This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, August 26, 2011

Mengapa Budaya Menulis Guru Masih Rendah


MENGAPA BUDAYA MENULIS GURU MASIH RENDAH
MENGAPA budaya menulis guru masih rendah ? Setidaknya ada tujuh hal yang mengangkangi pikiran guru sehingga tetap saja malas menulis. Pertama, pemberi motivasi tentang menulis jumlahnya sangat sedikit. Hal ini mengakibatkan wawasan guru tentang menulis sangat minim. Menulis dianggap hal yang sangat sulit dan membutuhkan biaya tinggi. Menulis dikategorikan sebagai pekerjaan orang berbakat menulis. Menulis divonis tidak menghasilkan materi yang dapat segera dimakan anak dan istri. Pendeknya menulis dipatok sebagai pekerjaan seorang penulis dan bukan pekerjaan guru aktif yang setiap hari harus mengajar di depan kelas.
Kedua, asumsi tentang kebutuhan menulis yang salah. Guru yang bergolongan di bawah IVa tidak tergerak hatinya untuk menulis. Dengan entengnya, mereka mengatakan bahwa menulis itu kebutuhan untuk naik pangkat ke golongan IVb ke atas. Padahal konsep menulis bagi guru dapat dianalogikan dengan persiapan seorang prajurit sebelum menuju perang menghadapi musuh . Pendidikan dan pelatihan perang adalah tahap yang mesti dilakukan. Katakanlah guru berperang di medan laga IVa untuk melompat tembok penghalang menuju daerah IVb. Tembok penghalang tersebut bemama karya tulis. Sebelum sampai di medan laga IVa idealnya aktif melakukan latihan membuat karya tulis sebagaimana prajurit latihan perang. Akan tetapi latihan menulis inilah tidak digemari sebagian besar guru di bawah IVa.
Ketiga, tuntutan administrasi mengajar memang tidak enteng. Guru kelas (guru SD) yang setiap minggunya mengajar lebih dari 30 jam memang membutuhkan kesiapan mental dan tenaga yang prima. Apalagi ada aturan, beban mengajar guru minimum 24 jam tatap muka per minggu sebagai syarat sertifikasi menambah alasan makin tidak ada waktu untuk memikirkan karya tulis.
Keempat, budaya membaca guru memang rendah. Tidak banyak, guru yang tertarik membaca opini pada surat kabar harian. Akibat budaya baca yang rendah ini kejelian memandang suatu permasalahan pendidikan juga dangkal sekali. Ujungnya, guru lamban bahkan tidak mampu mengkaithubungkan secara cepat pokok pikiran yang dibaca dengan permasalahan pendidikan yang akan ditulis. Pada gilirannya , budaya membaca yang rendah itu menyeret para guru ke lembah wawasan yang dangkal dan sempit.
Cara membangun agar banyak ide gagasan sebagai bahan tulisan hendaknya para guru mau mengubah diri menghidupkan budaya baca buku, membaca artikel orang lain yang tersebar pada koran harian , mengurnpulkan guntingan koran yang berisi warta dan opini tentang pendidikan sebagai sumber data yang akurat.
Kelima, wadah tulisan guru yang jumlahnya sedikit dan publikasinya pun kurang optimal. Majalah, bulletin, jurnal dan koran harian merupakan wadah tulisan guru yang signifikan. Jumlah guru yang demikian banyak ini sebagian besar tidak tahu harus ke mana saja mengirimkan tulisan hasil karyanya. Bagaimana cara mengirimkan , kriteria tulisan dan misi majalah, bulletin atau pun jurnal yang akan dikirimi umumnya para guru kurang memahami.
Pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan mestinya merasakan kondisi demikian . Di era yang sepatutnya tumbuh dan berkembang majalah, bulletin, dan jurnal pendidikan yang dapat memuat tulisan guru-guru justru sebaliknya tumbang dan lenyap satu per satu dengan alasan biaya produksi dan operasioal makin mahal. Instansi yang berkaitan dengan guru seharusnya menumbuhkembangkan kehidupan wadah tulisan para guru. LPMP misalnya, sesuai dengan perannya, sangat ideal apabila mempunyai majalah, buletin dan jurnal. pendidikan. Dinas pendidikan propinsi adalah instansi yang mesti peduli dengan buletin dan jumal pendidikan sebagai wadah tulisan para guru di lingkungannya. Dinas pendidikan kabupaten paling tidak mempunyai satu macam majalah, buletin atau jurnal pendidikan. Sekolah hendaknya mendorong para guru untuk menulis pada wadah yang ada di sekolah tersebut. Majalah atau buletin sekolah mestinya diusahakan keberadaannya di setiap sekolah. Wadah-wadah seperti jurnal pendidikan idealnya terbit paling tidak 4 kali setahun. Sedangkan majalah idealnya terbit minimum 8 kali setahun. Nah, jika wadah-wadah tulisan tersebut diupayakan keberadaan dan eksistensinya secara serius , guru sangat terangsang untuk menulis sebagaimana yang diamanatkan dalam persyaratan guru naik pangkat ke golongan W b.
Keenam, belum terciptanya budaya lomba menulis. Banyak macam bentuk lomba yang berkembang di lingkungan kita. Misalnya, lomba menyanyi, gerak dan lagu, mewarnai gambar, lari 100 meter. hingga sampai lomba yang paling sepele ialah lomba makan kerupuk yang digantung. Lomba menulis tidak dijumpai dalam berbagai even. Padahal banyak sekali even yang sangat berkaitan. Misalnya, memperingati Hari Pendidikan Nasional. memperingati bulan membaca, memperingati hari Guru, memperingati hari Kemerdekaan Negara memperingati hari KORPRI, awal, tengah dan akhir tahun pelajaran dan lain-lain. Oleh karena, itu alangkah baiknya apabila guru dipacu menulis dengan cara memperbanyak lomba menulis disertai dengan hadiah yang memotivasi guru untuk menulis.
Ketujuh, tidak adanya aturan wajib menyertakan angka kredit dari pengembangan profesi dalam setiap naik pangkat pada golongan mana pun bagi guru. Guru tidak merasa tertantang untuk menulis ketika golongannya belum IV a. Andaikan ada aturan guru harus menyertakan angka kredit dari pengembangan profesi minimum 4 untuk naik ke golongan III b, 6 untuk naik ke golongan III c., 8 untuk naik ke golongan III d, 10 untuk naik ke golongan IVa dan 12 untuk naik ke golongan IV b maka guru akan tergugah semangatnya untuk menulis karya ilmiah sebagai tugas wajib yang harus diupayakan keberadaannya. Sayang sekali, aturan naik pangkat hingga ke golongan IV a tidak mewajibkan adanya angka kredit yang berasal dari pengembangan profesi. Akibatnya menulis bagi guru tidak dianggap sesuatu yang wajib, penting dan bermanfaat. Ya, memang aneh tapi nyata.

Wednesday, August 24, 2011

Kiat Mengatasi Hambatan Menulis

Kiat Mengatasi Hambatan Menulis 
Langkah awal untuk menuju terampil menulis adalah mengatasi ”hambatan menulis”, yakni kondisi yang menyebabkan seseorang tidak (bisa) menulis. Dalam bahasa Inggris, hambatan menulis disebut Writer”s Block, Obstacle to Writing, dan Writing Anxiety.
”Malas” dan ”tidak menguasai topik” biasanya berada di urutan teratas daftar hambatan menulis. Tidak sempat (kendala waktu), bingung memulai, takut jelek, dan ”suka tidak fokus” adalah hambatan menulis lainnya.
Hambatan ”malas” dapat diatasi dengan memotivasi diri atau ”dipaksa”. Motivasi diri bisa dengan mengingat dan “menikmati” risiko menulis, seperti ”populeritas”, ada ”berkah” honor tulisan atau royalti, sehat (karena menulis itu menyehatkan jiwa-raga), “self branding” atau “self promotion” (meningkatkan citra diri), sharing (berbagi) wawasan atau ilmu (sedekah ilmu), dan niat terbaik… dakwah via tulisan (da’wah bil qolam/bil kitabah).
Hambatan lain adalah ”tidak punya ide”. Itu persepsi yang salah karena ide ada di mana-mana. Jika tidak tahu harus menulis apa, solusinya antara lain dengan ”Iqra’”, membaca, yakni dengan menermati peristiwa aktual, mengkritisinya, menanggapinya, dan tuliskan opini kita tentang peristiwa atau isu tersebut.
Soal waktu, semua orang memiliki waktu 24 jam per hari. Jadi, masalahnya hanya soal ”manajemen waktu”, yakni meluangkannya untuk menulis. Orang yang termotivasi untuk menulis akan meluangkan waktu untuk menulis, sesempit apa pun waktu yang teralokasikan itu.
Tidak menguasai topik adalah hambatan berikutnya. Kiranya, itu bukan lagi hambatan karena ada begitu banyak literatur, buku-buku, bahkan ”data online” di internet tinggal sekali klik.
Susah memulai adalah hambatan lainnya. Salah satu teknik mengatasinya adalah simpan tema secara tertulis (tidak disimpan dalam ingatan), lalu menuliskan judul sementara, membuat outline atau garis besar tulisan, dan melakukan ”nulis bebas” (Free Writing).
Free Writing adalah menyusun naskah awal atau naskah kasar (composing rough/first draft). Tekniknya, menuliskan saja apa yang ada di pikiran, yang ingin disampaikan, dan mengabaikan dulu akurasi ejaan, kata, kalimat, dan data. Yang penting, tuliskan! Setelah itu, tulis ulang, revisi, dan edit –perbaiki kata, ejaan, kalimat, dan sistematika tulisan berdasarkan outline yang sudah disusun sebelumnya.
“Bingung dari mana mulainya” juga termasuk hambatan menulis. Banyak penulis pemula mengalaminya. Salah satu solusinya, awali tulisan itu dengan menuliskan kata yang menjadi tema atau objek kajian. Misalnya, tema tentang “Bandung Kota Agamis” bisa diawali dengan “Bandung adalah kota….” atau ”Kota Agamis adalah….”.
Tulisan tentang keislaman lebih mudah lagi, yaitu awali dengan ta’rif (definisi), kutipan ayat Quran atau hadits, dilanjutkan dengan ”penafsiran” atau komentar penulis tentang definisi atau ayat/hadits tadi.
Hambatan lain, ”takut tulisan jelek”. Tidak ada tulisan jelek selama ide dan isi tulisannya orisinil hasil pemikiran penulis. Tulisan jelek hanyalah hasil plagiarisme (plagiat, mencontek karya tulis orang lain).
Jika menulis untuk dimuat di media massa, jangan khawatir, di media massa selalu ada editor yang bertugas menyeleksi dan memperbaiki (mengedit) naskah sebelum dimuat. Jadi, urusan bagus-tidaknya sebuah tulisan sebenarnya bukan urusan penulis, tapi itu urusan editor yang tugas utamanya menyeleksi dan memperbagus tulisan. Wallahu a’lam.
[Sumber:http://baticnews.com/?p=1343]

Tuesday, August 23, 2011

Menangkal Rasa Malas di bulan Ramadan


Di bulan ramadhan ini keinginan untuk tidur, bermalas-malasan itu sangat besar. Jadi ada langkah mudah untuk menangkal rasa malas itu... di anataranya:
  1. Tidur malam lebih awal (setelah pulang tarawih);

  2. Sebelum makan sahur sholat tahajud dulu;

  3. Makan sahur 1/2 jam atau 1 jam sebelum imsak;

  4. Setelah sahur  segerakan untuk mandi;

  5. Siap-siap ke masjid atau langgar atau musholla untuk sholat berjamaah;

  6. Selagi menunggu, habiskan waktu dengan membaca surat cinta Allah (Al Qur’an);

  7. Selesai sholat subuh, lanjutkan dengan melaksanakan tugas-tugas rumah, contohnya bantu ibu nyuci baju-baju kotor (minimal nyuci baju sendiri), piring-piring kotor, nyapu setiap ruangan di dalam rumah maupun halamannya;

  8. Siap-siap kuliah/ sekolah atau pun yang mau berangkat kerja;

  9. Selama di tempat aktivitas jangan menghabiskan waktu hanya untuk duduk-duduk di kelas atau bersantai, baca Al-Qur’an lebih asyik loh. Apa lagi kalau sama artinya.. sekalian memahami gitu.

  10. Perbanyak zikir dalam hati;

  11. INGAT: JANGAN GUNAKAN TENAGA PENUH. BEKERJALAH DENGAN SANTAI, NIKMATI PEKERJAAN ITU… OCRE! ^___^

Selamat Mencobanya… Semoga Bermanfaat… Amien Ya Rabb…

Wednesday, August 17, 2011

MAAFKAN AKU INDONESIA


Maafkan aku Indonesia
Hari ini di depan rumahku tidak ada kibaran Sang Saka
Bukan karena tak memiliki rasa nasionalisme, juga bukan karena tak cinta negara
Tapi aku sungguh kecewa
Di usiamu yang mulai renta, merahmu tak lagi menyala
Merahmu tak mampu lindungi rakyat dari culasnya negara tetangga
Keberanianmu seakan lenyap oleh kebodohan dan kemunafikan pemimpin bangsa.

Maafkan aku Indonesia
Hari ini aku tak bisa ikut ritual upacara
Bukan tak hormat padamu, Sang Saka
Tapi hatiku sungguh terluka
Karena kesucianmu tak mampu bersihkan nurani para pengelola negara
Putihmu telah dikotori tangan-tangan bandit berdasi dengan penampilan manis mempesona
Keanggunanmu tercemar oleh sikap najis para koruptor, pengusaha kotor dan makelar kasus yang berjuang demi uang semata.

Maafkan aku Indonesia
Hari ini aku tak bisa ikut berpesta
Bukan karena aku tak suka, juga bukan karena bulan puasa
Tapi jiwaku sungguh tak nyaman adanya
Karena jutaan rakyat merana, tercekik kenaikan harga yang sungguh menggila
Sementara para pejabat negara cuma bisa cuap-cuap, pidato kosong tak bermakna, tak juga pernah melihat realita
Para pemimpin hanya bisa menjual mimpi, bermain statistika demi tegaknya citra.

Maafkan aku Indonesia
Bendera di rumahku telah lusuh, sebagian robek dipakai tambalan celana anak ketiga
Sebagian lagi digunakan untuk tambalan beha mamanya agar isinya aman tak terlihat kemana-mana
Bukan karena aku tak tahu aturan, juga bukan karena tak punya etika
Tapi karena rasa tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga
Agar si kecil masih bisa sekolah, meski dengan celana seragam bertambalkan kain merah bendera
Dan mamanya bisa tenang memetik kangkung di ladang dengan beha tambalan di balik kebaya lusuh dan tua.

Maafkan aku Indonseia
Aku tak punya apa-apa
Hanya ada segenggam cinta dan bendera yang tetap tegak berkibar di dada
Dengan warna merah menyala, membakar semangat tuk mengusir kemunafikan diri dan kesombongan jiwa
Dengan warna putih bersih, bersinar terangi hati, membungkus nurani agar laku rapi tertata
Dan si kecil yang kini mulai beranjak remaja
Di bawah asuhan mamanya yang makin cantik dengan beha tambalan dan kebaya putih lusuh dan tua.


Pangkalan Bun, 18 Agustus 2010

(Tajam Tak  Bertepi)


BESARAN DAN SATUAN

Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semester : VII/Ganjil

KOMPETENSI DASAR
Setelah mempelajari materi besaran dan satuan maka siswa dapat :
1. Membedakan besaran pokok dan besaran turunan serta satuan untuk masing-masing besaran 
tersebut.

INDIKATOR
Siswa dapat :
1. Membedakan besaran pokok dan satuannya
2. Membedakan besaran turunan dan satuannya
3. Mengkonversi satuan panjang
4. Mengkonversi satuan massa
5. Mengkonversi volume


BESARAN POKOK

Pengukuran adalah proses membandingkan nilai besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang dipakai sebagai satuan. Hasil dari pada pengukuran merupakan besaran.
Besaran adalah sesuatu yang dapat di ukur dan dinyatakan dengan angka atau nilai dan memiliki satuan.
Dalam fisika terdapat dua besaran yaitu besaran pokok dan besaran turunan.
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya didefinisikan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain.

1. Panjang
Panjang adalah jarak antara dua titik di dalam ruang. Lebar, tinggi, jari-jari lingkaran termasuk dalam 
besaran panjang. Dalam SI satuan panjang adalah meter.
Standar panjang internasional yang pertama adalah sebuah batang terbuat dari bahan campuran platina iridium, dan di simpan di the international Bureau of Weight and Measures. Tahun 1960 para ahli menetapkan bahwa satu meter sama dengan 1.650.763,73 kali panjang gelombang pancaran sinar jingga-merah dari atom kripton-86 dalam ruang hampa. Alat ukur panjang adalah mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup. 
Pada mikrometer sekrup mempunyai tingkat ketelitian 0,01 mm sedangkan jangka sorong mempunyai tingkat ketelitian 0,1 mm .

2. Massa
Satuan standar untuk massa adalah kilogram. Massa adalah jumlah materi yang terkandung dalam suatu benda. Satu kilogram adalah massa sebuah silinder logam yang terbuat dari campuran platina iridium yang disimpan di lembaga Berat dan Ukuran Internasional di Paris, Prancis. Untuk menggukur besaran massa antara lain adalah sebagai berikut :
1. Neraca lengan, ada yang terdiri dari dua lengan atau tiga lengan.
2. Neraca kimia, biasa digunakan untuk mengukur massa yang kecil.
3. Neraca elektronik/digital.

3. Waktu
Satuan waktu dalam SI adalah sekon. Pada mulanya satuan waktu didasarkan pada waktu perputaran bumi mengelilingi sumbunya. Untuk mendapatkan pengukuran waktu yang lebih teliti, sekarang orang menggunakan jam atom. Jam ini diatur oleh gerakan atom tertentu (misalnya atom Cesium) dimana 1 detik adalah 9.192.631.770 periode getaran atom cesium-133. Alat ukur waktu yang digunakan untuk mengukur besaran waktu antara lain adalah sebagai berikut :
1. Jam matahari, jam pasir, jam air.
2. Arloji
3. Stopwatch

BESARAN TURUNAN
Besaran Turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. Jika suatu besaran turunan merupakan perkalian besaran pokok , satuan besaran turunan itu juga merupakan perkalian satuan besaran pokok, begitu juga berlaku didalam satuan besaran turunan yang merupakan pembagian besaran pokok.
Contoh :


SISTEM SATUAN INTERNASIONAL
Sistem satuan internasional telah disepakati pada tahun 1960 oleh Konferensi Umum Kesebelas mengenai berat dan ukuran, dengan nama Sistem international (SI). 
Sistem satuan internasional menggunakan satuan dasar meter, kilogram, dan sekon, atau biasa disebut sistem MKS dan satuan yang lain yang biasa dipakai dalam fisika adalah centimeter, gram sekon atau sistem CGS.

1.Konversi Satuan Panjang
Konversi satuan panjang adalah mengubah satuan panjang yang satu ke satuan yang lain. Untuk memudahkan dalam mengubah awalan yang satu ke awalan yang lain dapat digunakan tangga konversi satuan.
Cara menggunakan tangga konversi :
Setiap turun satu anak tangga maka bilangan asal dikalikan 10.
Setiap naik satu anak tangga maka bilangan asal di bagi 10.
Contoh :
1. 10 km = 10 x 10 hm = 100 hm
(dikalikan 10 dari km ke hm turun satu anak tangga ).
2. 10 m = 10 : 1000 km = 0.01 km
(dibagi 1000 karena dari m ke km naik 3 anak tangga)

2. Konversi Satuan Massa
Konversi massa mengubah nilai besaran dari satuan massa yang satu ke satuan massa yang lain.
Cara menggunakan tangga konversi massa :
Setiap turun satu anak taangga maka bilangan asal dikalikan 10.
Setiap naik satu anak tangga maka bilangan asal di bagi 10.
Contoh :
1. 5 kg = 5 x 10 hg = 50 hg
(dikalikan 10 dari kg ke hg turun satu anak tangga ).
2. 1000 mg = 1000 / 1000 g = 1g
(dibagi 1000 karena dari mg ke g naik 3 anak tangga)

Konversi Satuan Volume
Volume menyatakan ukuran ruang yang ditempati suatu benda. Besaran volume merupakan besaran turunan yang didapatkan dari besaran panjang. Mengubah satuan volume adalah mengubah satuan volume yang satu ke atuan volume yang lain. Untuk mengubah awalan satuan pada satuan volume anda dapat menggunakan tangga konversi.
Cara menggunakan tangga konversi volume :
Setiap turun satu anak tangga maka bilangan asal dikalikan 1000.
Setiap naik satu anak tangga maka bilangan asal di bagi 1000.
Contoh :

Setiap turun satu anak tangga maka bilangan asal dikalikan 10.
Setiap naik satu anak tangga maka bilangan asal di bagi 10.
Contoh :
1. 1000 mL = 1000 : 1000 L = 1 L
(dibagi 1000 dari mL ke L turun tiga anak tangga ).
2. 100 L = 100 x 100 cL = 10000 cL
(dikali 100 karena dari L ke cL turun 2 anak tangga)

Soal
1. Jelaskan yang dimaksud dengan besaran pokok?
2. Jelaskan yang dimaksud dengan besaran turunan?
3. Ubah satuan di bawah ini :
a. 25 km = .....m
b. 350 g = .....kg
c. 25 mL = .....L

Pembahasan
1. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya didefinisikan terlebih dahulu dan tidak 
diturunkan dari besaran lain.
2. Besaran Turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok.
3. Konversi satuan :
a. 25 km = 25000 m
b. 350 g = 0,35 kg
c. 25 mL = 0,025 L 

Saturday, August 13, 2011

Pembahasan materi IPA

Setelah beberapa waktu saya tidak membuat sebuah pembahasan materi pada mata pelajaran IPA Terpadu, khususnya materi IPA kelas 8 , maka pada kesempatan ini saya mencoba untuk membuat pembahasan dari beberapa materi yang ada pada kelas 8 semester genap
Adapun pembahasan ini , saya format dan sajikan dalam bentuk powerpoint yang sangat sederhana tanpa ada audio atau animasi yang menerangkan tentang materi yang akan kita bahas. Materi yang akan saya berikan antara lain :
1. Getaran dan Gelombang
2. Cahaya
3. Alat optik
Bila ada yang menarik dan cocok dengan kebutuhan para pembaca sekalian, bisa langsung diambil ataupun didownload di masing - masing materi diatas
Semoga bermanfaat dan sekali lagi silahkan dipakai dan jangan lupa isi beberapa komen yang ada 

Friday, August 12, 2011

RPP IPA Terbaru

Dibawah ini kami sajikan contoh RPP yang telah memuat Elaborasi, Eksplorasi dan juga Konfirmasi.Tak lupa tersisip juga beberapa nilai karakter pada masing - masing Kompetensi Dasar
Bagi yang mau dan sesuai dengan harapan bisa langsung didownload , gratis dan tak lupa silahkan tinggalkan pesan di blog ini

Friday, August 5, 2011

Besaran dan Satuan

Besaran dan Satuan
Pernahkah kalian membeli gula, minyak tanah atau kain ? Apa yang penjual katakan ? Pasti penjual akan mengatakan “ mau membeli gula berapa kilogram , minyak tanah berapa liter atau berapa meter panjang kain ? “.
Hal tersebut adalah penting, karena kalau kita akan menjual kain 1 atau 2  saja  tanpa adanya satuan akan bingung. Menjual beras 4 saja tanpa satuan juga akan bingung. Jadi antara   besaran dan satuan adalah hal yang tidak dapat dipisahkan. Misalnya gula 2 kilogram, minyak tanah 4 liter atau kain 5 meter.
Di dalam IPA, segala sesuatu yang diukur dinamakan besaran dan segala sesuatu yang dijadikan sebagai pembanding suatu besaran adalah satuan.  Jika kita, membandingkan suatu besaran yang diukur dengan sebuah satuan dikatakan mengukur.
Selanjutnya dalam modul ini akan dibahas tentang :

-      Besaran Pokok dan Besaran Turunan
-      Satuan Internasional dalam pengukuran
-      Konversi satuan panjang, masa, dan waktu secara sederhana
-      Konversi satuan turunan
Kuis
  • Sebelum memulai mempelajari topik ini, coba kamu jawab kuis berikut ini: 
  •   Apabila kamu dapat menjawab dengan benar, kamu dapat terus ke materi pelajaran. Jika masih ada yang salah, kamu dapat temukan jawabannya dengan mengklik ke link jawaban



Besaran Pokok
Sebelum membahas tentang besaran mungkin kalian dapat memperhatikan beberapa pertanyaan berikut ini.
Berapakah tinggi badanmu, berapa berat badanmu, berapa suhu tubuhmu, berapa lama kamu belajar, dan sebagainya. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan tepat, apa yang harus kamu lakukan? Tentunya kamu harus mengukur tinggi badan, berat badan suhu tubuh, dan lama kamu belajar. Nah, tahukah kamu apakah sebenarnya pengertian pengukuran itu?
pengukuran adalah proses membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditentukan sebagai satuan. Segala sesuatu yang dapat diukur memiliki satuan. Satuan adalah besaran pembanding yang digunakan dalam pengukuran. Sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka disebut besaran.
Besaran yang ada dikelompokkan menjadi 2 yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditentukan dahulu.Ada 7 besaran pokok, seperti tertuang didalam table berikut :
                                  



Besaran Pokok Panjang
Untuk selanjutnya kita akan bahas lebih lanjut besaran pokok panjang, massa dan waktu secara lebih rinci.
 Besaran Pokok Panjang
 Besaran pokok panjang, menyatakan jarak antara dua titik. Satuan besaran panjang dalam sistem internasional(SI) adalah Meter.Alat ukur yang bias digunakan untuk mengukur besaran panjang adalah penggaris, meteran kelos, jangka sorong, dan mikrometer skrup.
Pengguna alat ukurnya kondisional, artinya penggunaan alat ukur disesuaikan dengan benda yang diukur , misalnya  jika kita hendak mengukur panjang meja maka alat ukur yang cocok adalah mistar, namun jika yang diukur adalah ketebalan kertas maka alat ukur yang sesuai adalah mikrometer skrup.
Penggaris adalah alat ukur besaran panjang yang sudah biasa digunakan dan pada umumnya kita sudah dapat menggunakan, namun yang perlu diperhatikan adalah cara melihat skalanya.
Beberapa alat ukur panjang




Besaran Pokok Waktu
Besaran Pokok Waktu
Besaran pokok waktu, menyatakan selang antar dua kejadian. Biasanya orang mengukur besaran waktu dengan menggunakan jam yang berpetunjuk detik, namun untuk keperluan yang lebih teliti digunakan jam henti atau stop watch.     
Satuan besaran pokok waktu dalam SI adalah sekon. Dan satuan umum digunakan adalah: 1 jam = 60 menit
1 jam = 3600 sekon
1 menit = 60 sekon

 Beberapa alat ukur waktu

Besaran Pokok Massa
Besaran pokok massa
Besaran pokok massa, menyatakan jumlah materi yang terkandung dalam suatu benda. Alat ukur yang biasa digunakan dilaboratorium adalah neraca. Neraca yang beredar cukup banyak. Dan salah satu contoh yang sering digunakan di sekolah-sekolah adalah neraca empat lengan dengan satuan gram. Neraca empat lengan dipasar tradisional jarang digunakan, kebanyakan orang menggunakan ’ Kiloan’. Namun, demi efisensi dan efektifitas kerja pada umumnya digunakan neraca digital.

Beberapa alat ukur massa :

Besaran Turunan
Besaran Turunan
Besaran yang ke-dua adalah besaran turunan. Besaran turunan yaitu besaran yang diturunkan dari besaran pokok, diantaranya :
a. Besaran turunan Luas
Dikatakan besaran turunan, karena satuannya diturunkan dari satuan pokok panjang.
Misalnya :
 b. Volume bola =  = 4/3  Ï€ jari-jari3
                       =  meter (m)  x meter (m) x meter (m)
                       =  m3
a. Luas persegi panjang = panjang x lebar
                                   = meter (m)  x meter (m)
                                   = m2
   

b. Luas Lingkaran = ½ Ï€ jari-jari2
                       =  meter (m)  x meter (m)
                       =  m2
                       

b. Besaran turunan volumeDikatakan besaran turunan, karena satuannya diturunkan dari satuan pokok panjang.
Misalnya :

a. Volume sebuah balok  = panjang x lebar x tinggi
                                     = meter (m)  x meter (m) x meter (m)
                                     = m3



 b. Volume bola      = 4/3  Ï€ jari-jari3
                                  =  meter (m)  x meter (m) x meter (m)
                                  =  m3

Beberapa besaran turunan yang laian adalah :

Satuan Sistem Internasional
Dahulu orang biasa menggunakan jengkal, hasta, depa, langkah sebagai alat ukur panjang. Ternyata hasil pengukuran yang dilakukan menghasilkan data berbeda-beda yang berakibat menyulitkan dalam pengukuran, karena jengkal orang satu dengan lainnya tidak sama. Oleh karena itu, harus ditentukan dan ditetapkan satuan yang dapat berlaku secara umum. Usaha para ilmuwan melalui berbagai pertemuan membuahkan hasil sistem satuan yang berlaku di Negara manapun dengan pertimbangan satuan yang baik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:
1)   Satuan selalu tetap, artinya tidak mengalami perubahan karena pengaruh apapun, misalnya
      suhu, tekanan dan kelembaban.
2)   Bersifat internasional, artinya dapat dipakai di seluruh negara.
3)   Mudah ditiru bagi setiap orang yang akan menggunakannya.
 
Pada tahun 1960 diresmikan satu sistem satuan yang dapat dipakai di seluruh negara (Internasional). Sistem ini disebut Sistem Internasional (SI). Satuan-satuan SI yang mempunyai syarat-syarat tersebut ditentukan dari sistem MKS (Meter sebagai satuan besaran panjang, Kilogram sebagai satuan besaran massa, Sekon sebagai satuan besaran waktu).
1. Standar untuk Satuan Pokok PanjangSekarang kita akan membahas tentang standar satuan pokok panjang .
Standar untuk satuan pokok panjang dalam SI adalah meter (m). Satu meter standar sama dengan jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam ruang hampa (vakum) pada selang waktu  1/299 792 458  sekon.
Satuan panjang dapat diturunkan dari satu meter standar yang telah  ditentukan sebagai berikut :


Masih terdapat satuan panjang selain yang telah ditetapkan menurut SI, yaitu inci, yard dan kaki. Satuan ini dapat diubah ke satuan meter  sebagai berikut :

Alat ukur meteran standar yang ada di museum Swiss

2. Standar untuk Satuan Pokok MassaSekarang kita akan membahas tentang standar satuan pokok massa .
Standar untuk satuan pokok massa dalam SI adalah kilogram ( kg ). Satu kilogram standar sama dengan massa sebuah silinder yang terbuat dari campuran platina-iridium. Massa standar disimpan di Sevres, Paris, Perancis. Massa satu kilogram standar mendekati massa 1 liter air murni pada suhu 4 0 C. Di dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi salah kaprah dengan massa suatu benda. Massa adalah kuantitas yang terkandung dalam suatu benda.

Alat ukur standar massa yang ada di meseum Swiss



3. Standar untuk Satuan Pokok WaktuSekarang kita akan membahas tentang standar satuan pokok Waktu .
Standar untuk satuan pokok waktu dalam SI adalah sekon (s). Satu  sekon standar adalah waktu yang diperlukan oleh atom Cesium – 133 ( Ce 133 ) untuk bergetar sebanyak 9.192.631.770 kali. Dalam selang waktu 300 tahun hasil pengukuran dengan menggunakan jam atom ini tidak akan bergeser lebih dari satu sekon. Satuan waktu lain yang biasanya dipakai dalam kehidupan sehari-hari antara lain : menit, jam, hari, minggu, bulan,tahun dan abad
1 menit = 60 sekon
1 jam = 60 menit = 3.600 sekon
1 hari = 24 jam = 1.440 menit = 86.400 sekon
Alat ukur waktu yang ada di Swiss 



Konversi satuan
Penggunaan satuan yang tidak seragam antara satu daerah dengan daerah lainnya dapat menimbulkan kesulitan. Kesulitan-kesulitan itu antara lain sebagai berikut.
a. Tidak adanya kesamaan hasil pengukuran. Hal ini diakibatkan karena besarnya anggota tubuh setiap orang berbeda.
b. Menimbulkan masalah ketika ingin beralih dari satu satuan ke satuan lainnya. Misalnya, ketika kamu ingin beralih dari satuan depa ke satuan jengkal akan timbul kesulitan akibat  tidak adanya aturan yang mengatur konversi satuan-satuan  tersebut.
Sampai saat ini, ada dua jenis satuan yang masih digunakan, yaitu sistem Inggris dan sistem Metrik. Dalam system Inggris  dikenal foot, pound, dan second (biasa disingkat FPS). Sedangkan sistem Metrik ini dibagi dua, yaitu MKS (meter, kilogram, sekon) dan CGS(centimeter, gram, sekon).
Contoh :Untuk mengonversi satuan sistem Metrik ke satuan system Inggris digunakan konversi seperti berikut.
1 cm         = 0,3937 inci
1 meter     = 3,281 ft (kaki)
1 meter     = 1,094 yard
1 ft (kaki)  = 12 inchi
1 yard       = 3 ft







Konversi Satuan Pokok
Konversi Satuan Panjang
Tahukah kalian  berapa panjang jembatan Suramadu? Berapakah lebar sebuah penggaris? Satuan apakah yang digunakan untuk mengukur panjang jembatan dan lebar penggaris? Panjang jembatan Suramadu sekitar 10 km, sedangkan lebar penggaris sekitar 3 cm. Tahukah kamu apakah hubungan antara satuan km dan cm?
Pada kehidupan sehari-hari seperti contoh di atas adakalanya kalian harus mengonversi satuan panjang tersebut yaitu km dan cm.
Untuk mengonversi satuan-satuan tersebut diperlukan faktor pengali satuan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tangga konversi besaran panjang.


Konversi Satuan Massa
Tahukah kalian berapa massa seekor gajah ? Berapakah massa sebuah kelereng? Satuan apakah yang digunakan untuk mengukur massa seekor gajah tersebut? Massa seekor gajah sekitar 1000 kg, sedangkan massa sebuah kelereng sekitar 3 gram. Tahukah kamu apakah hubungan antara satuan kg dan g?
Pada kehidupan sehari-hari seperti contoh diatas adakalanya kalian harus mengkonversi satuan massa tersebut yaitu kg dan gram.
Untuk mengkonversi satuan-satuan tersebut diperlukan faktor pengali satuan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tangga konversi besaran panjang
    
Konversi Satuan Waktu
Seperti pada besaran panjang dan massa, besaran waktu juga memiliki beberapa satuan yang dapat saling dikonversikan. Satuan-satuan besaran waktu antara lain jam, menit, dan detik. Bagaimana cara mengonversi satuan-satuan tersebut?
1 jam      = 60 menit atau 1 menit       = 1/60 jam
1 menit   = 60 sekon atau 1 sekon       = 1/60 menit
1 jam      = 3.600 sekon atau 1 sekon  = 1/3.600 jam

Konversi Satuan Turunan
Konversi Satuan Turunan           
Contoh besaran turunan adalah luas dan volume. Bagaimana menentukan luas papan tulis? Berapakah volume air dalam suatu bak mandi yang penuh?
Luas merupakan besarnya suatu daerah bidang. Luas dapat diperoleh dengan mengalikan antara dua besaran pokok panjang (panjang dan lebar atau alas dan tinggi). Oleh karena luas merupakan turunan dari besaran panjang, maka satuannya juga diturunkan dari besaran panjang. Satuan luas yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari antara lain km2, m2, dan cm2.
Volume dapat diartikan sebagai besarnya suatu ruang. Volume suatu balok dapat diperoleh dengan cara mengalikan tiga besaran pokok panjang (panjang, lebar, dan tinggi).
Satuan volume antara lain cm3, m3, dm3 dan liter ( 1 dm3 = 1 liter )
Untuk memahami cara mengonversi satuan luas dan volume, mari perhatikan tangga konversi berikut