This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, February 28, 2013

Kelebihan dan Kekurangan PTK

Berdasarkan peraturan terbaru, setiap guru PNS harus menyertakan karya ilmiah jika ingin menaikkan pangkatnya. Ketentuan ini berlaku sejak kepengurusan pangkat IIIb ke IIIc. Persyaratan itu berlaku efektif mulai tahun ini. Oleh karena itu, guru PNS harus berusaha menulis karya ilmiah jika tidak menginginkan “pensiun dini” meskipun masih berusia muda. Dari sekian banyak jenis karya ilmiah, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah karya tulis ilmiah yang paling relevan dipilih guru karena berisi tindakan-tindakan untuk perbaikan kualitas pembelajaran. Berkenaan dengan itu, saya akan memaparkan kelebihan dan kekurangan PTK berdasarkan pengalaman dan juga pengamatan. Setidak-tidaknya, saya menemukan lima kelebihan dan kekurangannya. Apa saja itu?

Kelebihan PTK

Memang PTK memiliki lima kelebihan sebagai nilai unggulnya, yaitu terasa manfaatnya secara langsung, mandiri, poin lumayan tinggi, murah, dan kapan saja dapat dilakukan. Kelebihan utama PTK adalah kebermanfaatannya karena hasil PTK dapat dirasakan secara langsung oleh guru. Begitu sebuah metode atau model pembelajaran PTK digunakan, saat itu pula hasilnya dapat diketahui, baik melalui perubahan kualitatif maupun kuantitatif. Perubahan kualitatif dapat diketahui dari sikap siswa yang lebih bergairah untuk belajar dan perubahan kuantitatif dapat diketahui dari peningkatan perolehan nilai.

Kelebihan kedua adalah mandiri atau perseorangan. PTK hanya dilakukan oleh seorang guru dan untuk mata pelajaran yang diampu guru bersangkutan. Jika melibatkan orang lain, guru sebagai peneliti tidak boleh memengaruhi proses pembelajaran dan itu hanya bersifat kolaborator atau fasilitator. PTK adalah kegiatan ilmiah oleh, dari, dan untuk guru.

Kelebihan ketiga adalah angka kredit yang lumayan tinggi, yaitu 4 poin. Bandingkan dengan artikel yang hanya berbobot 1-2 poin. Jika akan mengurus kenaikan pangkat, guru tinggal menghitung kebutuhan poin atau angka kreditnya sehingga dapat ditentukan jumlah PTK yang harus disusun.

Kelebihan keempat adalah murah. PTK memang berbiaya murah karena dapat dilakukan berdasarkan kemampuan guru. Untuk melakukan PTK, guru hanya memerlukan bahan kertas, kamera, dan kemampuan menulis. Kertas digunakan untuk menuliskan semua tahapan kegiatan penelitian. Kamera digunakan untuk merekam kegiatan. Kemampuan menulis mutlak diperlukan agar kegiatan ilmiah itu dapat didokumentasikan ke dalam laporan.

Kelebihan kelima adalah waktu yang fleksibel. PTK dilakukan bersamaan dengan proses belajar mengajar atau PBM. Itu berarti bahwa guru dapat memanfaatkan waktu pelajaran sambil meneliti. Agar menghasilkan penilaian yang objektif, para murid dikondisikan secara alami. Oleh karena itu, guru dapat memilih jenis Kompetensi Dasar (KD) yang memang layak diteliti karena perolehan nilai KD tersebut jelek.

Kekurangan PTK

Di samping memiliki lima kelebihan, PTK juga memiliki lima kekurangan, yaitu kemampuan bahasa ilmiah, kecukupan referensi, kepekaan, dan tidak menghasilkan duit. Bahasa ilmiah sangat berbeda dengan bahasa populer. Bahasa ilmiah adalah bahasa Indonesia baku sehingga PTK harus ditulis dengan memerhatikan ejaan dan tanda baca secara tepat. Selain itu, PTK harus disusun berdasarkan sistematika baku sehingga guru atau peneliti harus menggunakan pedoman PTK.

Kekurangan kedua adalah kecukupan referensi. Saat ini, memang guru sering kesulitan mendapatkan referensi atau buku pendukung untuk penyusunan PTK. Diakui atau tidak, guru memang malas membaca buku, apalagi membelinya. Untuk menyiasatinya, guru harus rajin berkunjung ke perpustakaan atau mem-browsing internet untuk memenuhi kebutuhan referensi.

Kekurangan ketiga adalah kepekaan. Guru harus peka atas kondisi kelasnya. Namun, sangat banyak guru yang enggan membaca situasi kelasnya sehingga anak-anak mendapat nilai buruk. Guru sering menyepelekan perolehan nilai anak karena toh nilainya nanti dapat dikatrol. Inilah ketidakpekaan guru sekaligus hilangnya ruh guru. Jika kepekaan tidak dimiliki, sangat sulit PTK dilakukan karena semua kondisi harus ditulis oleh peneliti atau guru.

Kekurangan keempat adalah tidak menghasilkan uang. Memang PTK tidak menghasilkan uang sehingga guru pun jarang menyusun PTK. Bahkan, guru harus keluar uang yang tidak sedikit jika ingin menyusunnya. Inilah yang sering menjadi kendala sekaligus faktor utama kemalasan guru untuk melakukan PTK. “Untuk apa susah-susah bikin PTK, toh gajiku sudah gedhe, apalagi juga mendapat tunjangan profesi” ungkapan yang sering saya dengar.
Sumber :http://edukasi.kompasiana.com/2013/03/07/kelebihan-dan-kekurangan-ptk-534924.html

Saturday, February 23, 2013

PREDIKSI SOAL UN IPA FISIKA

Sebentar lagi kita sebagai masyarakat pendidikan akan punya gawe yang besar sebagai kegiatan rutinitas kalender pendidikan dalam satu tahun pelajaran yaitu Ujian Nasional ( UN ) tahun 2013. Kegiatan yang sering menjadi sebuah propaganda dan serta sebagian menganggap sebagai indikator keberhasilan pada suatu institusi pada tahun pelajaran tersebut, dimana untuk mencapainya di buatlah sebuah kegiatan yang sering disebut dengan Rencana Strategis Ujian Nasional ( RENSTRA UN ). Dimana didalamnya terdapat bermacam - macam kegiatan untuk mencapai sukses UN diantaranya dengan mengadakan Uji coba ( Tryout) Ujian Nasional.
Pada kesempatan ini penulis mencoba untuk membuat beberapa soal IPA Fisika yang dapat dipakai untuk kegiatan Uji coba (Tryout) Ujian Nasional seperti dibawah ini

Thursday, February 21, 2013

PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL DI JURNAL



PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL DI  JURNAL

A.  Artikel Hasil Penelitian

Sistematika Tulisan

Judul (informatif, lengkap, 5 – 15 kata).

Nama Penulis (ditulis tanpa gelar, nama lembaga di catatan kaki).

Abstrak  (pernyataan ringkas, padat ide-ide yang penting dari hasil penelitian, ditulis dalam bhs. Indonesia dan bhs.Ing-gris sebanyak 50-75 kata dari margin kiri dan kanan men-jorok ke dalam 1,2 cm).

Kata kunci (istilah yg menjadi dasar pemikiran, berupa kata tunggal atau gabungan, 3-5 kata).

PENDAHULUAN
    (tanpa sub judul, memuat latar belakang masalah, sedikit tin- jauan pustaka, rumusan masalah, dan tujuan penelitian).

METODE

 (memuat rancangan penelitian, populasi, sampel, metode pe-
  ngumpulan data/instrumen penelitian, teknik analisis data).

HASIL
 (memuat hasil analisis data baik secara deskriptif maupun
  analisis lainnya baik dalam bentuk grafik maupun tabel de-
  ngan pemaknaannya/interpretasinya).

PEMBAHASAN
 (membahas tiap temuan penelitian dibandingkan dengan te-ori-teori/hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan, rea-litas di lapangan, komentar dan analisis logis dari peneliti).

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan (berisi ringkasan dari hasil penelitian dan pemba-
              hasan disajikan dalam bentuk uraian, bukan nomerikal.
Saran (disusun berdasarkan kesimpulan, terfokus pada tindak-
              an praktis).
DAFTAR RUJUKAN (hanya memuat buku-buku yang benar-benar dirujuk pada batang tubuh artikel dan harus lengkap)

B.  Artikel Nonpenelitian

Sistematika Tulisan

Judul (mencerminkan inti isi artikel, terdiri 5 – 15 kata).

Nama Penulis (ditulis tanpa gelar, nama lembaga di catatan kaki).

Abstrak  (ringkasan dari isi artikel yang dituangkan secara pa-dat, bukan komentar, ditulis dalam bhs. Indonesia dan bhs.Inggris, menjorok ke dalam dari margin kiri dan ka-nan 1,2 cm).

Kata kunci (istilah-istilah pokok yg menjadi dasar pemikiran, berupa kata tunggal atau gabungan, 3-5 kata).

PENDAHULUAN
    (uraian yang mengantarkan pembaca kepada topik utama yg dibahas, diakhiri rumusan singkat 1-2 kalimat tentang hal-hal pokok yang dibahas).

BAGIAN INTI
 (judul, subjudul, dan isi tergantung pada topik yg memuat fakta, konsep (apanya), prosedur (bagaimana), atau prinsip (mengapa) perlu ditata secara urut, kaitan antar isi).

PENUTUP (istilah untuk nonpenelitian)
(berisi kesimpulan hasil pembahasan pada bagian sebelum-nya).

DAFTAR RUJUKAN (hanya memuat buku-buku yang benar-benar dirujuk pada batang tubuh artikel dan harus lengkap)

TEKNIK PENULISAN

1.      Tepi kanan teks dibuat rata dengan cara memotong kata de-ngan tanda penghubung (-) setelah huruf akhir tanpa spasi.
2.      Letak nomor halaman di pojok kanan atas pada setiap hala-man, kecuali halaman pertama pada setiap judul ditulis di tengah bagian bawah.
3.      Semua nama penulis dalam daftar rujukan harus ditulis wa-laupun namanya sama. Nama awal dan tengah ditulis secara lengkap, atau dissingkat asal konsisten.
4.      Tidak boleh ada bagian halaman yang kosong, kecuali akhir suatu artikel.
5.      Tidak bolah menambahkan spasi antarkata dalam satu baris yang bertujuan meratakan tepi kanan.
6.      Tidak boleh menempatkan judul subbab dan identitas tabel pada akhir halaman.
7.      Model huruf (miring, tebal)
ü  Kata nonindonesia (asing & daerah), istilah yang belum lazim, bagian penting, contoh dalam teks utama, judul buku, jurnal, majalah, surat kabar dalam daftar rujukan--dicetak miring (italic).
ü  Judul bab, judul subbab (heading) dicetak tebal.
8.      Ukuran huruf
ü  untuk teks utama 11 point,
ü  untuk kutipan blok, abstrak, judul bagan/gambar, teks tabel 10 point
9.   Penulisan Tabel
ü  Jarak antara tabel atau gambar dg teks sebelum atau se-sudahnya 3 spasi.
ü  Judul tabel ditempatkan pada pada halaman yang sama dg diberi judul : Tabel …. (diberi nomor sbg identitas).
ü  Judul tabel ditulis dengan huruf besar pada huruf perta-ma setiap kata kecuali kata sambung/hubung. Jika judul tabel lebih satu baris, baris kedua dan seterusnya ditulis sejajar dengan huruf awal judul dengan jarak satu spasi.
ü  Tidak boleh memotong tabel menjadi dua bagian jika memang bisa ditempatkan pada halaman yang sama. Ji-ka tabel lebih dari setengah halaman harus ditempatkan pada halaman tersendiri.
ü  Pada teks tabel tidak menggunakan kolom, hanya garis lajur yang tampak.

       Contoh :

Tabel 3  Distribusi Frekuensi Skor Kinerja Guru SMP Negeri Kabu-
              paten Sukoharjo

No
Kelas Interval
Frekuensi
Persentase
Kategori
1
2
3
4
5
356  -  380
333  -  355
310  -  332
287  -  309
264 -  286
59
93
37
10
9
28,36
44,71
17,78
04,83
04,32
Sangat baik
baik
cukup baik kurang baik
tidak baik

Jumlah
208
100.00


10. Ukuran kertas
ü  A4  (21,0 x 29,7) di komputer tanpa s
ü  A4s (21,5 x 29,7)
      Karena itu Page Setup Paper Size pada komputer harus di-
      sesuaikan.

Thursday, February 14, 2013

SOAL TRY OUT 2 UN IPA FISIKA

Salah satu kunci keberhasilan peserta didik dalam mengikuti Ujian Nasional adalah ketekunan dalam belajar dan berlatih soal baik secara ofline ataupun secara online. Kelebihan soal di online adalah peserta didik dituntut untuk bisa mengerjakan sambil menghitung secara cermat dan cepat serta dapat mengetahui hasil dari pekerjaannya, apakan peserta didik berhasil atau belum tuntas.

Dalam kesempatan ini penulis mencoba memberikan lagi sebuah soal online dengan judul prediksi soal UN IPA Fisika 2 yang merupakan hasil dari bedah SKL UN 2013 teman- teman MGMP IPA Kab Kendal.

Silahkan mencoba dengan terlebih dahulu menuliskan:
1. Alamat Email
2. Nama Lengkap
3. Kelas
4. Nomor Absen
Selamat mencoba semoga bermanfaat
 

Saturday, February 9, 2013

SOAL TRYOUT UN 2013

Sebentar lagi kita sebagai masyarakat pendidikan akan punya gawe yang besar sebagai kegiatan rutinitas kalender pendidikan dalam satu tahun pelajaran yaitu Ujian Nasional ( UN ) tahun 2013. Kegiatan yang sering menjadi sebuah propaganda dan serta sebagian menganggap sebagai indikator keberhasilan pada suatu institusi pada tahun pelajaran tersebut, dimana untuk mencapainya di buatlah sebuah kegiatan yang sering disebut dengan Rencana Strategis Ujian Nasional ( RENSTRA UN ). Dimana didalamnya terdapat bermacam - macam kegiatan untuk mencapai sukses UN diantaranya dengan mengadakan Uji coba ( Tryout) Ujian Nasional.
Pada kesempatan ini penulis mencoba untuk membuat beberapa soal IPA Fisika yang dapat dipakai untuk kegiatan Uji coba (Tryout) Ujian Nasional seperti dibawah ini

Thursday, February 7, 2013

SOAL TRY OUT UN

Pada kesempatan ini penulis mencoba untuk berbagi kepada para pembaca yang tercinta, khususnya bagi para pembaca yang mempunyai putra - putri sekarang duduk di kelas 9 SMP atau juga untuk para pembaca lainnya yang sekarang menjadi siswa - siswi kelas 9.
Perkenannkan penulis memberikan sedikit pengetahuan dan berita  yang sekiranya bisa bermanfaat untuk pembaca sekalian. Disini dapat dijumpai beberapa soal Latihan Ujian Nasional yang merupakan hasil karya dari teman teman guru di MGMP IPA Kab Kendal dalam kegiatan Bedah SKL Ujian Nasional tahun 2013
adapun hasilnya adalah sebagai berikut :
1. Paket 1 disini
2. Paket 2 disini
Semoga bermanfaat dan silahkan dikerjakan untuk persiapan menghadapi Ujian Nasional Tahun 2013.
Salam Pendidikan..