This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Saturday, February 2, 2019

CIRI CIRI MAKHLUK HIDUP

Pada kali ini kami akan membagikan salah satu materi mata pelajaran IPA (Biologi) tentang ciri khusus makhluk hidup. Untuk IPA kelas berapa, materi ciri makhluk hidup ini dipelajari, sangat menyesuaikan dengan kurikulum yang digunakan. Yang jelas sudah dimulai sejak IPA SD/MI dan dimatangkan di IPA SMP/MTs.

Namun, sebelum kita membahas lebih jauh lagi tentang apa saja ciri-ciri makhluk hidup, apa kalian sudah mengerti tentang apa yang dimaksud dengan makhluk hidup? Pertanyaan ini tidak bermaksud meremehkan pengetahuan anda tentang apa itu makhluk hidup, hanya saja untuk mengkonfirmasi. Kami khawatir, nanti kami jelaskan tentang ciri-ciri makhluk hidup, tapi tidak tahu tentang apa itu makhluk hidup.

Ciri-Ciri Khusus Makhluk Hidup

Jadi, yang dimaksud dengan makhluk hidup adalah suatu organisme yang dapat mempertahankan dirinya dari berbagai perubahan lingkungan dan dapat berkembangbiak untuk melestarikan jenisnya. Contoh makhluk hidup adalah mikroorganisme seperti bakteri, tumbuhan, hewan, dan manusia. Intinya, makhluk hidup adalah sesuatu yang mempunyai ciri-ciri tententu. Nah, ciri-ciri itulah yang akan menjadi bahasan kita kali ini, yaitu tentang ciri-ciri makhluk hidup.

Dengan mengetahui beberapa ciri-ciri makhluk hidup ini, kita jadi dapat menyimpulkan sendiri, apakah sesuatu itu termasuk makhluk hidup atau makhluk yang tidak hidup (mati). Secara umum, ciri-ciri yang ditemukan pada makhluk hidup adalah bernapas, bergerak, makan dan minum, tumbuh dan berkembang, berkembang biak, mengeluarkan zat sisa, peka terhadap rangsang, dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Berikut ini kita bahas satu persatu.

1.  Bernapas
Ciri-Ciri Makhluk Hidup Beserta Gambarnya

Ciri makhluk hidup yang pertama yaitu bernafas. Bernafas adalah proes menghirup udara yang di antaranya mengandung oksigen (O2) dan mengeluarkan udara dengan kandungan karbon dioksida (CO2) lebih besar dari yang dihirup. Pada umumnya manusia dan hewan bernafas dengan paru-paru melalui  hidung, ikan meskipun di dalam air juga bernafas menggunakan insang, tumbuhan juga bernafas melalui daunnya. Jika makhluk hidup tidak bisa bernafas, maka akan mati. Inilah ciri dari makhluk hidup yang paling mudah kita lihat.

2.  Memerlukan Makanan dan Minuman

Ciri-Ciri Makhluk Hidup Beserta Gambarnya

Ciri makhluk hidup yang kedua yaitu membutuhkan makanan dan minuman. Bisa anda bayangkan apa yang terjadi jika anda tidak makan dan minum seharian? Pasti akan lemas bukan. Jika dibiarkan, lama-kelamaan kita akan mati. Untuk contoh ciri makhluk hidup ini sudah cukup jelas ya. Contoh makanan manusia adalah roti, beras, buah-buahan, dan sebagainya. Contoh makanan hewan, ya tergantung hewannya, bisa makan rumput atau makan daging. Untuk makanan tumbuhan, salah satunya yaitu dengan cara menyerap nutrisi yang ada di dalam tanah.

3.  Bergerak
Ciri-Ciri Makhluk Hidup Beserta Gambarnya

Untuk ciri makhluk hidup yang ketiga yaitu bergerak. Setiap makhluk hidup pasti bergerak. Hanya benda mati yang tida bergerak. Bahkan tumbuhan pun juga berberak. Kamu dapat berjalan, berlari, berenang, dan menggerakkan tangan. Itu merupakan ciri bergerak. Tubuhmu dapat melakukan aktivitas karena memiliki sistem gerak. Sistem gerak terdiri atas tulang, sendi, dan otot. Ketiganya bekerja sama membentuk sistem gerak.

4.  Tumbuh dan Berkembang
Ciri-Ciri Makhluk Hidup Beserta Gambarnya

Nah, ciri makhluk hidup yang selanjutnya yaitu tumbuh dan berkembang. Perhatikan tubuhmu, samakah tinggi dan massa tubuhmu sekarang dengan tinggi dan massa tubuhmu waktu masih kecil? Tentu saja tidak sama. Tinggi dan massa tubuhmu akan bertambah seiring pertambahan usia. Proses inilah yang disebut dengan tumbuh. Hewan juga mengalami hal yang sama. Kupu-kupu bertelur, telur tersebut kemudian menetas menjadi ulat, lalu menjadi kepompong, kepompong berubah bentuk menjadi kupu-kupu muda, dan akhirnya berkembang menjadi kupu-kupu dewasa. Tidak ada mahkluk hidup yang tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

5.  Berkembang Biak (Reproduksi)
Ciri-Ciri Makhluk Hidup Beserta Gambarnya

Ciri makhluk hidup yang selanjutnya adalah berkembang biak atau reproduksi. Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan. Berkembang biak bertujuan untuk melestarikan keturunan agar tidak punah. Sebagai contoh kamu lahir dari ayah dan ibu. Ayah dan ibumu masing-masing juga mempunyai orangtua yang kamu panggil kakek dan nenek, dan seterusnya.

6.  Peka terhadap Rangsang
Ciri-Ciri Makhluk Hidup Beserta Gambarnya

Bagaimanakah  reaksi  kamu  jika  tiba-tiba  ada  sorot  lampu  yang  sangat terang masuk ke mata? Tentu secara spontan kamu akan segera menutup kelopak mata. Dari contoh itu menunjukkan bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk memberikan tanggapan terhadap rangsangan yang diterima. Kemampuan menanggapi rangsangan disebut irritabilitas. Tidak terkecuali dengan hewan dan tumbuhan. Contoh tumbuhan dengan ciri peka terhadap rangsang adalah mengatupnya daun putri malu ketika disentuh.

7.   Menyesuaikan Diri terhadap Lingkungan (Adaptasi)
Ciri-Ciri Makhluk Hidup Beserta Gambarnya

Ciri makhluk hidup yang ketujuh yaitu mempunyai kemampuan adaptasi, yaitu kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Contohnya tumbuhan yang hidup di tempat basah mempunyai daun lebar dan tipis, sedangkan tumbuhan yang hidup di tempat kering mempunyai daun yang sempit dan tebal, sedangkan

8. Mengeluarkan Zat-zat Sisa (Ekskresi)
Ciri-Ciri Makhluk Hidup Beserta Gambarnya

Setiap makhluk hidup pasti mengeluarkan zat sisa yang bisa berbahaya dan meracuni tubuhnya, tidak terkecuali manusia. Organ ekskresi manusia antara lain paru-paru, ginjal, kulit, dan anus. Kulit mengeluarkan zat sisa berbentuk keringat yang tersusun atas air, urea, dan garam. Paru-paru mengeluarkan zat sisa yang berbentuk gas karbon dioksida dan uap air. Ginjal mengelurkan zat sisa berupa urin. Sedangkan yang paling akhir yaitu Anus yang berfungsi untuk mengeluarkan feses.

Untuk hewan melakukan ekskresi dengan cara yang sama seperti manusia. Sedangkan untuk tumbuhan mengeluaran zat sisa berupa gas oksigen melalui bagian stomata dan lentisel.

9. Melakukan Metabolisme
Ciri-Ciri Makhluk Hidup Beserta Gambarnya

Ciri khusus makhluk hidup selanjutnya yaitu makhluk hidup melakukan metabolisme. Metabolisme adalah proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup, antara lain sistem pernapasan dan ekskresi. Pada sistem pernapasan tumbuhan, gas karbon dioksida dan air dipakai dalam proses kimia berupa fotosintesis. Manusia dan hewan melakukan metabolisme untuk menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk melakukan reproduksi, perkembangan, pertumbuhan, dan bergerak.

10. Memerlukan Suhu Tertentu

Untuk ciri makhluk hidup yang terakhir yaitu setiap mkhluk hidup membutuhkan suhu tertentu untuk hidup. Mengapa tertentu, karena tidak semua makhluk hidup dapat bertahan pada suhu yang sama. Contohnya jenis bakteri dapat bertahan sampai suhu 80 derajat, ikan dapat hidup pada air yang bersuhu antara 5 -30 derajat celcius. Adapun tumbuhan dapat hidup baik antara suhu 0 sampai 43 derajat celcius.

Friday, October 21, 2016

MANFAAT DAN JENIS MEDIA PEMBELAJARAN



C. Manfaat Media dalam Pembelajaran
Manfaat media pembelajaran secara umum adalah untuk memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan efisien.  Sedangkan manfaat secara khusus diantaranya untuk:
  1. Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan
  2. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
  3. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
  4. Efisiensi dalam waktu dan tenaga
  5. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
  6. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja
  7. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar
  8. Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif
D. Jenis-Jenis Media Pembelajaran
  1. Berdasarkan dimensinya :
    1. Media Dua Dimensi
    2. Media Tiga Dimensi
  2. Berdasarkan perkembangan teknologi :
    1. Media Hasil teknologi Teknologi cetak
    2. Media hasil teknologi audio-visual.
    3. Media hasil teknologi yang berdasarkan komputer.
    4. Media hasil gabungan tenologi cetak dan teknologi komputer.
  3. Menurut jenis, daya liput, dan bahannya:
    1. Berdasarkan jenisnya, media terbagi menjadi :
      1. Media auditif
      2. Media visual
      3. Media audio visual
      4. Audio visual murni
      5. Audio visual tidak murni
    2. Berdasarkan daya liputnya, media terbagi menjadi :
      1. Media dengan daya liput luas dan serentak.
      2. Media dengan daya liput terbatas oleh ruang dan tempat.
      3. Media untuk pembelajaran invidual. Media ini penggunaannya hanya untuk seorang diri.
    3. Berdasarkan bahannya, media terbagi menjadi :
      1. Media sederhana
      2. Media kompleks
E. Menentukan Media Pembelajaran yang Tepat dalam Proses Pembelajaran
Kriteria dalam  pemilihan media pembelajaran :
  1. Tujuan
  2. Sasaran didik 
  3. Karateristik media yang bersangkutan
  4. Waktu
  5. Biaya
  6. Ketersediaan
  7. Konteks penggunaan
  8. Mutu Teknis
Prinsip/kriteria penggunaan media dalam proses belajar mengajar yaitu:
  1. Ketepatan dengan tujuan pembelajaran
  2. Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran
  3. Kemudahan memperoleh media
  4. Keterampilan guru dalam menggunakan media
  5. Tersedianya waktu untuk menggunakannya
  6. Sesuai dengan taraf berfikir siswa sehingga makna yang terkandung didalamnya dapat dipahami siswa
 Kriteria dalam memilih media :
  1. Sesuai dengan yang ingin dicapai.
  2. Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi.
  3. Praktis, luwes, dan bertahan.
  4. Guru terampil menggunakannya.
  5. Pengelompokkan sasaran.
  6. Mutu teknis.

Friday, October 14, 2016

MEDIA PEMBELAJARAN



A. Pengertian Media Pembelajaran Secara Umum
Metode pembelajaran berhubungan dengan pengelolaan pelajar dalam pembelajaran dan pengorganisasian sumber belajar, pelajar, strategi pembelajaran, media dalam pembelajaran serta evaluasi pembelajaran.  Pengorganisasian media pembelajaran berperan dalam presentasi atau cara penyampaian pembelajaran.    
Media dalam proses belajar mengajar diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual verbal.
Guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran (Hamalik, 1994:6) dalam Azhar Arsyad :
  1. Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar;
  2. Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan;
  3. Seluk beluk proses belajar;
  4. Hubungan antara metode mengajar dan media pendidikan;
  5. Nilai atau manfaat media pendidikan dalam pengajaran;
  6. Pemilihan dan penggunaan media pendidikan;
  7. Berbagai jenis alat dan teknik media pendidikan;
  8. Media pendidikan dalam setiap mata pelajaran;
  9. Usaha inovasi dalam media pendidikan
B. Fungsi Media Dalam Pembelajaran
  1. Fungsi Media dalam Pembelajaran
    1. Dua fungsi utama media pembelajaran :  1) sebagai alat bantu pembelajaran, 2) sebagai media sumber belajar.
    2. Media pembelajaran khususnya media visual memiliki empat fungsi yaitu :
      1. Fungsi atensi
      2. Fungsi afektif
      3. Fungsi kognitif
      4. Fungsi compensations
    3. Media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa karena:
      1. Pengajaran lebih menarik perhatian siswa, sehingga menumbuhkan motivasi belajar.
      2. Bahan pengajaran lebih jelas maknanya, sehingga dapat menguasai tujuan pembelajaran dengan baik.
      3. Metode pengajaran akan  bervariasi.
      4. Siswa dapat lebih banyak melakukan aktivitas belajar, seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.
      5. Sesuai dengan taraf berpikir siswa, dimulai dari taraf berfikir konkret menuju abstrak, dimulai dari yang sederhana menuju berfikir yang kompleks. Dengan adanya media pengajaran hal-hal yang abstrak dapat dikonkretkan, dan hal-hal yang kompleks dapat disederhanakan.

Wednesday, October 12, 2016

TEORI KEPEMIMPINAN

Sekolah sebagai pendidikan formal bertujuan membentuk manusia yang berkepribadian, dalam mengembangkan intelektual peserta didik dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan perannya sangat penting untuk membantu guru, murid dan seluruh komponen sekolah. Didalam kepemimpinnya kepala harus dapat memahami, mengatasi dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terjadi di lingkunagn sekolah.
Sebelum membahas lebih jauh tentang kepemimpinan sekolah, berikut referensi tentang pengertian pemimin atau kepemimpinan menurut para ahli,
William G. Scott (1962) Kepemimpinan ialah proses mempengaruhi aktifitas yang diorganisir dalam suatu kelompok dalam usahanya untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. F. A. Nigro (1965) Inti dari kepemimpinan ialah mempengaruhi aktifitas orang lain. F. I. Munson “The Management of Man”.Kepemimpinan sebagai kesanggupan atau kemampuan untuk mengatasi orang-orang yang sedemikian rupa agar mencapai hasil yang sebesar-besarnya dengan kemungkinan pergesekan yang sekecil-kecilnya dan sebesar mungkin terjalinnya kerja sama.

Wednesday, October 5, 2016

Kompetisi Bercerita Telkom `Indonesia Makin Digital`.


Kompetisi Bercerita Telkom
#IndonesiaMakinDigital
Telkom bersama Idblognetwork mengadakan `Kompetisi Bercerita Telkom `Indonesia Makin Digital`.
Story telling melalui blog dan vlog ini bertujuan untuk menceritakan pengalaman mempergunakan produk Telkom beserta kelebihannya dan menceritakan juga kisah menarik seputar pengalaman tersebut melalui tulisan atau video.
Ceritakan Pengalamanmu berinteraksi dengan digital dalam kehidupan sehari-hari, terutama menggunakan layanan produk dari Telkom. apa yang ingin kamu capai, manfaat apa yang sudah kamu rasakan, imajinasikan peran kamu melakukan inovasi karya digital untuk kemajuan bangsa.
Media: Tulisan Atau Video
Semua channel social media:semua channel Blog (SelfHosting,Blogspot,WordPress,Medium.com dan blog platform lainnya), social media (Facebook Notes, Google+, Linkedin Post dan platform social media lainnya), dan Video (Youtube)

Periode Lomba : 20 September 2016 - 30 Oktober 2016

Syarat Kompetisi:
  1. Peserta bebas menggunakan blog apapun dan untuk vlogger menggunakan channel youtube.
  2. Peserta WAJIB memasang Hashtag #IndonesiaMakinDigital di dalam postingan sebagai tanda keikutsertaan kontes.
  3. Peserta boleh mengirimkan lebih dari 2 artikel ataupun lebih dari 2 video blogging untuk dilombakan.
  4. Peserta boleh ikut menyebarluaskan kompetisi ini dan apabila orang yang diajak, memenangkan kompetisi, peserta ikut mendapatkan hadiah sebanyak 10% dari hadiah yang diterima orang yang diajaknya
  5. Minimal tulisan sebanyak 300 kata dan untuk video durasi 3 menit s/d 5 menit.
  6. Dalam artikel/video WAJIB memuat kalimat menyebutkan produk Telkom (salah satunya).
  7. Postingan ditulis dalam bahasa Indonesia.
  8. Pastikan Peserta sudah follow Account Twitter Telkom di @TelkomIndonesia , Account Instagram Telkom di Instagram.com/telkomindonesia dan Account Youtube Channel Telkom Indonesia Official
  9. Peserta sudah follow Account twitter @idblognetwork dan instagram @idblognetwork
  10. Share Foto dan shortlink tulisan di Instagram dan Twitter dengan mention Instagram dan Twitter @TelkomIndonesia cc @idblognetwork dan menggunakan hashtag #IndonesiaMakinDigital.
  11. Daftarkan Posting Artikel / Video pada dashboard yang disediakan
  12. URL lengkap postingan/video dapat dikirim menyusul, Anda dapat mengisi form terlebih dulu di halaman Pendaftaran.
  13. Tulisan tidak boleh melanggar hak kekayaan intelektual pihak manapun juga.
  14. Tulisan tidak boleh bermuatan politik dan SARA, atau memojokkan individu/golongan tertentu dan tidak melanggar hukum/aturan yang berlaku.
  15. Telkom berhak untuk mendiskualifikasi peserta dan/atau pemenang yang dianggap melanggar sebagian atau seluruh syarat dan ketentuan kompetisi ini.
Kriteria Penilaian:
  1. Konsep dan Kreativitas dalam bercerita menggunakan tulisan ataupun melalui audio/visual video
  2. Kisah mengandung motivasi/Inspirasional yang dapat menggerakan pembaca/pemirsa untuk melakukan hal-hal positif
  3. Alur yang jelas dalam menceritakan suatu cerita
  4. Penyampaian pesan yang mudah dicerna oleh pembaca/pemirsa
  5. Jumlah Interaksi yang terjadi antara pembaca/pemirsa terhadap hasil karya tulisan/video peserta
Total Hadiah: Rp 15,000,000,-kategori Blog/Tulisan
Untuk 3 pemenang blog/tulisan
Kategori Tulisan/Blog
Juara 1 : Rp 7,000,000,-
Juara 2 : Rp 5,000,000,-
Juara 3 : Rp 3,000,000,-

Referral juara 1 : Rp 700,000,-
Referral juara 2 : Rp 500,000,-
Referral juara 3 : Rp 300,000,-

Total Hadiah: Rp 22,000,000,-kategori Video
untuk 3 pemenang video
Kategori Vlog
Juara 1 : Rp 10,000,000,-
Juara 2 : Rp 7,000,000,-
Juara 3 : Rp 5,000,000,-

Referral juara 1 : Rp 1,000,000,-
Referral juara 2 : Rp 700,000,-
Referral juara 3 : Rp 500,000,-
Total Hadiah Referral
untuk 3 orang dari kategori tulisan dan video
Mendapatkan 10% dari nilai hadiah masing-masing pemenang
Pengertian Referral
Setiap Peserta mendapatkan kesempatan untuk menyebarkan informasi
adanya kegiatan ini : Kompetisi Bercerita Telkom #IndonesiaMakinDigital
Apabila ada rekan peserta yang ikut mendaftar pada akitivitas ini
dan kebetulan memenangkan, maka peserta yang mengajak berhak mendapatkan 10% dari hadiah yang diterima rekan yang diajak
Peserta Referral
1.Link Referral bisa didapatkan di dashboard peserta
2.Tidak boleh melakukan spamming.
3.Aktif ikut berpartisipasi menulis cerita pada Kompetisi Bercerita Telkom #IndonesiaMakinDigital
4.Bila Peserta tidak ikut berpartisipasi mengikuti lomba, tetapi teman/rekan/orang yang diajak memenangkan lomba, maka hadiah referral tidak dapat diberikan

Contact :

Support @ idblognetwork com
admin @ idblognetwork com
Twitter @idblognetwork
Instagram @idblognetwork
Telegram Account @idblognetwork
Telegram Group : idblognetwork
WhatsApp Idblognetwork official: 0812 1820 2753 

Wednesday, July 20, 2016

Inovasi Pembelajaran ( INOBEL ) 2016

Suatu inovasi yang dapat membantu memecahkan permasalahan pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan mutu  proses dan hasil belajar siswa. Melalui lomba ini, karya-karya inovasi pembelajaran yang terpilih dapat dimanfaatkan menjadi rujukan bagi guru SMP dalam peningkatan mutu pembelajaran.

Sasaran kegiatan Lomba Inovasi Pembelajaran bagi Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2016 adalah guru SMP di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang mencakup guru:
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia
4. Matematika
5. Ilmu Pengetahuan Alam
6. Ilmu Pengetahuan Sosial
7. Bahasa Inggris
8. Seni dan Budaya
9. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
10. Prakarya
11. Muatan Lokal
12. Bimbingan dan Konseling

 Ruang lingkup kegiatan Lomba Inovasi Pembelajaran bagi Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2016
berisi tentang pengalaman pembelajaran terbaik guru SMP yang merupakan hasil inovasi/hal-hal
baru/pembaharuan dalam model, pendekatan, strategi, metode,  dan media pembelajaran untuk
meningkatkan mutu proses pembelajaran dan hasil belajar siswa. Hasil inovasi dituangkan dalam bentuk
naskah yang didokumentasikan dalam bentuk hardcopy dan softcopy (CD/DVD/flashdisc). 
 Lomba Inovasi Pembelajaran ini dikelompokkan menjadi tiga bidang, yaitu:
1. Guru mata pelajaran yang melakukan inovasi di bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan  Alam (MIPA). Untuk bidang ini menggunakan kode MIPA.
2. Guru mata pelajaran yang melakukan inovasi di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Bahasa, PPKn, dan Muatan Lokal (Mulok). Untuk bidang ini menggunakan kode IPSB.
3. Guru mata pelajaran yang melakukan inovasi di bidang Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Seni Budaya, Prakarya, Pendidikan Agama, dan Bimbingan Konseling (BK). Untuk bidang ini menggunakan kode SORAK.



Tema Lomba Inovasi Pembelajaran Guru SMP Tingkat Nasional Tahun 2016: 
 “Inovasi Pembelajaran sebagai Upaya Mewujudkan Indonesia Pintar, Terampil, dan Berkarakter” 
Adapun isi karya lomba inovasi pembelajaran mengacu pada kurikulum yang berlaku di sekolah terkait dengan pendekatan, metode, model, strategi, dan media pembelajaran. 

Monday, February 2, 2015

Tujuan dan Jenis PTK

PTK merupakan salah satu cara yang strategis bagi guru untuk memperbaiki layanan kependidikan yang harus diselenggarakan dalam konteks pembelajaran di kelas dan peningkatan kualitas program sekolah secara keseluruhan. Hal ini dapat dilakukan mengingat tujuan penelitian tindakan kelas adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran di kelas secara berkesinambungan. Tujuan ini melekat pada diri guru dalam menunaikan misi profesional kependidikannya.
Manfaat yang dapat dipetik jika guru mau dan mampu melaksanakan penelitian tindakan kelas itu terkait dengan komponen pembelajaran, antara lain: (1) inovasi pembelajaran, (2) pengembangan kurikulum di tingkat sekolah dan di tingkat kelas, dan (3) peningkatan profesionalisme guru.
Adapun ciri-ciri penelitian tindakan dikemukan oleh Zainal Aqib (2007:18-19) sebagai berikut:
(a) Penelitian tindakan partisipatori (participatory action research) yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan dengan menekankan keterlibatan anggota agar merasa ikut serta memiliki program kegiatan tersebut serta berniat ikut aktif memecahkan masalah berbasis umum.
(b) Penelitian tindakan kritis (critical action research), yaitu penelitian yang dilakukan dengan menekankan adanya niat yang tinggi untuk memecahkan masalah dan menyempurnakan situasi.
(c) Penelitian tindakan kelas (classroom action research), yaitu penelitian yang dilakukan oleh guru di kelas atau di sekolah tempat ia mengajar dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktik pembelajaran.
(d) Penelitian tindakan institusi (institutional action research), yaitu dilakukan oleh pihak pengelola sekolah sebagai sebuah organisasi pendidikan untuk meningkatkan kinerja, proses, dan produktivitas lembaga.

Jenis-jenis PTK antara lain: (a) PTK Diagnostik, yaitu penelitian yang dirancang dengan menuntun peneliti ke arah suatu tindakan. Dalam hal ini peneliti mendiagnosis dan memasuki situasi yang terdapat di dalam latar penelitian. Contohnya apabila peneliti berupaya menangani perselisihan, perkelahian, konflik yang dilakukan antarsiswa yang terdapat di suatu sekolah atau kelas dengan cara mendiagnosis situasi yang melatarbelakangi situasi tersebut; (b) PTK Partisipan, apabila peneliti terlibat langsung di dalam proses penelitian sejak awal sampai dengan hasil penelitian yang berupa laporan. Dengan demikian, sejak perencanaan penelitian peneliti senantiasa terlibat, selanjutnya peneliti memantau, mencatat, dan mengumpulkan data, lalu menganalisis data serta berakhir dengan melaporkan hasil penelitiannya; (c) PTK Empiris, ialah apabila peneliti berupaya melaksanakan sesuatu tindakan atau aksi dan membukukan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi selama aksi berlangsung. Pada prinsipnya proses penelitiannya berkenaan dengan penyimpangan catatan dan pengumpulan pengalaman peneliti dalam pekerjaan sehari-hari; (d) PTK Eksperimental, ialah apabila diselenggarakan dengan berupaya menerapkan berbagai teknik atau strategi secara efektif dan efisien di dalam suatu kegiatan belajar-mengajar. Di dalam kaitannya dengan kegiatan belajar-mengajar, dimungkinkan terdapat lebih dari satu strategi atau teknik yang diterapkan untuk mencapai suatu tujuan instruksional. Dengan diterapkannya PTK ini diharapkan peneliti dapat menentukan cara mana yang paling efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan pengajaran.
Desain penelitian tindakan kelas menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
(1) Ide Awal
Seseorang yang berkehendak melaksanakan suatu penelitian baik yang berupa penelitian positivisme, naturalistik, analisis isi maupun PTK pasti diawali dengan gagasan atau ide, dan gagasan itu dimungkinkan yang dapat dikerjakan atau dilaksanakannya. Pada umumnya ide awal yang menggayut di PTK ialah terdapatnya suatu permasalahan yang berlangsung di dalam suatu kelas. Ide awal tersebut di antaranya berupa suatu upaya yang dapat ditempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan penerapan PTK itu peneliti mau berbuat apa demi suatu perubahan dan perbaikan.
(2) Prasurvei
Prasurvei dimaksudkan untuk mengetahui secara detail kondisi yang kelas yang akan diteliti. Bagi pengajar yang melakukan penelitian di kelas yang menjadi tanggung jawabnya tidak perlu melakukan prasurvei karena berdasarkan pengalamannya selama ia di depan kelas sudah secara cermat dan pasti mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapinya, baik yang berkaitan dengan kemajuan siswa, sarana pengajaran maupun sikap siswanya. Dengan demikian para guru yang sekaligus sebagai peneliti di kelasnya sudah mengetahui kondisi kelas yang sebenarnya.
(3) Diagnosis
Diagnosis dilakukan oleh peneliti yang tidak terbiasa mengajar di suatu kelas yang dijadikan sasaran penelitian. Peneliti dari luar lingkungan kelas/sekolah perlu melakukan diagnosis atau dugaan-dugaan sementara mengenai timbulnya suatu permasalahan yang muncul di dalam kelas. Dengan diperolehnya hasil diagnosis, peneliti PTK akan dapat menentukan berbagai hal, misalnya strategi pengajaran, media pengajaran, dan materi pengajaran yang tepat dalam kaitannya dengan implementasinya PTK.
(4) Perencanaan
Perencanaan umum dimaksudkan untuk menyusun rancangan yang meliputi keseluruhan aspek yang terkait dengan PTK. Sedangkan perencanaan khusus dimaksudkan untuk menyusun rancangan dari siklus persiklus. Oleh karenanya dalam perencanaan khusus ini tiap kali terdapat perencanaan ulang (replanning). Hal-hal yang direncanakan di antaranya terkait dengan pendekatan pembelajaran, metode pembelajaran, teknik atau strategi pembelajaran, media dan materi pembelajaran, dan sebagainya.
(5) Implementasi Tindakan
Implementasi tindakan pada prinsipnya merupakan realisasi dari suatu tindakan yang sudah direncanakan sebelumnya. Strategi apa yang digunakan, materi apa yang diajarkan atau dibahas dan sebagainya.
(6) Pengamatan
Pengamatan, observasi atau monitoring dapat dilakukan sendiri oleh peneliti atau kolaborator yang memang diberi tugas untuk hal itu. Pada saat monitoring pengamat haruslah mencatat semua peristiwa atau hal yang terjadi di kelas penelitian. Misalnya mengenai kinerja guru, situasi kelas, perilaku dan sikap siswa, penyajian atau pembahasan materi, penyerapan siswa terhadap materi yang diajarkan, dan sebagainya.
(7) Refleksi
Refleksi ialah upaya evaluasi yang dilakukan oleh para kolaborator atau partisipan yang terkait dengan suatu PTK yang dilaksanakan. Refleksi ini dilakukan dengan kolaboratif, yaitu adanya diskusi terhadap berbagai masalah yang terjadi di kelas penelitian. Dengan demikian refleksi dapat ditentukan sesudah adanya implementasi tindakan dan hasil observasi. Berdasarkan refleksi ini pula suatu perbaikan tindakan (replanning) selanjutnya ditentukan.
(8) Penyusunan Laporan
Laporan hasil penelitian PTK seperti halnya jenis penelitian yang lain, yaitu sesudah kerja penelitian di lapangan berakhir.
(9) Kepada Siapa Hasil PTK Dilaporkan
Sebenarnya, PTK lebih bersifat individual. Artinya bahwa tujuan utama bagi PTK adalah self-improvement melalui self-evaluation dan self-reflection yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa.

Dengan demikian hasil pelaksanaan PTK yang berupa terjadinya inovasi pembelajaran akan dilaporkan kepada diri si peneliti (guru) sendiri. Guru perlu mengarsipkan langkah-langkah dan teknik pembelajaran yang dikembangkan melalui aktivitas PTK demi perbaikan proses pembelajaran yang dia lakukan di masa yang akan datang. Namun demikian hasil PTK yang dilaksanakan tidak menutup kemungkinan untuk diikuti oleh guru lain atau teman sejawat. Oleh karena itu guna melengkapi predikat guru sebagai ilmuwan sejati, guru perlu juga menuliskan pengalaman melaksanakan PTK tersebut ke dalam suatu karya tulis ilmiah. Karya tulis tersebut yang selama ini belum merupakan kebiasaan bagi para guru, sebenarnya masyarakat pengguna lain. Dengan melaporkan hasil PTK tersebut kepada masyarakat (teman sejawat, pemerhati atau pengamat pendidikan, dan para pakar pendidikan lainnya) guru akan memperoleh nilai tambah yaitu suatu bentuk pertanggungjawaban dan kebanggaan akademis atau ilmiah sebagai seorang ilmuwan hasil kerja guru akan merupakan amal jariah yang sangat membantu teman sejawat dan siswa secara khusus. Melalui laporan kepada masyarakat, PTK pada awalnya dilaksanakan dalam skala kecil yaitu ruang kelas akan memberi sumbangan yang cukup signifikan terhadap peningkatan mutu proses dan hasil belajar siswa.