This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, October 28, 2011

Pendidikan karakter (character education)


·         Sejalan dengan Renstra Kemendiknas 2010-2014 yang telah mencanangkan penerapan pendidikan karakter, maka diperlukan kerja keras semua pihak, terutama terhadap program-program yang memiliki kontribusi besar terhadap peradaban bangsa harus benar-benar dioptimalkan. Namun, penerapan pendidikan karakter di sekolah memerlukan pemahaman tentang konsep, teori, metodologi dan aplikasi yang relevan dengan pembentukan karakter (character building) dan pendidikan karakter (character education).
·        
Selama ini para guru sudah mengajarkan pendidikan karakter namun kebanyakan masih masih seputar teori dan konsep, belum sampai ke ranah metodologi dan aplikasinya dalam kehidupan. Idealnya, dalam setiap proses pembelajaran mencakup aspek konsep (hakekat), teori (syare’at), metode (tharekat) dan aplikasi (ma’rifat). Jika para guru sudah mengajarkan kurikulum secara komprehensif melalui konsep, teori, metodologi dan aplikasi setiap mata pelajaran dimana pendidikan karakter sudah terimplementasikan di dalamnya , maka kebermaknaan yang diajarkannya akan lebih efektif dalam menunjang pendidikan karakter. Tanpa pijakan dan pemahaman tentang konsep, teori, metode yang jelas dan komprehensif tentang pendidikan karakter, maka misi pendidikan karakter pada sekolah-sekolah akan menjadi sia-sia.
Pendidikan moral (moral education) dalam keseharian sering dipakai untuk menjelaskan aspek-aspek yang berkaitan dengan etika. Pembelajarannya lebih banyak disampaikan dalam bentuk konsep dan teori tentang nilai benar (right) dan salah (wrong).
·        
Sedangkan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari tidak menyentuh ranah afektif (apresiatif) dan psikomotorik (tidak menjadi kebiasaan) dalam perilaku siswa. Pendidikan ahlaq lebih ditekankan pada pembentukan sikap batiniyah agar memiliki spontanitas dalam berbuat kebaikan. Nilai benar dan salah diukur oleh nilai-nilai agamawi. Dalam Islam, nilai-nilai itu harus merujuk pada Al-Qur’an dan Sunnah. Jika perilaku kaum Muslim sudah tidak merujuk lagi pada Al-Qur’an dan Sunnah, dapat dikategorikan kaum yang tidak berahlaq sekaligus dapat disebut kaum yang tidak bermoral. Namun dalam implementasinya masih sama halnya dengan pendidikan moral. Walaupun beberapa lembaga pendidikan sudah menyatakan berbasis moral dan ahlaq, tetapi masih berbanding lurus dengan naiknya angka kriminalitas dan denkadensi moral di kalangan anak sekolah. Sedangkan pendidikan karakter merupakan upaya pembimbingan perilaku siswa agar mengetauhi, mencintai dan melakukan kebaikan. Fokusnya pada tujuan-tujuan etika melalui proses pendalaman apresiasi dan pembiasaan.
Secara teoritis, karakter seseorang dapat diamati dari tiga aspek, yaitu: mengetahui kebaikan (knowing the good), mencintai kebaikan (loving the good), dan melakukan kebaikan (doing the good). Pendidikan karakter sesungguhnya bukan sekedar mendidik benar dan salah, tetapi mencakup proses pembiasaan (habituation) tentang perilaku yang baik sehingga siswa dapat memahami, merasakan, dan mau berperilaku baik. Sehingga tebentuklah tabi’at yang baik.
·          Menurut ajaran Islam, pendidikan karakter identik dengan pendidikan ahlaq.
Walaupun pendidikan ahlaq sering disebut tidak ilmiah karena terkesan bukan sekuler, namun sesungguhnya antara karakter dengan spiritualitas memiliki keterkaitan yang erat. Dalam prakteknya, pendidikan ahlaq berkenaan dengan kriteria ideal dan sumber karakter yang baik dan buruk, sedangkan pendidikan karakter berkaitan dengan metode, strategi, dan teknik pengajaran secara operasional.
·        
Proses pendidikan dengan bahasa sederhana adalah merubah manusia menjadi lebih baik dalam pengetahuan, sikap dan keterampilan. Namun, pada prakteknya lebih ditekankan pada aspek prestasi akademik (academic achievement), sehingga mengabaikan pembentukan karakter siswa. Walaupun dalam teori sosiologi menyebutkan bahwa pembentukan karakter menjadi tugas utama keluarga, namun sekolah pun ikut bertanggung terhadap kegagalan pembentukan karakter di kalangan para siswanya, karena proses pembudayaan menjadi tanggungjawab sekolah.

Thursday, October 20, 2011

Hakekat Pendidikan Karakter



  • Sejalan dengan Renstra Kemendiknas 2010-2014 yang telah mencanangkan penerapan pendidikan karakter, maka diperlukan kerja keras semua pihak, terutama terhadap program-program yang memiliki kontribusi besar terhadap peradaban bangsa harus benar-benar dioptimalkan. Namun, penerapan pendidikan karakter di sekolah memerlukan pemahaman tentang konsep, teori, metodologi dan aplikasi yang relevan dengan pembentukan karakter (character building) dan pendidikan karakter (character education).
    Selama ini para guru sudah mengajarkan pendidikan karakter namun kebanyakan masih masih seputar teori dan konsep, belum sampai ke ranah metodologi dan aplikasinya dalam kehidupan. Idealnya, dalam setiap proses pembelajaran mencakup aspek konsep (hakekat), teori (syare’at), metode (tharekat) dan aplikasi (ma’rifat). Jika para guru sudah mengajarkan kurikulum secara komprehensif melalui konsep, teori, metodologi dan aplikasi setiap mata pelajaran dimana pendidikan karakter sudah terimplementasikan di dalamnya , maka kebermaknaan yang diajarkannya akan lebih efektifi dalam menunjang pendidikan karakter. Tanpa pijakan dan pemahaman tentang konsep, teori, metode yang jelas dan komprehensif tentang pendidikan karakter, maka misi pendidikan karakter pada sekolah-sekolah akan menjadi sia-sia.
    Pendidikan moral (moral education) dalam keseharian sering dipakai untuk menjelaskan aspek-aspek yang berkaitan dengan etika. Pembelajarannya lebih banyak disampaikan dalam bentuk konsep dan teori tentang nilai benar (right) dan salah (wrong).
    Sedangkan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari tidak menyentuh ranah afektif (apresiatif) dan psikomotorik (tidak menjadi kebiasaan) dalam perilaku siswa. Pendidikan ahlaq lebih ditekankan pada pembentukan sikap batiniyah agar memiliki spontanitas dalam berbuat kebaikan. Nilai benar dan salah diukur oleh nilai-nilai agamawi. Dalam Islam, nilai-nilai itu harus merujuk pada Al-Qur’an dan Sunnah. Jika perilaku kaum Muslim sudah tidak merujuk lagi pada Al-Qur’an dan Sunnah, dapat dikatagorikan kaum yang tidak berahlaq sekaligus dapat disebut kaum yang tidak bermoral. Namun dalam implementasinya masih sama halnya dengan pendidikan moral. Walaupun beberapa lembaga pendidikan sudah menyatakan berbasis moral dan ahlaq, tetapi masih berbanding lurus dengan naiknya angka kriminalitas dan denkadensi moral di kalangan anak sekolah. Sedangkan pendidikan karakter merupakan upaya pembimbingan perilaku siswa agar mengetauhi, mencintai dan melakukan kebaikan. Fokusnya pada tujuan-tujuan etika melalui proses pendalaman apresiasi dan pembiasaan.
    Secara teoritis, karakter seseorang dapat diamati dari tiga aspek, yaitu: mengetahui kebaikan (knowing the good), mencintai kebaikan (loving the good), dan melakukan kebaikan (doing the good). Pendidikan karakter sesungguhnya bukan sekedar mendidik benar dan salah, tetapi mencakup proses pembiasaan (habituation) tentang perilaku yang baik sehingga siswa dapat memahami, merasakan, dan mau berperilaku baik. Sehingga tebentuklah tabi’at yang baik. Menurut ajaran Islam, pendidikan karakter identik dengan pendidikan ahlaq.
    Walaupun pendidikan ahlaq sering disebut tidak ilmiah karena terkesan bukan sekuler, namun sesungguhnya antara karakter dengan spiritualitas memiliki keterkaitan yang erat. Dalam prakteknya, pendidikan ahlaq berkenaan dengan kriteria ideal dan sumber karakter yang baik dan buruk, sedangkan pendidikan karakter berkaitan dengan metode, strategi, dan teknik pengajaran secara operasional.
    Proses pendidikan dengan bahasa sederhana adalah merubah manusia menjadi lebih baik dalam pengetahuan, sikap dan keterampilan. Namun, pada prakteknya lebih ditekankan pada aspek prestasi akademik (academic achievement), sehingga mengabaikan pembentukan karakter siswa. Walaupun dalam teori sosiologi menyebutkan bahwa pembentukan karakter menjadi tugas utama keluarga, namun sekolah pun ikut bertanggung terhadap kegagalan pembentukan karakter di kalangan para siswanya, karena proses pembudayaan menjadi tanggungjawab sekolah.


Monday, October 17, 2011

Bentuk Karakter Bangsa dengan Falsafah Wayang


Bentuk Karakter Bangsa dengan Falsafah Wayang

image
FALSAFAH wayang, dalam implementasinya dalam kehidupan berperan penting dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab, dalam seni wayang terdapat kearifan lokal yang bermanfaat untuk membangun karakter dan jatidiri bangsa Indonesia melalui watak tokoh dalam wayang.
Untuk bisa menjadi sumber referensi kehidupan bernegara, dibutuhkan payung hukum dan pengakuan nasional dalam bentuk undang-undang.
"Untuk di daerah bisa meneguhkan dalam bentuk perda sebagai bentuk komitmen dari penerintah dan masyarakat terhadap falsafah wayang sebagai pegangan berbangsa," kata Ketua Dewan Kesenian jawa Tengah Dr Bambang Sadono SH Mh dalam seminar "Membangun Nusantara dengan Filsafat Wayang" hasil kerjasama Budi Santoso Foundation (BSF) dengan Djarum Bakti Budaya, di Gedung Museum Ranggawarsita, Rabu (28/9).
Bambang memandang, kearifan lokal sebagai unsur yang dominan yang mewakili empat pilar dalam kehidupan bernegara yaitu, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. "Seni pewayangan bukan hanya tontonan tapi juga tuntunan yang mengarah pada pembangunan nusantara yang berkarakter," tandas Wakil Ketua DP{RD Jateng ini.
Cerita lakon wayang, tutur Bambang, merupakan pralambang kehidupan manusia, bagaimana seharusnya bertindak dan hidup bernegara. "Demikian juga dengan pemimpinnya. Lakon wayang bisa dijadikan acuan untuk memimpin atau membuat kebijakan," ujar dia dalam seminar yang dimoderatori oleh mantan Rektor Undip Prof Dr Eko Budihardjo ini.
Dosen Fakultas Filsafat UGM Prof Dr Joko Siswanto mengutarakan, sifat adiluhung dan edipeni dalam wayang tidak hanya diakui oleh nasional, bahkan masyarakat internasionak melalui Unesco telah menetapkan wayang sebagai warisan dunia. "Ini bukti pengakuan dunia internasional pada kandungan ajaran dalam wayang," tandas Prof Joko.
Filsafat wayang, lanjutnya, dapat dilhat dari aspek ontologi, epistemologi dan aksiologi.  Prof Eko Budihardjo dalam kesimpulannya menambahkan, dengan diakuinya wayang sebagai warisan dunia, bukti filsafat wayang dijadikan ajuan dalam kehidupan warga dunia. "Yang menjadi persoalan, kenapa kita sebagai negara asal wayang justru meninggalkan kearifan lokal dalam wayang," kata Prof Eko.
Ia memprihatinkan tidak adanya perhatian untuk mempertahankan keberadaan wayang sebagai jatdiri bangsa. "Jangan sampai ada kejadian kebudayaan Indonesia diakui oleh negara lain," tandasnya.
(Krisnadji Satriawan/CN26) 

CAHAYA

Kompetensi Dasar:
Mendeskripsikan tentang sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan cermin dan lensa.

Indikator :
Merancang dan melakukan percobaan untuk membuktikan bahwa cahaya merambat lurus
Menjelaskan hukum pemantulan yang diperoleh melalui percobaan.
Menjelaskan hukum pembiasan yang diperoleh berdasarkan percobaan
Mendeskripsikanproses pembentukan dan sifat-sifat bayangan pada cermin datar, cermin cekung dan cermin cembung.
Mendeskripsikan proses pembentukan dan sifat-sifat bayangan pada lensa cekung dan lensa cembung.


CAHAYA MERAMBAT LURUS
Coba kalian perhatikan gambar a. Gambar apakah itu? Apakah bayangannya jelas? Sekarang perhatikan gambar b. Apakah bayangannya jelas? Jarak benda dekat dengan dinding bayangan yang terbentuk jelas. Sedangkan jarak benda semakin jauh dari dinding bayangan yang terbentuk semakin kabur. Mengapa terjadi demikian? Untuk lebih memahami lagi, ayo kita pelajari Materi cahaya.

Cahaya digolongkan sebagai suatu bentuk radiasi. Radiasi adalah sesuatu yang memancar keluar dari suatu sumber tetapi bukan merupakan zat. Cahaya dapat dilihat mata manusia. Cahaya termasuk gelombang elektromagnetik, yaitu gelombang yang getarannya adalah medan listrik dan medan magnetic. Getaran ini tegak lurus terhadap arah perambatan cahaya, sehingga cahaya termasuk gelombang transversal. Cahaya matahari dapat merambat melalui ruang hampa. Kelajuan gelombang ini adalah 300 juta m/s. Ketika kamu menyorotkan senter di tempat yang gelap tampak olehmu cahaya senter memancar lurus (tidak berbelok).

PEMANTULAN CAHAYA
Hukum pemantulan cahaya dikemukakan oleh W. Snellius, menurutnya apabila seberkas cahaya mengenai permukaan bidang datar yang rata, maka akan berlaku aturan-aturan sebagai berikut :
1. Sinar datang (sinar jatuh), garis normal, dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar.
2. Sudut sinar datang (sinar jatuh) selalu sama dengan sudut sinar pantul (sudut i = sudut r )


PEMANTULAN CAHAYA PADA CERMIN DATAR

Ketika kamu berdiri di depan cermin datar, bagaimanakah bayanganmu? Tampak bahwa kamu dapat melihat bayanganmu. Tetapi bayanganmu tidak dapat ditangkap oleh layar
Sifat bayangan pada cermin datar :
1. Bayangan yang terjadi sama besar dengan benda.
2. Bayangan yang terjadi sama tegak.
3. Jarak benda sama dengan jarak bayangan
4. Bayangan cermin tertukar sisinya, artinya bagian kanan benda menjadi bagian kirinya.
5. Bayangan cermin merupakan bayangan semu, artinya bayangan tidak dapat ditangkap oleh layar.

PEMANTULAN CAHAYA PADA CERMIN CEKUNG

Hukum pemantulan berlaku juga pada cermin cekung
Tiga sinar istimewa pada cermin cekung :
1. Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik focus.
2. Sinar datang melalui titik focus dipantulkan sejajar dengan sumbu utama.
3. Sinar datang menuju titik pusat kelengkungan cermin dipantulkan kembali melalui titik pusat kelengkungan juga.


PEMANTULAN CAHAYA PADA CERMIN CEMBUNG

Hukum pemantulan berlaku juga pada cermin cekung
Tiga sinar istimewa pada cermin cekung :
1. Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah dari titik focus.
2. Sinar datang menuju titik focus dipantulkan sejajar sumbu utama.
3. Sinar datang menuju titik pusat kelengkungan cermin dipantulkan kembali melalui titik pusat kelengkungan juga.


HUKUM PEMBIASAN CAHAYA
1. Sinar datang, garis normal dan sinar bias terletak pada satu bidang datar.
2. Perbandingan proyeksi sinar datang dengan proyeksi sinar bias adalah konstan


PEMBIASAN PADA LENSA CEKUNG

Sinar-sinar istimewa pada lensa cekung:
1. Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan seolah-olah berasal dari titik focus F1

2. Sinar datang yang melalui titik pusat lensa ( 0 ) tidak mengalami pembiasan.

3. Sinar datang yang seolah-olah menuju titik focus, dibiaskan sejajar dengan sumbu utama.



PEMBIASAN PADA LENSA CEMBUNG

Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung :
1. Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan menuju titik focus

2. Sinar datang yang melalui titik pusat lensa ( 0 ) tidak mengalami pembiasan


3. Sinar datang melalui titik focus akan dibiaskan sejajar sumbu utama


LATIHAN 


Sumber :
Kanginan, Martheen. 2002. Sains Fisika 2A untuk SMP Kelas VIII. Jakarta : Erlangga
Purwanto, Budi. 2007. Sains Fisika 2 : Konsep dan Penerapannya untuk kelas VIII SMP dan MTs. Solo : Tiga Serangkai

Wednesday, September 21, 2011

Simposium Nasional Hasil Penelitian dan Inovasi Pendidikan Tahun 2011


Simposium Nasional Hasil Penelitian dan Inovasi Pendidikan Tahun 2011
Setelah melalui seleksi yang dilakukan oleh Puslitjak Balitbang Kemendiknas ,terpilih sejumlah karya Ilmiah dan hasil Penelitian yang akan diberikan waktu untuk menyajikan makalah hasil Penelitian serta Karya Ilmiah . Ada 100 Karya Ilmiah serta hasil Penelitian yang sesuai dengan specifikasi dari Puslitjak Balitbang Kemendiknas .
Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah Simposium Nasional Hasil seleksi dan Inovasi Pendidikan yang dilaksanakan di Hotel ASTON Denpasar Bali , tanggal 20 – 22 September 2011 ,Hari Selasa sampai Kamis .
Hari I Selasa , 20 September 2011
Penulis  berangkat dari rumah jam 04.30 WIB selepas sholat subuh dengan 2 tas berisi pakaian ganti  dan juga beberapa berkas administrasi serta hasil Karya Tulis Ilmiah ( KTI ) penulis .Setelah hampir 30 menit sampai juga saya di Bandara Ahmad Yani Semarang.Chek In di Bandara mulai dari tiket , airport peron , dan menunggu di ruang tunggu harus saya lakukan sampai jam 05.30 WIB . Tepat jam 06.00 WIB terdengar panggilan “ Para penumpang yang ke Denpasar Bali silahkan lewat pintu 1 ( satu ) pesawat Lion jurusan Semarang – Denpasar segera diberangkatkan “.bersama sama dengan penumpang yang lain saya juga antri untuk memasuki pesawa Lion. Sekitar 30 menit dilaksanakan cheking pesawat dan jumlah penumpang yang ada akhirnya Lion terbang juga .wou…rasanya seperti bermimpi , saya sampai tidak percaya bahwa hari ini aku bisa naik pesawat terbang ( biasa cah deso),rasanya seperti orang yang menemukan barang yang baru…” para penumpang yang kami hormati selamat datang di Lion , kami akan melayani anda selama dalam perjalanan dari Semarang ke Denpasar Bali , kurang lebih perjalanan kita akan memakan waktu 1 jam 30 menit “ tersadar juga saya setelah mendengarkan suara dari pramugari Lion.
Alhamdulillah ya Allah telah Engkau limpahkan kesempatan ini kepada Hamba…terima kasih Bapak Kepala Sekolah , rekan – rekan  Guru dan Juga Siswa – siswi SMP N 2 Kaliwungu yang menjadi Objek penelitian saya. Hampir 2 jam mata tidak terpejam ,  setiap detik tidak terlewatkan dari penglihatan saya, mulai dari kondisi pesawat , para penumpang , kru pesawat dan tak lupa pemandangan yang luar biasa cipta Allah dapat saya lihat dari dalam pesawat.
Akhirnya jam 08.00 WIB atau jam 09.00 WIT pesawat Lion mendarat dengan selamat di Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali.bagaimana kelanjutannya tunggu edisi selanjutnya….

Sunday, September 18, 2011


Guraru, alias Guru Era Baru, adalah inisiatif yang dilaksanakan Acer Group Indonesia untuk meningkatkan IT-literacy atau melek TI pada para guru, sehingga guru dapat memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar yang efektif dan interaktif, serta dapat mendorong partisipasi aktif anak didiknya. Lebih lanjut lagi, hal ini merupakan langkah nyata dari komitmen Acer untuk meningkatkan penetrasi TI di Indonesia.
Adalah sebuah kenyataan bahwa sebagian besar dari 2,9 juta guru di Indonesia, termasuk “gaptek” alias gagap teknologi. Ini tentu  mengkhawatirkan, sebab teknologi internet adalah salah satu fasilitas untuk mempermudah komunikasi tentang pelbagai jenis ilmu pengetahuan. Teknologi komputer dan internet, akan sangat mendukung perkembangan belajar-mengajar.
Perkembangan teknologi komputer dan internet, seolah membuat dunia tak lagi punya batas. Informasi pun berada dalam genggaman. Kearifan dan kecermatan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi menjadi sangat penting. Untuk itu, keberadaan guru diperlukan untuk mengarahkan penggunaan teknologi secara beretika dalam pemilahan dampak negatif dan positifnya.
Mencuatnya situs-situs media sosial seperti blog, Facebook dan microblogging seperti Twitter, sangat mungkin dimanfaatkan untuk kepentingan belajar-mengajar. Komunikasi intensif dan interaktif antara guru dan murid dalam proses belajar-mengajar, akan makin maksimal dengan adanya situs media sosial tersebut.
Di beberapa sekolah, guru terkadang memberikan tugas dengan meminta muridnya membuka blog milik guru tersebut. Sebaliknya, murid pun bisa mengirimkan tugasnya, ke blog sang guru sebagai sebuah tanggapan. Bahkan murid pun, bisa membuat blog untuk berbagi, berdiskusi dengan teman-teman atau juga gurunya. Komunikasi interaktif ini hanya bisa terjalin bila keduanya sudah memanfaatkan teknologi dengan baik.
Itulah sebabnya, Acer Group Indonesia berinisiatif menyosialisasikan program Guraru secara lebih intensif. Yang telah dilakukan antara lain mengenalkan perkembangan teknologi komputer dan internet pada para guru di beberapa kota, di antaranya Balikpapan, DI Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Siantar, dan Bandung. Ke depannya, Acer akan memperluas cakupan pelaksanaan Guraru dengan menggandeng asosiasi profesi IGI dan PGRI, institusi pendidikan di antaranya Universitas Indonesia dan Universitas Bina Nusantara, serta Departemen Pendidikan Nasional tingkat Propinsi.
Sejak berdiri pada tahun 1976, Acer secara konsisten menjalankan misinya untuk menghilangkan penghalang antara manusia dan teknologi. Berfokus pada pemasaran merek produk PC-nya di seluruh dunia, Acer kini mendapat peringkat No.2 untuk penjualan PC dan No.2 untuk Notebook, dengan pertumbuhan tercepat di antara lima PC vendor teratas. Acer menjadi No.1 Notebook vendor di Indonesia tahun 2005 – 2009 (Data IDC PC Tracker & Gartner), sementara untuk total PC Acer menjadi No.1 PC vendor tahun 2007-2009 (Data IDC PC Tracker). Sejalan dengan strategi multibrand yang diimplementasikannya secara global, maka saat ini Acer Indonesia menaungi tiga merek PC di Indonesia: Acer, Gateway dan eMachines.
Sepanjang tahun 2009, Acer Group Indonesia mencetak pertumbuhan bisnis sebesar 60,9 persen untuk total komputer, dan menguasai pangsa pasar 25 persen. Sementara di lini komputer jinjing, Acer membukukan pertumbuhan sebesar 75.6 persen dengan pangsa pasar 36,3 persen. Seiring pertumbuhan bisnisnya di Indonesia, Acer pun memperluas jaringan purna jualnya ke seluruh Indonesia. Saat ini, layanan purna jual Acer hadir di 20+ kota melalui mitranya. Sementara itu, Acer juga membangun pusat layanan pelanggan satu-atap milik Acer sendiri, yang berlokasi tak hanya di ibukota propinsi tapi juga di kabupaten/kotamadya. Pusat layanan satu-atap ini didukung fasilitas pusat suku cadang, staff CS, engineer, dan integrated online system.
Acer Customer Service Center (ACSC) saat ini telah dibuka di Jakarta (2), Surabaya (2), Medan, Bandung, DI Yogyakarta, Semarang, Palembang, dan Makassar. Sementara itu, Acer Customer Service Point (ACSP) telah beroperasi di Solo, Madiun, dan Manado. Menyusul dalam waktu dekat, akan dibuka ACSC/P di seluruh Indonesia.
Sebagai langkah nyata Acer untuk menghilangkan jarak dengan pengguna setianya, maka Acer pun aktif terjun di media sosial, dengan aktif di blog korporat, Twitter dan komunitas online di Facebook.
Website: www.acer.co.id
Acer Blog: www.acerID.com
Facebook: www.facebook.com/acer indonesia
Twitter: @acerID
Bagi para pengguna Acer maupun para Guraru dapat membaca perkembangan teknologi di Acer Blog, termasuk mengajukan pertanyaan kepada dr.Acer yang siap memberikan solusi bagi masalah Anda. Selain itu, Acer juga secara regular menyebarkan informasi penting dan menarik baik melalui Facebook maupun akun Twitternya. Jadi, Bapak/Ibu guru tidak perlu khawatir karena tidak ada kata terlambat untuk belajar teknologi apalagi terjun di media sosial, karena tiap saat dapat menghubungi langsung Acer.
Bersama Acer, mari menyongsong era baru bagi seorang guru, Guraru!

Wednesday, August 31, 2011

Album kenangan


Photo kenangan keluarga pada hari Raya Idhul Fitri 1432H , pada Hari yang ke -2 persiapan untuk silaturahmi ke sanak saudara
Istriku yang selalu menemani serta merawat anak anakku, Nur Azizah...
Fadhila Rahma Oktavia putri yang pertama usianya kurang lebih 10 Th dan sudah sekolah kelas 5 di SD N 5 Krajan kulon, adiknya Safira Nazwa Oktavia terlahir pada tanggal yang sama dengan kakaknya cuma beda tahun, sekarang sudah berumur 6th dan sudah kelas 1 SD N 5 Krajan kulon.


Mudik Lebaran 2011

Korban pemudik yang tewas dalam kurun waktu H-7 (24/8) hingga H-2 (29/8) jalur darat di tahun ini sudah mencapai 345 orang. Jumlah ini melonjak pesat dibanding tahun lalu sebanyak 144 orang.

Bambang Tjahyono, Ketua Pengawas Harian Posko Mudik Kemenhub menjelaskan, dalam kurun waktu itu, tercatat ada 2.217 kejadian kecelakaan di jalur darat. Dengan luka berat sebanyak 564 orang, luka ringan 1.385 dan korban meninggal dunia sebanyak 345 jiwa.

"Dari data tersebut terjadi peningkatan signifikan dibanding 2010," ujar Bambang di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Selasa (30/8/2011).

Untuk tahun 2010, dalam kurun waktu yang sama, ada 743 kejadian kecelakaan. Kemenhub mencatat terjadi kenaikan jumlah kecelakaan sebanyak 198 persen. Bambang memaparkan, jumlah luka ringan 381 orang (naik 264 persen), luka berat 198 jiwa (naik 185 persen) dan korban meninggal sebanyak 144 jiwa (naik 140 persen).

Banyak faktor yang menyebabkan angka kecelakaan serta korban luka dan meninggal jadi tinggi untuk tahun ini. Salah satunya adalah faktor pendataan Kemenhub yang kini lebih baik.

"Karena makin baiknya sistem pendataan kita, kalau dulu tahun 2010 kita hanya mendata terjadi kecelakaan saja, sedangkan sekarang sampai RS," jelasnya.

"Setelah itu ada faktor-faktor lainnya, tidak disiplin pengguna jalan dan kurangnya perilaku selamat dari para pengguna jalan," tandasnya.

Tuesday, August 30, 2011

Selamat Hari Raya Idul Fitri


Takbir bergema menggetarkan jiwa,
Sekiranya ada salah dan dosa,
Ampun dipinta dihari mulia.

Andai jemari tak sempat berjabat,
Jika raga tak bisa bersua,
Untuk kata membekas luka,
Semoga pintu maaf masih terbuka.

Menyambung kasih, merajut cinta,
beralas ikhlas, beratap doa.
Semasa hidup bersimbah khilaf,
berharap diri dibasuh maaf.
Minal Aidin Wal Faizdin Mohon Maaf Lahir Dan Bathin
Selamat Hari Raya Idul Fitri.

Sunday, August 28, 2011

Alternatif Langkah-langkah Pembelajaran Karakter


1. PENDAHULUAN
Berdasarkan Standar Proses, pada kegiatan pendahuluan, guru:
a. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses
pembelajaran;
b. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
c. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
dan
d. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai
silabus.

Contoh alternatif :
a. Guru datang tepat waktu (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin)
b. Guru mengucapkan salam dengan ramah kepada siswa ketika memasuki ruang
kelas (contoh nilai yang ditanamkan: santun, peduli)
c. Berdoa sebelum membuka pelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: religius)
d. Mengecek kehadiran siswa (contoh nilai yang ditanamkan: disiplin, rajin)
e. Mendoakan siswa yang tidak hadir karena sakit atau karena halangan lainnya
(contoh nilai yang ditanamkan: religius, peduli)
f. Memastikan bahwa setiap siswa datang tepat waktu (contoh nilai yang
ditanamkan: disiplin)
g. Menegur siswa yang terlambat dengan sopan (contoh nilai yang ditanamkan:
disiplin, santun, peduli)
h. Mengaitkan materi/kompetensi yang akan dipelajari dengan karakter
i. Dengan merujuk pada silabus, RPP, dan bahan ajar, menyampaikan butir
karakter yang hendak dikembangkan selain yang terkait dengan SK/KD

2. KEGIATAN INTI
Sesuai permen 41 tahun 2007 Pembelajatan melalui 3 tahapan yakni :

a. Eksplorasi (peserta didik difasilitasi untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan
dan mengembangkan sikap melalui kegiatan pembelajaran yang berpusat pada siswa)
1) Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang
topik/tema materi yang dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi
guru dan belajar dari aneka sumber (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, berfikir
logis, kreatif, kerjasama)
2) Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan
sumber belajar lain (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, kerja keras)
3) Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik
dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya (contoh nilai yang ditanamkan:
kerjasama, saling menghargai, peduli lingkungan)
4) Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran
(contoh nilai yang ditanamkan: rasa percaya diri, mandiri)
5) Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau
lapangan (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, kerjasama, kerja keras)

b. Elaborasi (peserta didik diberi peluang untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan
serta sikap lebih lanjut melalui sumber-sumber dan kegiatan-kegiatan pembelajaran
lainnya sehingga pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik lebih luas dan
dalam.)
1) Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugastugas
tertentu yang bermakna (contoh nilai yang ditanamkan: cinta ilmu, kreatif,
logis)
2) Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis (contoh nilai yang
ditanamkan: kreatif, percaya diri, kritis, saling menghargai, santun)
3) Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah,
dan bertindak tanpa rasa takut (contoh nilai yang ditanamkan: kreatif, percaya diri,
kritis)
4) Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif
(contoh nilai yang ditanamkan: kerjasama, saling menghargai, tanggung jawab)
5) Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan
prestasi belajar (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, disiplin, kerja keras,
menghargai)
6) Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan
maupun tertulis, secara individual maupun kelompok (contoh nilai yang ditanamkan:
jujur, bertanggung jawab, percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)
7) Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun
kelompok (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling menghargai, mandiri,
kerjasama)
8) Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta
produk yang dihasilkan (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, saling
menghargai, mandiri, kerjasama)
9) Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan
kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik (contoh nilai yang ditanamkan:
percaya diri, saling menghargai, mandiri, kerjasama)

c. Konfirmasi (peserta didik memperoleh umpan balik atas kebenaran, kelayakan, atau
keberterimaan dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh oleh siswa)
1) Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan,
isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik (contoh nilai yang
ditanamkan: saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis)
2) Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik
melalui berbagai sumber (contoh nilai yang ditanamkan: percaya diri, logis, kritis)
3) Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman
belajar yang telah dilakukan (contoh nilai yang ditanamkan: memahami kelebihan
dan kekurangan)
4) Memfasilitasi peserta didik untuk lebih jauh/dalam/luas memperoleh
pengetahuan, keterampilan, dan sikap, antara lain dengan guru:
a) berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan
peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang
baku dan benar (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, santun);
b) membantu menyelesaikan masalah (contoh nilai yang ditanamkan: peduli);
c) memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil
eksplorasi (contoh nilai yang ditanamkan: kritis);
d) memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh (contoh nilai yang
ditanamkan: cinta ilmu); dan
e) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum
berpartisipasi aktif (contoh nilai yang ditanamkan: peduli, percaya diri).

3. PENUTUP
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan
pelajaran (contoh nilai yang ditanamkan: mandiri, kerjasama, kritis, logis);
b.melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan
secara konsisten dan terprogram (contoh nilai yang ditanamkan: jujur, mengetahui
kelebihan dan kekurangan);
c. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran (contoh nilai yang
ditanamkan: saling menghargai, percaya diri, santun, kritis, logis);
d.merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program
pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual
maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; dan
e.menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar internalisasi nilai-nilai terjadi dengan
lebih intensif selama tahap penutup.
a. Selain simpulan yang terkait dengan aspek pengetahuan, agar peserta didik
difasilitasi membuat pelajaran moral yang berharga yang dipetik dari
pengetahuan/keterampilan dan/atau proses pembelajaran yang telah dilaluinya
untuk memperoleh pengetahuan dan/atau keterampilan pada pelajaran tersebut.
b. Penilaian tidak hanya mengukur pencapaian siswa dalam pengetahuan dan
keterampilan, tetapi juga pada perkembangan karakter mereka.
c. Umpan balik baik yang terkait dengan produk maupun proses, harus menyangkut
baik kompetensi maupun karakter, dan dimulai dengan aspek-aspek positif yang
ditunjukkan oleh siswa.
d. Karya-karya siswa dipajang untuk mengembangkan sikap saling menghargai
karya orang lain dan rasa percaya diri.
e. Kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan,
layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun
kelompok diberikan dalam rangka tidak hanya terkait dengan pengembangan
kemampuan intelektual, tetapi juga kepribadian.
f. Berdoa pada akhir pelajaran.

Faktor Lain yang Perlu Diperhatikan:
1. Guru harus merupakan seorang model dalam karakter. Dari awal hingga akhir
pelajaran, tutur kata, sikap, dan perbuatan guru harus merupakan cerminan dari nilainilai
karakter yang hendak ditanamkannya.
2. Guru harus memberikan reward kepada siswa yang menunjukkan karakter yang
dikehendaki dan pemberian punishment kepada mereka yang berperilaku dengan
karakter yang tidak dikehendaki. Reward dan punishment yang dimaksud dapat
berupa ungkapan verbal dan non verbal, kartu ucapan selamat (misalnya
classroom award) atau catatan peringatan, dan sebagainya. Untuk itu guru harus
menjadi pengamat yang baik bagi setiap siswanya selama proses pembelajaran.
3. Hindari mengolok-olok siswa yang datang terlambat atau menjawab pertanyaan
dan/atau berpendapat kurang tepat/relevan. Pada sejumlah sekolah ada kebiasaan
diucapkan ungkapan Hoo … oleh siswa secara serempak saat ada teman mereka
yang terlambat dan/atau menjawab pertanyaan atau bergagasan kurang berterima.
Kebiasaan tersebut harus dijauhi untuk menumbuhkembangkan sikap bertanggung
jawab, empati, kritis, kreatif, inovatif, rasa percaya diri, dan sebagainya.
4. Guru memberi umpan balik dan/atau penilaian kepada siswa, guru harus mulai
dari aspek-aspek positif atau sisi-sisi yang telah kuat/baik pada pendapat, karya,
dan/atau sikap siswa.
5. Guru menunjukkan kekurangan-kekurangannya dengan ‘hati’.Dengan cara ini
sikap-sikap saling menghargai dan menghormati, kritis, kreatif, percaya diri, santun,
dan sebagainya akan tumbuh subur.