This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Showing posts with label Edukasi. Show all posts
Showing posts with label Edukasi. Show all posts
Wednesday, March 20, 2013
Pendidikan Budi Pekerti disekolah
Pencanagan Pendidikan Budi
Pekerti disekolah hendaknya diterima dan disikapi bukan karena terjadi krisis
akhlak semata melainkan karena secara substansial, koneksitas, keruangan dan
waktu,kausalitas, dan formalitas. Mengajarkan pendidikan budi pekerti memang
sulit dan rumit, selain sarat nilai, diperlukan dukungan semua pihak,
konsistensi antara kata dan perbuatan, kualitas kata dan perbuatan,
keteladanan, pembiasan, keterpaduan, dan kesinambungan.
Hasil pemikiran
menyimpulkan bahwa :
(1) pendidikan budi pekerti seharusnya terintegrasi dengan
semua mata pelajaran
(2) bentuknya dapat dalam hari terpadu, kurikulum
terpadu, pembelajaran terpadu, dimana semua mata pelajaran/tema yang merupakan
center core atau center of interest itu selalu mengaitkan dengan nilai-nilai
dalam pendidikan budi pekerti yang relevan yang akan dikembangkan dalam
pembelajaran semua mata pelajaran/tema dimaksud
(3) komitmen yang perlu
disikapi yaitu pengembangannya harus diproses sejak sebagai ide, dokumen, dan
proses, memerlukan kejelian profesional dan penguasaan material, pendekatannya
berkesinambungan, terpadu, dan berlanjut dengan pendidikan luar sekolah,
pengarahan dam penguatan segera dan spontan.
Tuesday, January 22, 2013
CARA SUKSES BELAJAR FISIKA
CARA SUKSES BELAJAR FISIKA
Banyak orang
yang mengeluhkan tentang mata pelajaran Fisika yang sulit untuk dipahami.
Bahkan ada sebagian orang yang menganggap bahwa fisika itu menakutkan. Akhirnya
seringkali muncul beberapa pertanyaan dari para pembelajar fisika, seperti “Bagaimana
sih, supaya bisa Fisika ?” atau sering juga berbunyi “Fisika itu sulit
ya ?” Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu sering dilontarkan oleh sebagian
pelajar yang menganggap Materi Fisika sebagai pelajaran yang sulit.
Sebenarnya, belajar materi Fisika itu sama saja dengan belajar mata
pelajaran lainnya, yang membedakan hanyalah bidang yang dipelajarinya. Bagi
kalian yang merasa kesulitan dalam belajar Fisika dalam tulisan ini ada sedikit
tips atau saran yang bisa anda coba untuk menjadikan Fisika yang awalnya sulit
menjadi lebih mudah. Bagaimana caranya? Perhatikan uraian berikut tentang
Cara Sukses Belajar Fisika:
A. Pahami terlebih dahulu konsepnya
Dalam Fisika anda harus paham apa sih yang akan dipelajari? Apa
kegunaannya? Ada tidak relevansinya dengan kehidupanmu? Karena belajar Fisika
bukan hanya dengan cara menghafal rumus-rumus. Rumus Fisika itu punya makna dan
cerita di baliknya. Oleh sebab itu, pahami alur rumus dari konsep awal sampai
menjadi rumus akhir. Tujuannya adalah supaya anda mengerti dari mana
rumus-rumus itu berasal, semenjak konsep yang mendasarinya sampai menjadi rumus
akhir, kecuali beberapa rumus yang sudah merupakan definisi dan rumus ini
biasanya sangat sederhana.
Setelah mengerti rumus tersebut maka akan sangat mudah untukmu menghapal
rumus tersebut. Ingat, konsep itu tidak bisa dihafal, konsep hanya bisa
dipahami. Oleh karena itu, untuk memudahkanmu memahami konsep, cobalah buat
sebuah peta konsep. Peta konsep adalah rangkuman yang anda bikin mirip peta
untuk menunjukkan posisi sub pokok bahasan. Dengan membuat peta konsep anda
akan lebih mudah mendefinisikan posisi pemecahan masalah dengan benar. Dengan
memahami konsep secara baik dan benar anda dapat menjelaskan berbagai hal dalam
kehidupan sehari-hari yang berkaitan denan ilmu Fisika. Dengan memahami konsep
secara baik dan benar rumus-rumus yang sulit dengan sendirinya akan terpahami
dengan mudah.
B. Mulailah dari tingkat yang paling dasar
Biasanya rumus-rumus Fisika di buku yang kelihatannya sangat rumit
sebenarnya berasal dari konsep yang sederhana. Misalnya konsep tentang gaya
atau tentang energi, yang diturunkan menjadi rumus akhir yang dibutuhkan.
Pelajari konsep-konsep tersebut dahulu sebelum pergi ke rumus akhir. Pelajari
konsep-konsep secara berurutan sehingga anda dapat memahami alur dan kesaling
berkaitan di antara konsep tersebut
C. Rajin Berlatih Mengerjakan Soal
Hal utama yang perlu diperhatikan dalam mempelajari Fisika adalah sesering
mungkin berlatih mengerjakan soal. Kalau anda sering mengerjakan soal Fisika
dengan sendirinya rumus-rumus akan selalu teringat sekaligus anda juga akan
semakin memahami konsep Fisika. Dalam mengerakan soal, usahakan anda harus bisa
mengetahui maksud dan arah pertanyaan dari soal tersebut. Artinya pahami soal
dan ketahui apa yang ditanyakan. Dengan begitu, maka anda lebih mudah dalam
mengerjakannya. Ingat kerjakan soal dari yang termudah dahulu ya,… setelah soal
yang mudah ditaklukkan baru lanjut ke soal yang lebih sulit. Pada saat anda
mengerjakan latihan soal yang terdapat jawaban dan pembahasan dari soal
tersebut, meskipun sangat menggoda janganlah terburu-buru untuk melihat
pembahasannya tapi cobalah untuk mengerjakan soal tersebut secara mandiri.
D. Melangkah ke level soal yang lebih sulit
Cobalah mulai mengerjakan soal dengan level soal-soal yang lebih sulit atau
bervariasi. Keberhasilan kita menaklukkan soal dengan tingkat kesulitan yang
lebih tinggi akan membawa suatu kenikmatan yang berbeda. Buatlah coretan atau
gambar yang mudah anda pahami atas soal yang anda baca. Coretan boleh dalam
bentuk gambar atau catatan yang penting bisa anda pahami. Gambar dan coretan
itu bisa membantu logika dalam memahami soal.
E. Lebih baik lagi jika Belajar dilakukan bersama
Terkadang jenuh dan pusing jika belajar sendiri, cobalah cari teman belajar
yang lebih memahami Fisika untuk berdiskusi. Kadang dengan berdiskusi kita akan
lebih memahami konsep-konsep Fisika yang sedang kita pelajari.
Sebenarnya tidak salah memang jika ada yang beranggapan bahwa Fisika itu
sulit. Semoga dengan hadirnya tulisan tentang Cara Sukses Belajar Fisika
ini, dapat sedikit membantu kesulitan itu. Tetapi saya hanya ingin mengatakan
bahwa Fisika itu sulit, tapi Indah...!!!
Di edit dari engineeringtown.com
Thursday, October 4, 2012
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU
7 Aspek Kompetensi Pedagogik Guru
Kata 'Pedagogik' tidak akan asing di telinga guru, tetapi apakah semua guru memahami apa yang dimaksud dengan Kompetensi Pedagogik walau sebenarnya sudah pernah di lakukannya. Kompetensi Pedagogik pada dasarnya adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi Pedagogik menjadi salah satu jenis kompetensi yang harus dikuasai guru.
Kompetensi Pedagogik merupakan kompetensi khas, yang akan membedakan guru dengan profesi lainnya. Penguasaan Kompetensi Pedagogik disertai dengan profesional akan menentukan tingkat keberhasilan proses dan hasil pembelajaran peserta didik.
Kompetensi Pedagogik diperoleh melalui upaya belajar secara terus menerus dan sistematis, baik pada masa pra jabatan (pendidikan calon guru) maupun selama dalam jabatan, yang didukung oleh bakat, minat dan potensi keguruan lainnya dari masing-masing individu yang bersangkutan.
Kompetensi Pedagogik yang menjadi salah satu materi yang diujikan dalam peniliaan kinerja guru, terdiri dari 7 aspek. Berikut adalah 7 aspek Kompetensi Pedagogik yang dikutip dari Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru):
1. Mengenal Karakteristik Peserta Didik
Dalam aspek ini guru mampu mencatat dan menggunakan informasi tentang karakteristik peserta didik secara umum dan khusus untuk membantu proses pembelajaran. Karakteristik peserta didik ini terkait dengan aspek fisik, intelektual, sosial, emosional, moral, dan latar belakang sosial budaya. Beberapa indikator yang muncul dari penguasaan karakter peserta didik diantaranya:
2. Menguasai Teori Belajar dan Prinsip‐prinsip Pembelajaran
Guru mampu menetapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dan efektif sesuai dengan standar kompetensi guru. Guru mampu menyesuaikan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mampu memotivasi mereka untuk belajar. Indikator yang harus tampak dari aspek ini adalah:
3. Mampu Mengembangkan Kurikulum
Dalam mengembangkan kurikulum guru harus mampu menyusun silabus sesuai dengan tujuan terpenting kurikulum dan membuat serta menggunakan RPP sesuai dengan tujuan dan lingkungan pembelajaran. Guru mampu memilih, menyusun, dan menata materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Guru akan nampak mampu mengembangkan kurikulum jika:
Guru mampu menyusun dan melaksanakan rancangan pembelajaran yang mendidik secara lengkap. Guru mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter peserta didik. Guru mampu menyusun dan menggunakan berbagai materi pembelajaran dan sumber belajar sesuai dengan karakteristik peserta didik. Jika relevan, guru memanfaatkan teknologi informasi komunikasi (TIK) untuk kepentingan pembelajaran. Indikator dari aspek ini adalah:
Guru dapat menganalisis potensi pembelajaran setiap peserta didik dan mengidentifikasi pengembangan potensi peserta didik melalui program pembelajaran yang mendukung siswa mengaktualisasikan potensi akademik, kepribadian, dan kreativitasnya sampai ada bukti jelas bahwa peserta didik mengaktualisasikan potensi mereka. Kemampuan mengembangkan postensi peserta didik ini akan nampak jika:
Yang dimaksud adalah guru mampu berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan peserta didik dan bersikap antusias dan positif. Guru mampu memberikan respon yang lengkap dan relevan kepada komentar atau pertanyaan peserta didik. Berikut indikator adalah indikatornya:
Guru mampu menyelenggarakan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan. Guru melakukan evaluasi atas efektivitas proses dan hasil belajar dan menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan. Guru mampu menggunakan hasil analisis penilaian dalam proses pembelajarannya. Kemampuan dalam aspek ini akan terlihat ketika:
Kata 'Pedagogik' tidak akan asing di telinga guru, tetapi apakah semua guru memahami apa yang dimaksud dengan Kompetensi Pedagogik walau sebenarnya sudah pernah di lakukannya. Kompetensi Pedagogik pada dasarnya adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik. Kompetensi Pedagogik menjadi salah satu jenis kompetensi yang harus dikuasai guru.
Kompetensi Pedagogik merupakan kompetensi khas, yang akan membedakan guru dengan profesi lainnya. Penguasaan Kompetensi Pedagogik disertai dengan profesional akan menentukan tingkat keberhasilan proses dan hasil pembelajaran peserta didik.
Kompetensi Pedagogik diperoleh melalui upaya belajar secara terus menerus dan sistematis, baik pada masa pra jabatan (pendidikan calon guru) maupun selama dalam jabatan, yang didukung oleh bakat, minat dan potensi keguruan lainnya dari masing-masing individu yang bersangkutan.
Kompetensi Pedagogik yang menjadi salah satu materi yang diujikan dalam peniliaan kinerja guru, terdiri dari 7 aspek. Berikut adalah 7 aspek Kompetensi Pedagogik yang dikutip dari Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru):
1. Mengenal Karakteristik Peserta Didik
Dalam aspek ini guru mampu mencatat dan menggunakan informasi tentang karakteristik peserta didik secara umum dan khusus untuk membantu proses pembelajaran. Karakteristik peserta didik ini terkait dengan aspek fisik, intelektual, sosial, emosional, moral, dan latar belakang sosial budaya. Beberapa indikator yang muncul dari penguasaan karakter peserta didik diantaranya:
- Guru dapat mengidentifikasi karakteristik belajar setiap peserta didik di kelasnya,
- Guru memastikan bahwa semua peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran,
- Guru dapat mengatur kelas untuk memberikan kesempatan belajar yang sama pada semua peserta didik dengan kelainan fisik dan kemampuan belajar yang berbeda,
- Guru mencoba mengetahui penyebab penyimpangan perilaku peserta didik untuk mencegah agar perilaku tersebut tidak merugikan peserta didik lainnya,
- Guru membantu mengembangkan potensi dan mengatasi kekurangan peserta didik,
- Guru memperhatikan peserta didik dengan kelemahan fisik tertentu agar dapat mengikuti aktivitas pembelajaran, sehingga peserta didik tersebut tidak termarjinalkan (tersisihkan, diolok‐olok, minder, dsb).
2. Menguasai Teori Belajar dan Prinsip‐prinsip Pembelajaran
Guru mampu menetapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dan efektif sesuai dengan standar kompetensi guru. Guru mampu menyesuaikan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mampu memotivasi mereka untuk belajar. Indikator yang harus tampak dari aspek ini adalah:
- Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menguasai materi pembelajaran sesuai usia dan kemampuan belajarnya melalui pengaturan proses pembelajaran dan aktivitas yang bervariasi,
- Guru selalu memastikan tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran tertentu dan menyesuaikan aktivitas pembelajaran berikutnya berdasarkan tingkat pemahaman tersebut,
- Guru dapat menjelaskan alasan pelaksanaan kegiatan/aktivitas yang dilakukannya, baik yang sesuai maupun yang berbeda dengan rencana, terkait keberhasilan pembelajaran,
- Guru menggunakan berbagai teknik untuk memotiviasi kemauan belajar peserta didik,
- Guru merencanakan kegiatan pembelajaran yang saling terkait satu sama lain, dengan memperhatikan tujuan pembelajaran maupun proses belajar peserta didik,
- Guru memperhatikan respon peserta didik yang belum/kurang memahami materi pembelajaran yang diajarkan dan menggunakannya untuk memperbaiki rancangan pembelajaran berikutnya.
3. Mampu Mengembangkan Kurikulum
Dalam mengembangkan kurikulum guru harus mampu menyusun silabus sesuai dengan tujuan terpenting kurikulum dan membuat serta menggunakan RPP sesuai dengan tujuan dan lingkungan pembelajaran. Guru mampu memilih, menyusun, dan menata materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Guru akan nampak mampu mengembangkan kurikulum jika:
- Guru dapat menyusun silabus yang sesuai dengan kurikulum,
- Guru merancang rencana pembelajaran yang sesuai dengan silabus untuk membahas materi ajar tertentu agar peserta didik dapat mencapai kompetensi dasar yang ditetapkan,
- Guru mengikuti urutan materi pembelajaran dengan memperhatikan tujuan pembelajaran,
- Guru memilih materi pembelajaran yang: (1) sesuai dengan tujuan pembelajaran, (2) tepat dan mutakhir, (3) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik, (4) dapat dilaksanakan di kelas dan (5) sesuai dengan konteks kehidupan sehari‐hari peserta didik.
Guru mampu menyusun dan melaksanakan rancangan pembelajaran yang mendidik secara lengkap. Guru mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter peserta didik. Guru mampu menyusun dan menggunakan berbagai materi pembelajaran dan sumber belajar sesuai dengan karakteristik peserta didik. Jika relevan, guru memanfaatkan teknologi informasi komunikasi (TIK) untuk kepentingan pembelajaran. Indikator dari aspek ini adalah:
- Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran sesuai dengan rancangan yang telah disusun secara lengkap dan pelaksanaan aktivitas tersebut mengindikasikan bahwa guru mengerti tentang tujuannya,
- Guru melaksanakan aktivitas pembelajaran yang bertujuan untuk membantu proses belajar peserta didik, bukan untuk menguji sehingga membuat peserta didik merasa tertekan,
- Guru mengkomunikasikan informasi baru (misalnya materi tambahan) sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar peserta didik,
- Guru menyikapi kesalahan yang dilakukan peserta didik sebagai tahapan proses pembelajaran, bukan semata‐mata kesalahan yang harus dikoreksi. Misalnya: dengan mengetahui terlebih dahulu peserta didik lain yang setuju/tidak setuju dengan jawaban tersebut, sebelum memberikan penjelasan tentang jawaban yamg benar,
- Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai isi kurikulum dan mengkaitkannya dengan konteks kehidupan sehari‐hari peserta didik,
- Guru melakukan aktivitas pembelajaran secara bervariasi dengan waktu yang cukup untuk kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan belajar dan mempertahankan perhatian peserta didik,
- Guru mengelola kelas dengan efektif tanpa mendominasi atau sibuk dengan kegiatannya sendiri agar semua waktu peserta dapat termanfaatkan secara produktif,
- Guru mampu audio‐visual (termasuk tik) untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Menyesuaikan aktivitas pembelajaran yang dirancang dengan kondisi kelas,
- Guru memberikan banyak kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya, mempraktekkan dan berinteraksi dengan peserta didik lain,
- Guru mengatur pelaksanaan aktivitas pembelajaran secara sistematis untuk membantu proses belajar peserta didik. Sebagaicontoh: guru menambah informasi baru setelah mengevaluasi pemahaman peserta didik terhadap materi sebelumnya, dan
- Guru menggunakan alat bantu mengajar, dan/atau audio‐visual (termasuk tik) untuk meningkatkan motivasi belajar pesertadidik dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Guru dapat menganalisis potensi pembelajaran setiap peserta didik dan mengidentifikasi pengembangan potensi peserta didik melalui program pembelajaran yang mendukung siswa mengaktualisasikan potensi akademik, kepribadian, dan kreativitasnya sampai ada bukti jelas bahwa peserta didik mengaktualisasikan potensi mereka. Kemampuan mengembangkan postensi peserta didik ini akan nampak jika:
- Guru menganalisis hasil belajar berdasarkan segala bentuk penilaian terhadap setiap peserta didik untuk mengetahui tingkat kemajuan masing‐masing.
- Guru merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecakapan dan pola belajar masing‐masing.
- Guru merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran untuk memunculkan daya kreativitas dan kemampuan berfikir kritis peserta didik.
- Guru secara aktif membantu peserta didik dalam proses pembelajaran dengan memberikan perhatian kepada setiap individu.
- Guru dapat mengidentifikasi dengan benar tentang bakat, minat, potensi, dan kesulitan belajar masing-masing peserta didik.
- Guru memberikan kesempatan belajar kepada peserta didik sesuai dengan cara belajarnya masing-masing.
- Guru memusatkan perhatian pada interaksi dengan peserta didik dan mendorongnya untuk memahami dan menggunakan informasi yang disampaikan.
Yang dimaksud adalah guru mampu berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan peserta didik dan bersikap antusias dan positif. Guru mampu memberikan respon yang lengkap dan relevan kepada komentar atau pertanyaan peserta didik. Berikut indikator adalah indikatornya:
- Guru menggunakan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman dan menjaga partisipasi peserta didik, termasuk memberikan pertanyaan terbuka yang menuntut peserta didik untuk menjawab dengan ide dan pengetahuan mereka.
- Guru memberikan perhatian dan mendengarkan semua pertanyaan dan tanggapan peserta didik, tanpamenginterupsi, kecuali jika diperlukan untuk membantu atau mengklarifikasi pertanyaan/tanggapan tersebut.
- Guru menanggapi pertanyaan peserta didik secara tepat, benar, dan mutakhir, sesuai tujuan pembelajaran dan isi kurikulum, tanpa mempermalukannya.
- Guru menyajikan kegiatan pembelajaran yang dapat menumbuhkan kerja sama yang baik antarpeserta didik.
- Guru mendengarkan dan memberikan perhatian terhadap semua jawaban peserta didik baik yang benar maupun yang dianggap salah untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik.
- Guru memberikan perhatian terhadap pertanyaan peserta didik dan meresponnya secara lengkap danrelevan untuk menghilangkan kebingungan pada peserta didik.
Guru mampu menyelenggarakan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan. Guru melakukan evaluasi atas efektivitas proses dan hasil belajar dan menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan. Guru mampu menggunakan hasil analisis penilaian dalam proses pembelajarannya. Kemampuan dalam aspek ini akan terlihat ketika:
- Guru menyusun alat penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran untuk mencapai kompetensi tertentu seperti yang tertulis dalam RPP.
- Guru melaksanakan penilaian dengan berbagai teknik dan jenis penilaian, selain penilaian formal yang dilaksanakan sekolah, dan mengumumkan hasil serta implikasinya kepada peserta didik, tentang tingkat pemahaman terhadap materi pembelajaran yang telah dan akan dipelajari.
- Guru menganalisis hasil penilaian untuk mengidentifikasi topik/kompetensi dasar yang sulit sehingga diketahui kekuatan dan kelemahan masing‐masing peserta didik untuk keperluan remedial dan pengayaan.
- Guru memanfaatkan masukan dari peserta didik dan merefleksikannya untuk meningkatkan pembelajaran selanjutnya, dan dapat membuktikannya melalui catatan, jurnal pembelajaran, rancangan pembelajaran, materi tambahan, dan sebagainya.
- Guru memanfatkan hasil penilaian sebagai bahan penyusunan rancangan pembelajaran yang akan dilakukan selanjutnya.
Wednesday, October 3, 2012
Bulan Bahasa dan Sastra 2012
Bulan Bahasa dan Sastra 2012
acebook
Tantangan kehidupan global yang kita hadapi saat ini mengharuskan kita untuk lebih memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Penguatan kerukunan ini menjadi suatu keharusan agar bangsa Indonesia dapat tetap bersatu dan eksis di tengah-tengah derasnya arus kehidupan dan budaya global. Bangsa yang hidup rukun tidak saja bangsa yang mampu memperlihatkan jati diri dan kepribadian yang kuat, tetapi juga penuh tanggung jawab, jujur, disiplin, berkualitas, dan mempunyai kompetensi yang tinggi.
Terkait dengan hal tersebut, bahasa Indonesia—termasuk sastra di dalamnya—memegang peranan yang amat penting dalam membentuk kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mencintai bahasa Indonesia berarti juga mencintai bangsa Indonesia karena bahasa pada hakikatnya bahasa merupakan simbol identitas bangsa yang juga dapat mencerminkan karakter bangsa. Karakter yang bertumpu pada kecintaan dan kebanggaan terhadap bahasa dan bangsa seperti itu pada dasarnya juga merupakan refleksi dari kecintaan dan kebanggaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pilarnya.
Bahasa juga menunjukkan bangsa. Ungkapan itu juga berarti bahwa bahasa menunjukkan jati diri yang diharapkan dapat mempersatukan penuturnya dalam wujud kehidupan yang rukun dan damai, baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara. Pada sisi lain, karya sastra juga mengandung nilai-nilai kearifan yang mampu memperhalus akal budi dan mempertajam etika dan daya estetika. Nilai-nilai yang ada dalam karya sastra itu dapat menjadi patokan dan dasar dalam menciptakan kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu, kemampuan mengapresiasi karya sastra juga berperan penting dalam membangun manusia yang berbudi luhur, bertenggang rasa, dan arif dalam mengatasi persoalan dan tantangan zaman.
Tema
Sejalan dengan latar belakang tersebut, kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2012 dilaksanakan dengan mengusung tema “Bahasa Indonesia Perekat Kerukunan Hidup Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara”.
Tujuan
Untuk mewujudkan tema tersebut, kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2012 bertujuan menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat terhadap bahasa dan sastra Indonesia dalam rangka mempererat kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menuju masyarakat Indonesia yang berkarakter dan berdaya saing tinggi.
Kegiatan
Selaras dengan tujuan Bulan Bahasa dan Sastra 2012, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyelenggarakan sepuluh kegiatan berikut.
- Pemberian Penghargaan Adibahasa
Adibahasa merupakan penghargaan yang diberikan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa terhadap pemerintah provinsi yang menunjukkan kesungguhannya dalam pengutamaan penggunaan bahasa Indonesia di tempat-tempat umum dan di dalam ranah kedinasan. Proses penilaiannya akan dilakukan oleh panitia khusus terhadap (1) penggunaan bahasa di tempat-tempat umum, (2) penggunaan bahasa Indonesia di dalam tata naskah dinas, (3) keaktifan pemerintah provinsi dalam mendukung kegiatan kebahasaan dan kesastraan di wilayah masing-masing, dan (4) ketersediaan peraturan perundang-undangan pada tingkat provinsi yang terkait dengan pengaturan masalah kebahasaan dan kesastraan di wilayahnya masing-masing.
- Penilaian Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa Cetak (Tingkat Nasional)
Media massa sering dijadikan sebagai barometer dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar oleh masyarakat. Namun, pada kenyataannya belum seluruh media massa dapat dijadikan sebagai contoh dalam penggunaan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, guna mendorong peningkatan mutu penggunaan bahasa Indonesia di media massa, khususnya media massa cetak, akan dilakukan penilaian terhadap penggunaan bahasa Indonesia di media massa cetak. Penilaian itu juga dilakukan untuk memperoleh pemeringkatan media massa cetak yang menggunakan bahasa Indonesia terbaik.
- Debat Bahasa Antarmahasiswa
Di tengah-tengah munculnya berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan global ini, mahasiswa diajak untuk ikut memikirkan persoalan kebahasaan dan kesastraan yang terjadi akhir-akhir ini. Terkait dengan itu, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengasah kemahiran berbahasa para mahasiswa dalam mengemukakan pendapat secara kritis dan argumentatif. Sejalan dengan itu, kegiatan debat bahasa antarmahasiswa ini juga merupakan ajang bagi para mahasiswa untuk beradu argumentasi persoalan kebahasaan dan kesastraan yang dihadapi saat ini.
- Pemilihan Duta Bahasa (Tingkat Nasional)
Peran para pemuda dalam membangun semangat dan konsep kebangsaan telah terbukti nyata sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Semangat dan ketokohan para pemuda itu harus tetap dipertahankan, diperkuat, dan diteruskan kepada generasi muda masa kini agar semangat kebangsaan itu terus membara di dada para pemuda Indonesia. Oleh karena itu, kegiatan duta bahasa dilaksanakan sebagai upaya melibatkan para pemuda dalam menjaga dan menyebarluaskan semangat kebangsaan melalui bahasa. Di samping itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memilih pemuda-pemudi Indonesia yang memiliki kemahiran dalam berbahasa Indonesia dan sikap serta perilakunya dapat dijadikan sebagai teladan.
- Parade Mural Cinta Bahasa Indonesia
Di perkotaan cukup banyak ruang publik, seperti tiang-tiang jembatan layang, yang dibiarkan kosong. Ruang seperti itu tidak jarang dimanfaatkan sebagai ajang corat-coret yang kontraproduktif oleh orang-orang yang suka iseng. Padahal, ruang seperti itu dapat dimanfaatkan secara baik untuk mengingatkan kembali perlunya mencintai bahasa Indonesia, bahasa kebangsaan kita. Terkait dengan itu, Badan Bahasa mengajak berbagai pihak untuk mengisi ruang-ruang kosong itu dengan grafiti kebahasaan atau mural yang berisi imbauan atau ajakan untuk mencintai bahasa Indonesia dengan kata-kata bijak.
- Sayembara Penulisan Proposal Penelitian Kebahasaan dan Kesastraan (Tingkat Nasional)
Para mahasiswa S-1 pada umumnya mempunyai kewajiban menulis karya ilmiah yang berupa skripsi untuk mengakhiri masa studinya. Terkait dengan itu, untuk membantu para mahasiswa dalam menyelesaikan skripsinya, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyelenggarakan sayembara Penulisan Proposal Penelitian Kebahasaan dan Kesastraan tingkat nasional bagi para mahasiswa S-1. Peserta yang proposal penelitiannya terpilih sebagai pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang sebagai bantuan biaya penelitian.
- Sayembara Penulisan Cerpen Remaja (Tingkat Nasional)
Untuk menggairahkan kehidupan sastra yang bertemakan kehidupan remaja serta meningkatkan kegiatan penulisan kreatif di kalangan remaja, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyelenggarakan sayembara Penulisan Cerpen Remaja tingkat nasional. Pesertanya adalah para remaja di seluruh Indonesia. Adapun penilaiannya akan dilakukan secara berjenjang. Untuk tingkat provinsi, di luar DKI Jakarta, penilaian akan dilakukan di balai/kantor bahasa provinsi masing-masing, sedangkan untuk Provinsi DKI Jakarta, penilaian dilakukan di Badan Bahasa. Peringkat sepuluh terbesar dari setiap provinsi akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti seleksi tingkat nasional.
- Lomba Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Peserta BIPA (Tingkat Internasional)
Akhir-akhir ini bahasa Indonesia tidak hanya dipelajari oleh warga negara Indonesia, tetapi telah dipelajari pula oleh warga negara asing. Para pelajar asing tersebut perlu diberi forum agar dapat mempraktikkan kemampuan mereka dalam berbahasa Indonesia. Untuk itu, Lomba Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Peserta BIPA (bahasa Indonesia bagi penutur asing) diselenggarakan. Tujuannya adalah untuk memberikan peluang bagi para pembelajar BIPA untuk menunjukkan kemampuannya dalam berbahasa Indonesia.
- Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan (Tingkat Nasional)
Dalam perkembangan teknologi informasi saat ini, blog berhasil merebut perhatian masyarakat dan menjadi tren yang sangat digemari, terutama di kalangan pengguna internet. Atas dasar itu, kegiatan ini diselenggarakan dengan maksud untuk memberikan penghargaan kepada pembuat blog kebahasaan dan kesastraan yang bernilai unggul, baik dari sisi artistik, informatika, maupun kemanfaatan isi yang termuat di dalam blog tersebut.
- Festival Musikalisasi Puisi bagi Siswa SLTA se-Jabodetabek
Musikalisasi puisi merupakan salah satu bentuk apresiasi puisi melalui musik. Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap sastra. Setiap tahun penyelenggaraan kegiatan ini selalu banyak peminat. Oleh karena itu, kegiatan seperti itu diselenggarakan lagi tahun ini dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2012. Pada tahun ini pesertanya dibatasi pada siswa SLTA, termasuk Madrasah Aliyah dan SMK, se-Jabodetabek.
Puncak Acara
Puncak acara Bulan Bahasa dan Sastra 2012 akan dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2012. Dalam acara tersebut akan dilaksanakan, antara lain, pengumuman hasil kegiatan, pementasan seni budaya, serta persembahan karya kreatif kebahasaan dan kesastraan.
Informasi Lengkap
Informasi lebih lanjut secara lengkap dari setiap kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra 2012 selain dapat dibaca di dalam edaran khusus, juga dapat diperoleh balai/kantor bahasa terdekat atau melalui alamat panitia berikut.
Alamat Panitia
Panitia Bulan Bahasa dan Sastra 2012
Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta 13220, Telepon (021) 4896558, 4706287, 4706288, 4750406, Faksimile (021) 4750407.
Monday, October 1, 2012
Finalis Lomba Blog Guru Dikdas BPTIKP Jawa Tengah 2012
Mulai
hari Senin, 1 Oktober 2012 besok BPTIKP (Balai Pengembangan Teknologi
Informasi dan Komunikasi Pendidikan) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa
Tengah akan melaksanakan penilaian babak final lomba Website Sekolah,
Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) dan Blog Guru. Kebetulan dari 2
kategori lomba yang saya ikuti (MPI dan Blog Guru), saya termasuk yang
akan berkesempatan berjumpa dengan para guru pegiat IT di babak Final.
Dan nampaknya persaingan ketat akan terjadi di babak final kategori
lomba Blog Guru.
FINALIS LOMBA BLOG GURU BPTIKP PROVINSI JAWA TENGAH 2012
Friday, September 28, 2012
Lomba pembuatan CD Interaktif ( multimedia) 2012
Lomba pembuatan CD interaktif (multimedia) 2012
LPMP Jawa Tengah akan menyelenggarakan lomba pembuatan CD interaktif
(multimedia) untuk pembelajaran mandiri bagi siswa dengan sasaran
peserta guru TK/RA/SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK (negeri maupun swasta)
bersifat perorangan dan bertugas di Jawa Tengah.
CD interaktif
tersebut merupakan bahan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh siswa
dalam proses pembelajaran mandiri berisi satu topik sajian yang utuh
dari standar kompetensi dan kompetensi dasar tertentu yang dikembangkan
dengan menggunakan software aplikasi (Powerpoint, Flash, Authoware,
Frontpage, Photoshop, Fox Pro dll.) dan/atau bahasa pemograman (Visual
Basic, Clipper dll.).
Lomba akan dilaksanakan awal Oktober Menjadi November 2012
Silahkan isi Formulir Online pendaftaran di link tersebut.. pengiriman
tetap disertai formulir offline yang akan di upload menyusul
https://docs.google.com/ spreadsheet/ viewform?formkey=dE1QNV9iUXpsaF VSUXBBRTI1MzBpcEE6MQ
Lomba pembuatan CD interaktif (multimedia) 2012
LPMP Jawa Tengah akan menyelenggarakan lomba pembuatan CD interaktif (multimedia) untuk pembelajaran mandiri bagi siswa dengan sasaran peserta guru TK/RA/SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK (negeri maupun swasta) bersifat perorangan dan bertugas di Jawa Tengah.
CD interaktif tersebut merupakan bahan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dalam proses pembelajaran mandiri berisi satu topik sajian yang utuh dari standar kompetensi dan kompetensi dasar tertentu yang dikembangkan dengan menggunakan software aplikasi (Powerpoint, Flash, Authoware, Frontpage, Photoshop, Fox Pro dll.) dan/atau bahasa pemograman (Visual Basic, Clipper dll.).
Lomba akan dilaksanakan awal Oktober Menjadi November 2012
Silahkan isi Formulir Online pendaftaran di link tersebut.. pengiriman tetap disertai formulir offline yang akan di upload menyusul
https://docs.google.com/ spreadsheet/ viewform?formkey=dE1QNV9iUXpsaF VSUXBBRTI1MzBpcEE6MQ
LPMP Jawa Tengah akan menyelenggarakan lomba pembuatan CD interaktif (multimedia) untuk pembelajaran mandiri bagi siswa dengan sasaran peserta guru TK/RA/SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK (negeri maupun swasta) bersifat perorangan dan bertugas di Jawa Tengah.
CD interaktif tersebut merupakan bahan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dalam proses pembelajaran mandiri berisi satu topik sajian yang utuh dari standar kompetensi dan kompetensi dasar tertentu yang dikembangkan dengan menggunakan software aplikasi (Powerpoint, Flash, Authoware, Frontpage, Photoshop, Fox Pro dll.) dan/atau bahasa pemograman (Visual Basic, Clipper dll.).
Lomba akan dilaksanakan awal Oktober Menjadi November 2012
Silahkan isi Formulir Online pendaftaran di link tersebut.. pengiriman tetap disertai formulir offline yang akan di upload menyusul
https://docs.google.com/











