabus untuk membahas materi ajar tertentu agar peserta didik dapat mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan,
  • Guru mengikuti urutan materi pembelajaran dengan memperhatikan tujuan pembelajaran,
  • Guru memilih materi pembelajaran yang: (1) sesuai dengan tujuan pembelajaran, (2) tepat dan mutakhir, (3) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik, (4) dapat dilaksanakan di kelas dan (5) sesuai dengan konteks kehidupan sehari‐hari peserta didik.
4. Menciptakan Kegiatan Pembelajaran yang Mendidik
Guru mampu menyusun dan melaksanakan rancangan pembelajaran yang mendidik secara lengkap. Guru mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter peserta didik. Guru mampu menyusun dan menggunakan berbagai materi pembelajaran dan sumber belajar sesuai dengan karakteristik peserta didik. Jika relevan, guru memanfaatkan teknologi informasi komunikasi (TIK) untuk kepentingan pembelajaran. Indikator dari aspek ini adalah:
  • Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah disusun secara lengkap dan pelaksanaan aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa guru mengerti tentang tujuannya,
  • Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran yang bertujuan untuk membantu proses belajar peserta didik, bukan untuk menguji sehingga membuat peserta didik merasa tertekan,
  • Guru mengkomunikasikan informasi baru (misalnya materi tambahan) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik,
  • Guru menyikapi kesalahan yang dilakukan peserta didik sebagai tahapan proses pembelajaran, bukan semata‐mata kesalahan yang harus dikoreksi. Misalnya: dengan mengetahui terlebih dahulu peserta didik lain yang setuju/tidak setuju dengan jawaban tersebut, sebelum memberikan penjelasan tentang jawaban yamg benar,
  • Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai isi kurikulum dan mengkaitkannya dengan konteks kehidupan sehari‐hari peserta didik,
  • Guru melakukan aktivitas pembelajaran secara bervariasi dengan waktu yang cukup untuk kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar dan mempertahankan perhatian peserta didik,
  • Guru mengelola kelas dengan efektif tanpa mendominasi atau sibuk dengan kegiatannya sendiri agar semua waktu peserta dapat termanfaatkan secara produktif,
  • Guru mampu audio‐visual (termasuk tik) untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Menyesuaikan aktivitas pembelajaran yang dirancang dengan kondisi kelas,
  • Guru memberikan banyak kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, mempraktekkan dan berinteraksi dengan peserta didik lain,
  • Guru mengatur pelaksanaan aktivitas pembelajaran secara sistematis untuk membantu proses belajar peserta didik. Sebagaicontoh: guru menambah informasi baru setelah mengevaluasi pemahaman peserta didik terhadap materi sebelumnya, dan
  • Guru menggunakan alat bantu mengajar, dan/atau audio‐visual (termasuk tik) untuk meningkatkan motivasi belajar pesertadidik dalam mencapai tujuan pembelajaran.
5. Mengembangkan Potensi Peserta Didik
Guru dapat menganalisis potensi pembelajaran setiap peserta didik dan mengidentifikasi pengembangan potensi peserta didik melalui program pembelajaran yang mendukung siswa mengaktualisasikan potensi akademik, kepribadian, dan kreativitasnya sampai ada bukti jelas bahwa peserta didik mengaktualisasikan potensi mereka. Kemampuan mengembangkan postensi peserta didik ini akan nampak jika:
  • Guru menganalisis hasil belajar berdasarkan segala bentuk penilaian terhadap setiap peserta didik untuk mengetahui tingkat kemajuan masing‐masing.
  • Guru merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecakapan dan pola belajar masing‐masing.
  • Guru merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran untuk memunculkan daya kreativitas dan kemampuan berfikir kritis peserta didik.
  • Guru secara aktif membantu peserta didik dalam proses pembelajaran dengan memberikan perhatian kepada setiap individu.
  • Guru dapat mengidentifikasi dengan benar tentang bakat, minat, potensi, dan kesulitan belajar masing-masing peserta didik.
  • Guru memberikan kesempatan belajar kepada peserta didik sesuai dengan cara belajarnya masing-masing.
  • Guru memusatkan perhatian pada interaksi dengan peserta didik dan mendorongnya untuk memahami dan menggunakan informasi yang disampaikan.
6. Melakukan Komunikasi dengan Peserta Didik
Yang dimaksud adalah guru mampu berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan peserta didik dan bersikap antusias dan positif. Guru mampu memberikan respon yang lengkap dan relevan kepada komentar atau pertanyaan peserta didik. Berikut indikator adalah indikatornya:
  • Guru menggunakan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman dan menjaga partisipasi peserta didik, termasuk memberikan pertanyaan terbuka yang menuntut peserta didik untuk menjawab dengan ide dan pengetahuan mereka.
  • Guru memberikan perhatian dan mendengarkan semua pertanyaan dan tanggapan peserta didik, tanpamenginterupsi, kecuali jika diperlukan untuk membantu atau mengklarifikasi pertanyaan/tanggapan tersebut.
  • Guru menanggapi pertanyaan peserta didik secara tepat, benar, dan mutakhir, sesuai tujuan pembelajaran dan isi kurikulum, tanpa mempermalukannya.
  • Guru menyajikan kegiatan pembelajaran yang dapat menumbuhkan kerja sama yang baik antarpeserta didik.
  • Guru mendengarkan dan memberikan perhatian terhadap semua jawaban peserta didik baik yang benar maupun yang dianggap salah untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik.
  • Guru memberikan perhatian terhadap pertanyaan peserta didik dan meresponnya secara lengkap danrelevan untuk menghilangkan kebingungan pada peserta didik.
7. Menilai dan Mengevaluasi Pembelajaran
Guru mampu menyelenggarakan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan. Guru melakukan evaluasi atas efektivitas proses dan hasil belajar dan menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan. Guru mampu menggunakan hasil analisis penilaian dalam proses pembelajarannya. Kemampuan dalam aspek ini akan terlihat ketika:
  • Guru menyusun alat penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu seperti yang tertulis dalam RPP.
  • Guru melaksanakan penilaian dengan berbagai teknik dan jenis penilaian, selain penilaian formal yang dilaksanakan sekolah, dan mengumumkan hasil serta implikasinya kepada peserta didik, tentang tingkat pemahaman terhadap materi pembelajaran yang telah dan akan dipelajari.
  • Guru menganalisis hasil penilaian untuk mengidentifikasi topik/kompetensi dasar yang sulit sehingga diketahui kekuatan dan kelemahan masing‐masing peserta didik untuk keperluan remedial dan pengayaan.
  • Guru memanfaatkan masukan dari peserta didik dan merefleksikannya untuk meningkatkan pembelajaran selanjutnya, dan dapat membuktikannya melalui catatan, jurnal pembelajaran, rancangan pembelajaran, materi tambahan, dan sebagainya.
  • Guru memanfatkan hasil penilaian sebagai bahan penyusunan rancangan pembelajaran yang akan dilakukan selanjutnya.
Sumber: http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2012/01/29/kompetensi-pedagogilk-guru/

Wednesday, October 3, 2012

Bulan Bahasa dan Sastra 2012



Bulan Bahasa dan Sastra 2012

acebook

Latar Belakang

Tantangan kehidupan global yang kita hadapi saat ini mengharuskan kita untuk lebih memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Penguat­an kerukunan ini menjadi suatu keharusan agar bangsa Indonesia dapat tetap bersatu dan eksis di tengah-tengah derasnya arus kehidupan dan budaya global. Bangsa yang hidup rukun tidak saja bangsa yang mampu memperlihat­kan jati diri dan kepribadian yang kuat, tetapi juga penuh tanggung jawab, jujur, disiplin, berkualitas, dan mem­punyai kompetensi yang tinggi.

Terkait dengan hal tersebut, bahasa Indonesia—termasuk sastra di dalamnya—memegang peranan yang amat penting dalam membentuk kerukunan hidup ber­masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mencintai bahasa Indonesia berarti juga mencintai bangsa Indonesia karena bahasa pada hakikatnya bahasa merupakan simbol iden­ti­tas bangsa yang juga dapat mencerminkan karakter bang­sa. Karakter yang bertumpu pada kecintaan dan kebangga­an terhadap bahasa dan bangsa seperti itu pada dasarnya juga merupakan refleksi dari kecintaan dan kebanggaan ter­ha­dap Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pilarnya.
Bahasa juga menunjukkan bangsa. Ungkapan itu ju­ga berarti bahwa bahasa menunjukkan jati diri yang di­harap­kan dapat mempersatukan penuturnya dalam wujud ke­hidup­­an yang rukun dan damai, baik dalam hidup ber­masya­rakat, berbangsa, maupun bernegara. Pada sisi lain, karya sastra juga mengandung nilai-nilai kearifan yang mam­pu memperhalus akal budi dan mempertajam etika dan daya estetika. Nilai-nilai yang ada dalam karya sastra itu dapat menjadi patokan dan dasar dalam menciptakan ke­rukunan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan ber­negara. Oleh karena itu, kemampuan mengapresiasi karya sastra juga berperan penting dalam membangun manusia yang berbudi luhur, bertenggang rasa, dan arif dalam mengatasi persoalan dan tantangan zaman.
Tema
Sejalan dengan latar belakang tersebut, kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2012 dilaksanakan dengan me­ngu­sung tema “Bahasa Indonesia Perekat Kerukunan Hidup Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara”.
Tujuan
Untuk mewujudkan tema tersebut, kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2012 bertujuan menumbuhkembangkan ke­cinta­an masyarakat terhadap bahasa dan sastra Indonesia dalam rangka mempererat kerukunan hidup ber­masyarakat, ber­bangsa, dan bernegara menuju masyarakat Indonesia yang berkarakter dan berdaya saing tinggi.
Kegiatan
Selaras dengan tujuan Bulan Bahasa dan Sastra 2012, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyeleng­gara­kan sepuluh kegiatan berikut.
  1. Pemberian Penghargaan Adibahasa
Adibahasa merupakan penghargaan yang diberikan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa ter­­hadap pemerintah provinsi yang menunjukkan ke­sung­­guhan­nya dalam pengutamaan penggunaan bahasa Indonesia di tempat-tempat umum dan di da­lam ranah ke­dinasan. Proses penilaiannya akan dilaku­kan oleh pa­nitia khusus terhadap (1) peng­gunaan ba­hasa di tem­pat-tempat umum, (2) peng­gunaan bahasa Indonesia di dalam tata naskah dinas, (3) keaktifan pemerintah provinsi dalam mendukung kegiatan ke­bahasaan dan kesastraan di wilayah masing-masing, dan (4) keter­se­dia­an peraturan per­undang-undangan pada tingkat pro­vinsi yang terkait dengan pengaturan masalah ke­ba­hasaan dan kesas­tra­an di wilayahnya masing-masing.
  1. Penilaian Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa Cetak (Tingkat Nasional)
Media massa sering dijadikan sebagai barometer da­lam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh masyarakat. Namun, pada kenyataannya belum se­luruh media massa dapat dijadikan sebagai contoh dalam penggunaan bahasa Indonesia. Oleh ka­rena itu, guna mendorong peningkatan mutu peng­gunaan baha­sa Indonesia di media massa, khu­sus­nya media massa cetak, akan dilakukan penilaian terhadap penggunaan bahasa Indonesia di media massa cetak. Penilaian itu ju­ga dilakukan untuk memperoleh pemeringkatan me­dia massa cetak yang menggunakan bahasa Indonesia terbaik.
  1. Debat Bahasa Antarmahasiswa
Di tengah-tengah munculnya berbagai persoalan yang di­hadapi dalam kehidupan global ini, mahasiswa diajak untuk ikut memikirkan persoalan kebahasaan dan ke­sastraan yang terjadi akhir-akhir ini. Terkait dengan itu, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengasah ke­mahir­an ber­bahasa para mahasiswa dalam menge­mu­ka­kan pen­dapat secara kritis dan argumentatif. Se­jalan dengan itu, kegiatan debat bahasa antarmaha­siswa ini juga me­­­rupa­kan ajang bagi para mahasiswa untuk ber­adu argumentasi persoalan kebahasaan dan kesastra­an yang dihadapi saat ini.
  1. Pemilihan Duta Bahasa (Tingkat Nasional)
Peran para pemuda dalam membangun semangat dan konsep kebangsaan telah terbukti nyata sejak dicetus­kan­nya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Semangat dan ketokohan para pemuda itu harus tetap diper­tahan­kan, diperkuat, dan diteruskan kepada generasi mu­­­da masa kini agar semangat kebangsaan itu terus mem­­­­­bara di dada para pemuda Indonesia. Oleh ka­re­na itu, kegiatan duta bahasa dilaksanakan sebagai upaya me­libatkan para pemuda dalam menjaga dan me­­nye­bar­luaskan semangat kebangsaan melalui baha­sa. Di samping itu, kegiatan ini juga dimaksudkan un­tuk me­milih pemuda-pemudi Indonesia yang memiliki ke­mahir­an dalam berbahasa Indonesia dan sikap serta perilakunya dapat dijadikan sebagai teladan.
  1. Parade Mural Cinta Bahasa Indonesia
Di perkotaan cukup banyak ruang publik, seperti tiang-tiang jembatan layang, yang dibiarkan kosong. Ruang seperti itu tidak jarang dimanfaatkan sebagai ajang corat-coret yang kontraproduktif oleh orang-orang yang suka iseng. Padahal, ruang seperti itu dapat di­man­faatkan secara baik untuk mengingatkan kembali perlu­nya mencintai bahasa Indonesia, bahasa ke­bang­sa­an kita. Terkait dengan itu, Badan Bahasa me­nga­jak berbagai pihak untuk mengisi ruang-ruang ko­song itu dengan grafiti kebahasaan atau mural yang berisi im­bau­an atau ajakan untuk mencintai bahasa Indonesia dengan kata-kata bijak.
  1. Sayembara Penulisan Proposal Penelitian Kebahasa­an dan Kesastraan (Tingkat Nasional)
Para mahasiswa S-1 pada umumnya mempunyai ke­wajiban menulis karya ilmiah yang berupa skripsi un­tuk mengakhiri masa studinya. Terkait dengan itu, un­tuk mem­­bantu para mahasiswa dalam menyelesaikan skrip­si­nya, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyelenggarakan sayembara Penulisan Pro­po­sal Penelitian Kebahasaan dan Kesastraan tingkat nasional bagi para mahasiswa S-1. Peserta yang pro­posal penelitiannya terpilih sebagai pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang sebagai bantuan biaya penelitian.
  1. Sayembara Penulisan Cerpen Remaja (Tingkat Nasional)
Untuk menggairahkan kehidupan sastra yang ber­tema­kan kehidupan remaja serta meningkatkan ke­giatan penulisan kreatif di kalangan remaja, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyeleng­gara­kan sayembara Penulisan Cerpen Remaja tingkat nasional. Pesertanya adalah para remaja di seluruh Indonesia. Adapun penilaiannya akan dilakukan secara berjenjang. Untuk tingkat provinsi, di luar DKI Jakarta, penilaian akan dilakukan di balai/kantor bahasa pro­vinsi masing-masing, sedangkan untuk Provinsi DKI Jakarta, penilaian dilakukan di Badan Bahasa. Pering­kat sepuluh terbesar dari setiap provinsi akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti seleksi tingkat nasional.
  1. Lomba Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Pe­ser­ta BIPA (Tingkat Internasional)
Akhir-akhir ini bahasa Indonesia tidak hanya dipelajari oleh warga negara Indonesia, tetapi telah dipelajari pula oleh warga negara asing. Para pelajar asing tersebut perlu diberi forum agar dapat mempraktik­kan kemampuan mereka dalam berbahasa Indonesia. Untuk itu, Lomba Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Peserta BIPA (bahasa Indonesia bagi penutur asing) diselenggarakan. Tujuannya adalah untuk mem­beri­kan peluang bagi para pembelajar BIPA untuk menunjukkan kemampuannya dalam berbahasa Indonesia.
  1. Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan (Tingkat Nasional)
Dalam perkembangan teknologi informasi saat ini, blog berhasil merebut perhatian masyarakat dan men­jadi tren yang sangat digemari, terutama di ka­lang­an pengguna internet. Atas dasar itu, kegiatan ini dise­leng­garakan dengan maksud untuk memberikan peng­hargaan kepada pembuat blog kebahasaan dan kesas­tra­an yang bernilai unggul, baik dari sisi artistik, infor­matika, maupun kemanfaatan isi yang termuat di dalam blog tersebut.
  1. Festival Musikalisasi Puisi bagi Siswa SLTA se-Jabodetabek
Musikalisasi puisi merupakan salah satu bentuk apre­siasi puisi melalui musik. Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap sastra. Setiap tahun penyeleng­garaan kegiatan ini selalu banyak peminat. Oleh ka­rena itu, kegiatan seperti itu diselenggarakan lagi ta­hun ini dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2012. Pada tahun ini pesertanya dibatasi pada siswa SLTA, termasuk Madrasah Aliyah dan SMK, se-Jabodetabek.
Puncak Acara
Puncak acara Bulan Bahasa dan Sastra 2012 akan dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2012. Dalam acara tersebut akan dilaksanakan, antara lain, pengumuman hasil kegiatan, pementasan seni budaya, serta persembahan karya kreatif kebahasaan dan kesastraan.
Informasi Lengkap
Informasi lebih lanjut secara lengkap dari setiap kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2012 selain dapat dibaca di dalam edaran khusus, juga dapat diperoleh balai/kantor bahasa terdekat atau melalui alamat panitia berikut.
Alamat Panitia
Panitia Bulan Bahasa dan Sastra 2012
Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta 13220, Telepon (021) 4896558, 4706287, 4706288, 4750406, Faksimile (021) 4750407.

Monday, October 1, 2012

Finalis Lomba Blog Guru Dikdas BPTIKP Jawa Tengah 2012


Mulai hari Senin, 1 Oktober 2012 besok BPTIKP (Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah akan melaksanakan penilaian babak final lomba Website Sekolah, Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) dan Blog Guru. Kebetulan dari 2 kategori lomba yang saya ikuti (MPI dan Blog Guru), saya termasuk yang akan berkesempatan berjumpa dengan para guru pegiat IT di babak Final. Dan nampaknya persaingan ketat akan terjadi di babak final kategori lomba Blog Guru.

FINALIS LOMBA BLOG GURU BPTIKP PROVINSI JAWA TENGAH 2012

Friday, September 28, 2012

Lomba pembuatan CD Interaktif ( multimedia) 2012


Lomba pembuatan CD interaktif (multimedia) 2012

LPMP Jawa Tengah akan menyelenggarakan lomba pembuatan CD interaktif (multimedia) untuk pembelajaran mandiri bagi siswa dengan sasaran peserta guru TK/RA/SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK (negeri maupun swasta) bersifat perorangan dan bertugas di Jawa Tengah.

CD interaktif tersebut merupakan bahan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dalam proses pembelajaran mandiri berisi satu topik sajian yang utuh dari standar kompetensi dan kompetensi dasar tertentu yang dikembangkan dengan menggunakan software aplikasi (Powerpoint, Flash, Authoware, Frontpage, Photoshop, Fox Pro dll.) dan/atau bahasa pemograman (Visual Basic, Clipper dll.).

Lomba akan dilaksanakan awal Oktober Menjadi November 2012

Silahkan isi Formulir Online pendaftaran di link tersebut.. pengiriman tetap disertai formulir offline yang akan di upload menyusul

https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dE1QNV9iUXpsaFVSUXBBRTI1MzBpcEE6MQ