This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Religi. Show all posts
Showing posts with label Religi. Show all posts

Saturday, February 11, 2012

PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW TAHUN 1433 H


Pada Hari Kamis, tanggal 9 Februari 2012 SMP 2 Kaliwungu Kendal menyelenggarakan aneka lomba dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1433 H.
Para siswa antusias menyambut dan mempersiapkan lomba dengan sebisanya, mengingat waktu yang mendesak. Lomba diumumkan 2 hari sebelumnya, yaitu lomba Adzan, Rebana/Nasyid, dan Weh-wehan aneka rupa jajanan khas Kaliwungu, 1 jenis makanan dari singkong serta dua macam minuman tradisional.
Lomba Adzan dilaksanakan di mushola dengan juri Bpk. Sukasmo dan Bpk. Eko sunarto. Setiap kelas mengirimkan satu peserta sehingga jumlah peserta seluruhnya ada 18 peserta.

13287619051686357288
Lomba Rebana/Nasyid dilaksanakan di halaman sekolah dengan juri Bpk. Agus Wachiddin dan Bpk. Muhrowi. Peserta yang hanya sempat latihan 1 hari sebelum lomba nampak antusias dan penontonpun tak kurang meriahnya. Dari pelaksanaan lomba ini, melahirkan pemikiran untuk menambah satu jenis ekstra kurikuler bagi siswa yaitu ekstra Rebana. Karena terbukti para siswa banyak yang memiliki bakat, terlebih kontur budaya di Kaliwungu masih memberi tempat bagi kesenian Rebana, dengan adanya Festival Maulid Nabi di Masjid Al Muttaqin setiap bulan Maulid.
13287625181089766437
Give Thanks to Allah...
Weh-wehan yang paling meriah, aneka jajan tradisional tersaji di meja, mulai dari Sumpil (semacam lontong tapi bentuknya segitiga dibungkus daun bambu dengan bumbu sambal kelapa muda yang pedes), Klepon (makanan bulat-bulat kecil dari tepung yang ditengahnya ada gula merahnya), Sriwut (Singkong parut campur gula merah yang dikukus disajikan dengan kelapa muda parut), Jongkong (singkong parut dalamnya dikasih gula merah dibungkus daun pisang kemudian dikukus), dan masih banyak lagi.
1328763049371867529
-sumpil dan sambal kelapa-
1328763205942395332
-jongkong-
Diharapkan dari lomba ini muncul kecintaan para siswa terhadap kesenian dan makanan tradisional sehingga dapat melestarikan kebudayaan asli Indonesia.Serta semua makanan khas Kaliwungu ini tidak diserobot oleh negara lain sebagai makanan khas mereka

Thursday, August 26, 2010

Tradisi Kaliwungu

KALIWUNGU tak pernah bisa dilepaskan dari potret tradisi Syawalan di Jateng. Seperti di kota-kota Jawa Tengah lainnya, masyarakat Kaliwungu masih kental menganut tradisi Syawalan.

Setiap tahunnya, tujuh hari setelah Idul Fitri tradisi ini dirayakan. Tradisi Syawalan bagi masyarakat merupakan acara puncak perayaan Idul Fitri. Sejarah Syawalan di Kaliwungu bermula dari ziarah kubur yang hanya dilakukan di makam Kyai Guru ( Kyai Asy’ari) oleh keluarga dan keturunan beliau. Maksudnya untuk mendoakan Kyai Asy’ari yang telah wafat.

Namun kemudian diikuti oleh sebagian besar masyarakat muslim Kaliwungu sebagai penghormatan memeringati wafatnya Kyai Asy’ari. Hingga sekarang menjadi sebuah tradisi. Bahkan kini objek lokasi ziarah melebar bukan hanya kepada makam Kyai Asy’ari tetapi juga ke makam Sunan Katong, Pangeran Mandurarejo, dan Pangeran Pakuwaja. Belakangan para peziarah merambah juga berziarah ke makam Kyai Mustofa, Kyai Musyafa’, dan Kyai Rukyat.

Tradisi ziarah biasa dipimpin oleh ulama-ulama besar dari Kaliwungu. Diikuti para santri dan juga masyarakat amum yang datang dari berbagai daerah. Biasanya agenda acara ritual ini adalah pembukaan, pembacaan riwayat hidup singkat Kyai Asy’ari, pembacaan Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, Al-An-Nas dan tahlil, dan doa untuk para arwah leluhur, ulama yang dimakamkan di pemakamman Protomulyo dan Kutoharjo.

Puncak dari acara syawalan ini adalah prosesi penggantian ’’Luwur’’ (Klambu) penutup makam Kyai Asy’ari. Nisan setinggi satu meter milik Kyai guru yang selalu ditutup klambu putih inilah yang setiap bulan syawal diganti dengan yang baru. Kemudian yang lama disimpan di masjid Al-Muttaqin Kaliwungu. Bagi sebagian besar masyarakat percaya bahwa klambu tersebut dikeramatkan. Makam Kyai Asy’ari satu kompleks dengan makam Sunan Katong.

Yang sering disebut jabal kidul. Bangunan makam ini merupakan bangunan paling mewah di kompleks pemakamam ini. Ukurannya 16 x 20 meter dan berlantai keramik.

Setelah ritual ini selesai, biasanya, di malam harinya para peziarah umum dari pelosok Kendal, dan berbagai kota yang jumlahnya hingga puluhan ribu berdatangan. Selama lima hari, siang malam membaca surat Yasin dan tahlilan secara bergantian. Selain makam Kyai Asy’ari, makam Sunan Katong juga selalu dibanjiri para peziarah.

Banyak peziarah mendatangi makam para leluhur tersebut untuk mengharapkan barokah. Termasuk meminta dilancarkan segala usahanya, dinaikkan pangkat dan jabatannya, dilariskan dagangannya.

Dari kenyataan ini, banyak masyarakat akhirnya salah mengartikan makna dari ziarah kubur. Yang mulanya hanya untuk mendoakan para leluhur, kini doa-doa yang dipanjatkan, juga surah-surah Alquran yang dilafalkan berubah arti menjadi sesuatu alat untuk mengharapkan berkah duniawi.

Banyak masyarakat yang salah mengartikan tradisi ini. Tradisi Syawalan bagi mereka dirasa sebagai suatu ibadah. Sekarang yang terjadi bukan agama yang ditradisikan tetapi tradisi yang diagamakan. Apalagi kalau mereka sampai mengagumi sosok kesalehan para leluhur tersebut dan meyakini bahwa para leluhur dapat memberikan berkah, rejeki, dan keselamatan. Ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam.

Tradisi yang seperti ini dapat mengurangi keyakinan kita akan ketauhitan Tuhan dan termasuk dari perbuatan syirik. Orang yang mengharap sesuatu dengan melakukan ritual seperti itu termasuk orang yang merugi karena mereka menempuh jalan yang sesat. Menyekutukan Allah yang merupakan dosa terbesar.

Di lain hal, memegah-megahkan makam seseorang, sekalipun itu makam nabi dan orang saleh merupakan suatu perbuatan yang berlebih-lebihan. Termasuk memberikan dan mengeramatkan pernak-pernik pada makamnya. Sesungguhnya Allah akan memberikan ancaman bagi orang yang berlebih-lebihan. Seperti yang diterangkan dalam surah At-Takaatsur:1-8.

Tradisi syawalan di Kaliwungu selain dijadikan sebagai ibadah yang keliru juga dijadikan sebagai kegiatan yang bersifat hiburan. Adanya peziarah yang begitu banyak mengundang para pedagang dan juga jasa hiburan untuk mengais rezeki.

Di sepanjang jalan dari pasar sore, para pedagang, jasa hiburan dan mereka masyarakat penikmat hiburan berjubel memadati jalan. Semakin tahun semakin padat dan tidak karuan. Tradisi yang berlangsung selama kurang lebih satu minggu itu sering sekali menimbulkan kemacetan lalu lintas dan juga tindakan kriminal seperti pencopetan