This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label SERBA SERBI. Show all posts
Showing posts with label SERBA SERBI. Show all posts

Tuesday, December 18, 2012

Pengalaman di New Kuta Condotel Bali

Sabtu tanggal 15 September jam 19.00 aku ditelepon oleh Bapak Kepala SMP N 2 Kaliwungu Bp.Drs.Trikora Irianto, M.Si " Pak malam ini kita merapat di Sekolahan, karena ada berkas yang harus diselesaikan berkaitan dengan Proposal Pengajuan dan Pencairan Block Grand Bantuan RPL Laboratorium IPA" tak lama kemudian kita berkumpul di SMP bersama dengan Pak Eko Sunarto, S.Pd(waka Kurikulum), Pak Muhrowi, S.Pd(waka Sarpras), dan Pak Jaka Santosa, S.Pd (waka Kesiswaan) ternyata harus ada beberapa berkas yang harus kita isi,sampai jam 23.30 akhirnya semua berkas dan Format yang kita siapkan selesai dikerjakan.
Tak ketinggalan juga kita bagi tugas, saya yang mewakili ikut workshop Blockgrand Laboratorium IPA yang akan dilaksanakan tgl 17 - 19 Desember 2012 di Hotel New Kuta Condotel Bali. Saya menginap  selama 3 hari 2 malam di New Kuta Condotel, tetapi Saya bisa merasakan pemandangan & service yg bagus. New Kuta Condotel dekat dengan pantai dreamland yg menakjubkan dengan view & ombaknya yang masih 1 kawasan dengan hotel. Disana terdapat tempat hiburan juga yg bernama "Klapa". Di area luar hotel jg terdapat beberapa spot yg menakjubkan semisal pantai padang-padang dan blue point.
Kamar serta area sekitar hotel jg menawarkan pemandangan yg bagus.Saya rasa tidak percuma untuk menghabiskan waktu di New Kuta Condotel.
Sebelumnya saya bersama beberapa teman utusan dari SMP se Jawa Tengah bagian pantura juga berkesempatan untuk melihat beberapa Objek wisata yang ada di sekitar New Kuta Condotel Bali antara lain ; Patung Besar Garuda Wisnu Kencana (GWK)

Sunday, December 16, 2012

Mengenang Kembali Soe Hok Gie

Mengutip dari FB sebelah " MENGENANG KEMBALI SOE HOK GIE (17 Desember 1942 – 16 Desember 1969)"

Tanggal 16 Desember, 42 tahun yang lalu, bangsa Indonesia telah kehilangan salah seorang putra terbaiknya: Soe Hok Gie, seorang demonstran yang – menurut Noegroho Notosutanto – “jujur dan berani dan mengerikan.” Di setiap masa selalu muncul orang-orang yang unik dan langka, yang mengusung ide dan prinsip baru yang terkadang melampaui zamannya dan karenanya menjadi bagian integral dari, dan mempengaruhi, proses sejarah. Era baru melahirkan visi baru dan semacam heroisme. Dalam hal ini kita sering kali membutuhkan suri tauladan untuk dicontoh, sebuah gagasan atau sosok ideal yang merepresentasikan cita-cita luhur atau sesuatu yang mendekati utopia. Kita membutuhkan sosok yang menegaskan perbedaan tajam antara kepahlawanan dan kepengecutan, antara keterusterangan dan kemunafikan, antara ketulusan niat dan egoisme pribadi; sosok yang melakukan sesuatu yang jauh dari sebatas mementingkan diri sendiri, melampaui kedirian yang terbatas dan terkadang pengap; sosok yang selalu secara serius mempertimbangkan landasan moral dalam segala aktivitas kehidupan.

Soe Hok Gie (SHG), kelahiran 17 Desember 1942, adalah manusia Indonesia yang unik dan luar biasa yang, sayangnya, terlalu cepat dipanggil Yang Maha Kuasa. Sebagai seorang Cina, etnis yang banyak dimusuhi di Indonesia waktu itu, dia tampil di panggung politik nasional tanpa merasa risih oleh latar belakangnya itu dan diakui sebagai tokoh intelektual dan gerakan mahasiswa yang paling disegani di era ‘66. Dia memainkan peran besar dan penting dalam menumbangkan rezim Soekarno dan pembentukan Orde Baru. Sebagai intelektual muda SHG berdiri ditengah-tengah berkecamuknya pertarungan ideologi dan kepentingan yang mewarnai masa transisi dari Orde Lama ke Orde Baru.

Sebagaimana lazimnya dalam masa transisi, selalu muncul manusia-manusia yang mencoba mengail di air keruh, mencari-cari kesempatan untuk memanfaatkan situasi demi kepentingan dirinya sendiri dan kelompoknya. Kini sejarah seperti berulang. Jika dulu penguasa Orde Baru mengkhianati cita-cita dan aspirasi gerakan mahasiswa 1966, sekarang hal yang serupa mulai tampak, saat cita-cita reformasi hanya sampai pada jargon-jargon dan spanduk-spanduk reformasi usang yang lusuh. Masa transisi menjadi ajang perebutan kekuasaan dengan mengatasnamakan demokrasi dan rakyat. Pesona kekuasaan telah melumpuhkan cita-cita gerakan moral mahasiswa, baik itu di tahun 1966 saat SHG masih hidup, maupun di era reformasi sekarang. Kursi kekuasaan telah menyedot banyak energi bangsa dan menghisap semua sumber daya, baik itu sumber daya manusia, politik, ekonomi maupun kultural. Kaum cendekiawan atau intelektual tak sedikit yang melacurkan diri demi kekuasaan ini.

Sebagai intelektual muda pada masa itu SHG juga tak lepas dari pergulatan dan tarik-menarik antara kekuasaan dan kecendekiawanan. Kekuasaan dan kecendekiawanan adalah dua hal berbeda yang menurut para ahli merupakan dunia yang hampir mustahil untuk didamaikan, dan kalau pun bisa, itu sifatnya hanya temporer. Kekuasaan dan kemapanan, apalagi kalau sudah sampai taraf absolut (otoritarian), cenderung membungkam segala bentuk kekritisan, yang merupakan ciri khas kaum cendekiawan. Kemesraan kekuasaan dan kecendekiawanan bisa menjadi kolaborasi yang sangat berbahaya. Dewasa ini kita banyak menyaksikan bagaimana kaum intelektual terserap dalam jaring laba-laba kekuasaan dan menjadikan mereka tak berdaya; mereka hanya menjadi corong dan pemasok legitimasi intelektual bagi kekuasaan dan kepentingannya. Menurut SHG kaum intelektual semestinya berada di luar jaring kekuasaan, menjadi profesional rebel. Intelektual atau cendekiawan seharusnya menjadi pengawal gerakan moral dalam segala bidang kehidupan, termasuk politik. Bagi SHG kecakapan dan kecerdasan serta kemampuan pemimpin tak banyak faedahnya bagi kehidupan berbangsa jika landasan moralnya berantakan. SHG jelas sama sekali tak meragukan kemampuan Soekarno sebagai pemimpin, namun pengalamannya dan pengetahuannya tentang Soekarno membuatnya tak mempercayai bahwa Soekarno bisa menjadi pemimpin yang baik, seperti ditulisnya sendiri dalam catatan hariannya: “Kesanku hanya satu, aku tak bisa percaya dia sebagai pemimpin negara karena dia begitu immoral” (Catatan Harian 24 Pebruari 1963). Namun SHG juga sadar betul bahwa imbauan dan seruan moral belaka tak cukup kuat untuk meruntuhkan, atau setidaknya mengubah, kekuasaan yang tak beermoral. SHG sadar bahwa secara ironis dia harus menggunakan media kekuasaan untuk mengubah atau membongkar kekuasaan yang immoral – “… yang penting adalah mendapatkan kekuatan yang perlu, sebab jika kita tak memelihara kekuatan dan hanya studi terus, kita akan disapu bersih oleh grup lawan … kini kita harus secara riel menyusun kekuatan. Dalam politik tak ada moral. Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor, lumpur-lumpur yang kotor. Tetapi suatu saat di mana kita tak bisa menghindari lagi maka terjunlah … seperti dalam revolusi dulu. Dan jika sekiranya saatnya sudah sampai aku akan terjun ke lumpur ini.” (Catatan Harian, 16 Maret 1964).

Pandangan ini menyiratkan dilema yang tajam antara kekuasaan dan moral. Dalam realitas seringkali keyakinan moral tak cukup kuat bahkan untuk sekedar mengubah, apalagi menghancurkan penyelewengan kekuasaan. Dibutuhkan aksi, yang ironisnya memanfaatkan suatu kekuasaan tertentu, kekuataan dan paksaan untuk mengakhiri penyelewengan. Dalam hal ini timbul persoalan: dengan mengingat bahwa power tends to corrupt, jika keyakinan moral dijinkan memanfaatkan kekuasaan untuk menegakkan moralitas, maka seberapa jauhkah keyakinan moral yang ditopang dengan kekuasaan itu mampu membatasi kekuasaan atau hak untuk berkuasa dan sekaligus menjaga kehidupan moral di dalam kekuasaan? Di sini SHG sadar betul bahwa kerjasamanya dengan salah satu unsur kekuasaan – yakni tentara (Angkatan Darat) – dalam menggulingkan kekuasaan Soekarno tidak akan berumur panjang. Terus berkutat dalam “lumpur politik yang kotor” bukanlah keinginannya. Keinginan utamanya adalah menegakkan tatanan yang berdasarkan moral dan perikemanusiaan. Untuk itulah setelah rezim Soekarno digulingkan ia kembali menjaga jarak dengan kekuasaan, kembali menjadi lokomotif gerakan moral. Untuk keperluan ini dia membutuhkan ruang untuk mengekspresikan kritik-kritiknya dan itu ditemukannya dalam demokrasi. Maka tidak mengherankan ketika Orde Baru mulai mengkhianati demokrasi dan semakin jelas bergerak ke arah otoritarianisme, SHG menjadi gerah dan gelisah, hingga hampir mendekati tingkat frustasi. Menurut kakaknya, Arief Budiman, SHG tak lama sebelum meninggal berkata kepadanya, “Akhir-akhir ini saya selalu beerpikir, apa gunanya semua yang saya lakukan. Saya mennulis, melakukan kritik kepada banyak orang yang saya anggap tidak benar dan sejenisnya…Dan kritik-kritik saya tidak mengubah keadaan. Jadi apa yang sebenarnya saya lakukan? Saya ingin menolong rakyat yang tertindas, tapi kalau keadaan tidak berubah, apa gunanya kritik-kritik saya? Apa ini bukan semacam onani yang konyol? Kadang saya merasa sungguh-sungguh kesepian.”

Sekali lagi, dengan bercermin pada situasi politik di periode awal Orde Baru dan juga masa pasca gerakan reformasi sekarang ini, kita bertanya-tanya, apakah moral akan selalu dikalahkan oleh kekuasaan? Atau, dengan meletakkan pertanyaan ini pada perspektif yang lebih luas, kita bisa mempertanyakan kembali apakah kecendekiawanan hanya akan bisa berbuat sebatas memberi kritik semata tanpa mampu mengubah keadaan secara signifikan? Kegelisahan SHG adalah kegelisahan kita semua yang mendambakan demokrasi dan tatanan politik yang bermoral dan berperikemanusiaan. Rasanya sekarang kita membutuhkan lebih banyak Soe Hok Gie–Soe Hok Gie baru yang tegar mempertahankan kebebasan intelektualnya di tengah lubang hitam kekuasaan yang dengan rakus melahap segalanya demi mempertahankan kelanggengan kekuasaan, yang dengan lantang menyuarakan kembali harapannya seperti yang dituliskannya dalam catatan harian tanggal 10 Desember 1959: “Kita, generasi kita, ditugaskn untuk memberantas generasi tua yang mengacau. Generasi kita yang menjadi hakim atas mereka yang dituduh korupot-koruptor tua…Kitalah yang dijadikan generasi yang akan memakmurkan Indonesia."

sumber :John MAXWELL, Soe Hok-Gie, Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirant, translated by Tri Wibowo Budi Santoso [triwibs kanyut], Jakarta, Pustaka Utama Grafiti, 2001

Wednesday, October 31, 2012

Pengumuman Pemenang Lomba dan Sayembara serta Penghargaan Bahasa dan Sastra pada Acara Bulan Bahasa dan Sastra 2012



   1. Sayembara Penulisan Cerita Pendek bagi Remaja      Tingkat Nasional
  a. Pemenang I: Ambar Fidianingsih, Yogyakarta dengan cerpen yang berjudul “Matahari  Segitiga”
  b. Pemenang II: Ryan Azhari Rivadana, Riau dengan cerpen yang berjudul “Bangku Kayu”
  c. Pemenang III: Suci Nurani Wulandari, Yogyakarta dengan cerpen yang  berjudul“Tetap Ada dan Tinggal”
  d. Pemenang Harapan I: Reny Roswita Nazar, Riau dengan cerpen yang berjudul “Gadis Penjual Koran”
  e. Pemenang Harapan II: Beladiena Herdiani, Yogyakarta dengan cerpen yang berjudul “Pengamen Bisu”
  f. Pemenang Harapan III: Tiara Padila, Kalimantan Barat dengan cerpen yang berjudul “Di Atas Kapuas”
    2. Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SLTA Se-Jabodetabek
        a. Penampil Terbaik I: Grup Musikalisasi Puisi SMAK 5 Penabur Jakarta
        b. Penampil Terbaik II: Grup Musikalisasi Puisi SMA Korpri Bekasi
        c. Penampil Terbaik III: Grup Musikalisasi Puisi SMA Negeri 6 Depok
        d. Penampil Terbaik IV: Grup Musikalisasi Puisi SMA Perguruan Advent 1 Jakarta
        e. Penampil Terbaik V: Grup Musikalisasi Puisi SMA Negeri 27 Jakarta
        f. Penampil Terbaik VI: Grup Musikalisasi Puisi SMA Negeri 115 Jakarta
    3. Debat Bahasa Antarmahasiswa Se-Jabodetabek dan Banten
a. Pemenang I: Program Studi Bahasa Indonesia, Universitas Indonesia
b. Pemenang II: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas  Negeri Jakarta
                c. Pemenang III: Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Indraprasta PGRI
 d. Pemenang Harapan I: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
 e. Pemenang Harapan II: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,  Universitas Indraprasta PGRI
 f. Pemenang Harapan III: Program Studi Sastra Daerah untuk Sastra Jawa, Universitas Indonesia
    4. Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan Tingkat Nasional
        a. Pemenang I: Drs. Sawali, M.Pd. (Kendal)
        b. Pemenang II: Bekti Patria Dwi Hastuti, S.S. (Madiun)
        c. Pemenang III: R. Kusdaryoko, S.Pd. (Banjarnegara)
        d. Pemenang Harapan I: Sabjan Badio (jogja)
        e. Pemenang Harapan II: Ferina Meliasanti (Subang)
        f. Pemenang Harapan III: Ahlul Hukmi (Riau)
5. Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasiona
      a. Pemenang I    : I Gede Wahyu Adi Raditya dan Kadek Ridoi Rahayu dari Provinsi Bali
      b. Pemenang II    : Afri Meldam dan Siska Amelia Maldin dari Provinsi Sumatra Barat
      c. Pemenang III    : Hendry Rifa’i dan Dhian Kurniawati dari Provinsi DKI Jakarta
      d. Pemenang Harapan I    : Panji Saputra dan Mita Devi Ayu Hafsari dari Provinsi Jawa Tengah
      e. Pemenang Harapan II    : Fajar Santoso dan Erdin Juwita P. dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
       f. Pemenang Harapan III    : Dellon Kuswari dan Meila Rosianika dari Provinsi Jambi

    6. Lomba Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Peserta BIPA
        a. Pemenang I    : Zhang Dongdong dari China
        b. Pemenang II    : Wei Yan dari China
        c. Pemenang III    : Ulviyya Khalilova dari Azerbaijan
    7. Sayembara Penulisan Proposal Penelitian Kebahasaan, Kesastraan, dan Pengajaran bagi  Mahasiswa Tingkat Nasional
           A. Kebahasaan
  1. Terbaik I : Novi Pamelasari, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia dengan judul proposal penelitian “Kandungan Nilai Kearifan Lokal dalam Leksikon Batik Trusmi (Kajian Etnolinguistik)”
  2. Terbaik II : Jaenudin, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia dengan judul proposal penelitian “Nama Perkakas Berbahan Bambu dalam Bahasa Sunda di Desa Prapatan, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang (Kajian Ekolinguistik)”
  3. Terbaik III : Nurul Purwaning Ayu, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia dengan judul proposal penelitian “Konsep Hidup dan Mati dalam Leksikon Upacara Adat Khaul Buyut Tambi, Indramayu (Sebuah Kajian Etnolinguistik)”
      
            B. Kesastraan
a. Terbaik I :  Farhana Aulia, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra  dan Seni, Universitas Sebelas Maret dengan judul proposal penelitian “Hikayat Qamaruzzaman: Suntingan Teks dan Analisi Sastra”
b. Terbaik II : Erlita Budi Antari, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan judul proposal penelitian “Nasionalisme Ideal Anak pada Novel Anak Mimpi Sang Garuda karya Benny Rhamdani; King karya Iwok Abqari; dan Sebelas Patriot karya Andrea Hirata”
c. Terbaik III : Wahyu Awaludin, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia dengan judul proposal penelitian “Gambaran Korupsi dan Perlawanan terhadapnya dalam Novel Indonesia Pascareformasi: Kepengarangan dan Analisis Struktural Novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye dan 86 karya Okky Madasari”
         C. Pengajaran
a. Terbaik I : Selly Nurlaely Purnama Sari, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia dengan judul proposal penelitian “Peranan Konsep Diri dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Jenjang Sekolah Dasar sebagai Upaya Sosialisasi Pendidikan Berkeadilan Gender: Analisis Wacana Kritis”
b. Terbaik II : Eka Retnaningsih, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang dengan judul proposal penelitian “Peningkatan Keterampilan menyimak Dongeng Menggunakan Media Audio dengan Strategi Membangkitkan Rasa Ingin Tahu pada Siswa Kelas VIIA, SMP Negeri 1 Winong, Kabupaten Pati”
c. Terbaik III : Eva Khofiyana, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret dengan judul proposal penelitian “Aspek Sosial dan Nilai-Nilai Pendidikan Novel Biografi Anak Sejuta Bintang dan Sepatu Dahlan sebagai Bahan Ajar Membaca Biografi Berbasis Pendidikan Karakter (Tinjauan Sosiologi Sastra)”
II. Penghargaan Badan Bahasa Tahun 2012
    1.  Oka Rusmini atas novelnya yang berjudul Tempurung
    2.  Dewi Lestari atas kumpulan cerita yang berjudul Madre
    3.  Eka Budianta atas buku puisi yang berjudul Langit Pilihan
III. Penghargaan Sastra Pendidik Tahun 2012
     1. Pemenang I   : Mezra E. Pellondou, S.Pd., M.Hum.
                                Guru SMA Negeri 1 Kupang
                                Jalan Cak Doko No. 59, Kupang
     2. Pemenang II  : Tri Astoto, S.Pd., M.Pd.
                                Guru SMP Negeri 10 Pare-Pare
                                Jalan Bau Massepe No. 474
                                 Sulawesi Selatan
     3. Pemenang III : Triman Laksana
                                Guru SD Negeri Pabelan 2
                                 Kalangan, Pabelan Mungkid
                                 Magelang
                                 Jawa Tengah
IV. Penghargaan Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa Cetak Tingkat Nasional
      a. Peringkat 1    :  Kompas (Jakarta)
      b. Peringkat 2    :  Media Indonesia (Jakarta)
      c. Peringkat 3    :  Seputar Indonesia (Jakarta)
      d. Peringkat 4    :  Koran Tempo (Jakarta)
      e. Peringkat 5    :  Indopos (Jakarta)
      f. Peringkat 6    :  Kontan (Jakarta)
      g. Peringkat 7    :  Pikiran Rakyat (Bandung)
      h. Peringkat 8    :  Warta Kota (Jakarta)
      i. Peringkat 9    :  Top Skor (Jakarta)
      j. Peringkat 10  :  Rakyat Bengkulu (Bengkulu)

                                                                                         Jakarta, 30 Oktober 2012


                                                                                         Dr. Fairul Zabadi
                                                                                         Ketua Bulan Bahasa dan Sastra 2012

Tuesday, October 30, 2012

James Bond 007 Skyfall

LONDON, (PRLM).- Film baru James Bond Skyfall menjadi film Bond dengan pendapatan terbesar di akhir pekan pembukaan, menurut angka yang dirilis Sony Pictures.
Skyfall mulai diputar di Inggris Jumat pekan lalu dan mencetak pendapatan £20,1 juta (Rp309,3 miliar), menjadikannya sebagai film dengan pendapatan terbesar di pekan pembukaan sepanjang 2012 dan yang ketiga sepanjang sejarah.
Namun Skyfall masih belum mampu menandingi pendapatan dari film Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2. Sekuel terakhir Harry Potter dalam 3D mencetak £23 juta di akhir pekan pertama.
Skyfall juga masih berada di belakang Toy Story 3, yang mencetak £21,2 juta di akhir pekan pembukaan menurut Screen Daily, meski film animasi itu diuntungkan oleh pemutaran perdana selama empat hari.
Michael G Wilson dan Barbara Broccoli, produser dari film 007 ke-23 itu mengatakan, "Kami sangat senang dengan reaksi terhadap Skyfall akhir pekan ini. Hal ini sangat menggembirakan karena Inggris adalah tanah kelahiran James Bond dan tahun ini adalah peringatan ke 50 tahun film tersebut."
James Bond adalah waralaba film terlama dalam sejarah. Film yang juga dibintangi oleh Dame Judi Dench dan Javier Bardem itu diputar di 587 bioskop di Inggris dan Irlandia dan baru akan diputar di AS pada 9 November.
Skyfall juga menandai debut sutradara Sam Mendes dan kembalinya Daniel Craig sebagai agen 007 untuk ketiga kalinya, sesudah sukses dengan Casino Royale dan Quantum of Solace.
Ia telah menandatangani kontrak untuk membintangi dua film Bond lainnya.
Pekan lalu, The Hollywood Reporter mengungkap bahwa salah satu penulis Skyfall, John Logan, telah mulai menulis cerita Bond asli dua babak, yang tidak berdasarkan pada karya pengarang asli Ian Fleming.
Logan sebelumnya menggarap naskah film Hugo dan The Aviator karya sutradara Martin Scorcese dan Gladiator karya Ridley Scott.

Monday, October 1, 2012

Finalis Lomba Blog Guru Dikdas BPTIKP Jawa Tengah 2012


Mulai hari Senin, 1 Oktober 2012 besok BPTIKP (Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah akan melaksanakan penilaian babak final lomba Website Sekolah, Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) dan Blog Guru. Kebetulan dari 2 kategori lomba yang saya ikuti (MPI dan Blog Guru), saya termasuk yang akan berkesempatan berjumpa dengan para guru pegiat IT di babak Final. Dan nampaknya persaingan ketat akan terjadi di babak final kategori lomba Blog Guru.

FINALIS LOMBA BLOG GURU BPTIKP PROVINSI JAWA TENGAH 2012

Friday, September 28, 2012

Lomba pembuatan CD Interaktif ( multimedia) 2012


Lomba pembuatan CD interaktif (multimedia) 2012

LPMP Jawa Tengah akan menyelenggarakan lomba pembuatan CD interaktif (multimedia) untuk pembelajaran mandiri bagi siswa dengan sasaran peserta guru TK/RA/SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK (negeri maupun swasta) bersifat perorangan dan bertugas di Jawa Tengah.

CD interaktif tersebut merupakan bahan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dalam proses pembelajaran mandiri berisi satu topik sajian yang utuh dari standar kompetensi dan kompetensi dasar tertentu yang dikembangkan dengan menggunakan software aplikasi (Powerpoint, Flash, Authoware, Frontpage, Photoshop, Fox Pro dll.) dan/atau bahasa pemograman (Visual Basic, Clipper dll.).

Lomba akan dilaksanakan awal Oktober Menjadi November 2012

Silahkan isi Formulir Online pendaftaran di link tersebut.. pengiriman tetap disertai formulir offline yang akan di upload menyusul

https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dE1QNV9iUXpsaFVSUXBBRTI1MzBpcEE6MQ

Thursday, September 27, 2012

Pelajaran IPA dan IPS Akan Dihapus


Pelajaran IPA dan IPS Akan Dihapus


Foto: Dok Okezone.com
Foto: Dok Okezone.com
JAKARTA - Pemerintah akan menghapus pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPA IPS) di SD dan menggantinya dengan pelajaran sikap. Revisi ini nantinya berlanjut ke SMP dan SMA.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Khairil Anwar mengatakan, dari hasil diskusi yang berkembang di kementerian maka pelajaran di sekolah tingkat dasar akan lebih ditekankan kepada bagaimana membentuk anak yang disiplin, jujur dan bersih.

Sehingga mata pelajaran yang akan diajarkan nantinya di SD ialah pelajaran Agama, Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn), Pancasila, Bahasa Indonesia dan Matematika dasar saja. Namun meski disederhanakan mata pelajaran ini akan disesuaikan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD). “Jadi misalkan penilaian di pelajaran Agama. Tidak hanya praktek salat saja yang dinilai, namun dinilai juga apakah dia suka menjahili teman atau apakah dia suka mencuri?” katanya di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis (27/9/2012).

Dia mengatakan, perubahan ini terkait dengan revisi kurikulum pendidikan nasional yang sudah tidak mengikuti perkembangan zaman. Dia menjelaskan, kurikulum pembentukan sikap ini akan memakan korban penghapusan pelajaran IPA IPS di SD. Penghapusan kedua mata pelajaran ini juga sebagai akibat pengurangan jam belajar karena pelajaran pembentukan sikap ini tidak lagi terkait dengan transfer ilmu Sains.

Untuk SMP pelajaran yang akan diberikan akan terfokus kepada pelajaran keterampilan melihat dan melakukan sesuatu yang dapat dilihat dengan mata. Kemungkinan IPA dan IPS masih tetap ada meskipun jam belajarnya tidak terlalu tinggi. Sementara pelajaran di SMA mulai mentransformasi keterampilan tersebut dengan ilmu pengetahuan yang lebih tinggi.

“Kurikulum ke depan itu harus lebih banyak ke proses obsurvei atau bagaimana mengamati, mempertanyakan dan bagaiaman meniru dan bagaimana melaporkan. Saat ini kita menilai anak-anak lemah dalam melaporkan. Orientasi lain dalam penyederhanaan kurikulum ini juga supaya kita lebih fokus (dalam memberikan mata pelajaran) dan tidak menganggap semua (mata pelajaran) seolah-olah itu penting. Lihat saja sekarang, anak SD banyak punggungnya memar karena terlalu banyak bawa buku,” tukasnya.

Guru Besar Ilmu Statistik Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menambahkan, ujian akhir nantinya tidak hanya berbentuk pilihan ganda, namun bagaimana siswa itu mengimplementasikan pelajaran agama ke masyarakat
.

Monday, September 24, 2012

Kurikulum kita akan ditambah

Sudah mendengar berita jika jam belajar di sekolah akan ditambah belum? Memang benar, rencananya Kemendikbud akan mengeluarkan kebijakan baru bersamaan dengan kurikulum pendidikan yang baru disusun. Alasannya, nilai sosial yang berubah sehingga menuntut adanya perubahan di dunia pendidikan

Rencana penambahan jam belajar di sekolah ini disampaikan oleh Mendikbud, M Nuh. Kemendikbud akan menambah jam belajar di sekolah untuk menangkal efek negatif dunia luar sekolah. Yang menurutnya itu akibat dari persentase jam belajar anak di sekolah tidak sebanding dengan kegiatan sepulang sekolah. Waktu luang yang lebih banyak di luar sekolah itulah yang akhirnya memicu peserta didik melakukan atau bersentuhan dengan tindakan negatif. 

Alasan lain mengapa perlu menambah jam sekolah? Nuh menjelaskan, karena kondisi sosial kita berubah. Kalau dulu kita pulang ke rumah itu orangtua masih ada dan permainan juga masih baik tapi sekarang begitu pulang sekolah anak cenderung liar karena orangtua terlalu sibuk dan kita ingin menahan mereka biar lebih lama di sekolah

Kebijakan menambah jam di sekolah ini berlaku untuk semua peserta didik di jenjang pendidikan dasar sampai pendidikan menengah. Nuh mencontohkan, jika saat ini jam masuk sekolah anak Sekolah Dasar (SD) 26 jam dalam satu minggu, maka bisa jadi nantinya akan ditambah menjadi 30 jam. 

Lamanya jam belajar ini tidak akan dilakukan dalam bentuk belajar secara formal. Akan tetapi, sekolah didorong untuk menyusun pola pembelajaran aktif khususnya dalam upaya penanaman nilai moral dan karakter kebangsaan.

Selain memberikan keuntungan, menambah jam belajar juga menyebabkan beberapa masalah dalam penerapannya. Ada beberapa nantinya rencana menambah jam belajar di sekolah benar-benar direalisasikan. Persoalan pertama adalah mengenai asupan pembelajaran yang dikhawatirkan banyak pihak akan menambah beban para peserta didik. Persoalan kedua, peserta didik akan membutuhkan makan siang karena jam sekolahnya diperpanjang.

Keuntungan menambah jam belajar di sekolah menurut menteri pendidikan dan kebudayaan ini adalah dengan ditambahnya jam belajar peserta didik, maka akan bertambah juga kesempatan guru untuk mengajar. Hal itu sejalan dengan potret banyaknya guru yang kekurangan waktu mengajar. Padahal untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi, setiap guru diharuskan memiliki waktu mengajar minimal 24 jam dalam seminggu.

Rencana menambah jam belajar sekolah ini menuai pro kontra. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju dengan rencana kebijakan tersebut. Pendapat salah satu anggotanya, menambah jam belajar di sekolah harus dibarengi dengan pemberian materi pelajaran yang diberikan dikemas senyaman mungkin. Pihaknya juga untuk meningkatkan kapasitas guru-gurunya. Baik secara konten, mau pun metodologi pengajarannya.

Sementara itu Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), menganggap kebijakan rencana menambah jam di sekolah itu keliru. Menurutnya, kebijakan itu akan membuat peserta didik semakin tertekan. Semestinya materi pelajarannya dikurangi. Setiap peserta didik harus diberi lebih banyak waktu untuk mengembangkan kompetensi sosial, misalnya berorganisasi.

Saat ini, rencana menambah jam belajar di sekolah masih terus dimatangkan oleh Kemdikbud selaras dengan pematangan kurikulum nasional yang baru dan akan mulai berlaku di tahun ajaran 2013-2014. Bagaimana pendapat Anda tentang rencana penambahan jam belajar di sekolah tersebut, setuju atau tidak? Apa alasannya? Jangan lupa tulis komentar Anda di kotak komentar!

Sumber: Kompas 


Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2012/09/kemendikbud-akan-tambah-jam-belajar-di.html#ixzz28E0Rur7l

Tuesday, September 18, 2012

Planetarium Taman Pintar Yogyakarta Sudah Dibuka



Yogyakarta --- Peningkatan kecintaan terhadap mata pelajaran sains yang mudah dan menyenangkan dapat dilakukan dengan berbagai hal. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan planetarium sebagai sarana pembelajaran sekaligus wisata sains.
Saat ini, Planetarium yogyakarta sudah dibuka. Sebagai planetarium kelima di Indonesia, planetarium ini memiliki keunggulan secara digital, sehingga penyajian tata surya lebih beragam dan mempesona.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, ketika meresmikan objek wisata sains ini mengungkapkan agar keberadaan planetarium ini sebagai bagian dari pendidikan yang bisa merangsang kepenasaran intelektual siswa. Sehingga, peran serta masyarakat Indonesia secara keseluruhan sangat diharapkan untuk secara bersama-sama menjaga dan merawat objek wisata sains ini. "Saya berharap semuanya bisa menikmati wisata sains Planetarium Taman Pintar ini, " jelasnya saat memberikan kata sambutan peresmian Rumah Pintar di Yogyakarta, Rabu (3/10). 
Selain planetarium, Taman Pintar Yogyakarta juga memiliki lima zonasi wisata sains yaitu playground, gedung PAUD, gedung oval, gedung kotak, dan gedung memorabilia. Melalui zonasi wisata sains ini para siswa diajak lebih  mencintai dan menyenangi pelajaran sains.
Semenjak diresmikan 16 Desember 2008 yang lalu, pengunjung Taman Pintar sudah mencapai rata-rata 1 juta orang per tahun. Sebanyak 71 persen pengunjung adalah anak-anak dari jenjang SD sampai dengan SMA/SMK.

Monday, September 17, 2012

GUNUNGAN


Kalau kita mengamati Wayang kulit sebagai salah satu warisan budaya yang perlu dilestarikan, Yang ditampilkan paling awal oleh dalang sebelum mengawali lakon wayang adalah Gunungan.karena dalam gambar detail gunungan tersebut terdapat gambaran kehidupan alam dan alam semesta ini, mulai dari tumbuhan, hewan, alam/hutan belantara dan tentu saja manusia yang mengambil peran dominan didalamnya. Kesenian wayang kulit tersebut masih memiliki banyak penggemar. Hal itu tidak mengherankan jika wayang kulit memiliki berbagai nilai. Salah satu cara menentukan nilai atau bobot dalam kesenian wayang kulit dengan mendeskripsikan makna-makna yang terkandung di dalamnya.
Adalah salah besar jika kita sebagai pemilik kebudayaan wayang, tidak mengerti wayang sama sekali. Jika anak cucu kita tidak mau belajar budaya jawa, suatu ketika bakal terjadi orang Jawa belajar budaya jawa dari orang asing. atau dalam pepatah Jawa Wong Jawa ora ngerti jawane. Agar kita tidak dikatakan sebagai orang yang tidak tahu akan diri kita sendiri, maka kami akan mencoba mengupas simbolisme ukiran gunungan atau kayon pada wayang kulit.
Gunungan
Gunungan dilihat dari segi bentuk segi lima, mempunyai makna bahwa segi lima itu lima waktu yang harus dilakukan oleh agama adapun bentuk gunungan meruncing ke atas itu melambangkan bahwa manusia hidup ini menuju yang di atas yaitu Allah SWT. Gambar pohon dalam gunungan melambangkan kehidupan manusia di dunia ini, bahwa Allah SWT telah memberikan pengayoman dan perlindungan kepada umatnya yang hidup di dunia ini. Beberapa jenis hewan yang berada didalamnya melambangkan sifat, tingkah laku dan watak yang dimiliki oleh setiap orang. Gambar kepala raksasa itu melambangkan manusia dalam kehidupan sehari mempunyai sifat yang rakus, jahat seperti setan. Gambar ilu-ilu Banaspati melambangkan bahwa hidup di dunia ini banyak godaan, cobaan, tantangan dan mara bahaya yang setiap saat akan mengancam keselamatan manusia. Gambar samudra dalam gunungan pada wayang kulit melambangkan pikiran manusia. Gambar Cingkoro Bolo-bolo Upoto Memegang tameng dan godho dapat diinterprestasikan bahwa gambar tersebut melambangkan penjaga alam gelap dan terang. gambar rumah joglo melambangkan suatu rumah atau negara yang di dalamnya ada kehidupan yang aman, tenteram dan bahagia. Gambar raksasa digunakan sebagai lambang kawah condrodimuka, adapun bila dihubungkan dengan kehidupan manusia di dunia sebagai lambang atau pesan terhadap kaum yang berbuat dosa akan di masukkan ke dalam neraka yang penuh siksaan. Gambar api merupakan simbol kebutuhan manusia yang mendasar karena dalam kehidupan sehari-hari akan membutuhkannya.
Adakah orang jawa yang tidak suka mendengarkan wayang? Pasti ada. Tidak sedikit orang jawa yang tidak suka mendengarkan cerita wayang. Alasan mereka tentu bermacam-macam. Misalnya, ngantuk, tidak begitu mengerti dan memahami bahasa yang digunakan, dan lain-lain. Tapi yang paling ekstrim ketika orang jawa tidak mau mendengarkan cerita wayang gara-gara lakon yang diagung-agungkan hanya orang Pandawa, yang mempunyai sifat mulia, mau menolong, suka prihatin, tahan penderitaan, karenanya menjadi sakti. Sebaliknya dalam perang barata yuda sifat dan karakter orang-orang kurawa digambarkan sebagai orang yang jelek-jelek terus, Doyan makan, doyan tidur, licik, oportunis, munafik, mau menang sendiri, dan pengecut. Sehingga ketika sifat-sifat tersebut berkali-kali diungkapkan pak dalang, si pendengar tadi malah merasa tersinggung. (Soalnya sifatnya sama dengan pendengar tersebut).