This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, January 30, 2013

INFO DAN DOKUMEN UN 2013

Info/Dokumen UN th 2012/2013
1. Prosedur Operasi Standar (POS) Ujian Nasional 2012/2013 :

2. Kisi-Kisi Ujian Nasional 2012/2013 :

3. Permendikbud Nomor 3 Tahun 2013 :
Tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah /Madrasah / Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional, klik : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/sites/default/files/Permendikbud-Nomor3-Tahun2013.pdf
4. Jadwal Ujian Nasional 2012/2013, klik : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/pengumuman/1013

Tuesday, January 22, 2013

CARA SUKSES BELAJAR FISIKA



CARA SUKSES BELAJAR FISIKA
Banyak orang yang mengeluhkan tentang mata pelajaran Fisika yang sulit untuk dipahami. Bahkan ada sebagian orang yang menganggap bahwa fisika itu menakutkan. Akhirnya seringkali muncul beberapa pertanyaan dari para pembelajar fisika, seperti “Bagaimana sih, supaya bisa Fisika ?” atau sering juga berbunyi “Fisika itu sulit ya ?” Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu sering dilontarkan oleh sebagian pelajar yang menganggap Materi Fisika sebagai pelajaran yang sulit.
Sebenarnya, belajar materi Fisika itu sama saja dengan belajar mata pelajaran lainnya, yang membedakan hanyalah bidang yang dipelajarinya. Bagi kalian yang merasa kesulitan dalam belajar Fisika dalam tulisan ini ada sedikit tips atau saran yang bisa anda coba untuk menjadikan Fisika yang awalnya sulit menjadi lebih mudah. Bagaimana caranya? Perhatikan uraian berikut tentang Cara Sukses Belajar Fisika: 

A. Pahami terlebih dahulu konsepnya 
Dalam Fisika anda harus paham apa sih yang akan dipelajari? Apa kegunaannya? Ada tidak relevansinya dengan kehidupanmu? Karena belajar Fisika bukan hanya dengan cara menghafal rumus-rumus. Rumus Fisika itu punya makna dan cerita di baliknya. Oleh sebab itu, pahami alur rumus dari konsep awal sampai menjadi rumus akhir. Tujuannya adalah supaya anda mengerti dari mana rumus-rumus itu berasal, semenjak konsep yang mendasarinya sampai menjadi rumus akhir, kecuali beberapa rumus yang sudah merupakan definisi dan rumus ini biasanya sangat sederhana. 

Setelah mengerti rumus tersebut maka akan sangat mudah untukmu menghapal rumus tersebut. Ingat, konsep itu tidak bisa dihafal, konsep hanya bisa dipahami. Oleh karena itu, untuk memudahkanmu memahami konsep, cobalah buat sebuah peta konsep. Peta konsep adalah rangkuman yang anda bikin mirip peta untuk menunjukkan posisi sub pokok bahasan. Dengan membuat peta konsep anda akan lebih mudah mendefinisikan posisi pemecahan masalah dengan benar. Dengan memahami konsep secara baik dan benar anda dapat menjelaskan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan denan ilmu Fisika. Dengan memahami konsep secara baik dan benar rumus-rumus yang sulit dengan sendirinya akan terpahami dengan mudah.

B. Mulailah dari tingkat yang paling dasar 
Biasanya rumus-rumus Fisika di buku yang kelihatannya sangat rumit sebenarnya berasal dari konsep yang sederhana. Misalnya konsep tentang gaya atau tentang energi, yang diturunkan menjadi rumus akhir yang dibutuhkan. Pelajari konsep-konsep tersebut dahulu sebelum pergi ke rumus akhir. Pelajari konsep-konsep secara berurutan sehingga anda dapat memahami alur dan kesaling berkaitan di antara konsep tersebut  

C. Rajin Berlatih Mengerjakan Soal 
Hal utama yang perlu diperhatikan dalam mempelajari Fisika adalah sesering mungkin berlatih mengerjakan soal. Kalau anda sering mengerjakan soal Fisika dengan sendirinya rumus-rumus akan selalu teringat sekaligus anda juga akan semakin memahami konsep Fisika. Dalam mengerakan soal, usahakan anda harus bisa mengetahui maksud dan arah pertanyaan dari soal tersebut. Artinya pahami soal dan ketahui apa yang ditanyakan. Dengan begitu, maka anda lebih mudah dalam mengerjakannya. Ingat kerjakan soal dari yang termudah dahulu ya,… setelah soal yang mudah ditaklukkan baru lanjut ke soal yang lebih sulit. Pada saat anda mengerjakan latihan soal yang terdapat jawaban dan pembahasan dari soal tersebut, meskipun sangat menggoda janganlah terburu-buru untuk melihat pembahasannya tapi cobalah untuk mengerjakan soal tersebut secara mandiri.

D. Melangkah ke level soal yang lebih sulit
Cobalah mulai mengerjakan soal dengan level soal-soal yang lebih sulit atau bervariasi. Keberhasilan kita menaklukkan soal dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi akan membawa suatu kenikmatan yang berbeda. Buatlah coretan atau gambar yang mudah anda pahami atas soal yang anda baca. Coretan boleh dalam bentuk gambar atau catatan yang penting bisa anda pahami. Gambar dan coretan itu bisa membantu logika dalam memahami soal.

E. Lebih baik lagi jika Belajar dilakukan bersama
Terkadang jenuh dan pusing jika belajar sendiri, cobalah cari teman belajar yang lebih memahami Fisika untuk berdiskusi. Kadang dengan berdiskusi kita akan lebih memahami konsep-konsep Fisika yang sedang kita pelajari.

Sebenarnya tidak salah memang jika ada yang beranggapan bahwa Fisika itu sulit. Semoga dengan hadirnya tulisan tentang Cara Sukses Belajar Fisika ini, dapat sedikit membantu kesulitan itu. Tetapi saya hanya ingin mengatakan bahwa Fisika itu sulit, tapi Indah...!!!

Di edit dari engineeringtown.com

Friday, January 18, 2013

PENYUSUNAN KISI - KISI SOAL


Sebentar lagi dunia pendidikan akan punya gawe besar yaitu kegiatan Ujian sekolah, Ujian Praktek dan terakhir adalah Ujian Nasional yang semua memerlukan adanya soal dan juga kunci jawabannya. Bahwa pembuatan soal itu memerlukan beberapa langkah langkah yang perlu dilakukan oleh seorang pendidik ( Guru ) diantaranya adalah penulisan kisi - kisi soal. Penulisan kisi-kis soal adalah kerangka dasar yang dipergunakan untuk penyusunan soal dalam evaluasi proses pendidikan dan pembelajaran. Dengan kisi-kisi soal ini, maka seorang guru dengan mudah dapat menyusun soal-soal evaluasi. Kisi-kisi soal inilah yang memberikan batasan guru dalam menyusun soal evaluasi. Dengan kisi-kisi penulisan soal maka tidak akan terjadi penyimpangan tujuan dan sasaran dari penulisan soal untuk evaluasi penulisan soal. Guru hanya mengikuti arah dan isi yang diharapkan dalam kisi-kisi penulsan soal yang dimaksudkan.
Dalam penulisan kisi-kisi soal, guru harus memperhatikan hal-hal berikut:
1. Nama sekolah
    Nama Sekolah ini menunjukkan tempat penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang akan  
    dievaluasi proses pembelajarannya. Ini merupakan identitas sekolah.
2. Satuan pendidikan
    Satuan pendidikan menunjukkan tingkatan pendidikan yang menyelenggarakan proses pendidikan dan
    akan dievaluasi. Satuan pendidikan ini  misalnya SD, SMP, SMA/SMK.
3. Mata Pelajaran
    Mata pelajaran yang dimaksudkan dalam hal ini adalah mata pelajaran yang akan dibuatkan kisi-kisi soal
    dan dievaluasi hasil belajar anak-anak. Misalnya Matematika.
4. Kelas/semester
    Kelas/semester menunjukkan tingkatan yang akan dievaluasi, dengan menvantumkan kelas atau semsester
    ini, maka kita semakin tahu batasan materi yang akan kita jadikan soal evaluasi proses.
5. Kurikulum acuan
    Seperti yang kita ketahui model kurikulum di negeri ini selalu berganti, akhirnya ada tumpah tindih antara
    kurikulum yang digunakan dan kurikulum baru. Untuk hal tersebut maka kita informasikan kurikulum yang
    digunakan dalam penyusunan kisi-kisi penulisan soal. Misalny, KTSP.
6. Alokasi waktu
    Alokasi waktu ini ditulis sebagai penyediaan waktu untuk penyelesaian soal. Dengan alokasi ini, maka kita  
    dapat memperkirakan kesulitan soal. Dan jumlah soal yang harus dibuat guru agar anak-anak tidak
    kehabisan waktu saat mengerjakan soal.
7. Jumlah soal
    Jumlah soal menunjukkan berapa banyak soal yang harus dibuat dan dikerjakan anak-anak sesuai dengan
    jatah alokasi waktu yang sudah dikerjakan untuk ujian bersangkutan. Dalam hal ini guru sudah
    memperkirakan penggunaan waktu untk masing-masing soal.
8. Penulis/guru mata pelajaran
    Ini menunjukkan identias guru mata pelajaran atau penulis kisi-kisi soal. Hal ini sangat penting untuk
    mengetahui tingkat kelayakan seseorang dalam penuisan kisi-kisi dan soalnya.
9. Standar kompetensi
    Standar kompetensi menunjukan kondis standar yang akan dicapai oleh peserta didik setelah mengikuti
    proses pendidikan dan pembelajaran. Dengan standar kompetensi ini maka guru dan anak didik dapat
    mempersiapakan segala yang harus dilakukan.
10.Kompetensi dasar
     Kompetensi dasar menunjukkan hal yang seharusnya dimiliki oleh anak didik setelah mengikuti proses
     pendidikan dan pembelajaran. Dalam penulisan kisi-kisi soal aspek ini kita munculkan untuk mengevaluasi
     tingkat pencapaiannya.
11.Materi pelajaran
     Ini menunjukkan semua materi yang  diberkan untuk proses pendidikan dan pembelajaran. Dalam
     penulisan kisi-kisi soal, aspek ini merupakan batasan isi dari materi pelajaran yang kita jadikan soal.
12.Indikator soal
     Indicator soal menunjukan perkiraan kondisi yang diambil dalam soal ujian. Indikasi yang bagaimana dari
     materi pelajaran yang diterapkan disekolah.
13.Bentuk soal
     Bentuk soal yang dimaksudkan adalah subjektif tes atau objektif tes. Untuk memudahkan kita dalam
     menyusun soal, maka kita harus menentukan bentuk yes dalam setiap materi pelajaran yang kita ujikan
     dalam proses evaluasi.
14.Nomor soal
     Nomor soal menunjukkan urutan soal untuk materi atau soal yang guru buat. Dal hal ini, setiap standar
     kompetensi dan kompetensi dasar, penulisan nomor soal dikisi-kisi penulisan soal tidak selalu
     berurutan.guru dapat menulis secara acak. Misalnya,  standar kompetensi A dan komptensi dasar A1
    dapat saja diletakkan pada nomor 3 dan seterusnya sehingga tidak selalu standar kompetensi pertama dan
    kompetensi dasar pertama harus diurutkan di nomor satu.

sumber :
http://victoryforpbi-a.blogspot.com/2012/04/kelompok-4-penyusunan-kisi-kisi.html

Thursday, January 17, 2013

SOAL ONLINE USAHA

Setelah liburan semester ganjil berakhir saatnya kita kembali beraktifitas di lingkungan sekolah untuk berjumpa dan bersua kembali dengan anak didik kita semua. Ada beberapa soal yang saya buat pada saat mengisi kegiatan liburan di rumah ini, salah satunya adalah dengan membuat soal Online dengan fasilitas quis creator wondershare

Pada kesempatan ini penulis berikan khusus untuk materi IPA Fisika kelas 8 semester genap pada materi Energi dan usaha. Bagi anak - anakku semuanya baik kelas 8A - 8F silahkan kalian mencoba untuk mengerjakan soal online ini sebagai latihan di rumah sekalian untuk mengukur kemampuan kalian pada materi Energi dan Usaha.. Selamat mencoba sebagai bermanfaat

Friday, January 11, 2013

JENIS JENIS PENELITIAN



JENIS-JENIS PENELITIAN

a. Dasar filosofis penelitian

Jenis penelitian berdasarkan pada landasan filosofisnya dibagi dua :
  1. penelitian kuantitatif landasan filosofisnya positivisme, filsafat ini melihat fenomena sebagai sesuatu yang rasional, general, dan empiris, maka  menggunakan statistik untuk proses pengolahan datanya.
  2. penelitian kualitatif landasan filosofis konstruksionisme ( realitas dunia social bukan suatu yang alami, tetapi hasil dari konstruksi ) , fenomenologi ( fenomena social sebagai obyek penelitian dilihat sebagaimana adanya ) dan hermeneutic (fenomena social dilihat dari sisi maknanya ).
Implikasi dari jenis penelitian yang akan digunakan adalah pada metode penelitian. Untuk menentukan metode penelitian yang akan digunakan maka perlu mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut :
  1. tipe pertanyaan penelitiannya.
  2. kontrol yang dimiliki peneliti terhadap peristiwa perilaku yang akan ditelitinya.
  3. fokus terhadap fenomena penelitiannya (fenomena kontemporer ataukah fenomena histories).

b. metode penelitian kuantitatif
Penggunaan metode kuantitatif dasar filsafatnya positivistic pada metode ini,  maka tidak bisa melepaskan diri dari  aspek-aspek; rasionalitas, generalisasi, empirisme dan penggunaan statistik untuk proses pengolahan datanya. Metode ini menggali data dan menganalisanya dengan menggunakan angka-angka sebagai kode maupun ukuran. Angka berguna untuk menyederhanakan fenomena-fenomena di lapangan dan mempermudah interpretasi data yang ada. Beberapa bentuk penelitian bisa dipolakan seperti ini, jika berorientasi sebagai berikut:
1. Penelitian eksploratif (penjajagan) ; merupakan bentuk penelitian yang dilakukan dalam rangka untuk mengungkap fenomena yang menarik dan penting tetapi belum terungkap atau minim penelitian – penelitian sebelumnya.
2.  Deskriptif; penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data di lapangan, data yang ada dikategorisasikan pada kategori-kategori tertentu, kategori tersebut diberi angka sebagai kode. Temuan-temuan yang ada maka bisa dikuantifikasikan.
3. Penelitian penjelasan (eksplanatif) , penelitian yang berusaha menjelaskan fenomena yang ada dengan cara mencari hubungan kausalitas, perbedaan ataupun perbandingan. Kemudian disusun suatu hipotesis untuk diuji dilapangan. Penelitian ini bedanya dengan di atas pada sifatnya dan teknik analisanya.
4. Penelitian evaluatif; merupakan jenis penelitian yang mengevaluasi suatu program dengan cara melihat dan meneliti pelaksanaan program (evaluasi formatif) dan mengukur hasil dari program atau tingkat pencapaian suatu program.
5. Penelitian prediksi; penelitian yang dilakukan untuk memprediksi suatu fenomena yang terjadi di masa yang akan datang, sehingga hasil penelitian bisa untuk mengantisipasi sejak dini suatu persoalan.
6.  Penelitian operasional; penelitian yang dilakukan dengan menggunakan variabel-variabel tertentu dari suatu program yang dianggap ada persoalan. Penelitian ini untuk meminimalisasi hambatan-hambatan suatu program sehingga program bisa berhasil (Singarimbun, 1989 : 4 – 6).

b. Metode Penelitian Kualitatif
1. Metode Etnografi
Metode etnografi merupakan salah satu metode penelitian kualitatif yang lebih banyak terkait dengan Antropologi, yang mempelajari peristiwa budaya, yang menyajikan pandangan hidup subyek yang menjadi obyek penelitian. Metode ini telah dikembangkan menjadi metode ilmu-ilmu social yang menggunakan landasan phenomenolgi. Etnografi merupakan salah satu diskripsi tentang cara mereka berpikir, hidup dan berperilaku.[1]


2. Thieck Discription
Metode ini diperkenalkan oleh Cliffod Geertz, dimana dalam metode ini menekankan upaya mencari makna, bukan mencari hukum dan berupaya memahami bukan mecari teori atas fenomena budaya dalam masyarakat. Dengan metode ini Geertz berusaha menolak ethnoscientific model Levis – Strauss. Karena keduanya dianggap tidak menggambarkan kehidupan melainkan mengubah yang hidup menjadi suatu system yang formal. Karena budaya menurut Geertz, merupakan fenomena hermeneutic yang memerlukan pemaknaan, bukan memerlukan penjelasan sebab akibat (kausal). Lebih lanjut Geertz menjelaskan bahwa tidak ada social facts yang menunggu observasi kita. Yang ada adalah kesiapan peneliti untuk memberi makna atas observasinya.
3. Grounded Research
Metode ini merupakan suatu metode berupaya membangun teori berdasarkan data-data dari lapangan atau data empiri yang diperoleh secara sistematis. Metode ini pertama kali dikemukakan oleh Glaser dan Strauss. Hal yang mendasar menurut metode ini adalah peran bagaimana proses ditemukannya teori merupakan hal yang terpenting.[2] Metode ini mengkritik tentang tugas ilmu pengetahuan yang hanya mengadakan verifikasi. Karena dengan model verifikasi teori terjadi penipisan temuan teori-teori baru. Menurut Glaser dan Strauss dengan tugas verifikasi maka ilmuwan-ilmuwan kemudian hanyalah bertugas membuktikan parsial dari teori-teorinya orang-orang besar seperti Weber, Parsons dan lain sebagainya.
4. Life History
Metode ini banyak dipakai dalam beberapa ilmu social, di dalam psikiologi metode ini disebut sebagai metode personal dokumen, sedang dalam penelitian sosiologi disebut sebagai human dokumen. Untuk istilah life history dipakai dalam ilmu antropologi. Metode ini merupakan suatu metode penelitian kualitatif dengan cara mengumpulkan data pengalaman individu berupa keterangan mengenai apa yang dialami oleh individu-individu tertentu sebagai warga dari suatu masyarakat yang menjadi obyek penelitian.[3]
 5. Studi kasus
metode ini meneliti fenomena kontemporer dalam konteks kehidupan nyata. Pertanyaan penelitiaannya “how” dan “why” dan penelitian hanya memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa-peristiwa yang diteliti.[4]
6. Studi pustaka
penlitian ini dilakukan dengan memanfaatkan sumber kepustakaan untuk memperoleh data penelitiannya, sehingga kegiatannya hanya pada bahan-bahan koleksi perpustakaan saja tanpa memerlukan riset lapangan.
Metode ini dilakukan dengan mempertimbangkan sebagai berikut ;
1.   persoalan penelitiannya hanya bisa dijawablewat penelitian pustaka dan sebaliknya tidak mungkin mengharapkan datanya dari riset lapangan.
2.   studi pustaka diperlukan sebagai salah satu tahap tersendiri, yaitu studi pendahuluan untuk memahami lebih dalam gejala baru yang tengah berkembang di lapangan atau dalam masyarakat.
3.   data pustaka tetap andal untuk menjawab persoalan penelitian.[5]
7.  Studi tokoh :
metode penelitian ini dilakukan untuk mencapai suatu pemahaman tentang ketokohan seseorang individu dalam suatu komunitas tertentu, melalui pandangan-pandangannya yang mencerminkan pandangan warga dalam komunitasnya.
Tujuan studi tokoh :
1.   memperoleh gambaran tentang persepsi, motivasi, aspirasi, dan ambisi sang  tokoh tentang bidang yang digelutinya.
2.   memperoleh gambaran tentang teknik dan strategi yang digunakannya dalam melaksanakan bidang yang digelutinya.
3.   memperoleh gambaran tentang bentuk-bentuk keberhasilan sang tokoh terkait dengan bidang yang digelutinya.
4.   mengambil hikmah dari keberhasilan sang tokoh.


[1]  Noeng Muhajir, Metode Penelitian Kualitatif , edisi IV, Rake Sarasin, Yogyakarta, 2000, hal. 129.
[2]  Ibid, hal. 120- 121.
[3]  Koentjaraningrat, Metode Penggunaan Data Pengalaman Individu, dalam Metode-metode Penelitian Masyarakat, Edisi III, PT. Gramedia Pustaka, Jakarta, 1997, hal. 158.
[4] Robert K. Yin , Studi Kasus ( Desain dan Metode ), Rajawali Pers, Jakarta, 2003, hlm. 1-2.
[5] Mestika Zed, Metode Penelitian kepustakaan, Yayasan Obor, Jakarta, 2004, hlm. 1-3.

Monday, January 7, 2013

Jadwal Ujian Nasional 2013

Rencana pemerintah untuk membuat 20 tipe soal yang sama sekali berbeda satu sama lain bukan hanya isapan jempol belaka. Jadi rencananya nanti dalam pelaksanaan Ujian Nasional UN 2013 nanti setiap siswa dalam satu ruang ujian akan mendapatkan masing-masing satu soal berbeda yang tidak hanya diacak susunan soalnya.

Tantangan berat buat kita semua, baik pendidik maupun siswa. Bagi pendidik tantangan terbesar adalah menyiapkan siswa untuk mampu menyerap semua kompetensi dasar yang akan diujikan pada UN 2013 serta memberi dukungan semangat bahwa mereka mampu untuk mengerjakan soal UN 2013 melalui kerja keras mereka sendiri. Sementara siswa pun harus meningkatkan kemampuan mereka mengerjakan soal UN 2013 nanti dengan banyak berlatih tipe soal UN yang pernah diujikan pada tahun-tahun sebelumnya.

Namun, jangan berkecil hati. Waktu untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin masih cukup, mengingat pelaksanaan Ujian Nasional atau UNAS 2013 ini akan dilaksanakan bulan April - Mei nanti. Oleh karena itu mari kita songsong UN 2013 dengan optimis dan sungguh-sungguh bahwa kita semua mampu menghadapinya.

Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah jadwal UN 2013 untuk SD, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK.

Jadwal Ujian Nasional (UN) 2013 SD/MI
Jadwal Latihan UN  SD Tahap I        : 21-23 Maret 2013
Jadwal Latihan UN  SD Tahap II       : 15-17 April 2013
Ujian Nasional SD Utama          : 6-8 Mei 2013
Ujian Nasional SD susulan          : 13-15 Mei 2013

Jadwal Ujian Nasional (UN) 2013 SMP
Jadwal Latihan UN  SMP Tahap I : 21-23 Feb 2013
Jadwal Latihan UN  SMP Tahap II : 18-20 Maret 2013
Ujian Nasional  SMP Utama         : 22-25 April 2013
Ujian Nasional  SMP susulan         : 29 April - 2 Mei 2013

Jadwal Ujian Nasional (UN) 2013 SMA/SMK

Jadwal Latihan UN  SMK tahap I : 21 - 23 Feb 2013
Jadwal Latihan UN  SMK tahap II : 18-20 Mar 2013
Jadwal Latihan UN  SMA Tahap I : 25-27 Feb 2013
Jadwal Latihan UN  SMA Tahap II : 20-23 Maret 2013
Ujian Nasional  SMA/SMK Utama : 15 - 18 April 2013
Ujian Nasional  SMA/SMK susulan : 22 - 25 April 2013

Friday, January 4, 2013

METODE ETNOGRAFI

METODE ETNOGRAFI

Etnografi merupakan aktifitas mendiskripsikan kebudayaan dalam rangka memahami suatu pandangan hidup dari sudut pandang penduduk asli. Pokok kajian dari etnografi adalah upaya memperhatikan makna tindakan dari kejadian yang menimpa orang yang ingin dipahami.
Tahapan-tahapan penelitian etnografi sedikit berbeda dengan tahapan penelitian social budaya yang lain, adapun tahapan penelitiannya;
a.memilih masalah ; permasalahan dalam etnografi dimulai dari hal umum, yaitu apa makna budaya yang
   digunakan oleh masyarakat untuk mengatur tingkah laku dan menginterpretasikan pengalaman.
b.Mengumpulkan data kebudayaan. Dilakukan sebelum memformulasikan hipotesis apa pun (kecuali pernah
   ada penelitian sebelumnya). Peneliti mengumpulkan data dengan wawancara (mengajukan pertanyaan-
   pertanyaan deskriptif), observasi lapangan dan menyusun catatan lapangan.
c.Menganalisis data kebudayaan, berupa aktivitas pemeriksaan ulang catatan lapangan untuk mencari
   symbol – symbol budaya (biasanya dinyatakan dalam istilah asli) serta mencari hubungan antara symbol-
   simbol itu.
d.Memformulasikan hipotesis etnografis, merupakan hubungan yang harus diuji dengan cara mengecek hal-hal yang diketahui oleh informan. Hipotesis etnografi diformulasikan setelah mengumpulkan data awal.
e.Menuliskan etnografi, penulisan etnografi dilakukan mendekati akhir penelitian, namun demikian penulisan itu akan menstimulasi hipotesis baru dan membawa peneliti untuk kembali melakukan lebih banyak penelitian lapangan. Proses penulisan etnografi merupakan proses perbaikan analisis. Analisis data dalam etnografi ada beberapa macam ; 
Pertama, analisis domain merupakan analisis yang mencari symbol-simbol budaya yang termasuk dalam kategori  (domain) yang lebih besar berdasarkan beberapa kemiripan.
Kedua, analisis taksonomi merupakan upaya pencarian struktur internal domain (kategori) serta membentuk identifikasi susunan yang bertentangan.
Ketiga, analisis komponen berupa pencarian atribut-atribut yang menandai berbagai perbedaan diantara symbol-simbol dalam sebuah domain.
Keempat, analisis tema berupa pencarian hubungan diantara domain dan bagaimana domain-domain itu dihubungkan dengan budaya secara keseluruhan.
beberapa keuntungan secara metodologis dari etnografi:
1.menemukan teori grounded, dengan etnografi peneliti akan dapat mengembangkan teori-teori yang mendasarkan pada data empiris deskripsi kebudayaan.
2.memahami masyarakat yang kompleks, dengan penelitian etnografi peneliti akan menemukan beragam kelompok-kelompok masyarakat dengan budaya dan system social dengan berbagai ragam latar belakang geografis dan demografis.
3.memahami perilaku manusia, dengan etnografi peneliti akan menemukan beragam perilaku manusia. Setiap manusia dalam masyarakat memiliki pola perilaku yang beragam. Pola perilaku tersebut dimanifestasikan dalam bentuk yang beragam. Untuk bisa memahaminya maka harus mengungkap maknanya.

Wednesday, January 2, 2013

Soal Online IPA Kelas 8 Materi Gaya

Latihan soal online : IPA Kelas 8 smt genap
Sebelum kalian mengerjakan Soal Online ini terlebih dahulu kalain disuruh mengisi
1. Alamat E-mail kalian
2. Nama
3. Kelas
4. No Absent
Setelah selesai mengisi itu semua baru kamu dapat mengerjakan, selamat mencoba semoga berhasil dan diakhir soal kamu bisa melihat hasil pekerjaan kalian

Tuesday, January 1, 2013

PENERBITAN SK SELURUH TUNJANGAN 2013


PENERBITAN SK SELURUH TUNJANGAN 2013
Pada tahun 2013 seluruh SK tunjangan (Tunjangan Profesi Pendidik (sertifikasi), Tunjangan Fungsional Guru Swasta (TFG), Tunjangan Kualifikasi Akademik (Beasiswa S1) jenjang Dikdas akan diterbitkan berdasarkan aplikasi pendataan pendidik (DAPODIK). Untuk itu kami himbau agar bapak/ibu guru memastikan data sudah masuk di aplikasi pendataan pendidik secara lengkap dan valid. Terutama mapping jumlah jam, jumlah siswa dan data-data  yang lain. Bila data belum masuk dan valid silakan berhubungan dengan TIM KK DATADIK cq. subag perencanaan Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten masing-masing .

Penerima TPP/sertifikasi wajib hukumnya mempunyai email pribadi guna meng approval/menyetujui atas data yang ybs yang ada di DAPODIK, Bila tidak di approval SK TPP tidak akan di print oleh Dirjen Dikdas.

Data Bapak/ibu guru bisa di lihat di web site http://p2tkdikdas.kemdikbud.go.id atau disini

Terbit dan tidaknya SK Tunjangan tahun 2013 untuk jenjang Dikdas tergantung dari kualitas DAPODIK yang Bapak Ibu/Guru kerjakan.