Tuesday, November 27, 2012

Sejumlah Guru Besar dari berbagai perguruan tinggi mengkritisi sistem Ujian Nasional (UN)


Sekedar ikut menyebarkan sebuah artikel yang membahas tentang pelaksanaan Ujian Nasional untuk anak didik kita.Sebuah tulisan yang harus dibaca oleh para pendidik dan juga pengambil kebijakan di dunia Pendidikan negara Indonesia .
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA, Sejumlah Guru Besar dari berbagai perguruan tinggi mengkritisi sistem Ujian Nasional (UN). Mereka berkumpul untuk mendeklarasikan Petisi Reformasi Pendidikan 2012.
Guru Besar yang tergabung dalam Koalisi Damai Reformasi Pendidikan meminta pemerintah melakukan reposisi terhadap Ujian Nasional. Menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi UI Profesor Mayling Oey-Gardiner, UN membuat anak menjadi tidak dapat bersaing .
"Karena anak murid hanya menghafal untuk ujian saja. Jadi tidak mendapat apa-apa," kata Mayling di Warung Daun, Jakarta, Minggu (25/11/2012).
Ia mengatakan sistem pendidikan di Indonesia tidak mengajarkan keindahan diluar sekolah. "Seperti di museum atau tradisi tradisional. Dan yang ditekankan hanya harus menghafal saja," tuturnya.
Ia menegaskan UN untuk SD dan SMP harus dihapus. Pasalnya akibat yang ditimbulkan dari UN sangat besar.
"Jadi guru bisa naik pangkat kalau hasil kebohongan UN anak didiknya bagus, begitu juga dengan kepala sekolah dan kepala dinas. Jadi keeterkaitan itu harus dihapus. Dan tidak ada gunanya anak SD itu harus diambil melalui nilai UN," tegasnya.
Mayling mengatakan pemerintah harusnya dapat melihat pendidikan di tempat-tempat terpencil. Dimana pendidikan akhirnya tidak membuat mereka pintar. "Dia bisa dibohongi kalau belanja di pasar karena tidak bisa mneghitung padahal hasil UN-nya katanya bagus dan lulus. Jadi ini hanya kebohongan-kebohongan saja," imbuhnya.
Mayling juga menilai UN, tidak diperlukan karena hanya menghasilkan anak-anak yang menghafal dan tertekan. Mereka mendapat tekanan karena harus lulus UN.
  "Kita ingin punya anak yang berkarakter dan memiliki moralitas yang baik. Kita ingin punya anak yang berinovasi dengan berfikir. Tapi bagaimana mau berfikir kalau anak hanya disuruh menghafal-hafal saja. Jadi UN ini bagaikan tembok penghalang, ya," tuturnya.
Sumber Artikel : http://enewsletterdisdik.blogspot.com/2012/11/guru-besar-kecam-pelaksanaan-un.html#more

0 comments:

Post a Comment