This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, April 13, 2012

STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

Ada beberapa cara menerapkan PBL dalam pembelajaran. Secara umum penerapan model ini dimulai dengan adanya masalah yang harus dipecahkan oleh peserta didik. Masalah tersebut dapat berasal dari peserta didik atau dari pendidik. Peserta didik akan memusatkan pembelajaran di sekitar masalah tersebut, dengan arti lain, peserta didik belajar teori dan metode ilmiah agar dapat memecahkan masalah yang menjadi pusat perhatiannya. Pemecahan masalah dalam PBL harus sesuai dengan langkah-langkah metode ilmiah. 

Dengan demikian peserta didik belajar memecahkan masalah secara sistematis dan terencana.

Menurut Agus dalam buku cooperative learning, strategi pembelajaran berbasis masalah terdiri dari 5 fase atau langkah. Fase-fase dan perilaku tersebut merupakan tindakan berpola. Pola ini diciptakan agar hasil pembelajaran dengan pengembangan pembelajaran berbasis masalah dapat diwujudkan. Sintaks PBL adalah sebagai berikut :

Fase-fase

Perilaku pendidik

Fase 1 : memberikan orientasi tentang
permasalahannya kepada peserta didik.

Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran,
mendeskripsikan berbagai kebutuhan logistik penting dan memotivasi
peserta didik untuk terlibat dalam kegiatan mengatasi masalah.

Fase 2 : mengorganisasikan peserta didik
untuk meneliti

Pendidik membantu peserta didik
mendefinisikan dan mengoragnisasikan tugas-tugas belajar terkait dengan
permasalahannya.

Fase 3 : membantu investigasi mandiri dan
kelompok

Pendidik mendorong peserta didik untuk
mendapatkan informasi yang tepat, melaksanakan eksperimen, dan mencari
penjelasan dan solusi.

Fase 4 : mengembangkan dan mempresentasikan
artefak dan exhibit

Pendidik membantu peserta didik dalam
merencanakan dan menyiapkan artefak-artefak yang tepat, seperti laporan,
rekaman video, dan model-model serta membantu mereka untuk
menyampaikannya kepada orang lain.

Fase 5 : menganalisis dan mengevaluasi proses
mengatasi masalah

Pendidik membantu peserta didik melakukan
refleksi terhadap investigasinya dan proses-proses yang mereka gunakan.

David Johnson and Johnson mengemukakan 5 langkah strategi PBL melalui kegiatan kelompok :

1) Mendefinisikan masalah, yaitu merumuskan masalah dari peristiwa tertentu yang mengandung isu konflik, hingga siswa menjadi jelas masalah apa yang akan dikaji. Dalam kegiatan ini guru bisa meminta pendapat dan penjelasan siswa tentang isu-isu hangat yang menarik untuk dipecahkan.

2) Mendiagnosis masalah, yaitu menentukan sebab-sebab terjadinya masalah, serta menganalisis berbagai faktor baik faktor yang bisa menghambat maupun faktor yang dapat mendukung dalam penyelesaian masalah. Kegiatan ini bisa dilakukan dalam diskusi kelompok kecil, hingga akhirnya peserta didik dapat mengurutkan tindakan-tindakan prioritas yang dapat dilakukan sesuai dengan jenis penghambat yang diperkirakan.

3) Merumuskan alternatif strategi, yaitu menguji setiap tindakan yang telah dirumuskan melalui diskusi kelas. Pada tahapan ini setiap siswa didorong untuk berpikir mengemukakan pendapat dan argumentasi tentang kemungkinan setiap tindakan yang dapat dilakukan.

4) Menentukan dan menerapkan strategi pilihan, yaitu pengambilan keputusan tentang strategi mana yang dapat dilakukan.

5) Melakukan evaluasi, baik evaluasi proses maupun evaluasi hasil. Evaluasi proses adalah evaluasi terhadap seluruh proses pelaksanaan kegiatan, evaluasi hasil adalah evaluasi terhadap akibat dari penerapan strategi yang diterapkan.(Wina Sanjaya, 2008 : 217-218)

Menurut John Dewey, penyelesaian masalah dilakukan melalui 6 tahap :


Tahap-tahap

Kemampuan yang diperlukan

Merumuskan masalah

Mengetahui dan merumuskan masalah secara
jelas

Menelaah masalah

Menggunakan pengetahuan untuk memperinci,
menganalisis masalah dari beberapa sudut.

Merumuskan hipotesis

Berimajinasi dan menghayati ruang lingkup,
sebab akibat, dan alternatif penyelesaian.

Mengumpulkan dan mengelompokkan data sebagai
bahan pembuktian hipotesis

Kecakapan mencari dan menyusun data.
Menyajikan data dalam bentuk diagram, gambar, dan table.

Pembuktian hipotesis

Kecakapan menelaah dan membahas data.
Kecakapan menghubung-hubungkan dan menghitung, ketrampilan mengambil
keputusan dan kesimpulan.

Menentukan pilihan penyelesaian

Kecakapan membuat alternative penyelesaian
Kecakapan menilai pilihan dengan memperhitungkan akibat yang akan
terjadi pada setiap pilihan.

Berdasarkan pendapat dari ketiga tokoh tersebut, maka dapat di simpulkan bahwa sintaks strategi pembelajaran berbasis masalah terdiri dari memberikan orientasi permasalahan kepada peserta didik, mendiagnosis masalah, pendidik membimbing proses pengumpulan data individu maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis danmengevaluasi proses dan hasil.

Strategi pembelajaran berbasis masalah dapat diterapkan melalui kegiatan individu, tidak hanya melalui kegiatan kelompok. Penerapan ini tergantung pada tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan materi yang akan diajarkan. Apabila materi yang akan diajarkan dirasa membutuhkan pemikiran yang dalam, maka sebaiknya pembelajaran dilakukan melalui kegiatan kelompok, begitupula sebaliknya.

[Sumber : http://edukasiana.com]

Wednesday, April 11, 2012

INAICTA Inodensia ICT Award 2012

Nah seperti tahun lau tahun ini ada ajangyang bergengsi bagi para pecinta ICT. yaitu INAICTA Inodensia ICT Award 2012. Ajang karya cipta inovasi digital merupakan bagian utama dari hajatan Indonesia ICT Award, sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelaku TIK di seluruh tanah air, dan dibuka untuk berbagai kategori.
Kategori-kategori lomba INAICTA 2012 antara lain :



1. Creative & Innovative New Media (Mobile + TV + PC)

2. Digital Entertainment and/or Advergames
3. E-Gov Application
4. Security
5. e-Business & Industrial Application, Enterprise level
6. e-Business & Industrial Application, SME level
7. R&D
8. E-Inclusion
9. Start-up Company
10. e-Learning (Tools & Contents)
11. Student, SD
12. Student, SMP
13. Student, SMA/K
14. Student, Perguruan Tinggi, Application
15. Student, Perguruan Tinggi, Creative on New Media
16. Applicative Robot, SD – SMA/K
17. Applicative Robot, Perguruan Tinggi - Umum

Penjelasan kategorinya klik disini

Ayo teman-teman Guru Seluruh Indonesia Yang memiliki karya silahkan bergabung dalam acara ini, (e-Learning Tools & Contents).Semua karya inovasi dan karya kreatif memanfaatkan TIK , berupa aplikasi perangkat lunak untuk dokumentasi, administrasi, pelacakan, dan pelaporan program pelatihan, ruang kelas dan sesi-online dan program e-learning, dan isi pelatihan/konten pengajaran atau program e-learning dalam kerangka peningkatan kualitas sistem belajar dan mengajar.

Buat murid-muridnya juga ada, diajak tuh murid-muridnya semuanya yang kreatif , Inovatif jangan sampai ketinggalan tetangga, teman , sahabat, enyang, babe di ajak semuanya untuk kategori yang lain . Semakin banyak yang mengikuti semakin baik kompetisinya.

Pendaftaran lomba dibuka pada tanggal 28 Mei 2012 dan ditutup pada tanggal 2 Juli 2012. Ayo segera siapkan Karya Anda.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya silahkan anda berkunjung di sini :

  • http://www.inaicta.web.id/
  • Facebook INAICTA
  • Persyaratan Umum
  • Tuesday, April 10, 2012

    10 Resep Sukses Bangsa Jepang

    10 Resep Sukses Bangsa Jepang

    disadur dari  Romi Satria Wahono
    musashi.jpgSetelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak terkena bom atom sekutu (Amerika), Jepang pelan tapi pasti berhasil bangkit. Mau tidak mau harus diakui saat ini Jepang bersama China dan Korea Selatan sudah menjelma menjadi macan Asia dalam bidang teknologi dan ekonomi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang. Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang di sekitar perfecture Saitama, Tokyo, Chiba, Yokohama. Intinya kita mencoba belajar sisi Jepang yang baik yang bisa diambil untuk membangun republik ini. Kalau ditanya apakah semua sisi bangsa Jepang selalu baik, tentu jawabannya tidak. Banyak juga budaya negatif yang tidak harus kita contoh ;)
    1. KERJA KERAS
    Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi ;) ), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.

    2. MALU
    Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang  lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.
    3. HIDUP HEMAT
    Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai  kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.
    4. LOYALITAS
    Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. Kota Hofu mungkin sebuah contoh nyata. Hofu dulunya adalah kota industri yang sangat tertinggal dengan penduduk yang terlalu padat. Loyalitas penduduk untuk tetap bertahan (tidak pergi ke luar kota) dan punya komitmen bersama untuk bekerja keras siang dan malam akhirnya mengubah Hofu menjadi kota makmur dan modern. Bahkan saat ini kota industri terbaik dengan produksi kendaraan mencapai 160.000 per tahun.
    5. INOVASI
    Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsushita Electric yang dulu terkenal dengan sebutan “maneshita” (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.
    6. PANTANG MENYERAH
    Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita :) Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini :)
    7. BUDAYA BACA
    Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi  kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalahkomik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris).
    8. KERJASAMA KELOMPOK
    Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.
    9. MANDIRI
    Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.
    10. JAGA TRADISI
    Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena ”hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang ;)  Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
    Mungkin seperti itu 10 resep sukses yang bisa saya rangkumkan. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor “non-teknis” yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.
    Tetap dalam perdjoeangan !

    Monday, April 9, 2012

    Api Abadi Mrapen

    Sumber Api Abadi Mrapen: Dari Kisah Sunan Kalijaga hingga Api Obor Pentas Olahraga
    Setelah menikmati wisata alam di Bledug Kuwu perjalanan  Keluarga Besar SMP N 2 Kaliwungu kami lanjutkan ke Sumber Api Abadi Mrapen yang merupakan salah satu icon kebanggaan orang Jawa Tengah karena Api Abadi Mrapen sering digunakan sebagai obor pesta olahraga nasional dan internasional,ada kejadian unik di tempat ini karena ada sebuan anekdot atau kepercayaan orang - orang disini jika siapa saja yang mampu mengangkat watu bobot apapun doanya akan terkabulkan.Secara singkat sekilas akan penulis gambarkan apa, bagaimana serta siapa saja yang mengenal serta memanfaatka Api Abadi Mrapen

    Api Abadi Mrapen berada di sebuah kompleks di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Api yang keluar dari perut bumi ini merupakan fenomena geologi ditandai keluarnya gas dari dalam tanah yang tersulut sehingga menciptakan api yang tidak pernah padam walaupun turun hujan.
    Api yang dikenal dengan sebutan Api Abadi Mrapen tersebut telah digunakan sejak dahulu untuk obor upacara Hari Raya Waisak. Saat ini pun Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) masih menggunakannya untuk prosesi ritual umat Buddha pada Hari Waisak Nasional.
    Selain untuk ritual agama,  Api Abadi Mrapen juga digunakan sebagai sumber obor pesta olahraga nasional dan internasional.  Pesta olahraga nasional yang menggunakan Api Abadi Mrapen untuk obornya adalah pesta olahraga internasional Ganefo I pada 1 November 1963. Api abadi dari Mrapen juga digunakan untuk menyalakan obor Pekan Olahraga Nasional (PON) sejak PON X tahun 1981, POR PWI tahun 1983, dan HAORNAS. Api Abadi Mrapen hinga kini diteruskan menjadi rutinitas tahunan pesta olahraga nasional dan internasional.
    Pesta olahraga internasional yang menggunakan Api Abadi Mrapen untuk obornya adalah SEA Games XXVI 2011 pada 11-22 November 2011 di Jakarta dan Palembang. Selain itu juga untuk Asian Beach Games (ABG) I di Bali2008, Asian Beach Games II di Muscat, Asian Beach Games di Oman 2010, dan Asian Beach Games III di China. Bahkan, rencananya Islamic Solidarity Games (pesta olahraga multievent negara-negara Islam dunia) 2013 di Pekanbaru, Riau, juga akan mengambil sumber api dari Api Abadi Mrapen.
    Sumber Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas sering menjadi tujuan wisata karena juga terdapat juga kolam air mendidih Sendang Dudo yang dipercaya dapat mengobati penyakit kulit dan reumatik. Air Sendang Dudo memiliki keunikan karena yang tadinya bersih dan bening dapat berubah menjadi keruh dan selalu mendidih tetapi tidak panas. Air ini juga bisa terlihat keruh tetapi bila dimasukkan ke dalam sebuah gelas maka dapat berubah menjadi bening. Selain itu, ada pula keunikan lain yang Anda sendiri dapat mencobanya yaitu dari gelembung air yang mengambang apabila disulut dengan api maka dapat menyala di atas permukaan air. Hal itu dimungkinkan karena air tersebut mengandung mineral dan zat kimia.
    Ada pula Watu Bobot yang letaknya berada di sebelah Sumber Api Abadi Mrapen. Menurut cerita barangsiapa dapat mengangkatnya maka akan tercapai keinginannya.

    Sunan Kalijaga dan Sumber Api Abadi Mrapen
    Cerita rakyat tentang Sumber Api Abadi Mrapen dikaitkan dengan masa akhir Kerajaan Majapahit yang ditaklukkan Kesultanan Demak Bintoro pada tahun 1500-1518 Masehi.  Saat itu Kesultanan Demak berada di sekitar Mrapen dan merupakan satu-satunya pusat pemerintahan Islam di Pulau Jawa.
    Berikutnya kesultanan yang dipimpin Raden Patah ini mengembangkan pola hidup yang dilandaskan ajaran Islam termasuk membuat pusat perdagangan, pendidikan dan penyebaran agama Islam.
    Dalam upaya pembenahan wilayahnya, Kesultanan Demak Bintoro berupaya memboyong semua barang-barang warisan dari Kerajaan Majapahit. Salah satu yang terpenting adalah memindahkan Pendopo Kerajaan Majapahit untuk dijadikan serambi Masjid Agung Demak. Apabila Anda amati saat ini maka pada serambi tersebut terlihat perpaduan budaya Islam dan Hindu-Buddha.
    Upaya pemindahan Pendopo Kerajaan Majapahit dipimpin oleh Sunan Kalijaga. Dalam perjalanan masuki wilayah Kesultanan Bintoro Demak rombongan ini mengalami masalah karena prajuritnya keletihan. Mereka kemudian mencari mata air untuk minum tetapi tidak ada yang dapat menemukannya. Sunan Kalijaga kemudian berjalan menuju tempat kosong dan menancapkan tongkatnya ke tanah. Lubang dari bekas tongkat itu tak lama menyemburkan api yang saat ini dipercaya merupakan titik awal munculnya Sumber Api Abadi Mrapen.
    Berikutnya Sunan Kalijaga juga melakukan hal yang sama dengan tongkatnya di tempat lain yang tidak jauh tetapi yang keluar kali ini buka api melainkan semburan air yang bersih dan bening. Air tersebut dimanfaatkan rombongan prajurit untuk minum yang keletihan karena mengangkut pendopo Kerajaan Majapahit. Saat ini sumber mata air itu dapat Anda lihat memiliki celah sumur berdiameter 3 meter dan kedalaman sekitar 2 meter. Sumur itulah yang kemudian disebut masyarakat setempat dengan nama Sendang Dudo dan memiliki keunikan serta khasiat tertentu.
    Rombongan Sunan Kalijaga kemudian melanjutkan perjalanan tetapi Sunan Kalijaga meninggalkan sebuah batu ompak di sekitaran lubang api dan lubang air tersebut. Saat itu salah seorang prajuritnya yang berupaya mengambilnya tetapi Sunan Kalijaga melarang dan berwasiat bahwa batu ompak itu tidak perlu diambil karena pada suatu waktu akan berguna.  Saat ini Anda masih dapat melihat batu ompak itu yang dikenal dengan sebutan Watu Bobot dan letaknya berada di sebelah Sumber Api Abadi Mrapen.

    Transportasi
    Untuk menuju Kompleks Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, maka patokannya terletak di tepi Jalan Raya Purwodadi - Semarang, sekitar 26 km dari kota Purwodadi.

    Sunday, April 8, 2012

    Wisata Bledug Kuwu di Grobogan

    Wisata Bledug Kuwu di Grobogan

    Membahas wisata yang terjadi karena proses alam di Kabupaten Grobogan memang tak kan ada habisnya, Karena memang di Kabupaten terbesar no 2 di Provinsi Jawa Tengah ini terdapat banyak sekali obyek-obyek wisata yang masih alami, salah satunya yang satu ini .
    Bledug Kuwu itulah nama salah satu ikon pariwisata Grobogan.
    Terletak  di  desa  kuwu  kecamatan  kradenan  28 km  kearah  timur   dari  kota  purwodadi  grobogan. obyek wisata bledug kuwu  merupakan pesona keindahan  alam.   keanehan  yang  ada  di  obyek  wisata  ini  adalah  adanya  letupan  -  letupan   lumpur  yang  airnya  mengandung  garam  dan itu berlangsung terus menerus sehingga menimbulkan pemandangan alam yang sangat menakjubkan,   padahal  tempat  itu  letaknya  cukup jauh  dari  laut.
    Bledug Kuwu mempunyai keistimewaan tersendiri, apabila dilihat dari peta geologi Dr AJ Panekoek, bahwasanya tanah-tanah yang ada bledugnya adalah jenis Aluvial Plains(tanah endapatan atau tanah mengendap) bersamaan dengan meletupnya bledug, keluarlah uap, gas dan air garam. Suara bledug terjadi karena muntahnya kawah yang berupa lumpurdengan warna kelabu atau kelabu kehitam hitaman, tetapi kalau dicampur dengan air maka akan menjadi putih. Apabila diendapkan air endapan bledug kuwu adalah tanah kapur dan tepat sekali apabila disitu dulunya laut kemudian menjadi daratan, karena erosi dari gunung kapur sudah tentu tanah endapannya mengandung kapur.
    Sejarah Singkat Bledug Kuwu
    Konon  menurut  cerita  rakyat,   keanehan  itu  disebabkan   adanya  lubang  yang  menghubungkan  tempat  itu  dengan  laut  selatan.   lubang  itu  sendiri  terjadi  dari  perjalanan pulang  joko  linglung  dari  laut  selatan  menuju  kerajaan  medang  kamolan   setelah melaksanakan  tugasnya  untuk  menangani   prabu dewata cengkar yang telah berubah menjadi buaya  putih   di  laut  selatan. dan  hal itu dilakukan joko linglung yang berujud ular naga sebagai syarat agar joko linglung diakui sebagai anaknya aji saka .
    Ada anggapan / kepercayaan orang disekitarnya kalau bleduk dijadikan tempat untuk bersumpah maka sumpah itu akan sangat luar biasa hasilnya.  contohnya jika ada dua orang berseteru tentang suatu hal yang mereka masing – masing mengakui kebenarannya sendiri – sendiri dapat diselesaikan dengan sumpah bledug di tempat itu.
    WIsta Bledug Kuwu
    Adanya  kandungan  garam  ditempat  itu  oleh  masyarakat  setempat  dimanfaatkan  untuk  membuat  garam  secara  tradisional  dengan cara airnya dikeringkan di glagah (bambu yang dibelah jadi dua) , ada juga yang membawa lumpur bledug untuk dibawa pulang konon lumpur itu buat lulur di kulit agar kulit terhindar dari penyakit kulit dan tampak lebih cemerlang bagi kulit yang sudah sehat.  jadi bleduk adalah tempat wisata di kabupaten grobogan yang  sangat   menarik   untuk   anda  kunjungi .

    Friday, April 6, 2012

    TRI DARMANING ASEPUH

    TIGA (3)  TUGAS UTAMA ORANGTUA
    (TRI DARMANING ASEPUH)

    Kita sebagai orangtua tidak lepas dari kewajiban terhadap keluarga yang didalamnya terdiri dari: anak, Istri dan juga kerabat/saudara dan lingkungan social. Bahwa tugas utama orangtua yang seperti diatas sangat komplek dan beragam jenisnya. Untuk itu akan kita uraikan khusus tugas orangtua terhadap anak, yang dalam falsafah jawa disebut”TRI DARMANING ASEPUH” atau tiga kewajiban utama orangtua.
    Apa sajakah yang dimaksud dengan Tri Darmaning Asepuh bisa dijabarkan antara lain dengan istilah jawa yaitu :
    1. Wur / Biaya
    2. Tutur / Nasehat
    3. Sembur / Doa
    Dalam kesempatan ini penulis akan mencoba sedikit menjabarkan tentang Tri Darmaning Asepuh yang terdiri dari 3 hal di atas
    1. WUR / BIAYA
    Wur itu identik dengan kekayaan ,sehingga bisa diartikan dalam bahasa Indonesia dengan maksud BIAYA, sehingga makna yang terkandung dalam wur / Biaya bahwa orangtua itu punya kewajiban untuk membiaya kehidupan anak – anaknya sebelum mereka menjadi pribadi yang mandiri meliputi biaya hidup, Sandang, pangan , tempat tinggal dan tak ketingggalan ada biaya mereka dalam mencari dan meneruskan pendidikan atau sekolah
    Dalam kontek ini penulis ingin menggaris bawahi bahwa semua kebutuhan serta biaya yang menyangkut tentang pendidikan / sekolah menjadi tanggung jawab orangtua, sedangkan biaya yang dikeluarkan oleh Pemerintah itu hanya sekedar bantuan yang meringankan biaya pendidikan anak – anak kita.
    1. TUTUR / NASEHAT
    Tutur dalam bahasa jawa diartikan ucapan , sedangkan dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan dengan nasehat, sehingga makna yang terkandung dalam Tutur / Nasehat bahwa orangtua punya kewajiban memberikan nasehat atau petunjuk kepada anak – anaknya sebelum mereka terjun ke masyarakat untuk menjadi warga di lingkungan sosial masyarakat. Nasehat atau petuah yang disampaikan oleh orangtua untuk memberikan bekal hidup bagi anak – anaknya dalam mereka menjalani kehidupan bermasyarakat yang didalamnya terdapat beberapa norma – norma atau aturan yang berlaku di masyarakat.
    Orangtua harus bisa memberikan Nasehat mengenai norma – norma yang berlaku tersebut serta bisa membedakan antara perbuatan yang baik dan buruk , perbuatan yang sesuai dengan hukum atau yang melanggar hukum baik hukum Negara atau agama.
    Kesimpulan yang dimaksud dari kontek diatas bahwa orangtua harus senantiasa memberikan nasehat kepada anak – anaknya yang masih sekolah ataupun yang sudah lulus sekolah. Khusus untuk anak – anak yang masih sekolah orangtua harus selalu mengingatkan kepada mereka untuk selalu rajin belajar, selalu masuk sekolah, tidak membolos, dan selalu mengerjakan semua tugas yang diberikan oleh guru di sekolah.
    1. SEMBUR / DOA
    Sembur dalam bahasa jawa artinya adalah mengeluarkan cairan dari mulut dengan sengaja dan dalam jumlah yang banyak. Pada tulisan ini kami mencoba memaknai sembur itu dengan arti yaitu Doa. Sehingga dalam kehidupan sehari – hari orangtua memiliki kewajiban dan tentunya punya tangggung jawab moral untuk mendoakan anak –anaknya semoga kelak akan menjadi anak – anak yang Sholeh – sholekah berguna bagi  Nusa , bangsa , agama dan keluarga.Orangtua mana yang tidak suka melihat anaknya menjadi orang sukses serta berguna bagi nusa , bangsa , agama dan keluarga, dan alangkah sedihnya orangtua jika melihat anak – anaknya menjadi sampah masyarakat, orang yang selalu menyusahkan orangtua, keluarga serta masyarakat.
     Kesimpulannya bahwa orangtua punya kewajiban selalu mendoakan anak – anaknya untuk bisa menjadi pribadi yang sukses dunia dan akhirat. Jika anak – anaknya masih dibangku sekolah mereka didoakan agar menjadi siswa atau mahasiswa yang berprestasi dan lulus ujian baik di sekolah maupun di kampus mereka.
    Demikian sekelumit uraian yang bisa penulis paparan pada kesempatan kali ini, mungkin tulisan dan uraian yang saya berikan masih kurang dari sempurna, harapan saya jika para pembaca membaca tulisan ini sedikit banyak akan kembali untuk melihat dan merefleksi diri kita masing – masing apakah sudah pantas kita di sebut dengan orangtua. 

    Thursday, April 5, 2012

    "PENJARA" KURIKULUM KITA

    Sejarah telah menunjukkan bahwa anak-anak pada jaman Yunani Kuno telah menganggap sekolah sebagai suatu kegiatan yang mengasyikkan dan menyenangkan karena mereka dapat mempelajari berbagai hal yang ingin mereka ketahui diwaktu senggang. Hal ini mungkin membuat orang jaman itu menamainya dengan Sekolah. Sekolah yang dalam bahasa aslinya, yakni skhole, scola, scolae, atau schola berarti 'waktu luang' atau 'waktu senggang'. Waktu senggang ini digunakan oleh orangtua Yunani untuk menitipkan anaknya kepada orang yang dianggap pintar agar memperoleh pengetahuan dan pendidikan tentang filsafat, alam, dan lain sebagainya.
    Realitanya sekarang ini sangat bertolak belakang dengan asal muasal sekolah di atas. Kebanyakan anak maupun remaja sekarang justru menganggap sekolah sebagai beban. Menurut pengalaman saya dulu ketika masih berstatus sebagai pelajar, institusi pendidikan seperti sekolah tidak mengajarkan hal-hal yang saya anggap menarik untuk saya pelajari, melainkan mengajarkan segala pelajaran yang ditentukan oleh kurikulum yang berlaku. Seakan-akan seluruh ajaran yang diajarkan sekolah terkurung oleh sistem kurikulum yang ada saat ini.
    Hal ini tentu saja membawa berbagai efek buruk. Anak-anak yang ingin mengejar prestasi harus berusaha keras menguasai beban kurikulum yang didapat, bahkan sampai harus mengikuti berbagai les tambahan. Belum lagi ketika nanti sudah mencapai kelas 3 baik di SMP maupun SMA, anak-anak dituntut harus bisa menguasai seluruh pelajaran. Anak-anak remaja yang pasrah akan keadaan, seringkali berbuat hal yang buruk di luar jam sekolah seperti berkelahi/tawuran. Ini terjadi karena keengganan mereka untuk mempelajari hal-hal yang tidak mereka sukai. Bukan itu saja, dari pengalaman saya, tidak semua pelajaran yang saya dapat di sekolah dasar maupun menengah berguna bagi saya di perguruan tinggi, dan tidak semua pelajaran yang saya dapat di perguruan tinggi berguna di lapangan pekerjaan. Mengutip pernyataan Eka, kurikulum yang sangat tidak efektif, dan sangat banyak membuang waktu dan pikiran mengakibatkan Indonesia kekurangan sumber daya manusia yang handal.
    Alternatif Solusi
    Teman saya menganalogikan seperti ini, seorang guru ekonomi mungkin tidak dapat menjelaskan rumus Newton yang paling sederhana. Begitu pula seorang guru fisika, mungkin tidak mengerti dan hafal apa yang disebut sebagai Hukum Gossen dalam ekonomi. Padahal mereka sama-sama mempelajari hal tersebut ketika masih di sekolah menengah. Jadi jika saya bercita-cita untuk menjadi seorang ilmuwan fisika, haruskah saya mempelajari ekonomi sekolah menengah? Begitu pula sebaliknya, jika saya ingin menjadi ahli ekonomi, saya seharusnya tidak terlalu mendalami fisika.
    Sistem pembelajaran yang dianut bangsa ini hingga saat ini adalah “Semakin dalam kita mempelajari, maka semakin sempit yang kita pelajari”. Artinya, makin tinggi pendidikan kita, makin kecil lingkup yang kita pelajari namun semakin dalam. Sistem yang seharusnya kita berikan dalam sistem pembelajaran kita adalah mempelajari lingkup yang kecil sejak dini, sehingga ketika lulus seorang murid memiliki spesialisasi yang hebat dalam lingkup yang ia pelajari, dengan tidak menyia-nyiakan kemampuannya. Jika sejak dini seorang murid diberikan pelajaran yang cocok dengan bakat dan kemampuannya dan dengan tidak memberikan beban pelajaran lain yang tidak sesuai dengan kemampuannya, maka sudah pasti murid tersebut akan merasa nyaman dan tidak seperti terpenjara pendidikannya.
    Biarlah anak mempelajari fisika karena dia memang memiliki bakat dalam bidang fisika. Jika ia memiliki bakat dalam bidang ekonomi, biarlah ia mendalami ekonomi. Jika ia memiliki bakat dalam bidang olahraga, biarlah ia mendalami olahraga. Biarlah bakatnya yang menuntun ke arah mana dia harus menjalankan kehidupannya.
    Disarikan dari berbagai sumber

    Saturday, March 31, 2012

    Demi Rindu




    Demi Allah, Tiada Tuhan SelainNYA

    Yang telah menciptakan Nur Muhammad jauh sebelumnya

    Demi Allah,
    yang menciptakan Adam sebagai Khalifah di buminya

    Demi Allah,
    Yang menurunkan firman-firmannya
    Yang memberikan Musa Kitab Taurat
    Yang memberikan Daud Kitab Zabur
    Yang memberikan Isa Kitab Injil

    Dan Demi Allah,
    Yang menceritakan itu semua pada Muhammad
    Meliankan sebagai petunjuk, Al-Quran

    Demi Muhammad,
    Yang ditanggannya menggenggam rembulan dan matahari

    Demi Muhammad,
    Yang hatinya lembut nan berlimpah kasih sayang

    Demi Muhammad,
    Yang hidupnya diliputi kelaparan
    Yang hidupnya senantiasa difitnah
    Yang hidupnya penuh cobaan dan air mata
    Yang hidupnya sendiri adalah perjuangan

    Dan demi Muhammad
    Yang hingga akhir hayatnya berwasiat:
    "umati... umati... umati..."

    YA RASUL SALAM
    YA RASUL SALAM
    YA RASUL SALAM 

    Demi rindu
    Demi cinta
    Demi yang tidak tertahankan lagi

    Thursday, March 29, 2012

    Lomba Pengayaan Sumber Belajar Tahun 2012

    Lomba Pengayaan Sumber Belajar Tahun 2012
    Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dapat menyelenggarakan Kegiatan Lomba Pengayaan Sumber Belajar Berbasis Multimedia Pembelajaran Interaktif (MPI) dan Blog bagi guru serta Lomba Pengayaan Sumber Belajar pada Website/Blog sekolah di Jawa Tengah untuk kedua kalinya.
    Kegiatan yang dilaksanakan untuk kedua kalinya ini akan berupaya membenahi segala kekurangan yang ada pada lomba pertama tahun 2011 yang lalu, sehingga diharapkan pelaksanaan lomba ini kan lebih baik dibanding tahun yang lalu.
    Download Panduan Lomba: disini
    Brosur: disini