- Lomba terbuka untuk semua pendidik dan tenaga kependidikan.
- Peserta telah bergabung dalam grup formulasi yang beralamat di https://www.facebook.com/groups/formulasi/
- Tema lomba periode Desember 2012 – 28 Pebruari 2013 “Pengalaman / Rencana Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran”.
- Pemanfaatan ICT dalam Pembelajaran yang dimaksud bisa merupakan pengalaman mengunakan media pembelajaran, pengalaman memanfaatkan e-learning, pengalaman melakukan ujian online, dll.
- Tulisan yang dilombakan belum pernah diterbitkan atau sedang diikutsertakan dalam lomba lain.
- Tulisan disertai dengan bukti Foto Anda pada saat mengaplikasikan pembelajaran berbasis ICT di dalam kelas.
- Tulisan yang dilombakan tidak melanggar norma dan hukum yang berlaku, termasuk didalamnya masalah SARA, pornografi, hak cipta, dan lain-lain.
- Artikel yang masuk dalam Redaksi Formulasi menjadi hak milik Redaksi Formulasi
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Thursday, November 29, 2012
LOMBA MENULIS ARTIKEL BAGI GURU
Forum Multimedia Edukasi (FORMULASI) di awal peluncurannya mengadakan LOMBA MENULIS ARTIKEL BAGI GURU. Lomba ini diperuntukkan bagi para guru dengan cara menulis di blog Formulasi. Adapun ketentuan lomba ini adalah sebagai berikut :
Syarat dan ketentuan:
Untuk informasi lebih lanjut bisa dilihat di http://www.formulasi.or.id/2012/11/lomba-menulis-artikel-bagi-guru.html
Tuesday, November 27, 2012
Sejumlah Guru Besar dari berbagai perguruan tinggi mengkritisi sistem Ujian Nasional (UN)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA, Sejumlah Guru Besar dari berbagai perguruan tinggi mengkritisi sistem Ujian Nasional (UN). Mereka berkumpul untuk mendeklarasikan Petisi Reformasi Pendidikan 2012.
Guru Besar yang tergabung dalam Koalisi Damai Reformasi Pendidikan meminta pemerintah melakukan reposisi terhadap Ujian Nasional. Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi UI Profesor Mayling Oey-Gardiner, UN membuat anak menjadi tidak dapat bersaing .
"Karena anak murid hanya menghafal untuk ujian saja. Jadi tidak mendapat apa-apa," kata Mayling di Warung Daun, Jakarta, Minggu (25/11/2012).
Ia mengatakan sistem pendidikan di Indonesia tidak mengajarkan keindahan diluar sekolah. "Seperti di museum atau tradisi tradisional. Dan yang ditekankan hanya harus menghafal saja," tuturnya.
Ia menegaskan UN untuk SD dan SMP harus dihapus. Pasalnya akibat yang ditimbulkan dari UN sangat besar.
"Jadi guru bisa naik pangkat kalau hasil kebohongan UN anak didiknya bagus, begitu juga dengan kepala sekolah dan kepala dinas. Jadi keeterkaitan itu harus dihapus. Dan tidak ada gunanya anak SD itu harus diambil melalui nilai UN," tegasnya.
Mayling mengatakan pemerintah harusnya dapat melihat pendidikan di tempat-tempat terpencil. Dimana pendidikan akhirnya tidak membuat mereka pintar. "Dia bisa dibohongi kalau belanja di pasar karena tidak bisa mneghitung padahal hasil UN-nya katanya bagus dan lulus. Jadi ini hanya kebohongan-kebohongan saja," imbuhnya.
Mayling juga menilai UN, tidak diperlukan karena hanya menghasilkan anak-anak yang menghafal dan tertekan. Mereka mendapat tekanan karena harus lulus UN.
"Kita ingin punya anak yang berkarakter dan memiliki moralitas yang baik. Kita ingin punya anak yang berinovasi dengan berfikir. Tapi bagaimana mau berfikir kalau anak hanya disuruh menghafal-hafal saja. Jadi UN ini bagaikan tembok penghalang, ya," tuturnya.
Sumber Artikel : http://enewsletterdisdik.blogspot.com/2012/11/guru-besar-kecam-pelaksanaan-un.html#more
Sunday, November 25, 2012
Bahan Tugas Kuliah
a. bahwa satuan pendidikan berprinsip nirlaba dan dapat
mengelola dana secara mandiri untuk memajukan satuan
pendidikan;
b. bahwa pungutan dan/atau sumbangan dalam rangka
memenuhi tanggung jawab peserta didik, orang
tua/walinya, dan/atau masyarakat haruslah berdasarkan
ketentuan perundang-undangan;
c. bahwa dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor
60 Tahun 2011 tentang Larangan Pungutan Biaya
Pendidikan Pada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah
Pertama terdapat kekurangan dan belum menampung
perkembangan kebutuhan satuan pendidikan yang dikelola
oleh masyarakat sehingga perlu diganti;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
pada huruf a, huruf b, dan huruf c perlu menetapkan
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang
Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan pada Satuan
Pendidikan Dasar;
Untuk bahan tugas Manajemen Keuangan sekolah/madrasah silahkan diambil disini
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 44 TAHUN 2012
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 48 TAHUN 2008
TENTANG
PENDANAAN PENDIDIKAN
Saturday, November 24, 2012
KISI - KISI UN 2012 - 2013
Kisi-kisi UN 2012-2013 telah ada, silahkan disedot :
1. Kisi-kisi UN SMP-SMA-SMK, klik http://bsnp-indonesia.org/id/ bsnp/wp-content/uploads/2012/ 11/ Kisi-Kisi-SMP-SMASMK-PLB-tahun- 2012-2013.pdf
2. Kisi-kisi UN SD/MI, klik http://bsnp-indonesia.org/id/ bsnp/wp-content/uploads/2012/ 11/ Kisi-Kisi-SDMI-SDLB-tahun-2012- 2013.pdf
Moga manfaat :)
1. Kisi-kisi UN SMP-SMA-SMK, klik http://bsnp-indonesia.org/id/
2. Kisi-kisi UN SD/MI, klik http://bsnp-indonesia.org/id/
Moga manfaat :)
Friday, November 23, 2012
HARGA SEBUAH WAKTU
HARGA SEBUAH WAKTU
Cerita ini saya posting dari FB temen Anson Diem… semoga menjadi renungan bagi orang tua yang terlalu sibuk bekerja…
Seorang Ayah pulang ke rumah dalam keadaan letih di sambut oleh anak lelakinya yg berusia 7 tahun didepan pintu…
Anak: Ayah, boleh tidak Arkan bertanya?
Ayah: “Ya…nak tanya apa?”
Anak: “Berapa pendapatan ayah per jam ?”
Ayah: “Itu bukan urusan kamu, buat apa kamu sibuk tanya?” si ayah mulai marah karena merasa lelah.
Anak: “Arkan tidak tahu ayah. Tolonglah beritahu berapa pendapatan ayah satu jam bekerja di kantor?” si anak mulai merayu.
Ayah: “Rp 10.000 perjam, memang kenapa?”
Anak: “Oh…” si anak menjawab sambil tunduk ke bawah. Kemudian memandang wajah ayahnya sambil bertanya, “Ayah….boleh tidak Arkan pinjam Rp 5000 dari ayah?”.
Si Ayah mulai menjadi berang dan berkata, ” oh, itu sebabnya kamu tanya
berapa pendapatan ayah, untuk apa uang sebanyak 5000 ? mau buat beli barang mainan lagi?
Ayah kerja capek-capek bukan untuk buang uang sembarangan.
Sekarang pergi ke kamar dan tidur, sudah lewat jam tidur nih…”
Anak kecil 7 tahun itu terdiam dan perlahan-lahan melangkah kembali ke kamar tidurnya.
Si ayah duduk di atas sofa dan mulai memikirkan mengapa anaknya yg sekecil itu memerlukan uang sebanyak itu.
Kira-kira dua jam kemudian si ayah kembali tenang dan berpikir, kemungkinan anaknya benar-benar memerlukan uang untuk keperluan di sekolahnya karena anaknya tidak pernah meminta uang sebanyak itu sebelumnya.
Dengan perasaan bersalah si ayah melangkah menuju kamar anaknya dan membuka pintu.
Didapati anaknya masih belum tidur.
“Kalau kamu betul-betul perlu uang, nah ambillah Rp 5000 ini”, kata si ayah.
Arkan segera bangun dan tersenyum girang. “Terima kasih banyak ayah”, katanya begitu gembira.
Kemudian dia mencari-cari sesuatu di bawah bantalnya dan mengeluarkan selembar lima ribuan yg sudah kusut.
Saat di lihat uang itu oleh ayahnya, si ayah kembali marah. “kenapa kamu minta uang lagi sedangkan kamu sudah ada uang sebanyak itu? Dan dari mana kamu dapat uang di bawah bantal itu?” bentak si ayah. Si anak menunduk tidak berani menatap wajah ayahnya.
“uang ini Arkan kumpulkan dari uang saku sekolah yang ayah beri tiap hari. Arkan minta lagi 5 ribu dari ayah sebab uang yang Arkan punya sekarang tidak cukup”, jawab si anak perlahan.
” Tidak cukup? memang mau buat beli apa?”, si ayah bertanya balik.
“Ayah, sekarang Arkan sudah punya 10 ribu. Ayah ambil uang ini.
Arkan mau beli satu jam waktu dari kerja ayah. Arkan ingin, ayah pulang kerja lebih awal besok.
Arkan kangen mau makan malam bersama ayah“, jawab si anak tanpa berani memandang wajah ayahnya yang terdiam dan hanya merasakan air bening jatuh dari matanya.
Sobat, sering kita sibuk bekerja dan tidak bisa membagi waktu untuk orang-orang yang kita sayangi.
waktu yang berlalu tidak akan mungkin kembali dan terulang lagi ……
(Sumber: Kembang Anggrek)
Cerita ini saya posting dari FB temen Anson Diem… semoga menjadi renungan bagi orang tua yang terlalu sibuk bekerja…
Seorang Ayah pulang ke rumah dalam keadaan letih di sambut oleh anak lelakinya yg berusia 7 tahun didepan pintu…
Anak: Ayah, boleh tidak Arkan bertanya?
Ayah: “Ya…nak tanya apa?”
Anak: “Berapa pendapatan ayah per jam ?”
Ayah: “Itu bukan urusan kamu, buat apa kamu sibuk tanya?” si ayah mulai marah karena merasa lelah.
Anak: “Arkan tidak tahu ayah. Tolonglah beritahu berapa pendapatan ayah satu jam bekerja di kantor?” si anak mulai merayu.
Ayah: “Rp 10.000 perjam, memang kenapa?”
Anak: “Oh…” si anak menjawab sambil tunduk ke bawah. Kemudian memandang wajah ayahnya sambil bertanya, “Ayah….boleh tidak Arkan pinjam Rp 5000 dari ayah?”.
Si Ayah mulai menjadi berang dan berkata, ” oh, itu sebabnya kamu tanya
berapa pendapatan ayah, untuk apa uang sebanyak 5000 ? mau buat beli barang mainan lagi?
Ayah kerja capek-capek bukan untuk buang uang sembarangan.
Sekarang pergi ke kamar dan tidur, sudah lewat jam tidur nih…”
Anak kecil 7 tahun itu terdiam dan perlahan-lahan melangkah kembali ke kamar tidurnya.
Si ayah duduk di atas sofa dan mulai memikirkan mengapa anaknya yg sekecil itu memerlukan uang sebanyak itu.
Kira-kira dua jam kemudian si ayah kembali tenang dan berpikir, kemungkinan anaknya benar-benar memerlukan uang untuk keperluan di sekolahnya karena anaknya tidak pernah meminta uang sebanyak itu sebelumnya.
Dengan perasaan bersalah si ayah melangkah menuju kamar anaknya dan membuka pintu.
Didapati anaknya masih belum tidur.
“Kalau kamu betul-betul perlu uang, nah ambillah Rp 5000 ini”, kata si ayah.
Arkan segera bangun dan tersenyum girang. “Terima kasih banyak ayah”, katanya begitu gembira.
Kemudian dia mencari-cari sesuatu di bawah bantalnya dan mengeluarkan selembar lima ribuan yg sudah kusut.
Saat di lihat uang itu oleh ayahnya, si ayah kembali marah. “kenapa kamu minta uang lagi sedangkan kamu sudah ada uang sebanyak itu? Dan dari mana kamu dapat uang di bawah bantal itu?” bentak si ayah. Si anak menunduk tidak berani menatap wajah ayahnya.
“uang ini Arkan kumpulkan dari uang saku sekolah yang ayah beri tiap hari. Arkan minta lagi 5 ribu dari ayah sebab uang yang Arkan punya sekarang tidak cukup”, jawab si anak perlahan.
” Tidak cukup? memang mau buat beli apa?”, si ayah bertanya balik.
“Ayah, sekarang Arkan sudah punya 10 ribu. Ayah ambil uang ini.
Arkan mau beli satu jam waktu dari kerja ayah. Arkan ingin, ayah pulang kerja lebih awal besok.
Arkan kangen mau makan malam bersama ayah“, jawab si anak tanpa berani memandang wajah ayahnya yang terdiam dan hanya merasakan air bening jatuh dari matanya.
Sobat, sering kita sibuk bekerja dan tidak bisa membagi waktu untuk orang-orang yang kita sayangi.
waktu yang berlalu tidak akan mungkin kembali dan terulang lagi ……
(Sumber: Kembang Anggrek)
Thursday, November 22, 2012
Pengumuman Peserta Lomba Multimedia 2012
PENGUMUMAN PESERTA LOMBA MULTIMEDIA 2012
Peserta dimohon membawa :
1. Surat Tugas ( dari Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota atau Kepala Sekolah)
2. SPPD LPMP Jawa Tengah yang sudah distempel dan ditandatangani oleh pejabat Dinas Pendidikan atau Kepala Sekolah.
3. Software/program pendukung materi lomba.
Pengumuman Peserta Lomba MPI LPMP 2012
2. SPPD LPMP Jawa Tengah yang sudah distempel dan ditandatangani oleh pejabat Dinas Pendidikan atau Kepala Sekolah.
3. Software/program pendukung materi lomba.
Pengumuman Peserta Lomba MPI LPMP 2012Wednesday, October 31, 2012
Pengumuman Pemenang Lomba dan Sayembara serta Penghargaan Bahasa dan Sastra pada Acara Bulan Bahasa dan Sastra 2012

1. Sayembara Penulisan Cerita Pendek bagi
Remaja Tingkat Nasional
a. Pemenang I: Ambar
Fidianingsih, Yogyakarta dengan cerpen yang berjudul “Matahari Segitiga”
b. Pemenang II: Ryan Azhari
Rivadana, Riau dengan cerpen yang berjudul “Bangku Kayu”
c. Pemenang III: Suci Nurani
Wulandari, Yogyakarta dengan cerpen yang berjudul“Tetap Ada dan Tinggal”
d. Pemenang Harapan I: Reny
Roswita Nazar, Riau dengan cerpen yang berjudul “Gadis Penjual Koran”
e. Pemenang Harapan II:
Beladiena Herdiani, Yogyakarta dengan cerpen yang berjudul “Pengamen Bisu”
f. Pemenang Harapan III:
Tiara Padila, Kalimantan Barat dengan cerpen yang berjudul “Di Atas Kapuas”
2. Festival Musikalisasi Puisi Tingkat
SLTA Se-Jabodetabek
a. Penampil
Terbaik I: Grup Musikalisasi Puisi SMAK 5 Penabur Jakarta
b. Penampil
Terbaik II: Grup Musikalisasi Puisi SMA Korpri Bekasi
c. Penampil
Terbaik III: Grup Musikalisasi Puisi SMA Negeri 6 Depok
d. Penampil
Terbaik IV: Grup Musikalisasi Puisi SMA Perguruan Advent 1 Jakarta
e. Penampil
Terbaik V: Grup Musikalisasi Puisi SMA Negeri 27 Jakarta
f. Penampil
Terbaik VI: Grup Musikalisasi Puisi SMA Negeri 115 Jakarta
3. Debat Bahasa Antarmahasiswa
Se-Jabodetabek dan Banten
a. Pemenang I: Program Studi Bahasa
Indonesia, Universitas Indonesia
b. Pemenang II: Program Studi
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Jakarta
c. Pemenang III: Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Indraprasta
PGRI
d. Pemenang Harapan I: Program
Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Prof.
Dr. Hamka
e. Pemenang Harapan II:
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas
Indraprasta PGRI
f. Pemenang Harapan III:
Program Studi Sastra Daerah untuk Sastra Jawa, Universitas Indonesia
4. Lomba Blog Kebahasaan dan Kesastraan
Tingkat Nasional
a. Pemenang I:
Drs. Sawali, M.Pd. (Kendal)
b. Pemenang II:
Bekti Patria Dwi Hastuti, S.S. (Madiun)
c. Pemenang III:
R. Kusdaryoko, S.Pd. (Banjarnegara)
d. Pemenang
Harapan I: Sabjan Badio (jogja)
e. Pemenang
Harapan II: Ferina Meliasanti (Subang)
f. Pemenang
Harapan III: Ahlul Hukmi (Riau)
5. Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasiona
a. Pemenang
I : I Gede Wahyu Adi Raditya dan Kadek Ridoi Rahayu dari
Provinsi Bali
b. Pemenang II :
Afri Meldam dan Siska Amelia Maldin dari Provinsi Sumatra Barat
c. Pemenang
III : Hendry Rifa’i dan Dhian Kurniawati dari Provinsi DKI
Jakarta
d. Pemenang Harapan
I : Panji Saputra dan Mita Devi Ayu Hafsari dari Provinsi
Jawa Tengah
e. Pemenang Harapan
II : Fajar Santoso dan Erdin Juwita P. dari Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta
f. Pemenang Harapan
III : Dellon Kuswari dan Meila Rosianika dari Provinsi Jambi
6. Lomba Keterampilan Berbahasa Indonesia
bagi Peserta BIPA
a. Pemenang
I : Zhang Dongdong dari China
b. Pemenang
II : Wei Yan dari China
c. Pemenang
III : Ulviyya Khalilova dari Azerbaijan
7. Sayembara Penulisan Proposal
Penelitian Kebahasaan, Kesastraan, dan Pengajaran bagi Mahasiswa Tingkat
Nasional
A.
Kebahasaan
- Terbaik I : Novi Pamelasari, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia dengan judul proposal penelitian “Kandungan Nilai Kearifan Lokal dalam Leksikon Batik Trusmi (Kajian Etnolinguistik)”
- Terbaik II : Jaenudin, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia dengan judul proposal penelitian “Nama Perkakas Berbahan Bambu dalam Bahasa Sunda di Desa Prapatan, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang (Kajian Ekolinguistik)”
- Terbaik III : Nurul Purwaning Ayu, mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia dengan judul proposal penelitian “Konsep Hidup dan Mati dalam Leksikon Upacara Adat Khaul Buyut Tambi, Indramayu (Sebuah Kajian Etnolinguistik)”
B. Kesastraan
a. Terbaik I : Farhana Aulia,
mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Seni, Universitas
Sebelas Maret dengan judul proposal penelitian “Hikayat Qamaruzzaman: Suntingan
Teks dan Analisi Sastra”
b. Terbaik II : Erlita Budi Antari,
mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Keguruan dan
Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan judul proposal
penelitian “Nasionalisme Ideal Anak pada Novel Anak Mimpi Sang Garuda karya
Benny Rhamdani; King karya Iwok Abqari; dan Sebelas Patriot karya Andrea
Hirata”
c. Terbaik III : Wahyu Awaludin,
mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia
dengan judul proposal penelitian “Gambaran Korupsi dan Perlawanan terhadapnya
dalam Novel Indonesia Pascareformasi: Kepengarangan dan Analisis Struktural
Novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye dan 86 karya Okky Madasari”
C.
Pengajaran
a. Terbaik I : Selly Nurlaely
Purnama Sari, mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,
Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Indonesia dengan
judul proposal penelitian “Peranan Konsep Diri dalam Buku Teks Bahasa Indonesia
Jenjang Sekolah Dasar sebagai Upaya Sosialisasi Pendidikan Berkeadilan Gender:
Analisis Wacana Kritis”
b. Terbaik II : Eka Retnaningsih,
mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan
Seni, Universitas Negeri Semarang dengan judul proposal penelitian “Peningkatan
Keterampilan menyimak Dongeng Menggunakan Media Audio dengan Strategi
Membangkitkan Rasa Ingin Tahu pada Siswa Kelas VIIA, SMP Negeri 1 Winong,
Kabupaten Pati”
c. Terbaik III : Eva Khofiyana,
mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret dengan judul proposal penelitian
“Aspek Sosial dan Nilai-Nilai Pendidikan Novel Biografi Anak Sejuta Bintang dan
Sepatu Dahlan sebagai Bahan Ajar Membaca Biografi Berbasis Pendidikan Karakter
(Tinjauan Sosiologi Sastra)”
II. Penghargaan Badan Bahasa Tahun 2012
1. Oka Rusmini atas novelnya yang
berjudul Tempurung
2. Dewi Lestari atas kumpulan
cerita yang berjudul Madre
3. Eka Budianta atas buku puisi
yang berjudul Langit Pilihan
III. Penghargaan Sastra Pendidik Tahun 2012
1. Pemenang I : Mezra
E. Pellondou, S.Pd., M.Hum.
Guru SMA Negeri 1 Kupang
Jalan Cak Doko No. 59, Kupang
2. Pemenang II : Tri Astoto,
S.Pd., M.Pd.
Guru SMP Negeri 10 Pare-Pare
Jalan Bau Massepe No. 474
Sulawesi Selatan
3. Pemenang III : Triman Laksana
Guru SD Negeri
Pabelan 2
Kalangan, Pabelan Mungkid
Magelang
Jawa Tengah
IV. Penghargaan Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa
Cetak Tingkat Nasional
a. Peringkat
1 : Kompas (Jakarta)
b. Peringkat
2 : Media Indonesia (Jakarta)
c. Peringkat
3 : Seputar Indonesia (Jakarta)
d. Peringkat 4
: Koran Tempo (Jakarta)
e. Peringkat
5 : Indopos (Jakarta)
f. Peringkat
6 : Kontan (Jakarta)
g. Peringkat
7 : Pikiran Rakyat (Bandung)
h. Peringkat
8 : Warta Kota (Jakarta)
i. Peringkat
9 : Top Skor (Jakarta)
j. Peringkat 10 :
Rakyat Bengkulu (Bengkulu)
Jakarta,
30 Oktober 2012
Dr.
Fairul Zabadi
Ketua
Bulan Bahasa dan Sastra 2012
Tuesday, October 30, 2012
James Bond 007 Skyfall
LONDON, (PRLM).- Film baru James Bond Skyfall menjadi film Bond
dengan pendapatan terbesar di akhir pekan pembukaan, menurut angka yang
dirilis Sony Pictures.
Skyfall mulai diputar di Inggris Jumat pekan lalu dan mencetak pendapatan £20,1 juta (Rp309,3 miliar), menjadikannya sebagai film dengan pendapatan terbesar di pekan pembukaan sepanjang 2012 dan yang ketiga sepanjang sejarah.
Namun Skyfall masih belum mampu menandingi pendapatan dari film Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2. Sekuel terakhir Harry Potter dalam 3D mencetak £23 juta di akhir pekan pertama.
Skyfall juga masih berada di belakang Toy Story 3, yang mencetak £21,2 juta di akhir pekan pembukaan menurut Screen Daily, meski film animasi itu diuntungkan oleh pemutaran perdana selama empat hari.
Michael G Wilson dan Barbara Broccoli, produser dari film 007 ke-23 itu mengatakan, "Kami sangat senang dengan reaksi terhadap Skyfall akhir pekan ini. Hal ini sangat menggembirakan karena Inggris adalah tanah kelahiran James Bond dan tahun ini adalah peringatan ke 50 tahun film tersebut."
James Bond adalah waralaba film terlama dalam sejarah. Film yang juga dibintangi oleh Dame Judi Dench dan Javier Bardem itu diputar di 587 bioskop di Inggris dan Irlandia dan baru akan diputar di AS pada 9 November.
Skyfall juga menandai debut sutradara Sam Mendes dan kembalinya Daniel Craig sebagai agen 007 untuk ketiga kalinya, sesudah sukses dengan Casino Royale dan Quantum of Solace.
Ia telah menandatangani kontrak untuk membintangi dua film Bond lainnya.
Pekan lalu, The Hollywood Reporter mengungkap bahwa salah satu penulis Skyfall, John Logan, telah mulai menulis cerita Bond asli dua babak, yang tidak berdasarkan pada karya pengarang asli Ian Fleming.
Logan sebelumnya menggarap naskah film Hugo dan The Aviator karya sutradara Martin Scorcese dan Gladiator karya Ridley Scott.
Skyfall mulai diputar di Inggris Jumat pekan lalu dan mencetak pendapatan £20,1 juta (Rp309,3 miliar), menjadikannya sebagai film dengan pendapatan terbesar di pekan pembukaan sepanjang 2012 dan yang ketiga sepanjang sejarah.
Namun Skyfall masih belum mampu menandingi pendapatan dari film Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2. Sekuel terakhir Harry Potter dalam 3D mencetak £23 juta di akhir pekan pertama.
Skyfall juga masih berada di belakang Toy Story 3, yang mencetak £21,2 juta di akhir pekan pembukaan menurut Screen Daily, meski film animasi itu diuntungkan oleh pemutaran perdana selama empat hari.
Michael G Wilson dan Barbara Broccoli, produser dari film 007 ke-23 itu mengatakan, "Kami sangat senang dengan reaksi terhadap Skyfall akhir pekan ini. Hal ini sangat menggembirakan karena Inggris adalah tanah kelahiran James Bond dan tahun ini adalah peringatan ke 50 tahun film tersebut."
James Bond adalah waralaba film terlama dalam sejarah. Film yang juga dibintangi oleh Dame Judi Dench dan Javier Bardem itu diputar di 587 bioskop di Inggris dan Irlandia dan baru akan diputar di AS pada 9 November.
Skyfall juga menandai debut sutradara Sam Mendes dan kembalinya Daniel Craig sebagai agen 007 untuk ketiga kalinya, sesudah sukses dengan Casino Royale dan Quantum of Solace.
Ia telah menandatangani kontrak untuk membintangi dua film Bond lainnya.
Pekan lalu, The Hollywood Reporter mengungkap bahwa salah satu penulis Skyfall, John Logan, telah mulai menulis cerita Bond asli dua babak, yang tidak berdasarkan pada karya pengarang asli Ian Fleming.
Logan sebelumnya menggarap naskah film Hugo dan The Aviator karya sutradara Martin Scorcese dan Gladiator karya Ridley Scott.
Thursday, October 11, 2012
Guru Profesional dan Problematikanya
Guru
profesional tidak hanya menguasai bidang ilmu, bahan ajar, dan metode, akan tetapi seorang guru profesional
dituntut mampu memotivasi peserta didik, memiliki keterampilan yang tinggi dan
wawasan yang luas terhadap dunia pendidikan. Tetapi guru profesional juga harus
memiliki pemahaman yang mendalam tentang makna hidup dan kehidupan dalam
masyarakat. Pemahaman ini akan melandasi pola pikir dan pola kerja guru serta
loyalitasnya terhadap profesi pendidikan. Dalam implementasi proses belajar
mengajar guru harus mampu mengembangkan budaya organisasi kelas, dan iklim
organisasi pengajaran yang bermakna, kreatif dan dinamis, bergairah, dialogis
sehingga menyenangkan bagi peserta didik sesuai dengan tuntutan Undang-Undang
Sisdiknas (UU No. 20 Tahun 2003 pasal 40 ayat 2 a).
Arifin
(2001), mengemukakan bahwa guru Indonesia yang profesional dipersyaratkan
mempunyai; (1) dasar ilmu yang kuat sebagai pengejawantahan terhadap masyarakat
teknologi dan masyarakat ilmu pengetahuan di abad 21; (2) penguasaan kiat-kiat
profesi berdasarkan riset dan paktis pendidikan yaitu ilmu pendidikan sebagai
ilmu praktis bukan hanya merupakan konsep-konsep belaka. Pendidikan merupakan
proses yang terjadi di lapangan dan bersifat ilmiah, serta riset pendidikan
hendaknya diarahkan pada paktis pendidikan masyarakat Indonesia; (3)
pengembangan kemampuan profesional berkesinambungan, profesi guru merupakan
profesi yang berkembang terus menerus dan berkesinambungan antara LPTK dengan
praktek pendidikan. Kekerdilan profesi guru dan ilmu pendidikan disebabkan
terputusnya program pre-service dan in-service
karena pertimbangan birokrasi yang kaku atau manajemen pendidikan yang masih
lemah belum menyentuh dan mengangkat permasalahan di lapangan.
Dalam kaitannya dengan kegiatan pendidikan, unsur
yang sangat menentukan ketercapaian tujuan adalah guru. Guru merupakan komponen
yang layak mendapat perhatian karena baik ditinjau dari segi posisi yang
ditempati dalam struktur organisasi pendidikan maupun dilihat dari tugas yang
diemban, guru merupakan pelaksana terdepan yang menentukan dan mewarnai proses
belajar mengajar serta kualitas pendidikan umumnya.
Ditemukan dalam berbagai studi Suryadi (2003),
bahwa profesionalisme guru secara konsinten menjadi salah satu faktor
terpenting dari mutu pendidikan. Dalam studi-studi itu, guru yang profesional
mampu membelajarkan murid secara efektif sesuai dengan kendala sumber daya dan
lingkungan. Namun, untuk menghasilkan guru yang profesional juga bukanlah tugas
yang mudah. Lebih-lebih untuk lembaga pendidikan yang bertugas mengembangkan
ilmu pengetahuan, khususnya dalam hal perkembangan profesionalisme guru.
Pengembangan profesionalisme guru dan yang
menumbuhkan guru, mempersyaratkan iklim kerja yang sehat sehingga guru dapat
tumbuh secara personal dan profesional. Keterlibatan guru bukan hanya dalam
struktur hirarkis, melainkan juga keterlibatan secara psikologis, sehingga guru
merasa diakui, bertanggung jawab dan merasa memiliki sekolah secara utuh. Guru
sebagai pendidik mempunyai posisi strategis, ia mempunyai pengaruh langsung
terhadap proses belajar mengajar siswa. Kualitas proses hasil belajar pada
akhirnya ditentukan oleh kualitas pertemuan antara guru dan siswa. Ilmu mereka
serta keterampilan yang dimilikinya akan
diteruskan dan akan menjadi alat pengembangan dan pendewasaan anak didiknya,
sehingga kualitas pendidikan lulusan suatu sekolah sering kali dipandang
tergantung kepada peranan gurunya dan pengelolaan komponen yang terkait dalam
proses belajar mengajar.
Mengingat peran guru yang strategis dalam
menentukan kualitas pendidikan, maka diperlukan syarat-syarat kepribadian dan
kemampuan profesional dengan berbagai kapasitas sebagai pendidik. Menurut
Suryadi (dalam Asiatun dan Komariah, 2004), guru yang berkualitas paling tidak
memiliki empat kriteria utama yaitu: (1) kemampuan profesional (professional
capasity), (2) upaya profesional (professional effort), (3) waktu
yang dicurahkan dalam kegiatan profesional (time devotion), dan (4)
imbalan atas hasil kerjanya (professional rent).
Untuk
itulah, dalam rangka peningkatan dan pengembangan profesionalisme guru
diperlukan penelitian kebijakan yang memberikan solusi kebijakan yang strategis
untuk mewujudkan guru yang bermutu, profesional, produktif profesionalisme dan
memiliki komitmen yang tinggi. Hal ini untuk mengurangi kemerosotan dan
penurunan mutu guru yang selama ini menjadi salah satu problem yang perlu untuk
dihadapi bersama.
Wednesday, October 10, 2012
Faktor penyebab rendahnya minat baca
Pada abad ini hampir di segala sektor kehidupan
terjadi perubahan yang sangat cepat, bahkan hampir tak terduga. Supaya semua
perubahan tersebut segera dapat diketahui seseorang harus memperoleh informasi
dari sumber manapun. Kemampuan yang harus dimiliki untuk melakukan itu semua
adalah kemampuan membaca. Kemampuan membaca tersebut bukan sekadar dapat
membaca, melainkan membaca secara cepat, apalagi sumber informasi digital dan
elektronis yang sekarang ini semakin pesat.
Menurut Baldridge (1979), setiap calon
cendekiawan abad modern ini dituntut untuk membaca 850.000 kata/menit. Jika
seseorang hanya mampu membaca 250 kata/menit, dalam seminggu ia harus membaca
kira-kira 56 jam, artinya 8 jam/hari. Sungguh dramatis, bukankah hidup ini
tidak hanya diabdikan untuk membaca? Masih banyak tugas lain yang lebih penting
daripada itu. Agar seseorang dapat memanfaatkan waktu dengan efisien, sekali
lagi seseorang perlu memiliki keterampilan membaca cepat. Kemampuan membaca
cepat ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan sesuai dengan tujuan dan
manfaat yang ditetapkan.
Kenyataan menunjukkan bahwa semakin berkembang
karier seseorang tuntutan untuk membaca juga semakin besar, padahal waktu yang
tersedia semakin terbatas. Semua harus berpacu dengan informasi dan gagasan
yang setiap hari membanjiri meja kerjanya. Informasi yang membanjir akan
memperbudaknya apabila ia tidak terampil membaca cepat. Sementara itu, masih
terdengar keluhan bahwa kemampuan membaca buku-buku para mahasiswa Indonesia
terlalu lemah. Mereka terlalu lama menyelesaikan pembacaan buku-buku, bahkan
buku-buku yang tipis sekalipun. Hal itu terjadi bukan hanya karena kesalahan
mereka. Sewaktu bersekolah di Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar mereka memang
diajari membaca, mengenali kata, mengejanya, dan seterusnya. Ketika duduk di
bangku Sekolah Menengah Pertama mereka tidak lagi diajari cara membaca yang
benar. Salah satunya adalah cara membaca cepat yang benar.
Tampaknya terdapat berbagai sebab mengapa
kemampuan membaca para siswa kita rendah .Faktor yang dimaksud dapat berasal
dari dalam maupun dari luar siswa. Faktor dari dalam berarti faktor dari siswa.
Mereka mempunyai kebiasaan ‘menunda atau interupsi, mengulangi pembacaan,
vokalisasi dan subvokalisasi. Sedangkan faktor dari luar misalnya dari guru.
Guru kurang tepat dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran. Secara
tidak langsung hal tersebut akan semakin membuat kemampuan membaca para siswa
semakin rendah dan ini berarti semakin memperbesar ketidak berhasilan
pembelajaran membaca cepat.










