This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, August 30, 2010

Gerakan Peduli Pendidikan Karakter

“ Gerakan Peduli Pendidikan Karakter (GPPK) “

Salah satu tujuan pendidikan nasional adalah membentuk manusia cerdas yang berbudi pekerti luhur dan berakhlak mulia. Tapi mengapa pada era atau pada jaman imperialisme budaya saat ini, tingkat kriminalitas anak-anak dan remaja sangat tinggi dan jumlah mereka yang masuk penjara lebih dari satu juta orang (Harry Hikmat, Direktur Anak Depsos, Waspada, 11 Maret 2009). Mengapa pula banyak anak remaja kita tidak merasa bersalah jika berbohong, rendah rasa hormat kepada ortu dan guru, pecandu narkoba dan minuman keras, sering bolos sekolah, tidak mengerjakan PR , memalak teman sekelas dan sebagainya. Dan lebih jauh lagi mengapa pendidikan yang kini tumbuh berkembang dengan pesat, justru berefek melahirkan banyaknya koruptor. Memang tidak semua koruptor, tetapi mereka-mereka para pelaku korupsi justru orang-orang yang pada umumnya sudah menyandang berbagai gelar pendidikan.

Hal tersebut terjadi dikarenakan selama anak – anak dan remaja semasa mereka belajar di bangku sekolah masing – masing terlupakan akan pendidikan budi pekerti atau yang di sebut dengan pendidikan karakter .

Secara umum pendidikan karakter memang belum menjadi proritas utama dalam pembangunan bangsa dan belum diterapkan secara holistik dalam kurikulum Pendidikan Nasional. Namun dengan adanya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), guru-guru memiliki peluang besar untuk menerapkan pendidikan karakter ke dalam masing-masing satuan pendidikan
Dalam glosarium ( Puskur 2006 ) pengertian KTSP didefinisikan sebagai kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Salah satu prinsip pengembangan KTSP di antaranya kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip yang berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
Konsep pendidikan karakter terbaca dalam rumusan yang telah dibuat oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yaitu : Pendidikan yang mengintegrasikan semua potensi anak didik, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Jika kita ingin agar program pendidikan karakter (kepribadian, akhlak mulia ) berjalan dengan baik dan efektif dibutuhkan guru-guru kreatif yang dapat menerapkan konsep pendidikan karakter tersebut dalam proses belajar mengajar secara holistik melalui pendekatan, metode dan strategi yang tepat.

Karena nilai-nilai akhlak mulia harus menjadi watak / karakter yang tumbuh menjadi identitas seseorang dalam bersikap dan bertindak maka dibutuhkan proses internalisasi nilai-nilai, untuk itu diperlukan pembiasaan diri agar masuk ke dalam hati sendiri sehingga bertumbuh dari dalam. Gerakan tersebut dapat dianalogikan dengan “kembali ke rumah”. Hati manusia itu bagaikan rumah (home). Maka sungguh penting kita kembali ke rumah sebagai pusat dan sumber energi segala aktivitas. Hanya dengan kondisi seperti itu pendidikan akan berhasil mematangkan dan mengokohkan karakter-karakter dasar.

Selain itu , kita harus memiliki parameter untuk mengukur berhasil tidaknya sebuah program pendidikan karakter. Yang dinilai dalam pendidikan karakter, terutama adalah perilaku bukan pemahaman.

Sejujurnya upaya untuk mengembangkan sistem pendidikan karakter terhalang pada sebuah kenyataan bahwa aspek pengetahuan lebih dimungkinkan untuk diukur secara obyektif. Pengukuran terhadap sikap serta perilaku lebih sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu dibutuhkan guru yang cerdas, kreatif, memiliki integritas dan komitmen yang tinggi.

Sudah waktunya guru-guru meninggalkan metode lama mengajar yang hanya sekadar melaksanakan tuntutan tugas dan mengejar target kurikulum semata, sehingga tidak memiliki idealisme menjadi seorang pendidik. Tinggalkan mengajar tanpa dilandasi hakikat dari mengajar itu sendiri. Guru dituntut untuk kembali seperti yang Ki Hajar Dewantara , yakni seorang yang memiliki rasa ” ing ngarso sing tulodo, ing madyo mangun karso dan tut wuri handayani ”. Guru yang bukan hanya mengajar, tapi juga mendidik.

Kita harus menyadari dengan benar bahwa menerapkan pendidikan karakter di sekolah bukan hal yang mudah, karena harus merubah paradigma dan cara berpikir. Kemudian butuh waktu , tenaga, biaya peningkatan kualitas guru dan pemikiran-pemikiran. Serta yang paling penting butuh keterlibatan dari semua pihak, manajemen sekolah, guru, orang tua murid, lingkungan dan masyarakat. Namun optimisme selalu ada, jika kita semua peduli Pendidikan Karakter. Barangkali sebaiknya sejak sekarang kita canangkan : “ Gerakan Peduli Pendidikan Karakter (GPPK) “.

Semoga , amanah pendidikan yang dibebankan pada pundak kita sebagai pendidik dimaknai sebagai investasi jangka panjang. Investasi akhirat ketika anak-anak kita berhasil menjadi manusia yang mempunyai nilai-nilai moral yang akan membentuk karakter berupa akhlak mulia yang di dalamnya ada campur tangan kita.

Nama : Sukasmo , S.Pd
Guru SMP Negeri 2 Kaliwungu Kab Kendal

Thursday, August 26, 2010

Tradisi Kaliwungu

KALIWUNGU tak pernah bisa dilepaskan dari potret tradisi Syawalan di Jateng. Seperti di kota-kota Jawa Tengah lainnya, masyarakat Kaliwungu masih kental menganut tradisi Syawalan.

Setiap tahunnya, tujuh hari setelah Idul Fitri tradisi ini dirayakan. Tradisi Syawalan bagi masyarakat merupakan acara puncak perayaan Idul Fitri. Sejarah Syawalan di Kaliwungu bermula dari ziarah kubur yang hanya dilakukan di makam Kyai Guru ( Kyai Asy’ari) oleh keluarga dan keturunan beliau. Maksudnya untuk mendoakan Kyai Asy’ari yang telah wafat.

Namun kemudian diikuti oleh sebagian besar masyarakat muslim Kaliwungu sebagai penghormatan memeringati wafatnya Kyai Asy’ari. Hingga sekarang menjadi sebuah tradisi. Bahkan kini objek lokasi ziarah melebar bukan hanya kepada makam Kyai Asy’ari tetapi juga ke makam Sunan Katong, Pangeran Mandurarejo, dan Pangeran Pakuwaja. Belakangan para peziarah merambah juga berziarah ke makam Kyai Mustofa, Kyai Musyafa’, dan Kyai Rukyat.

Tradisi ziarah biasa dipimpin oleh ulama-ulama besar dari Kaliwungu. Diikuti para santri dan juga masyarakat amum yang datang dari berbagai daerah. Biasanya agenda acara ritual ini adalah pembukaan, pembacaan riwayat hidup singkat Kyai Asy’ari, pembacaan Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, Al-An-Nas dan tahlil, dan doa untuk para arwah leluhur, ulama yang dimakamkan di pemakamman Protomulyo dan Kutoharjo.

Puncak dari acara syawalan ini adalah prosesi penggantian ’’Luwur’’ (Klambu) penutup makam Kyai Asy’ari. Nisan setinggi satu meter milik Kyai guru yang selalu ditutup klambu putih inilah yang setiap bulan syawal diganti dengan yang baru. Kemudian yang lama disimpan di masjid Al-Muttaqin Kaliwungu. Bagi sebagian besar masyarakat percaya bahwa klambu tersebut dikeramatkan. Makam Kyai Asy’ari satu kompleks dengan makam Sunan Katong.

Yang sering disebut jabal kidul. Bangunan makam ini merupakan bangunan paling mewah di kompleks pemakamam ini. Ukurannya 16 x 20 meter dan berlantai keramik.

Setelah ritual ini selesai, biasanya, di malam harinya para peziarah umum dari pelosok Kendal, dan berbagai kota yang jumlahnya hingga puluhan ribu berdatangan. Selama lima hari, siang malam membaca surat Yasin dan tahlilan secara bergantian. Selain makam Kyai Asy’ari, makam Sunan Katong juga selalu dibanjiri para peziarah.

Banyak peziarah mendatangi makam para leluhur tersebut untuk mengharapkan barokah. Termasuk meminta dilancarkan segala usahanya, dinaikkan pangkat dan jabatannya, dilariskan dagangannya.

Dari kenyataan ini, banyak masyarakat akhirnya salah mengartikan makna dari ziarah kubur. Yang mulanya hanya untuk mendoakan para leluhur, kini doa-doa yang dipanjatkan, juga surah-surah Alquran yang dilafalkan berubah arti menjadi sesuatu alat untuk mengharapkan berkah duniawi.

Banyak masyarakat yang salah mengartikan tradisi ini. Tradisi Syawalan bagi mereka dirasa sebagai suatu ibadah. Sekarang yang terjadi bukan agama yang ditradisikan tetapi tradisi yang diagamakan. Apalagi kalau mereka sampai mengagumi sosok kesalehan para leluhur tersebut dan meyakini bahwa para leluhur dapat memberikan berkah, rejeki, dan keselamatan. Ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam.

Tradisi yang seperti ini dapat mengurangi keyakinan kita akan ketauhitan Tuhan dan termasuk dari perbuatan syirik. Orang yang mengharap sesuatu dengan melakukan ritual seperti itu termasuk orang yang merugi karena mereka menempuh jalan yang sesat. Menyekutukan Allah yang merupakan dosa terbesar.

Di lain hal, memegah-megahkan makam seseorang, sekalipun itu makam nabi dan orang saleh merupakan suatu perbuatan yang berlebih-lebihan. Termasuk memberikan dan mengeramatkan pernak-pernik pada makamnya. Sesungguhnya Allah akan memberikan ancaman bagi orang yang berlebih-lebihan. Seperti yang diterangkan dalam surah At-Takaatsur:1-8.

Tradisi syawalan di Kaliwungu selain dijadikan sebagai ibadah yang keliru juga dijadikan sebagai kegiatan yang bersifat hiburan. Adanya peziarah yang begitu banyak mengundang para pedagang dan juga jasa hiburan untuk mengais rezeki.

Di sepanjang jalan dari pasar sore, para pedagang, jasa hiburan dan mereka masyarakat penikmat hiburan berjubel memadati jalan. Semakin tahun semakin padat dan tidak karuan. Tradisi yang berlangsung selama kurang lebih satu minggu itu sering sekali menimbulkan kemacetan lalu lintas dan juga tindakan kriminal seperti pencopetan

Tuesday, March 2, 2010

Rahasia Sholat Tahajud

Rahasia sholat Tahajud sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam al-Qur'an Surat al-Muzzamil ayat 1-2 yang berbunyi,

'Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sholat) di malam hari.'

Ayat ini sebuah seruan kepada Nabi Muhammad agar melaksanakan qiyamul lail. Kata 'berselimut' dapat diartikan orang yang sedang bermasalah, dirundung duka, kegelisahan, kecemasan, kekhawatiran atau ketakutan dalam mengarungi bahtera kehidupan yang tidak menentu sebab turunnya ayat ini diturunkan setelah Nabi Muhammad menghadapi masalah berat, dicaci maki, ancaman dan percobaan pembunuhan.

Sebagaimana dalam kehidupan kita sehari-hari yang tidak lepas dari masalah satu ke masalah lainnya, seolah tidak pernah dari berbagai masalah, duka dan kekhawatiran. Untuk itu, sholat tahajud bagi kita merupakan kebutuhan demi menghadapi berbagai masalah yang tak kunjung usai. Hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala kita memohon pertolongan, sumber dari segala pertolongan untuk menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi dalam hidup kita sekarang ini. Itulah rahasia sholat tahajud.

Yuk..Sholat Tahajud..!

Wednesday, January 13, 2010

Keberkahan Sholat Lima Waktu

Saya mengenal seorang bapak yang bekerja di bengkel. Beliau memiliki kebiasaan selalu sholat diawal waktu. Begitu azdan terdengar beliau selalu mengajak semua teman-temannya untuk menyegerakan sholat lima waktu. Menurut pengalamannya sholat tepat waktu membawa keberkahan dalam hidupnya. Keberkahan itu adalah kemudahan-kemudahan dalam menjalani hidup ini.

Siang itu beliau bertutur, 'Saya membiasakan diri untuk selalu sholat tepat waktu. Memang banyak orang yang mengatakan bahwa sholat tepat waktu memudahkan kita mendapatkan rizki, saya senantiasa mendapatkan rizki dalam bentuk uang saja tapi juga dalam bentuk yang lain. Oleh karena itu saya selalu membiasakan diri berdoa untuk mendapatkan keberkahan dalam hidup ini.'

Alhamdulilah setelah saya membiasakan diri untuk sholat tepat waktu, apapun yang saya menjadi niat akan selalu dapat terpenuhi. Misalnya saya pernah ingin sekali makan ayam goreng tepung, saya sudah berusaha untuk titip kepada tetangga saya yang biasa beli tapi ya karena memang bukan rizki pada hari itu dia beli. Ya, dalam hati saya berkata" Ya. Alloh saya ingin sekali makan ayam goreng tapi kok nggak ada yang bisa saya titipi untuk beli ya?"

Subhanallah lewat magrib anak saya yang ke-2, dia kebengkel dengan membawa ayam kentucky dalam jumlah yang cukup banyak. Saya langsung menangis ya Alloh memang hanya Alloh yang dapat menjawab semua keinginan kita. Bukan itu saja banyak kemudahan yang saya dapatkan setelah saya membiasakan diri sholat Lima waktu tepat pada waktunya. Dari anak saya yang mau masuk pesantren tapi disuruh, Pindah kontrakan bengkel yang lebih baik dan masih banyak lagi lainnya. Untuk membiasakan diri itu memang susah tapi kalau sudah menjadi kebutuhan akan semakin mendarah daging Insya Alloh kita akan mendapatkan manfaatnya. Itulah keberkahan saya menjalankan sholat tepat waktu.' Begitulah beliau bertutur pada saya.

--
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (Al-Baqarah: 45).

Tuesday, December 1, 2009

Air Mata Umar Bin Khattab

Cerita favorit anak-anak Amalia adalah air mata Umar Bin Khattab. Air mata Umar Bin Khattab mengisahkan tentang kebiasaan Umar Bin Khattab, sang khalifah yang pada malam hari suka berkeliling di kota Madinah untuk memantau keadaan
rakyatnya. Sampailah pada suatu malam, tiba-tiba mendengar suara tangisan anak-anak disebuah gubuk., karena penasaran Umar mendekati gubuk itu,

'Assalamu'alaikum,' salam Umar Bin Khattab. Dari dalam rumah terdengar menjawab salam, Wa'alaikum salam,' jawab seorang perempuan tua dengan lembutnya sambil mempersilahkan masuk. Alangkah kagetnya Umar menyaksikan tiga anak yang terus menangis sambil memegang perut diatas dipan yang sudah reot. Melihat keadaan seperti itu air mata Umar Bin Khattab mengalir begitu saja tanpa terasa. Kemudian dia bertanya kepada perempuan tua itu. 'Mengapa mereka menangis?'

'Mereka kelaparan, kedua orang tuanya sudah tiada sementara saya sudah tidak sanggup lagi untuk membeli makanan untuk mereka. Sejak kedua orang tua mereka meninggal sudah tidak ada lagi yang menjenguknya,' ucap perempuan tua dengan wajah bersedih. 'Bukankah ibu sedang menanak makanan?' tanya Umar terheran. Lalu perempuan itu menjawab, 'Saya telah membohongi mereka, bukan gandum yang saya tanak melainkan batu agar mereka berhenti menangis.' Umar nampak terkaget-kaget.

'Batu?' kata Umar tak lagi mampu menahan perih didadanya, hatinya terluka bagai disayat menyaksikan penderitaan yang dialami anak-anak yatim paitu dan seorang nenek tua itu. Air mata itu tak terbendung lagi, Umar Bin Khattab bergegas pamit meninggalkan mereka. Disaat di rumah Umar segera mengambil air wudhu untuk sholat dan berdoa, 'Ya Alloh, ampunilah hambaMu ini yang telah melalaikan mereka, Izinkan hamba menebus semua kesalahan.' Dengan secepatnya Umar Bin Khatttab mengambil sekarung gandum, sekantong roti dan susu segar untuk diserahkan kepada anak-anak yatim piatu dan nenek yang membutuhkannya. Tak lama kemudian ketiga anak itu disuapinya oleh neneknya. Anak-anak terlihat lahap makannya. Nenek itu bercerita, ketika kedua orang tua masih hidup cinta dan kasih sayangnya kepada mereka bertiga senantiasa disuapi. Setiap suapannya dihasi dengan senyuman yang indah dari ayah dan ibunya. Sejak peristiwa itu Umar Bin Khattab berjanji tidak akan pernah ada lagi penduduk dinegerinya yang kelaparan.

Dari kisah air mata Umar Bin Khattab ini memiliki pesan bahwa perasaan bersalah pada diri Umar karena merasa lalai karena ada penduduk negerinya yang kelaparan. Perasaan bersalah inilah yang kemudian ditebus oleh Umar dengan tekadnya untuk memperbaiki sistem yang ada. Konon di masa Umar Bin Khattab inilah Baitul Mal sebagai lembaga negara berfungsi dengan baik untuk membantu mengentaskan kemiskinan pada waktu itu. barangkali banyak hal teladan dari Umar Bin Khattab yang masih relevan untuk negeri kita yang tercinta bagaimana kita menghadapi krisis dewasa ini.

Monday, November 16, 2009

Pengemis buta dan Rasulullah

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu
pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?

Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja. Apakah Itu?, tanya Abubakar RA.
Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, Siapakah kamu? Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau). Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya. Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu.

Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia....!

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim. Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW? Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq. Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya. Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai Rasulullahmu...

Saturday, November 14, 2009

Kode Etik Guru

SALAH satu program kerja 100 hari Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo adalah akan mencanangkan “Guru sebagai Profesi” pada 2 Desember 2004 bersamaan peringatan Hari Guru Nasional.

Sebagai profesi, guru memerlukan kode etik. Naskah kode etik itu kini sedang digodok. Namun dari draf yang ada masih terdapat beberapa hal yang perlu dikritisi, terutama menyangkut operasional sehingga kode etik itu dapat dipakai guru sebagai pedoman bertindak.

Kejelasan operasional kode etik itu penting mengingat pelanggaran kode etik menjadi dasar pemberian sanksi atau pemecatan guru sebagaimana diatur dalam draf RUU Guru yang sudah diajukan ke DPR. Banyak pasal dalam RUU guru yang pelaksanaannya di lapangan mengacu kode etik guru. Sehingga bila rumusan kode etiknya tidak jelas, dikhawatirkan akan menyulitkan pelaksanaan UU Guru.

Yang perlu diatur

Bagi penulis yang awam filsafat dan hukum, sebetulnya memahami kode etik itu sederhana saja, yaitu mengatur hal- hal yang boleh dan tidak boleh serta yang pantas dan tidak pantas dilakukan terkait profesi tertentu. Agar kode etik dapat menjadi pedoman bertindak bagi seseorang yang mengemban profesi, bahasanya harus tegas dan jelas jangan sampai menimbulkan multi-interpretasi.

Yang perlu diatur dalam kode etik guru adalah apa yang boleh dan tidak boleh atau pantas dan tidak pantas dilakukan seorang guru. Indikator “boleh-tidak boleh dan pantas-tidak pantas” suatu tindakan harus jelas agar memberi arah jelas untuk bertindak atau menilai apakah seorang guru melanggar kode etik atau tidak. Bila indikator “boleh-tidak boleh atau pantas-tidak pantas” itu tidak jelas, baik bagi guru maupun orang lain, sulit untuk menilai apakah guru itu melanggar kode etik atau tidak.

Persoalan pada draf kode etik guru yang ada adalah tidak jelasnya rumusan mengenai apa yang boleh dan tidak boleh atau yang pantas dan tidak pantas dilakukan guru. Pasal 8 yang mengatur Hubungan Guru dengan Peserta Didik misalnya, mengatakan: a) Guru berperilaku sebagai pelaksana tugas membimbing, mengajar, dan melatih secara profesional dengan menghargai perbedaan individual peserta didik dalam melaksanakan profesi pendidikan; b) Guru mampu menghimpun berbagai informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan proses pendidikan; c) Guru mampu membimbing peserta didik untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak dan kewajibannya sebagai individu, warga sekolah, masyarakat dan negara; d) Guru secara perorangan atau bersama secara terus-menerus berusaha menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien; e) Guru berperan sebagai pembimbing, pengajar, dan pelatih yang terus berusaha mencegah setiap gangguan yang memengaruhi peserta didik.

Pengaturan mengenai hubungan guru- peserta didik (murid) dalam kode etik guru adalah hal yang seharusnya dominan dan utama, karena sebenarnya kode etik itu dibuat untuk memperjelas relasi guru-murid, sehingga tidak sampai terjadi pelanggaran etika profesi guru. Tetapi bila kita mencermati bunyi Pasal 8 draf kode etik di atas, terasa belum jelas aturan mengenai relasi guru dengan murid. Ketidakjelasan juga dalam pengaturan hubungan antara guru dan orangtua/wali murid (Pasal 9), masyarakat (Pasal 10), sekolah dan rekan sejawat (Pasal 11), profesi (Pasal 12), organisasi profesi (Pasal 13), dan pemerintah (Pasal 14). Ketidakjelasan relasi guru dengan murid dan stakeholder lain itu akan menyulitkan pelaksanaan UU Guru. Sebab, beberapa pasal RUU Guru, termasuk dasar pemberian sanksi administratif, mengacu kode etik guru.

Bila rumusan kode etiknya tidak begitu jelas, bagaimana Dewan Kehormatan Guru (Pasal 30–32 RUU Guru) dapat bekerja dengan baik, padahal salah satu tugas Dewan Kehormatan Guru memberi saran dan pertimbangan dalam rangka pelaksanaan tugas profesional dan Kode Etik Guru Indonesia.

Berbeda misalnya kode etik yang menyangkut hubungan guru dengan murid itu berbunyi: a) Guru tidak boleh memberi les privat kepada muridnya; b) Guru tidak boleh menjual buku pelajaran atau benda-benda lain kepada murid; c) Guru tidak boleh berpacaran dengan murid; d) Guru tidak boleh merokok di depan kelas/murid; e) Guru tidak boleh melakukan intimidasi, teror, dan tindak kekerasan kepada murid, f) Guru tidak boleh melakukan penistaan terhadap murid; g) Guru tidak boleh ber-HP ria di dalam kelas, dan sebagainya.

Tawaran rumusan relasi guru-murid ini mungkin jauh lebih sederhana, tetapi mudah dimengerti guru dan guru memiliki kejelasan dalam bertindak dan berperilaku. Sebaliknya, Dewan Kehormatan Guru akan mudah menentukan apakah seorang guru melanggar kode etik atau tidak.

Campur aduk

Salah satu masalah mendasar dari draf kode etik guru yang disusun dengan mendapat masukan para ahli pendidikan ini adalah adanya campur aduk antara perumusan konsepsi filosofis tentang guru dan pedoman praktis bagi seorang guru untuk bertindak. Padahal keduanya jelas berbeda. Dari 18 pasal yang ada, Pasal 1 sampai 7 lebih merumuskan konsepsi filosofis seorang guru, sedangkan Pasal 8 sampai 18 baru rumusan operasional kode etik guru. Tetapi secara keseluruhan dari Pasal 1 sampai 18 disebut Kode Etik Guru Indonesia. Kerumitan akan terjadi bila draf kode etik itu disahkan Menteri Pendidikan Nasional dan RUU Guru yang mengacu kode etik guru pun lolos. Bagaimana Dewan Kehormatan Guru dapat menilai seseorang guru melanggar kode etik bila rumusan kode etik sendiri tidak jelas.

Apakah seorang guru yang di mata muridnya amat ideal (kemampuan mengajarnya baik, menghargai murid, dan perilakunya dapat diteladani) dapat dikenai sanksi administratif atau diajukan ke Dewan Kehormatan Guru karena guru bersangkutan tidak disiplin beribadah? Sebab, salah satu butir nilai dasar profesi guru adalah disiplin beribadah sebagai cermin insan beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atau apakah seorang guru di pelosok Maluku bisa dikenai sanksi administratif Dewan Kehormatan Guru karena tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika sebagaimana diatur Pasal 7 Ayat (5) mengenai nilai-nilai dasar kompetensi guru, padahal guru bersangkutan menjalankan fungsi mengajar dan mendidik secara baik. Mereka tidak memiliki kompetensi teknologi dan informatika karena infrastrukturnya tidak mendukung.

Mengingat rumusan draf kode etik masih rancu, maka dalam pembahasan 7 November 2004 penulis mengusulkan agar draf itu dibahas lebih cermat, melibatkan para ahli etika dan mengundang pengurus organisasi profesi lain yang sudah memiliki kode etik, antara lain kedokteran, jurnalis, advokat, polisi, sehingga rumusan kode etik guru lebih jelas dan tegas.

Namun sebenarnya persoalan guru tidak berasal dari internal guru saja, yang paling dominan justru faktor eksternal (ekonomi dan politik). Apakah yakin martabat guru akan naik setelah diproklamasikan sebagai profesi, bila proses perekrutan guru CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun 2004 masih diwarnai suap antara Rp 20 juta hingga Rp 75 juta? Menurut hemat penulis, jika mau membuat program 100 hari yang monumental, realistis, dan jelas indikatornya adalah mencegah penerimaan guru CPNS dengan menggunakan uang suap. Caranya, menyerahkan seleksi guru kepada lembaga rekrutmen swasta yang independen dan kredibel serta tersentral. Bila proses perekrutan guru CPNS sudah bersih dari KKN, barulah guru bisa lebih profesional dan bermartabat, karena menjadi guru berkat kemampuannya, bukan karena menyuap.

Thursday, October 29, 2009

KONSEP MABRUR DI DALAM AL-QURAN

Lafaz do'a yang kerap kita dengar pada musim haji adalah, Ya Allah, Jadikanlah Haji mereka menjadi Haji yang mabrur. Ungkapan yang sama juga terdengar ketika kita memberi ucapan selamat kepada calon haji. "Selamat menunaikan ibadah haji, semoga menjadi haji yang mabrur." Do'a ini sangat tepat dan cukup beralasan karena di dalam sebuah hadis yang masyhur disebutkan, Haji mabrur tidak ada balasannya selain surga. Agaknya yang menjadi pertanyaan kita adalah, apa makna mabrur pada ungkapan haji mabrur itu?

Kata mabrur terambil dari kata al-birr. Kata ini berasal dari kata barrayabarrubarran wa birran. Menurut Ibn Faris di dalam Mu'jam Maqayisnya, kata al-birr yang terdiri dari dua huruf, "bab" dan "ra" ini setidaknya memiliki empat arti. Pertama, ash-shiddiq yang berarti benar dan jujur. Kedua, hikayat shautin yaitu ihwal suara dan pembicaraan. Ketiga, khilafu bahri yang berarti lawan dari laut (al-bahr). Keempat, nabtun atau tumbuh-tumbuhan. Di dalam bahasa Arab terdapat kata al-burru yang berarti biji gandum. Jika ditulis tanpa baris, sama bentuknya dengan al-birr. (Ensiklopedi Al-Qur'an: 145).

Adapun komitmen kepada kebenaran sebagai cirri haji mabrur dapat kita temukan pada surah Al-Mujadalah ayat 9 yang isinya berkaitan dengan seruan kepada orang-orang yang beriman untuk tidak saling berpesan di dalam hal dosa dan permusuhan. Sebaliknya mereka diperintahkan untuk saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan. Mengapa hal ini penting? Jawaban Al-Qur'an sendiri cukup meyakinkan kita bahwa semua kita akan kembali kepada Allah. tidak ada yang layak kita persembahkan kepada Allah, kecuali, al-birra (kebaikan) dan ketakwaan itu sendiri.

Merujuk Al-Qur'an, kita dapat berkata, haji mabrur adalah haji yang paripurna. Alasannya, seluruh kebaikan; formal dan susbtantif berkumpul pada diri sang haji. Wajarlah jika balasan orang yang memperoleh haji mabrur hanya surga.

Hadanallâh wa iyyâkum ajma‘în.

PERISTIWA LUCU

HARI PERTAMA MASUK KE LABORAT KOMPUTER

Setelah sekian minggu pembelajaran TIK / Tekonologi Informasi dan Komunikasi untuk kelas VII F , selalu berada di dalam kelas karena masih dalam kondisi yang belum siap untuk materi .
Selama ini anak anak baru dalam taraf pengenalan Peralatan Media Informasi , sejarah perkembangan TIK , dampak positif dan Negatif dari TIK serta perangkat yang dimiliki oleh sebuah komputer .
Alhamdulillah , sejak tanggal 28 Oktober 2009 , anak anak kels 7 A sampai dengan 7 F mulai mempelajari tentang : Cara menghidupkan komputer dengan baik serta mematikan komputer dengan baik juga.
Dengan bantuan dari tenaga laborat anak anak akhirnya mulia belajar memencet mencet tombol yang ada pada papan ketik ,ada saja peristiwa lucu yang terjadi pada saat pertama kali anak anak masuk ke laborat misalnya :
1. Banyak anak yang kadang kadang merasa sudah bisa karena di SD sudah pernah diajari . mereka dengan agak arogan dan kasar memperlakukan teman temannya yang belum bisa / belum pernah , setelah beberapa saat si Anak tadi ternyata juga menemuhi kesulitan , karena merasa gengsi dan takut ditertawai oleh teman teman
2. Seorang anak karen memang sejak di SD belum pernah sama sekali diajari komputer , untuk memegang Mouse , dia seperti takut dan merasa tidak percaya bahwa sekarang dapat melihat komputer dengan jelas.
3. Salah satu dari beberapa siswa yang masuk ke laborat komputer malah ada yang takut untuk menghidupkan komputer , katanya takut nanti komputer ini meledak “ APA KOMPUTER ITU SEJENIS BOM , KOK MELEDAK “
4. PAK ……. , ini caranya bagaimana …, mungkin itu sebagai sebuah bahasa yang selalu mereka ucapkan pada saat pertama kali memencet tombol komputer , yang tidak tahu , tidak berani sampai malah ada yang saking takutnya keluar keringat dingin disekujur tubuhnya , asalkan tidak ngompol didalam laborat
Mungkin kalau kita perhatikan dengan seksama , kesan pertama dari seseorang dalam menghadapi sesuatu memng berbeda beda .

Sunday, October 4, 2009

Doa untuk Saudaraku Di Sumatera Barat

Marilah kita meluangkan waktu sejenak untuk memanjatkan doa bagi para korban gempa di Sumatera Barat semoga arwah mereka diterima Allah SWT dan bagi korban luka segera disembuhkan, amin.


PBNU menghimbau pada seluruh rakyat Indonesia untuk bersedia berbagi dengan dengan keluarga yang terkena musibah. Dengan demikian, beban berat para korban dapat segera hilang, atau minimal berkurang secara signifikan. Para korban meninggal bencana alam termasuk korban gempa di Sumatera Barat, adalah termasuk orang mukmin yang dihukumi meninggal sebagai syuhada. Demikian dinyatakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas'udi di Jakarta.
sumber: www.nu.or.id

Wednesday, September 16, 2009

Catatan Pasca Ramadan ( Dikutip dari Untaian : Gus Mus )

Atas perkenan dan pertolongan Allah, kita, Alhamdulillah, telah berhasil menyelesaikan ujian Tuhan terhadap kita dengan merampungkan kewajiban berpuasa sebulan suntuk di bulan Ramadan. Marilah kita rayakan dengan penuh kesyukuran dan ketakwaan, seraya merenungi hikmahnya yang agung.
Tugas puasa yang telah kita selesaikan, sebenarnya merupakan gemblengan bagi mencapai kemerdekaan diri yang sesungguhnya. Merdeka dari penjajahan penjajah paling laknat yang sekaligus kekuasaannya paling membelenggu diri kita: nafsu dan syahwat yang mendapat dukungan setan.

Dengan dukungan setan, selama ini nafsu dan syahwat telah berhasil menguasai diri dan memperbudak banyak pribadi manusia. Sehingga acapkali bahkan berhasil membuat pribadi-pribadi itu lupa kemanusiaannya. Mereka menjadi kejam melebihi binatang buas, rakus melebihi hewan, memangsa siapa saja, melalap apa saja; tak terkecuali sesama mereka. Melebihi hewan dan binatang, karena memang mereka mempunyai kelebihan-kelebihan yang tak dimiliki hewan dan binatang.

Sebenarnya, oleh kasihsayang Allah, manusia telah dibekali hati nurani dan akal pikiran yang didukung oleh malaikat, bagi mendapatkan kesempuranaan hidayah. Hati nurani dan akal pikiran itulah yang merupakan sumber dari segala kelebihan manusia.
Dengan nurani dan akal pikiran itu sebenaranya manusia, bisa mencapai ketinggian martabat paling tinggi di atas makhluk-makhluk Allah yang lain. Namun, seringkali nafsu dan syahwat dipesonakan setan kepada gemerlap dan kenikmatan kehidupan duniawi sesaat, sehingga mengaburkan mata hati manusia dan kemudian menjerumuskannya ke jurang kerendahan paling rendah.

Di bulan suci Ramadhan kemarin, sementara setan dibelenggu, nafsu dan syahwat kita hajar. Ruang-geraknya kita batasi. Sementara, dominasi atas diri, kita kembalikan kepada nurani dan akal pikiran. Kita pun menjadi manusia yang benar-benar merdeka.
Setelah merdeka dari penjajahan nafsu dan syahwat kita sendiri, melawan dan mengusir penjajah dari luar kita kiranya akan lebih ringan. Maka, berbahagialah mereka yang di bulan bahagia ini dan seterusnya dapat mempertahankan kemanusiaan dan kemerdekaannya.

Agaknya, di samping tentu saja berkat taufik Allah, kemauan keras dan terlebih-lebih kebersamaan kita telah membuat musuh dalam diri kita bersama itu tidak dapat berbuat banyak. Puji dan syukur kepada Allah. Kalaulah kita bertekad mempertahankan kemenangan dan kemerdekaan ini, bertekad terus waspada melawan musuh kita itu, apakah kita akan tetap dalam kebersamaan, ataukah kita akan sendiri-sendiri menghadapi mereka?

Dalam kebersamaan, ternyata kita menjadi jauh lebih perkasa. Bukan saja karena keterbatasan masing-masing, kita menyatu saling mengisi menjadi kekuatan yang tak terbatas; tapi lebih dari itu, dalam kebersamaan–tidak seperti dalam kesendirian–rasa malu dan sungkan, terutama kepada Allah, dapat membudaya; sesuatu yang dapat menjadi benteng ampuh menghadapi gencar dan canggihnya godaan. Dengan kebersamaan, terbukti tugas-tugas berat pun menjadi terasa ringan kita lakukan dan kenikmatan terasa lebih nikmat kita enyam. Dan kebersamaan bukan lain merupakan ciri mereka yang sehati. Ciri orang-orang mukmin. Ciri kita, seperti Firman Allah di ayat 71 surat 9. al- Taubah,“Dan orang-orang mukmin lelaki dan orang-orang mukmin wanita, sebagian mereka adalah kekasih sebagian yang lain; mereka menyuruh kepada makruf dan mencegah kemungkaran, mendirikan shalat, menunaikan zakat, mentaati Allah dan Rasul-Nya. Merekalah orang-orang yang akan dirahmati Allah. Sesungguhnya, Allah itu Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.”

Nah, dalam rangka membina kondisi dan menjaga kebersamaan itu, marilah modal spiritual Ramadhan, kita manfaatkan sebaik-baiknya. Kita jaga agar diri-diri kita tetap akrab dengan kemanusiaan kita dan keimanan kita. Kita jaga agar musuh dalam diri kita tidak berdaya memperdayakan kita terutama dalam usahanya mengurai ikatan Allah atas sesama kita. Jangan kita biarkan musuh kita menggunakan perbedaan-perbedaan status, aspirasi dan pendapat diantara kita, sebagai belati pengoyak persaudaraan yang telah ditetapkan Allah atas kita.

Kiranya, masih dalam rangkaian menjaga kebersamaan itu juga, setelah kita ber-husnuddhan kepada Allah bahwa hari ini Allah telah mengampuni dosa-dosa kita, marilah kita saling melebur dosa-dosa di antara kita sendiri dengan saling memaafkan, seraya bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan. Sehingga dengan demikian, sempurnalah kesucian diri kita; bersih dari dosa kepada Allah SWT dan bersih pula dari dosa kepada sesama. Dan kita bisa memulai kembali hidup dan kehidupan ini

Saturday, September 12, 2009

Malam Lailatul Qadar

Sesungguhnya sahabat yang bersemangat dalam mencari malam yang penuh berkah ini, serta beribadah dan berdoa di dalamnya merupakan ciri orang pilihan dan mereka yang berbakti kepada Allah. Bahkan dalam malam tersebut mereka berdoa dengan penuh kesungguhan kepada Allah Dia memberikan ampunan dan perlindungan bagi mereka. Di malam inilah mereka berdoa dan memohon kepada Allah, dan mereka bersungguh-sungguh dalam berbuat kebajikan hanya kepada Allah semata mereka memohon pertolongan.
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. sesungguhnya Kami adalah yang mengutus rasul-rasul, sebagai rahmat dari Rabbmu. Sesungguhnya Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui, Rabb yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini. Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang menghidupkan dan yang mematikan (Dialah) Rabb-mu dan Rabb bapak-bapakmu yang terdahulu.” (QS. Ad Dukhaan: 3-8)
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) keselamatan hingga terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1-5)
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan.. menunjukan pada malam itu seluruh penghuni langit sibuk turun ke bumi.. membawa urusan Tuhan.. itulah malam di mana langit dan bumi tersambung tiada terputus.. membawa paket paket al-hikmah.. dan sesungguhnya para malaikat di malam lailatul qadar itu turun ke dalam qalbiyyun nuraniyyun ( Hati Nurani ) manusia sempurna.. insan kamil.. sehingga mata hatinya semakin bercahaya membuatnya menjadi Hati Nurani yang dapat memancarkan cahayaNYA kepada hati hati manusia skelilingnya..
Aku berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apabila aku mengetahui waktu malam Al Qadr, apakah yang mesti aku ucapkan pada saat itu?” Beliau menjawab, “Katakanlah, Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa, fa’fu’anni (Yaa Allah sesungguhnya engkau Maha pemberi ampunan, suka memberi pengampunan, maka ampunilah diriku ini).” (HR. Tirmidzi nomor 3513, Ibnu Majah nomor 3850 dan dishahihkan oleh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah nomor 3105)
Sahabat dan saudaraku semuanya.. mari kita perbanyak memohon ampunan kepadaNYA.. bertobat sungguh sungguh.. keluar dari hati kita yang paling dalam.. menyerahkan diri total kepadaNYA.. Hidupkan malaaaaam.. dalam tangisan penyesalan diri.. mulai mengucapkan sujud Syukur Nikmat layaknya kepada seorang sahabat… mengertilah diri sebenar diri yang lemah tiada daya dan upaya.. tersungkurlah kepadaNYA layaknya seorang hamba menghadap pada TUAN.. temukan frekuensi hati la hwalla walla quwata.. maka Jiwamu akan tenang.. mudah mudahan kita semua yang berkumpul mendapatkan nikmatnya malam Lailatul Qadar.. menjadikan Hati kita menjadi Hidup.. yayayaya.. hidup dalam pelukanNYA.. dalam genggamanNYA.. dalam KASIH SAYANGNYA.. amieeeeeennnnn..
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll