This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Sunday, March 17, 2013
METODE STUDI TOKOH
METODE STUDI
TOKOH
-
metode penelitian ini dilakukan untuk mencapai suatu pemahaman tentang
ketokohan seseorang individu dalam suatu komunitas tertentu, melalui
pandangan-pandangannya yang mencerminkan pandangan warga dalam komunitasnya.
- Tujuan studi tokoh :
1.
memperoleh gambaran tentang persepsi,
motivasi, aspirasi, dan ambisi sang
tokoh tentang bidang yang digelutinya.
2.
memperoleh gambaran tentang teknik dan
strategi yang digunakannya dalam melaksanakan bidang yang digelutinya.
3.
memperoleh gambaran tentang bentuk-bentuk
keberhasilan sang tokoh terkait dengan bidang yang digelutinya.
4. mengambil
hikmah dari keberhasilan sang tokoh.
KRITERIA SEORANG TOKOH
1. Berhasil di bidangnya
Orang
yang berhasil adalah oarang yang
mencapai tujuan-tujuan tertentu berdasarkan potensi yang dimiliki dan
aktivitas yang dilakukan sesuai dengan bidang yang digelutinya
2. Mempunyai kekayaan yang monumental
Akhirnya karya itu masih dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah bahwa itu merupakan karya sang tokoh
3. Mempunyai pengaruh pada masyarakat
4. Ketokohannya diakui secara luas.
Keuntungan study tokoh dengan mengunakan penelitian
kualitatif:
1.
Penelitian mengenal lebih jauh dan mendalam mengenai
sang tokoh secara pribadi dan pemikirannya
2.
Peneliti dapat merasakan apa yang dirasakan, dipikirkan
dan diucapkan sang tokoh dalam pergulatan dengan komunitasnya
3.
Peneliti dapat memberi kelompok-kelompok atau komunitas
tertentu
4.
Peneliti dapat menyelidiki lebih mendalam mengenai
konsep “atau ide”
1. Sistematis Artinya dilaksanakan menurut urutan atau pola
tertentu
2. Terencana
Artinya dilaksanakan
dengan adanya unsur kesengajaan dan melalui pemikiran yang serius sehingga,
dari awal sudah dipikirkan sebagai peluang dan tantangan serta faktor pendukung
dan penghambat yang mungkin terjadi
3. Mengikuti kaidah-kaidah ilmiah
Artinya, dari awal sampai
akhir kegiatan studi harus mengikuti cara-cara ilmiah yang sudah ditentukan
Friday, March 15, 2013
LOMBA MENULIS TUTORIAL
Forum Multimedia Edukasi (FORMULASI) kembali mengadakan Lomba Menulis. Periode kali ini lomba berupa LOMBA MENULIS TUTORIAL. Lomba ini diperuntukkan bagi para guru dengan cara menulis di blog Formulasi. Adapun ketentuan lomba ini adalah sebagai berikut :
Syarat dan ketentuan:
1. Lomba terbuka untuk semua pendidik dan tenaga kependidikan.
2. Tema lomba periode Maret –Agustus 2013 “Kreatifitas Membuat Media Pembelajaran Berbasis Komputer”.
3. Tulisan berupa tutorial ataupun tips dan trik pengembangan media pembelajaran dengan Software Pengolah Media (Microsoft Office Powerpoint, Adobe Flash, Swishmax, Lactora, Autoplay, dll) baik berupa pembuatan template, animasi, pemrograman (script/VBA) maupun kreasi lainnya .
4. Peserta harus mengirimkan hasil karya untuk di unduh pembaca berupa link unduh. Server file yang diijinkan adalahHttp://code.google.com, https://drive.google.com, https://skydrive.live.com, https://www.dropbox.com.Kami tidak menerima menggunakan server yang yang lain.
5. Tulisan yang dilombakan belum pernah diterbitkan atau sedang diikutsertakan dalam lomba lain.
6. Tulisan disertai dengan foto atau gambar-gambar yang mendukung.
7. Tulisan maksimal 5 halaman.
8. Karya tulisan bukan berupa PTK tetapi berupa karya artikel populer.
9. Tulisan yang dilombakan tidak melanggar norma dan hukum yang berlaku, termasuk didalamnya masalah SARA, pornografi, hak cipta, dan lain-lain.
10. Artikel yang masuk dalam Redaksi Formulasi menjadi hak milik Redaksi Formulasi
11. Artikel yang tidak sesuai ketentuan diatas tidak akan diterbitkan.
1. Peserta melakukan pendaftaran dengan mengisi form pendaftaran [klik di sini]
2. Pendaftaran, pengumpulan, penjurian dan voting karya dilakukan di formulasi.or.id
3. Peserta hendaknya menshare karyanya diberbagai media social (facebook, twitter, google+)
4. Bagi yang memiliki blog pribadi, artikel dapat direview di blog pribadi.
5. Peserta maksimal mengirim 2 karya
6. Penjurian dan penentuan pemenang dilakukan di akhir periode.
7. Naskah dikirim dalam format .doc atau docx dengan ukuran kertas A4, margin 4 cm 3 cm 4 cm 3 cm, spasi 1,5. Gunakan huruf Times New Roman atau Arial dengan template yang bisa didownload dengan [klik di sini]
8. Naskah dikirim melalui e-mail ke lomba@formulasi.or.id
9. Artikel yang memenuhi syarat dan ketentuan akan dimuat dalam www.formulasi.or.id
Dewan Juri :
1. Mampuono, S.Pd., M.Kom (Ketua Komunitas Rumah Belajar Kemendiknas)
2. Dra. Endah Sulistyowati, M. Si (Juara 1 Internasional Seameo)
3. Fauzan A. Mahanani, S.Pd (Ketua Formulasi)
Kriteria Penilaian :
1. Penilaian pemenang berdasarkan kriteria sebagai berikut :
a. 60 % Penilaian Juri dengan perincian
· Kreatifitas ide (25%)b. 40 % Penilaian Pembaca berupa share sosial media dengan perincian
· File Pendukung (20%)
· Kemanfaatan tulisan (10%)
· Kemudahan dipahami (5 %)
· Google + = 20%2. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
· Komentar Pembaca = 10%
· Like Facebook = 5%
· Like Twitter = 5%
Pengumuman Pemenang
Pengumuman pemenang dapat dilihat di www.formulasi.or.id pada minggu pertama periode berikutnya.
Hadiah:
Pemenang akan mendapat Tablet PC dan Sertifikat. Tunggu apa lagi? Segera kirimkan kaya anda! Ikuti juga update mengenai lomba ini di website www.formulasi.or.id ,dan facebook fan page Formulasi dengan alamatwww.facebook.com/forum.multimedia.edukasi .
Thursday, March 14, 2013
MEMBERI PINJAMAN
Memberi Pinjaman
Saya pernah mendengar seorang mubalig mengatakan bahwa pinjaman itu pahalanya lebih banyak ketimbang memberi sedekah atau hadiah.
Lipat sepuluh kali. Alasannya memberi pinjaman adalah memberi kepada orang yang pasti dan lebih memerlukan ; sedang memberi sedekah atau hadiah, belum tentu orang yang diberi orang yang memerlukan sama sekali.
Terlepas dari pahalanya, alasan itu sendiri tentu masih bisa dipersoalkan. Setidak tidaknya menyangkut pengertian “memerlukan” yang mengandung kadar nisbi nyaris tak terbatasi itu. Kecuali jika pembicaran dibatasi pada kerangka “kehidupan komsumtif” yang sederhana saja.
Sebab dalam kehidupan yang “cangih” seperti sekarang ini, tentu kurang relevan mengaitkan pemberian, terutama pemberian pinjaman, dengan sekedar faktor “keperluan” pihak yang diberi. Pemberian pinjaman masa kini justru lebih mempertimbangkan persyaratan-persyaratan bagi mereka yang benar-benar memerlukan, masalah sulit dipenuhi.
Ya, orang sekarang tidak peduli “memerlukan” atau tidak yang memperoleh pinjaman, yang penting haruslah bonafide. Bagi pihak pemberi pinjaman, “keperluan” si peminjam boleh jadi nomor dua atau tiga. Yang pokok si peminjam itu bonafide atau tidak ? Punya goodwill dan likuiditas atau tidak ? ada kelakar kalo mau cari utangan, anda mesti kaya dulu. Sebab mana ada orang melarat bonafide?
Orang sekarang tentu tidak kaget atau bertanya-tanya mendengar ada permintaan pinjaman dari orang yang kaya raya. Jika ada orang yang terkenal kaya mencari utangan, pastilah yang mendengar senang hati atau bangga, memberinya. Meminjami orang kaya, rasanya tidak hanya ringan, tapi ada semacam “kenikmatan” tersendiri. Dan berbeda dengan orang yang melarat , orang kaya jika meminjam, pengembalianya pasti terjamin dan biasanya lebih pula.
Namun anehnya, ada “permintaan pinjaman” dengan janji pengembalian berlipat ganda plus bonus, kok tidak banyak yang menyambutnya. Padahal yang meminta pinjaman, bonafiditas dan goodwill serta kekayaan dan kemurahannya tidak ada seorangpun yang meragukanya. Kok tidak banyak yang serta-merta menangkapnya sebagai satu kesempatan baik untuk investasi misalnya.
Ratusan tahun yang lalu, “permintaan pinjaman” dengan janji yang menggiurkan itu telah ditawarkan. Dan seorang petani dipinggir kota Madinah, yang tentu saja belum mengenal istilah investasi, deposito dan sebagainya, dengan spontan menyambutnya penuh gairah.
Abu ad-Dahdah, demikian nama petani itu, begitu mendengar tawaran, langsung memnyatakan kepada utusan yang menyampaikan tawaran itu, “Aku serahkan kebun kurmaku sebagai pinjaman”. Dan kepada istri serta anak-anaknya yang tingal menunggui kebunnya, Abu ad-Dahdad mengatakan, “Kemasi barang-barang! Pindah dari sini! Kebun ini telah kulepaskan, hari ini sebagai pinjaman”.
Eloknya, sang istri sambil mengemasi barang-barangnya, berkata mantap kepada suaminya, “saya yakin transaksimu ini pasti mengguntungkan”. Dan hari itu juga, keluarga petani itu meningalkan kebun yang konon berisi 600 pohon kurma berbuah itu.
Abu ad-Dahdah boleh menjadi mengharapkan keuntungan besar dikemudian hari, tapi jelas dia tidak berspekulasi. Bagaimana mungkin petani berspekulasi denagn menyerahkan tanah kebunnya yang luas itu ? Tidak, dia tidak berspekulasi. Dia dan juga istrinya yang mendukung tindakannya itu, amat yakin karena sangat mengenal siapa yang dipinjamnya.
Kita pun bila mengenalnya, seperti Abu ad-Dahdah dan istrinya mengenalnya, tentu tidak ragu-ragu memberikanpinjaman kepadanya. Soalnya betapa pun banafiditas, likuiditas, dan goodwill pihak yang meminjam, jika tidak atau belum begitu mengenalnya, rasanya masih berat juga memberikan pinjaman kepadanya. Apabila diharapkan memberikanya dengan ringan dan rasa “nikmat”.
Jadi persoalannya adalah sejauhmana pengenalan kita. “Tawaran” itu sendiri tetap terbuka setiap saat:” Man dza alladzi yuqridlu allaha qardalan hasanan fayudalla’ifahu lahu wal lahu ajrun kariem. (Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Dia akan melipat gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya dan dia akan mendapatkan pahala yang agung).” (Q.s. 57:11).
Sumber : http://gusmus.net/page.php?mod=dinamis&sub=2&id=404
Saya pernah mendengar seorang mubalig mengatakan bahwa pinjaman itu pahalanya lebih banyak ketimbang memberi sedekah atau hadiah.
Lipat sepuluh kali. Alasannya memberi pinjaman adalah memberi kepada orang yang pasti dan lebih memerlukan ; sedang memberi sedekah atau hadiah, belum tentu orang yang diberi orang yang memerlukan sama sekali.
Terlepas dari pahalanya, alasan itu sendiri tentu masih bisa dipersoalkan. Setidak tidaknya menyangkut pengertian “memerlukan” yang mengandung kadar nisbi nyaris tak terbatasi itu. Kecuali jika pembicaran dibatasi pada kerangka “kehidupan komsumtif” yang sederhana saja.
Sebab dalam kehidupan yang “cangih” seperti sekarang ini, tentu kurang relevan mengaitkan pemberian, terutama pemberian pinjaman, dengan sekedar faktor “keperluan” pihak yang diberi. Pemberian pinjaman masa kini justru lebih mempertimbangkan persyaratan-persyaratan bagi mereka yang benar-benar memerlukan, masalah sulit dipenuhi.
Ya, orang sekarang tidak peduli “memerlukan” atau tidak yang memperoleh pinjaman, yang penting haruslah bonafide. Bagi pihak pemberi pinjaman, “keperluan” si peminjam boleh jadi nomor dua atau tiga. Yang pokok si peminjam itu bonafide atau tidak ? Punya goodwill dan likuiditas atau tidak ? ada kelakar kalo mau cari utangan, anda mesti kaya dulu. Sebab mana ada orang melarat bonafide?
Orang sekarang tentu tidak kaget atau bertanya-tanya mendengar ada permintaan pinjaman dari orang yang kaya raya. Jika ada orang yang terkenal kaya mencari utangan, pastilah yang mendengar senang hati atau bangga, memberinya. Meminjami orang kaya, rasanya tidak hanya ringan, tapi ada semacam “kenikmatan” tersendiri. Dan berbeda dengan orang yang melarat , orang kaya jika meminjam, pengembalianya pasti terjamin dan biasanya lebih pula.
Namun anehnya, ada “permintaan pinjaman” dengan janji pengembalian berlipat ganda plus bonus, kok tidak banyak yang menyambutnya. Padahal yang meminta pinjaman, bonafiditas dan goodwill serta kekayaan dan kemurahannya tidak ada seorangpun yang meragukanya. Kok tidak banyak yang serta-merta menangkapnya sebagai satu kesempatan baik untuk investasi misalnya.
Ratusan tahun yang lalu, “permintaan pinjaman” dengan janji yang menggiurkan itu telah ditawarkan. Dan seorang petani dipinggir kota Madinah, yang tentu saja belum mengenal istilah investasi, deposito dan sebagainya, dengan spontan menyambutnya penuh gairah.
Abu ad-Dahdah, demikian nama petani itu, begitu mendengar tawaran, langsung memnyatakan kepada utusan yang menyampaikan tawaran itu, “Aku serahkan kebun kurmaku sebagai pinjaman”. Dan kepada istri serta anak-anaknya yang tingal menunggui kebunnya, Abu ad-Dahdad mengatakan, “Kemasi barang-barang! Pindah dari sini! Kebun ini telah kulepaskan, hari ini sebagai pinjaman”.
Eloknya, sang istri sambil mengemasi barang-barangnya, berkata mantap kepada suaminya, “saya yakin transaksimu ini pasti mengguntungkan”. Dan hari itu juga, keluarga petani itu meningalkan kebun yang konon berisi 600 pohon kurma berbuah itu.
Abu ad-Dahdah boleh menjadi mengharapkan keuntungan besar dikemudian hari, tapi jelas dia tidak berspekulasi. Bagaimana mungkin petani berspekulasi denagn menyerahkan tanah kebunnya yang luas itu ? Tidak, dia tidak berspekulasi. Dia dan juga istrinya yang mendukung tindakannya itu, amat yakin karena sangat mengenal siapa yang dipinjamnya.
Kita pun bila mengenalnya, seperti Abu ad-Dahdah dan istrinya mengenalnya, tentu tidak ragu-ragu memberikanpinjaman kepadanya. Soalnya betapa pun banafiditas, likuiditas, dan goodwill pihak yang meminjam, jika tidak atau belum begitu mengenalnya, rasanya masih berat juga memberikan pinjaman kepadanya. Apabila diharapkan memberikanya dengan ringan dan rasa “nikmat”.
Jadi persoalannya adalah sejauhmana pengenalan kita. “Tawaran” itu sendiri tetap terbuka setiap saat:” Man dza alladzi yuqridlu allaha qardalan hasanan fayudalla’ifahu lahu wal lahu ajrun kariem. (Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Dia akan melipat gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya dan dia akan mendapatkan pahala yang agung).” (Q.s. 57:11).
Sumber : http://gusmus.net/page.php?mod=dinamis&sub=2&id=404
Wednesday, March 13, 2013
KAIDAH PENULISAN SOAL PILIHAN GANDA
Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda
Soal Ujian,Ulangan semesteran atau kegiatan tengah semester yang hendak kita susun adalah soal pilihan ganda. Terdapat tiga kaidah yang perlu diperhatikan dalam penuisan soal pilihan ganda, yaitu (1) materi, (2) konstruksi, dan (3) bahasa (keterbacaan) (Depdiknas, 2007).
1.Materi
Berikut ini adalah kaidah dalam penulisan soal pilihan ganda ditinjau dari segi materi.
(a)Soal harus sesuai dengan indikator. Soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan tuntutan indikator.
(b)Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Hal itu berarti bahwa semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang terkandung dalam pokok soal, penulisannya harus setara, dan semua pilihan jawaban harus berfungsi.
(c)Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau paling benar.
2.Konstruksi
Berikut ini adalah kaidah dalam penulisan soal pilihan ganda ditinjau dari segi konstruksi.
(a)Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Hal itu berarti bahwa kemampuan yang hendak diukur/ditanyakan harus jelas, tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran ganda atau berbeda dari yang dimaksud penulis soal. Soal hanya mengandung satu persaoalan untuk setiap nomor.
(b)Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. Artinya bahwa apabila terdapat rumusan atau pernyataan yang sebetulnya tidak diperlukan, maka rumusan atau pernyataan tersebut dihilangkan saja.
(c)Pokok soal jangan memberi petunjuk kearah jawaban yang benar.
(d)Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
(e)Panjang rumusan soal harus relatif sama. Kaidah ini perlu diperhatikan karena ada kecenderungan siswa memilih jawaban yang paling panjang karena sering jawaban yang panjang itu lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban.
(f)Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, “Semua pilihan jawaban di atas salah,” atau “Semua pilihan jawaban di atas benar”.
(g)Pilihan jawaban yang berbentuk angka harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologisnya.
(h)Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfingsi. Artinya apa saja yang menyertai soal yang ditanyakan harus jelas, terbaca, dapat dimengerti oleh siswa sehingga apabila soal dapat dijawab tanpa melihat grafik/gambar/tabel, maka grafik/gambar/tabel tidak perlu digunakan.
(i)Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama menjadi tidak dapat menjawab benar soal berikutnya.
3.Bahasa
Berikut ini adalah kaidah dalam penulisan soal pilihan ganda ditinjau dari segi bahasa.
(a)Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
(b)Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal yang akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.
(c)Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif.
(d)Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.
Soal Ujian,Ulangan semesteran atau kegiatan tengah semester yang hendak kita susun adalah soal pilihan ganda. Terdapat tiga kaidah yang perlu diperhatikan dalam penuisan soal pilihan ganda, yaitu (1) materi, (2) konstruksi, dan (3) bahasa (keterbacaan) (Depdiknas, 2007).
1.Materi
Berikut ini adalah kaidah dalam penulisan soal pilihan ganda ditinjau dari segi materi.
(a)Soal harus sesuai dengan indikator. Soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan tuntutan indikator.
(b)Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Hal itu berarti bahwa semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama seperti yang terkandung dalam pokok soal, penulisannya harus setara, dan semua pilihan jawaban harus berfungsi.
(c)Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau paling benar.
2.Konstruksi
Berikut ini adalah kaidah dalam penulisan soal pilihan ganda ditinjau dari segi konstruksi.
(a)Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Hal itu berarti bahwa kemampuan yang hendak diukur/ditanyakan harus jelas, tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran ganda atau berbeda dari yang dimaksud penulis soal. Soal hanya mengandung satu persaoalan untuk setiap nomor.
(b)Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. Artinya bahwa apabila terdapat rumusan atau pernyataan yang sebetulnya tidak diperlukan, maka rumusan atau pernyataan tersebut dihilangkan saja.
(c)Pokok soal jangan memberi petunjuk kearah jawaban yang benar.
(d)Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
(e)Panjang rumusan soal harus relatif sama. Kaidah ini perlu diperhatikan karena ada kecenderungan siswa memilih jawaban yang paling panjang karena sering jawaban yang panjang itu lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban.
(f)Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, “Semua pilihan jawaban di atas salah,” atau “Semua pilihan jawaban di atas benar”.
(g)Pilihan jawaban yang berbentuk angka harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologisnya.
(h)Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfingsi. Artinya apa saja yang menyertai soal yang ditanyakan harus jelas, terbaca, dapat dimengerti oleh siswa sehingga apabila soal dapat dijawab tanpa melihat grafik/gambar/tabel, maka grafik/gambar/tabel tidak perlu digunakan.
(i)Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal pertama menjadi tidak dapat menjawab benar soal berikutnya.
3.Bahasa
Berikut ini adalah kaidah dalam penulisan soal pilihan ganda ditinjau dari segi bahasa.
(a)Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
(b)Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal yang akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.
(c)Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif.
(d)Pilihan jawaban jangan mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.
Tuesday, March 12, 2013
Lomba Mengarang Cerpen Anak oleh Guru 2013
Lomba Mengarang Cerpen Anak oleh Guru 2013
Ibu-Ibu Guru dan Bapak-Bapak Guru yang kami hormati!
Menyambut Hari Ulang Tahun Ke-40 Majalah Bobo, tanggal 14 April 2013 nanti, Majalah Bobo kembali menyelenggarakan Lomba Mengarang Cerpen oleh Guru. Kami mengundang Ibu dan Bapak Guru sekalian untuk ikut serta dalam lomba ini.
Majalah Bobo berharap, karya Ibu dan Bapak Guru bisa memberikan hiburan,
sekaligus panduan nilai moral kepada anak dalam kehidupan sehari-hari. Tema cerpen bebas. Boleh tentang apa saja. Yang penting cerita itu indah, menarik, dan sesuai untuk anak.
Untuk teman-teman pembaca Bobo, tolong, sampaikan pengumuman ini kepada Ibu dan Bapak Guru di sekolahmu, di sekolah temanmu, atau di sekolah saudaramu. Terima kasih, ya!
Syarat Lomba
1. Lomba ini untuk para guru.
2. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3. Naskah harus asli, bukan terjemahan, saduran, atau mengambil ide dari karya lain yang sudah ada.
4. Naskah belum pernah diterbitkan di media massa (cetak maupun elektronik) dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain.
5. Tema bebas, asalkan sesuai untuk anak.
6. Atas karya yang menang, Redaksi Bobo berhak menerbitkannya di Majalah Bobo, mengumumkan/memperbanyak, dan mewujudkannya kembali dalam format digital maupun non digital yang tetap merupakan bagian dari Majalah Bobo.
7. Atas naskah yang tidak menang lomba tetapi memenuhi syarat untuk diterbitkan, Redaksi Bobo berhak menerbitkannya di Majalah Bobo, mengumumkan/memperbanyak, dan mewujudkannya kembali dalam format digital maupun non digital yang tetap merupakan bagian dari Majalah Bobo. Penulis akan mendapat honor atas pemuatan naskah tersebut.
8. Naskah yang masuk menjadi hak Redaksi dan tidak dikembalikan.
9. Keputusan juri mengikat dan tidak bisa diganggu gugat.
10. Hadiah untuk pemenang sudah termasuk honorarium pemuatan di Majalah Bobo maupun segala alih bentuknya.
Ketentuan Teknis
1. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah cerpen.
2. Naskah diketik di kertas berukuran folio dengan jarak 2 (dua) spasi. Panjang tulisan maksimal 3 halaman.
3. Lampirkan di setiap naskah: biografi singkat penulis, surat keterangan dari Kepala Sekolah serta cap sekolah, fotokopi KTP, nomor telepon rumah/hp, nomor rekening bank, dan selembar foto terbaru ukuran kartu pos (3R).
4. Naskah dimasukkan ke dalam amplop. Tuliskan: Lomba Mengarang Cerpen Anak oleh Guru di sudut kiri atas amplop.
5. Karya dikirimkan ke: Panitia Lomba Mengarang Cerpen Anak oleh Guru, Redaksi Majalah Bobo, Jl. Panjang No. 8A, Jakarta 11530.
6. Karya peserta diterima panitia paling lambat pada tanggal 13 April 2013.
Hadiah:
Juara I: Rp8.000.000,00 (delapan juta rupiah)
Juara II: Rp6.500.000,00 (enam juta lima ratus ribu rupiah)
Juara III: Rp5.500.000,00 (lima juta lima ratus ribu rupiah)
10 (sepuluh) pemenang harapan, masing-masing berhadiah Rp1.000.000,00.(satu juta rupiah)
Lain-Lain
1. Pengumuman Pemenang akan dimuat di Majalah Bobo No. 08/XLI, yang terbit tanggal 30 Mei 2013.
2. Hadiah akan dikirim melalui transfer lewat bank.
3. Pemenang akan mendapat surat pemberitahuan langsung dari Majalah Bobo dan tidak melalui agen/perantara lain.
4. Waspadalah dengan penipuan yang berkedok ingin membantu/mengurusi pemenang. Jangan pernah melayani permintaan transfer uang sedikit pun. Kalau ada hal yang mencurigakan, segeralah menelepon Redaksi Majalah Bobo: (021) 5330150, (021) 5330170, pesw. 33201, 33206.
Ibu-Ibu Guru dan Bapak-Bapak Guru yang kami hormati!
Menyambut Hari Ulang Tahun Ke-40 Majalah Bobo, tanggal 14 April 2013 nanti, Majalah Bobo kembali menyelenggarakan Lomba Mengarang Cerpen oleh Guru. Kami mengundang Ibu dan Bapak Guru sekalian untuk ikut serta dalam lomba ini.
Majalah Bobo berharap, karya Ibu dan Bapak Guru bisa memberikan hiburan,
sekaligus panduan nilai moral kepada anak dalam kehidupan sehari-hari. Tema cerpen bebas. Boleh tentang apa saja. Yang penting cerita itu indah, menarik, dan sesuai untuk anak.
Untuk teman-teman pembaca Bobo, tolong, sampaikan pengumuman ini kepada Ibu dan Bapak Guru di sekolahmu, di sekolah temanmu, atau di sekolah saudaramu. Terima kasih, ya!
Syarat Lomba
1. Lomba ini untuk para guru.
2. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3. Naskah harus asli, bukan terjemahan, saduran, atau mengambil ide dari karya lain yang sudah ada.
4. Naskah belum pernah diterbitkan di media massa (cetak maupun elektronik) dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain.
5. Tema bebas, asalkan sesuai untuk anak.
6. Atas karya yang menang, Redaksi Bobo berhak menerbitkannya di Majalah Bobo, mengumumkan/memperbanyak, dan mewujudkannya kembali dalam format digital maupun non digital yang tetap merupakan bagian dari Majalah Bobo.
7. Atas naskah yang tidak menang lomba tetapi memenuhi syarat untuk diterbitkan, Redaksi Bobo berhak menerbitkannya di Majalah Bobo, mengumumkan/memperbanyak, dan mewujudkannya kembali dalam format digital maupun non digital yang tetap merupakan bagian dari Majalah Bobo. Penulis akan mendapat honor atas pemuatan naskah tersebut.
8. Naskah yang masuk menjadi hak Redaksi dan tidak dikembalikan.
9. Keputusan juri mengikat dan tidak bisa diganggu gugat.
10. Hadiah untuk pemenang sudah termasuk honorarium pemuatan di Majalah Bobo maupun segala alih bentuknya.
Ketentuan Teknis
1. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah cerpen.
2. Naskah diketik di kertas berukuran folio dengan jarak 2 (dua) spasi. Panjang tulisan maksimal 3 halaman.
3. Lampirkan di setiap naskah: biografi singkat penulis, surat keterangan dari Kepala Sekolah serta cap sekolah, fotokopi KTP, nomor telepon rumah/hp, nomor rekening bank, dan selembar foto terbaru ukuran kartu pos (3R).
4. Naskah dimasukkan ke dalam amplop. Tuliskan: Lomba Mengarang Cerpen Anak oleh Guru di sudut kiri atas amplop.
5. Karya dikirimkan ke: Panitia Lomba Mengarang Cerpen Anak oleh Guru, Redaksi Majalah Bobo, Jl. Panjang No. 8A, Jakarta 11530.
6. Karya peserta diterima panitia paling lambat pada tanggal 13 April 2013.
Hadiah:
Juara I: Rp8.000.000,00 (delapan juta rupiah)
Juara II: Rp6.500.000,00 (enam juta lima ratus ribu rupiah)
Juara III: Rp5.500.000,00 (lima juta lima ratus ribu rupiah)
10 (sepuluh) pemenang harapan, masing-masing berhadiah Rp1.000.000,00.(satu juta rupiah)
Lain-Lain
1. Pengumuman Pemenang akan dimuat di Majalah Bobo No. 08/XLI, yang terbit tanggal 30 Mei 2013.
2. Hadiah akan dikirim melalui transfer lewat bank.
3. Pemenang akan mendapat surat pemberitahuan langsung dari Majalah Bobo dan tidak melalui agen/perantara lain.
4. Waspadalah dengan penipuan yang berkedok ingin membantu/mengurusi pemenang. Jangan pernah melayani permintaan transfer uang sedikit pun. Kalau ada hal yang mencurigakan, segeralah menelepon Redaksi Majalah Bobo: (021) 5330150, (021) 5330170, pesw. 33201, 33206.
Monday, March 11, 2013
BAHAYANYA SUSU SAPI
Anak anda dan kita semua tentu butuh kalsium, tapi kadarnya tak sebanyak petuah sesat iklan yang bikin khawatir orangtua. Sejauh ini susu sapi asli mengandung 143 mg kalsium/100 gram.Kalsium tepung susu skim (bahan baku susu bubuk di pasaran) lebih tinggi lagi, 1300 mg/100 gram.(Yen, 2012)
Meski kalsium pada ASI cuma 34 mg kalsium/100 gram, tapi lebih kaya asam lemak esensial ketimbang susu sapi maupun susu bubuk. Pada ASI, asam linoleat yang penting bagi pertumbuhan saraf, kandungannya 11 kali dibanding susu sapi.(Ibid)
Protein bernama kasein pada susu sapi 300 kali lipat dibanding pada ASI. Namun ada horor mengintai bila dikonsumsi, yakni penggumpalan (koagulasi) pada saluran pencernaan berupa gumpalan besar, padat, keras yang sulit dicerna. Ini bisa menjelaskan mengapa banyak orangtua amat bersedih melihat derita anaknya yang diberi susu formula lantaran anaknya susah BAB, sambil orangtua mencongkel-congkel tinja anak yang susah keluar.Dan koagulasi itu pun sebabkan gangguan penyerapan zat gizi penting lainnya.(Ibid)
Diabetes tipe 1, kasus alergi anak dan reaksi auto-imun diduga terkait konsumsi rutin susu sapi.Begitu pun risiko kanker dan mad-cow akibat metode pemberian pakan sapi yang membuat kelenjar hipofise sapi jadi tak normal, maupun munculnya protein asing pada sapi. (Ibid)
Pada "World Breastfeeding Week", 1-7 Agustus 2006, Elisabeth Sterken, BSc, MSc, Nutritionist INFACT Canada/North America menyebutkan, susu di luar ASI membuat peningkatan beragam risiko seperti asma, alergi, infeksi saluran pernapasan anak, kanker anak, kekurangan nutrisi, penyakit kronik, diabetes, penyakit kardiovaskuler, infeksi pencernaan, radang telinga,penurunan perkembangan kecerdasan, efek samping akibat penambahan zat yang tak semestinya ada dalam susu.
Meski kalsium pada ASI cuma 34 mg kalsium/100 gram, tapi lebih kaya asam lemak esensial ketimbang susu sapi maupun susu bubuk. Pada ASI, asam linoleat yang penting bagi pertumbuhan saraf, kandungannya 11 kali dibanding susu sapi.(Ibid)
Protein bernama kasein pada susu sapi 300 kali lipat dibanding pada ASI. Namun ada horor mengintai bila dikonsumsi, yakni penggumpalan (koagulasi) pada saluran pencernaan berupa gumpalan besar, padat, keras yang sulit dicerna. Ini bisa menjelaskan mengapa banyak orangtua amat bersedih melihat derita anaknya yang diberi susu formula lantaran anaknya susah BAB, sambil orangtua mencongkel-congkel tinja anak yang susah keluar.Dan koagulasi itu pun sebabkan gangguan penyerapan zat gizi penting lainnya.(Ibid)
Diabetes tipe 1, kasus alergi anak dan reaksi auto-imun diduga terkait konsumsi rutin susu sapi.Begitu pun risiko kanker dan mad-cow akibat metode pemberian pakan sapi yang membuat kelenjar hipofise sapi jadi tak normal, maupun munculnya protein asing pada sapi. (Ibid)
Pada "World Breastfeeding Week", 1-7 Agustus 2006, Elisabeth Sterken, BSc, MSc, Nutritionist INFACT Canada/North America menyebutkan, susu di luar ASI membuat peningkatan beragam risiko seperti asma, alergi, infeksi saluran pernapasan anak, kanker anak, kekurangan nutrisi, penyakit kronik, diabetes, penyakit kardiovaskuler, infeksi pencernaan, radang telinga,penurunan perkembangan kecerdasan, efek samping akibat penambahan zat yang tak semestinya ada dalam susu.
Sunday, March 10, 2013
Lomba Penulisan Artikel, Feature dan Foto Bidang Pendidikan dan Kebudayaan
LOMBAPENULISAN ARTIKEL, FEATURES, DAN FOTOBIDANG PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2013
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan
Nasional (Hardiknas) 2013, Pusat Informasi dan Humas Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (PIH Kemdikbud), menyelenggarakan Lomba
Penulisan Artikel, Features, dan Lomba Foto Bidang Pendidikan dan
Kebudayaan.
Tema Lomba adalah “MEMBELI MASA DEPAN DENGAN HARGA SEKARANG”
Subtema:
- Pembiayaan Pendidikan
- Implementasi Kurikulum 2013
- Sarana dan Prasarana Pendidikan
- Melestarikan Warisan Budaya
- Penulisan artikel terbuka untuk umum. Penulisan karangan khas (features) untuk wartawan media cetak.
- Kategori lomba foto meliputi: pelajar/mahasiswa; umum/profesional; dan wartawan. Karya wartawan sudah pernah dimuat di media cetak atau online, disertakan bukti pemuatan.
- Artikel, Feature, dan Foto adalah karya asli, dan panitia berhak menggugurkan pemenang apabila di kemudian hari tulisan terbukti bukan karya asli.
- Artikel, features, dan foto belum pernah diikutsertakan dalam lomba apapun dan tidak sedang disertakan dalam lomba lainnya.
- Artikel dan Feature dimuat pada media massa cetak yang terbit di Indonesia pada periode 1 Januari s.d. 5 April 2013.
- Tulisan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
- Pengiriman naskah artikel dan features dilampirkan bukti pemuatan serta fotokopi identitas, melalui pos mulai 6 Maret s.d. 5 April 2013 (cap pos), dikirim ke alamat panitia lomba: Pusat Informasi dan Humas, Gedung C lt. 4, Kemdikbud, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat.
- Pengiriman foto dalam bentuk file dengan ukuran 1,25 MB, resolusi 72 per inch, berwarna, dan di buat pada masa 1 Januari s.d 5 April 2013, ke email: lombaphoto@kemdikbud.go.id, mulai 6 Maret s.d. 5 April 2013.
- Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 naskah artikel, features, maupun foto.
- Panitia berhak menggunakan foto yang diikutsertakan dalam lomba untuk kepentingan publikasi.
- Pengumuman hasil lomba melalui www.kemdikbud.go.id pada Mei 2013. Pemenang akan dihubungi oleh panitia.
- Pemenang I, II, dan III tiap kategori berhak atas piagam penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan uang tunai masing-masing sebesar:
- Juara I : Rp 10.000.000 (dipotong pajak)
- Juara II : Rp 7.500.000 (dipotong pajak)
- Juara III : Rp 5.000.000 (dipotong pajak)
- Peserta bukan pegawai Kemdikbud Pusat.
- Keputusan juri bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat.
Saturday, March 9, 2013
Sejarah BAROMETER
Pada abad ke-17 seorang ilmuwan berkebangsaan Italia bernama
Evangelista Torricelli (1608-1647) mencoba mengukur tekanan udara. Karena keuletannya, dia
berhasil melakukan percobaan untuk membuktikan tekanan udara dengan memperkenalkan alat
pengukur tekanan udara yang disebut barometer pertama yang sangat sederhana.
Alatnya hanya menggunakan sebuah pipa kaca yang panjangnnya 1 meter dengan
salah satu ujungnya tertutup dan raksa.
Torricelli melakukan percobaan di daerah pantai pada ketinggian permukaan laut. Caranya pipa yang terbuka
tersebut dimasukkan ke dalam bejana berisi raksa, hasil percobaannya
menunjukkan bahwa raksa yang berada dalam pipa akan turun sampai 24 cm sehingga
tinggi raksa yang berada dalam didalam pipa menjadi 76 cm. Lalu, Torricelli
mengubah-ubah kemiringan pipa dan ternyata tinggi raksa tidak berubah. Dia
menyimpulkan bahwa tekanan di permukaan laut itu sebesar 76 cmHg atau disebut 1
atmosfer.
Untuk mengukur tekanan atmosfer di daerah tertentu pun cara yang
digunakan adalah sama, yaitu hanya dengan melihat ketinggian raksa didalam pipa
Torricelli yang ditempatkan di daerah tersebut. Dengan demikian, tekannan
atmosfer di daerah itu dapat diketahui.
Alat untuk mengukur tekanan udara disebut Barometer. Barometer banyak
jenisnya, salah satunya sudah dibahas diatas yaitu Barometer Torricelli.
Barometer Torricelli tentu tidak praktis karena kita harus membawa alat yang
tingginya 1 meter dengan raksa yang sangat berbahaya apabila uapnya terserap
oleh kita. Hal ini disebabkan massa jenis uap raksa sangat berat sehingga
apabila terisap ke paru – paru sulit untuk keluar lagi. Oleh sebab itu, para
ahli berusaha membuat alat pengukur tekanan udara yang praktis, diantaranya
adalah :
1. Barometer
Fortin
Barometer raksa disebut
barometer Fortin karena yang pertama membuatnya adalah seorang ahli Fisika
berkebangsaan Prancis Nicolas Fortin walaupun yang kali pertama menemukannya
Torricelli. Barometer ini dapat mengukur dengan teliti karena dilengkapi dengan
skala nonius atau skala vernier seperti halnya jangka sorong, ketelitian alat
ukur ini mencapai 0,01 cmHg, Barometer ini cukup panjang seperti halnya
barometer Torricelli sehingga sulit dibawa - bawa
. 2.Barometer Logam
Barometer logam disebut barometer
aneroid. Barometer ini banyak digunakan di Badan Meteorologi dan Geofisika
untuk memperkirakan cuaca dengan mengukur tekanan udaranya, Barometer logam biasa
juga disebut barometer kering. Barometer logam lebih praktis untuk dibawa-bawa
dan skalanya mudah dibaca karena berbentuk lingkaran. Bagian utama dari
barometer ini adalah sebuah kotak logam kecil berisi udara dengan tekanan yang
sangat rendah. Permukaan kotak dibuat bergelombang agar lebih mudah melentur di
bagian tengahnya. Jika tekanan bertambah, bagian atas dan bawah kotak mengempis
sehingga menekan kotak logam yang berisi udara. Akibatnya, tekanan naik dan
akan menggerakkan tuas yang menarik rantai kiri sehingga jarum penunjuk
barometer akan menyimpang ke kanan dengan menunjukkan angka tertentu. Friday, March 8, 2013
SUHU DAN PENGUKURANNYA
1. Pengertian Suhu
Ukuran terhadap derajat panas suatu benda disebut dengan suhu.
2. Pengukuran Suhu
Untuk mengukur suhu suatu keadaan digunakan termometer. Termometer
berasal dari bahasa Yunani, yaitu thermos dan meter. Thermos artinya panas,
sedangkan meter artinya mengukur. Jadi, termometer merupakan alat untuk
mengukur suhu. Termometer biasanya berbentuk sebuah pipa kaca sempit tertutup
yang diisi dengan zat cair, seperti air raksa. Dalam sistem internasional
besaran suhu menggunakan skala Kelvin (K), tetapi di Indonesia besaran suhu
yang sering digunakan adalah Celsius (°C). Zat pengisi termometer yang paling
umum digunakan adalah raksa dan alkohol. Kedua zat cair tersebut masing-masing
memiliki keuntungan dan kerugian.
a. Raksa
Keuntungan menggunakan raksa sebagai pengisi termometer adalah sebagai
berikut.
1) Warnanya mengkilap seperti perak sehingga mudah dilihat.
1) Warnanya mengkilap seperti perak sehingga mudah dilihat.
2) Perubahan volumenya teratur pada saat terjadinya perubahan suhu.
3) Tidak membasahi dinding kaca.
4) Jangkauan suhunya cukup lebar (–40 °C sampai dengan 350 °C).
Sedangkan kerugiannya adalah sebagai berikut.
1) Harga raksa mahal.
2) Raksa tidak dapat mengukur suhu yang sangat rendah.
b. Alkohol
Keuntungan menggunakan alkohol sebagai pengisi termometer adalah sebagai
berikut.
1) Untuk menaikkan suhu kecil, alkohol mengalami perubahan volume lebih besar sehingga dapat mengukur suhu dengan teliti.
1) Untuk menaikkan suhu kecil, alkohol mengalami perubahan volume lebih besar sehingga dapat mengukur suhu dengan teliti.
2) Dapat mengukur suhu yang sangat rendah.
Sedangkan kerugiannya adalah sebagai berikut.
1) Titik didih rendah (78 °C) sehingga pemakaiannya terbatas.
2) Tidak berwarna, sehingga perlu diberi warna agar mudah dilihat.
3) Membasahi dinding kaca.
4. Skala Suhu dan Perbandingannya
a. Skala Celsius
Skala Celsius merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam
kehidupan sehari-hari. Skala Celsius ditetapkan oleh seorang fisikawan Swedia
yang bernama Andreas Celsius (1701 – 1744). Skala temperatur Celsius
menggunakan satuan 'Derajat Celsius' (simbol °C). Pada skala Celsius, titik
beku air ditetapkan sebagai titik tetap bawah, yaitu sebesar 0 °C dan titik
didih air ditetapkan sebagai titik tetap atas, yaitu sebesar 100 °C. Jarak
antara kedua titik tetap ini dibagi menjadi 100 skala.
b. Skala Fahrenheit
b. Skala Fahrenheit
Pada skala Fahrenheit, titik beku air ditetapkan sebesar 32 °F dan titik didih
air ditetapkan sebesar 212 °F. Jarak kedua titik tetap ini dibagi dalam 180
skala. Skala Fahrenheit banyak digunakan di Inggris, Kanada, dan Amerika
Serikat.
c. Skala Reamur
Pada skala Reamur, titik beku air ditetapkan sebesar 0 °R dan titik
didih air ditetapkan sebesar 80 °R. Jarak antara kedua titik tetap ini dibagi
ke dalam 80 skala. Skala Reamur jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
d. Skala Kelvin
Skala Kelvin memiliki satuan Kelvin (disingkat K, bukan °K).Pada skala Kelvin,
tidak ada skala negatif karena titik beku air ditetapkan sebesar 273 K dan
titik didih air ditetapkan sebesar 373 K. Hal ini berarti suhu 0 K sama dengan
–273 °C. Suhu ini dikenal sebagai suhu nol mutlak. Para ilmuwan yakin bahwa
pada suhu nol mutlak, molekulmolekul diam atau tidak bergerak. Dengan alasan
inilah skala Kelvin sering digunakan untuk keperluan ilmiah. Skala Kelvin
merupakan satuan internasional untuk temperatur.
5. Jenis-Jenis Termometer
5. Jenis-Jenis Termometer
Termometer yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari banyak jenisnya, di antaranya termometer klinis, termometer ruangan, dan termometer maksimum-minimum. Setiap jenis termometer tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda.
a. Termometer Klinis
Termometer klinis sering digunakan untuk mengukur suhu tubuh. Umumnya,
termometer ini digunakan oleh para dokter untuk mengetahui suhu badan pasiennya.Termometer
ini mempunyai skala dari 35 °C sampai dengan 42 °C.Hal ini dikarenakan suhu
tubuh manusia tidak pernah kurang dari 35 °C atau tidak pernah lebih dari 42
°C. Bagianbagian termometer ini terdiri atas tabung (terbuat dari kaca tipis),
bagian sempit, batang kaca, dan air raksa.
b. Termometer Ruangan
Termometer ruangan adalah termometer yang digunakan untuk mengukur
suhu suatu ruangan. Termometer ini umumnya mempunyai skala dari –20 °C sampai
50 °C.Untuk memudahkan pembacaan suhu, termometer ini biasanya diletakkan
menempel pada dinding dengan arah vertikal.
c. Termometer Maksimum-Minimum
c. Termometer Maksimum-Minimum
Termometer maksimum-minimum digunakan untuk mengukur suhu tertinggi
dan suhu terendah di suatu tempat. Termometer ini dapat mengukur suhu maksimum
dan suhu minimum sekaligus. Hal ini dapat dilakukan karena termometer
maksimum-minimum terdiri atas raksa dan alkohol (sekarang digunakan minyak
creosote). Raksa digunakan untuk mengukur suhu maksimum, sedangkan alkohol
digunakan untuk mengukur suhu minimum.
Thursday, March 7, 2013
Mid Semester Genap Kls 8
Untuk menghadapai kegiatan tengah semester Genap ini, saya mencoba membuat soal online dengan menggunakan wondershare quis creator yang terdiri dari beberapa soal khusus materi IPA Kelas 8 semester genap. Untuk dapat mengerjakan soal ini terlebih dahulu pembaca yang budiman diminta untuk menuliskan biodata sebagai berikut :
1. Alamat Email
2. Nama lengkap
3. Kelas
4. No Absent
Selamat mencoba semoga bermanfaat
1. Alamat Email
2. Nama lengkap
3. Kelas
4. No Absent
Selamat mencoba semoga bermanfaat










