This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Keberhasilanku. Show all posts
Showing posts with label Keberhasilanku. Show all posts

Wednesday, March 20, 2013

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN


Standar Nasional Pendidikan 

Yang dimaksud dengan Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.


8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan terdiri dari :
  • Standar Kompetensi Lulusan
  • Standar Isi
  • Standar Proses
  • Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan
  • Standar Sarana dan Prasarana
  • Standar Pengelolaan
  • Standar Pembiayaan Pendidikan
  • Standar Penilaian Pendidikan
Fungsi dan Tujuan Standar :
  • Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu
  • Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
  • Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.
Daftar Standar Nasional Pendidikan yang telah menjadi Permendiknas :

A. Standar isi
No.
Nomor Permendiknas
Tentang
1
Nomor 22 Tahun 2006
Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
2
Nomor 24 Tahun 2006
Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang standar Isi untuk satuan pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan Dasar dan Menengah
3
Nomor 14 Tahun 2007
Standar Isi Program Paket A, Program Paket B, dan Program Paket C

B. Standar Kompetensi Lulusan
No.
Nomor Permendiknas
Tentang
1
Nomor 23 Tahun 2006
Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
2
Nomor 24 Tahun 2006
Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang standar Isi untuk satuan pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan Dasar dan Menengah

C. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
No.
Nomor Permendiknas
Tentang
1
Nomor 12 Tahun 2007
Standar Pengawas Sekolah/Madrasah
2
Nomor 13 Tahun 2007
Standar Kepala Sekolah/Madrasah
3
Nomor 16 Tahun 2007
Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
4
Nomor 24 Tahun 2008
Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah
5
Nomor 25 Tahun 2008
Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah
6
Nomor 26 Tahun 2008
Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah
7
Nomor 27 Tahun 2008
Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor
8
Nomor 40 Tahun 2009
Standar Penguji Pada Kursus dan Pelatihan
9
Nomor 41 Tahun 2009
Standar Pembimbing Pada Kursus & Pelatihan
10
Nomor 43 Tahun 2009
Standar Tenaga Administrasi Program paket A , Paket B, dan Paket C
11
Nomor 42 Tahun 2009
Standar Pengelola Kursus
12
Nomor 44 Tahun 2009
Standar Pengelola Pendidikan pada Program Paket A, Paket B dan Paket C
13
Nomor 45 Tahun 2009
Standar Teknisi Sumber Belajar pada Kursus dan Pelatihan

D. Standar Pengelolaan

No.
Nomor Permendiknas
Tentang
1
Nomor 19 Tahun 2007
Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;

E. Standar Penilaian Pendidikan

No.
Nomor Permendiknas
Tentang
1
Nomor 20 Tahun 2007
Standar Penilaian Pendidikan




F. Standar Sarana dan Prasarana
No.
Nomor Permendiknas
Tentang
1
Nomor 24 Tahun 2007
Standar Sarana dan Prasarana untuk SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA
2
Nomor 33 Tahun 2008
Standar Sarana dan Prasarana untuk SDLB, SMPLB, dan SMALB
3
Nomor 40 Tahun 2008
Standar Sarana dan Prasarana untuk SMK/MAK

G. Standar Proses
No.
Nomor Permendiknas
Tentang
1
Nomor 41 Tahun 2007
Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
2
Nomor 1 Tahun 2008
Standar Proses Pendidikan Khusus
3
Nomor 3 Tahun 2008
Standar Proses Pendidikan Kesetaraan Program Paket A, Paket B, dan Paket C

H. Standar Biaya

No.
Nomor Permendiknas
Tentang
1
Nomor 69 Tahun 2009
Standar Biaya Operasi Nonpersonalia Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB)

Friday, March 15, 2013

LOMBA MENULIS TUTORIAL


Forum Multimedia Edukasi (FORMULASI) kembali mengadakan Lomba Menulis. Periode kali ini lomba berupa LOMBA MENULIS TUTORIAL. Lomba ini diperuntukkan bagi para guru dengan cara menulis di blog Formulasi. Adapun ketentuan lomba ini adalah sebagai berikut :
Syarat dan ketentuan:
1. Lomba terbuka untuk semua pendidik dan tenaga kependidikan.
2. Tema lomba periode Maret –Agustus 2013 “Kreatifitas Membuat Media Pembelajaran Berbasis Komputer”.
3. Tulisan berupa tutorial ataupun tips dan trik pengembangan media pembelajaran dengan Software Pengolah Media (Microsoft Office Powerpoint, Adobe Flash, Swishmax, Lactora, Autoplay, dll) baik berupa pembuatan template, animasi, pemrograman (script/VBA) maupun kreasi lainnya .
4. Peserta harus mengirimkan hasil karya untuk di unduh pembaca berupa link unduh. Server file yang diijinkan adalahHttp://code.google.com, https://drive.google.com, https://skydrive.live.com, https://www.dropbox.com.Kami tidak menerima menggunakan server yang yang lain.
5. Tulisan yang dilombakan belum pernah diterbitkan atau sedang diikutsertakan dalam lomba lain.
6. Tulisan disertai dengan foto atau gambar-gambar yang mendukung.
7. Tulisan maksimal 5 halaman.
8. Karya tulisan bukan berupa PTK tetapi berupa karya artikel populer.
9. Tulisan yang dilombakan tidak melanggar norma dan hukum yang berlaku, termasuk didalamnya masalah SARA, pornografi, hak cipta, dan lain-lain.
10. Artikel yang masuk dalam Redaksi Formulasi menjadi hak milik Redaksi Formulasi
11. Artikel yang tidak sesuai ketentuan diatas tidak akan diterbitkan.

clip_image002
Prosedur perlombaan:
1. Peserta melakukan pendaftaran dengan mengisi form pendaftaran [klik di sini]
2. Pendaftaran, pengumpulan, penjurian dan voting karya dilakukan di formulasi.or.id
3. Peserta hendaknya menshare karyanya diberbagai media social (facebook, twitter, google+)
4. Bagi yang memiliki blog pribadi, artikel dapat direview di blog pribadi.
5. Peserta maksimal mengirim 2 karya
6. Penjurian dan penentuan pemenang dilakukan di akhir periode.
7. Naskah dikirim dalam format .doc atau docx dengan ukuran kertas A4, margin 4 cm 3 cm 4 cm 3 cm, spasi 1,5. Gunakan huruf Times New Roman atau Arial dengan template yang bisa didownload dengan [klik di sini]
8. Naskah dikirim melalui e-mail ke lomba@formulasi.or.id
9. Artikel yang memenuhi syarat dan ketentuan akan dimuat dalam www.formulasi.or.id

Dewan Juri :
1. Mampuono, S.Pd., M.Kom (Ketua Komunitas Rumah Belajar Kemendiknas)
2. Dra. Endah Sulistyowati, M. Si (Juara 1 Internasional Seameo)
3. Fauzan A. Mahanani, S.Pd (Ketua Formulasi)


Kriteria Penilaian :
1. Penilaian pemenang berdasarkan kriteria sebagai berikut :
a. 60 % Penilaian Juri dengan perincian
· Kreatifitas ide (25%)
· File Pendukung (20%)
· Kemanfaatan tulisan (10%)
· Kemudahan dipahami (5 %)
b. 40 % Penilaian Pembaca berupa share sosial media dengan perincian
· Google + = 20%
· Komentar Pembaca = 10%
· Like Facebook = 5%
· Like Twitter = 5%
2. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat

Pengumuman Pemenang
Pengumuman pemenang dapat dilihat di www.formulasi.or.id pada minggu pertama periode berikutnya.

Hadiah:
Pemenang akan mendapat Tablet PC dan Sertifikat. Tunggu apa lagi? Segera kirimkan kaya anda! Ikuti juga update mengenai lomba ini di website www.formulasi.or.id ,dan facebook fan page Formulasi dengan alamatwww.facebook.com/forum.multimedia.edukasi .

Friday, January 11, 2013

JENIS JENIS PENELITIAN



JENIS-JENIS PENELITIAN

a. Dasar filosofis penelitian

Jenis penelitian berdasarkan pada landasan filosofisnya dibagi dua :
  1. penelitian kuantitatif landasan filosofisnya positivisme, filsafat ini melihat fenomena sebagai sesuatu yang rasional, general, dan empiris, maka  menggunakan statistik untuk proses pengolahan datanya.
  2. penelitian kualitatif landasan filosofis konstruksionisme ( realitas dunia social bukan suatu yang alami, tetapi hasil dari konstruksi ) , fenomenologi ( fenomena social sebagai obyek penelitian dilihat sebagaimana adanya ) dan hermeneutic (fenomena social dilihat dari sisi maknanya ).
Implikasi dari jenis penelitian yang akan digunakan adalah pada metode penelitian. Untuk menentukan metode penelitian yang akan digunakan maka perlu mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut :
  1. tipe pertanyaan penelitiannya.
  2. kontrol yang dimiliki peneliti terhadap peristiwa perilaku yang akan ditelitinya.
  3. fokus terhadap fenomena penelitiannya (fenomena kontemporer ataukah fenomena histories).

b. metode penelitian kuantitatif
Penggunaan metode kuantitatif dasar filsafatnya positivistic pada metode ini,  maka tidak bisa melepaskan diri dari  aspek-aspek; rasionalitas, generalisasi, empirisme dan penggunaan statistik untuk proses pengolahan datanya. Metode ini menggali data dan menganalisanya dengan menggunakan angka-angka sebagai kode maupun ukuran. Angka berguna untuk menyederhanakan fenomena-fenomena di lapangan dan mempermudah interpretasi data yang ada. Beberapa bentuk penelitian bisa dipolakan seperti ini, jika berorientasi sebagai berikut:
1. Penelitian eksploratif (penjajagan) ; merupakan bentuk penelitian yang dilakukan dalam rangka untuk mengungkap fenomena yang menarik dan penting tetapi belum terungkap atau minim penelitian – penelitian sebelumnya.
2.  Deskriptif; penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data di lapangan, data yang ada dikategorisasikan pada kategori-kategori tertentu, kategori tersebut diberi angka sebagai kode. Temuan-temuan yang ada maka bisa dikuantifikasikan.
3. Penelitian penjelasan (eksplanatif) , penelitian yang berusaha menjelaskan fenomena yang ada dengan cara mencari hubungan kausalitas, perbedaan ataupun perbandingan. Kemudian disusun suatu hipotesis untuk diuji dilapangan. Penelitian ini bedanya dengan di atas pada sifatnya dan teknik analisanya.
4. Penelitian evaluatif; merupakan jenis penelitian yang mengevaluasi suatu program dengan cara melihat dan meneliti pelaksanaan program (evaluasi formatif) dan mengukur hasil dari program atau tingkat pencapaian suatu program.
5. Penelitian prediksi; penelitian yang dilakukan untuk memprediksi suatu fenomena yang terjadi di masa yang akan datang, sehingga hasil penelitian bisa untuk mengantisipasi sejak dini suatu persoalan.
6.  Penelitian operasional; penelitian yang dilakukan dengan menggunakan variabel-variabel tertentu dari suatu program yang dianggap ada persoalan. Penelitian ini untuk meminimalisasi hambatan-hambatan suatu program sehingga program bisa berhasil (Singarimbun, 1989 : 4 – 6).

b. Metode Penelitian Kualitatif
1. Metode Etnografi
Metode etnografi merupakan salah satu metode penelitian kualitatif yang lebih banyak terkait dengan Antropologi, yang mempelajari peristiwa budaya, yang menyajikan pandangan hidup subyek yang menjadi obyek penelitian. Metode ini telah dikembangkan menjadi metode ilmu-ilmu social yang menggunakan landasan phenomenolgi. Etnografi merupakan salah satu diskripsi tentang cara mereka berpikir, hidup dan berperilaku.[1]


2. Thieck Discription
Metode ini diperkenalkan oleh Cliffod Geertz, dimana dalam metode ini menekankan upaya mencari makna, bukan mencari hukum dan berupaya memahami bukan mecari teori atas fenomena budaya dalam masyarakat. Dengan metode ini Geertz berusaha menolak ethnoscientific model Levis – Strauss. Karena keduanya dianggap tidak menggambarkan kehidupan melainkan mengubah yang hidup menjadi suatu system yang formal. Karena budaya menurut Geertz, merupakan fenomena hermeneutic yang memerlukan pemaknaan, bukan memerlukan penjelasan sebab akibat (kausal). Lebih lanjut Geertz menjelaskan bahwa tidak ada social facts yang menunggu observasi kita. Yang ada adalah kesiapan peneliti untuk memberi makna atas observasinya.
3. Grounded Research
Metode ini merupakan suatu metode berupaya membangun teori berdasarkan data-data dari lapangan atau data empiri yang diperoleh secara sistematis. Metode ini pertama kali dikemukakan oleh Glaser dan Strauss. Hal yang mendasar menurut metode ini adalah peran bagaimana proses ditemukannya teori merupakan hal yang terpenting.[2] Metode ini mengkritik tentang tugas ilmu pengetahuan yang hanya mengadakan verifikasi. Karena dengan model verifikasi teori terjadi penipisan temuan teori-teori baru. Menurut Glaser dan Strauss dengan tugas verifikasi maka ilmuwan-ilmuwan kemudian hanyalah bertugas membuktikan parsial dari teori-teorinya orang-orang besar seperti Weber, Parsons dan lain sebagainya.
4. Life History
Metode ini banyak dipakai dalam beberapa ilmu social, di dalam psikiologi metode ini disebut sebagai metode personal dokumen, sedang dalam penelitian sosiologi disebut sebagai human dokumen. Untuk istilah life history dipakai dalam ilmu antropologi. Metode ini merupakan suatu metode penelitian kualitatif dengan cara mengumpulkan data pengalaman individu berupa keterangan mengenai apa yang dialami oleh individu-individu tertentu sebagai warga dari suatu masyarakat yang menjadi obyek penelitian.[3]
 5. Studi kasus
metode ini meneliti fenomena kontemporer dalam konteks kehidupan nyata. Pertanyaan penelitiaannya “how” dan “why” dan penelitian hanya memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa-peristiwa yang diteliti.[4]
6. Studi pustaka
penlitian ini dilakukan dengan memanfaatkan sumber kepustakaan untuk memperoleh data penelitiannya, sehingga kegiatannya hanya pada bahan-bahan koleksi perpustakaan saja tanpa memerlukan riset lapangan.
Metode ini dilakukan dengan mempertimbangkan sebagai berikut ;
1.   persoalan penelitiannya hanya bisa dijawablewat penelitian pustaka dan sebaliknya tidak mungkin mengharapkan datanya dari riset lapangan.
2.   studi pustaka diperlukan sebagai salah satu tahap tersendiri, yaitu studi pendahuluan untuk memahami lebih dalam gejala baru yang tengah berkembang di lapangan atau dalam masyarakat.
3.   data pustaka tetap andal untuk menjawab persoalan penelitian.[5]
7.  Studi tokoh :
metode penelitian ini dilakukan untuk mencapai suatu pemahaman tentang ketokohan seseorang individu dalam suatu komunitas tertentu, melalui pandangan-pandangannya yang mencerminkan pandangan warga dalam komunitasnya.
Tujuan studi tokoh :
1.   memperoleh gambaran tentang persepsi, motivasi, aspirasi, dan ambisi sang  tokoh tentang bidang yang digelutinya.
2.   memperoleh gambaran tentang teknik dan strategi yang digunakannya dalam melaksanakan bidang yang digelutinya.
3.   memperoleh gambaran tentang bentuk-bentuk keberhasilan sang tokoh terkait dengan bidang yang digelutinya.
4.   mengambil hikmah dari keberhasilan sang tokoh.


[1]  Noeng Muhajir, Metode Penelitian Kualitatif , edisi IV, Rake Sarasin, Yogyakarta, 2000, hal. 129.
[2]  Ibid, hal. 120- 121.
[3]  Koentjaraningrat, Metode Penggunaan Data Pengalaman Individu, dalam Metode-metode Penelitian Masyarakat, Edisi III, PT. Gramedia Pustaka, Jakarta, 1997, hal. 158.
[4] Robert K. Yin , Studi Kasus ( Desain dan Metode ), Rajawali Pers, Jakarta, 2003, hlm. 1-2.
[5] Mestika Zed, Metode Penelitian kepustakaan, Yayasan Obor, Jakarta, 2004, hlm. 1-3.

Friday, January 4, 2013

METODE ETNOGRAFI

METODE ETNOGRAFI

Etnografi merupakan aktifitas mendiskripsikan kebudayaan dalam rangka memahami suatu pandangan hidup dari sudut pandang penduduk asli. Pokok kajian dari etnografi adalah upaya memperhatikan makna tindakan dari kejadian yang menimpa orang yang ingin dipahami.
Tahapan-tahapan penelitian etnografi sedikit berbeda dengan tahapan penelitian social budaya yang lain, adapun tahapan penelitiannya;
a.memilih masalah ; permasalahan dalam etnografi dimulai dari hal umum, yaitu apa makna budaya yang
   digunakan oleh masyarakat untuk mengatur tingkah laku dan menginterpretasikan pengalaman.
b.Mengumpulkan data kebudayaan. Dilakukan sebelum memformulasikan hipotesis apa pun (kecuali pernah
   ada penelitian sebelumnya). Peneliti mengumpulkan data dengan wawancara (mengajukan pertanyaan-
   pertanyaan deskriptif), observasi lapangan dan menyusun catatan lapangan.
c.Menganalisis data kebudayaan, berupa aktivitas pemeriksaan ulang catatan lapangan untuk mencari
   symbol – symbol budaya (biasanya dinyatakan dalam istilah asli) serta mencari hubungan antara symbol-
   simbol itu.
d.Memformulasikan hipotesis etnografis, merupakan hubungan yang harus diuji dengan cara mengecek hal-hal yang diketahui oleh informan. Hipotesis etnografi diformulasikan setelah mengumpulkan data awal.
e.Menuliskan etnografi, penulisan etnografi dilakukan mendekati akhir penelitian, namun demikian penulisan itu akan menstimulasi hipotesis baru dan membawa peneliti untuk kembali melakukan lebih banyak penelitian lapangan. Proses penulisan etnografi merupakan proses perbaikan analisis. Analisis data dalam etnografi ada beberapa macam ; 
Pertama, analisis domain merupakan analisis yang mencari symbol-simbol budaya yang termasuk dalam kategori  (domain) yang lebih besar berdasarkan beberapa kemiripan.
Kedua, analisis taksonomi merupakan upaya pencarian struktur internal domain (kategori) serta membentuk identifikasi susunan yang bertentangan.
Ketiga, analisis komponen berupa pencarian atribut-atribut yang menandai berbagai perbedaan diantara symbol-simbol dalam sebuah domain.
Keempat, analisis tema berupa pencarian hubungan diantara domain dan bagaimana domain-domain itu dihubungkan dengan budaya secara keseluruhan.
beberapa keuntungan secara metodologis dari etnografi:
1.menemukan teori grounded, dengan etnografi peneliti akan dapat mengembangkan teori-teori yang mendasarkan pada data empiris deskripsi kebudayaan.
2.memahami masyarakat yang kompleks, dengan penelitian etnografi peneliti akan menemukan beragam kelompok-kelompok masyarakat dengan budaya dan system social dengan berbagai ragam latar belakang geografis dan demografis.
3.memahami perilaku manusia, dengan etnografi peneliti akan menemukan beragam perilaku manusia. Setiap manusia dalam masyarakat memiliki pola perilaku yang beragam. Pola perilaku tersebut dimanifestasikan dalam bentuk yang beragam. Untuk bisa memahaminya maka harus mengungkap maknanya.

Wednesday, February 22, 2012

REFLEKSI AKHIR 2011

Alhamdulillah,sebuah kata yang pantas penulis ucapkan atas beberap barokah dan rizqi dari Alloh SWT yang telah dilimpahkan kepada penulis. Sepanjang tahun 2011 ini banyak sekali yang diberikan-Nya kepada saya.Ini beberapa hal yang bisa penulis uraikan:
1. Simposium Nasional 
Pada tahun 2011 lewat info di internet yaitu http://litbang.kemdiknas.go.id penulis mengirimkan hasil penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan di sekolah SMP N 2 Kaliwungu tahun 2010 dengan judul UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR IPA FISIKA DENGAN MATERI BESARAN DAN SATUAN MELALUI  PENERAPAN METODE PETA KONSEP  / MIND MAP (Pemetaan  Pikiran) PADA SISWA KELAS 7 F SMP NEGERI 2 KALIWUNGU TAHUN PELAJARAN 2010 - 2011.Setelah melalui proses dan seleksi yang dilakukan olep Panitia,akhirnya di tetapkan 100 makalah yang masuk sebagai penelitian yang terbaik seluruh indonesia dan akan diundang oleh panitia untuk mempresentasekan hasil penelitiaannya.Pada tanggal 20 - 22 September 2011 atas undangan dari Balitbang Kemendiknas berangkatlah saya ke Denpasar Bali untuk mengikuti Simposium Nasional hasil Penelitian yang dilaksanakan di Hotel Aston Bali,sungguh merupakan sebuah berkah yang luar biasa bagi penulis karenanya.Semua fasilitas dan akomodasi yang tidak pernah penulis banyangkan dapat saya nikmati mulai dari tiket pesawat pulang pergi Denpasar - Semarang sampai dengan menginap di hotel bintang 5 yang fasilitasnya standar internasional .Dan yang paling menyenangkan adalah saya bertemu dengan 100 orang peneliti tentang pendidikan se Indonesia yang hadir pada saat itu mulai dari Guru, Dosen, ataupun para pakar pendidikan di Indonesia sungguh suatu hal yang jarang penulis dapatkan.Terima kasih ya Alloh...terima kasih untuk semuanya tak terkecuali 3 bidadariku (Nur Azizah,S.Ag istriku tercinta,Fadhila dan Safira putriku yang tersayang )

2. NICT 2011
Masih di tahun 2011 penulis lewat internet juga di http://kompetisiguruinovatif.com/tentang-kompetisi.aspx mencoba mengirmkan hasil penelitia saya yang berupa Implementasi ICT based Learning yang merupakan implementasi dari sebuah karya Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) yang telah dilaksanakan dan dibuat dalam sebuah Penelitian Tindakan Kelas (PTK).Alhamdulillah setelah melalaui proses seleksi akhirnya saya masuk seleksi 15 Finalis Microsoft National Innovative Teacher 2011
Pada tanggal 26 Januari 2012 diumumkan hasil Final Microsoft National Innovative Teacher 2011 namun sayangnya saya belum bisa masuk 4 besar Guru Inovatif yang akan mewakili Indonesia di ajang kompetisi guru se Asia Pasifik, selamat untuk para sahabatku:Argo Suseno, Estu Pitarto, Dodik Isdiyantoro dan Nura Uma Annisa jadilah yang terbaik dan mengharumkan nama Indonesia.Semoga Tahun 2012 kita masih dapat berjumpa lagi di Kompetisi yang sama.


Demikian sekelumit dan sepenggal kisah refleksi keberhasilan dan kegiatan yang telah saya peroleh atas Ridho dan karunia Alloh SWT,semoga tahun depan saya lebih bisa berprestasi yang lebih baik lagi , untuk kelanjutan refleksi tahun 2011 tunggu aja tulisan saya selanjutnya